Home / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 76 Aku Yang Pertama

Share

Bab 76 Aku Yang Pertama

last update publish date: 2026-07-10 15:35:28

Sepanjang jalan, Karin tidur bersandar di pundak Arlan. Ia masih mengantuk, bibirnya yang sedikit terbuka membuat Arlan gemas. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun karena sedang bersama dengan supir.

“Pak, saya permisi mau ke toilet dulu,” ucap Supir Arlan saat berhenti di rest area.

“Ya.”

Arlan menunggu di dalam mobil dengan Karin yang masih tidur. Begitu supir Arlan keluar dari mobil, Arlan mengecup bibir Karin dengan lembut, lidahnya menari-nari di dalam rongga mulut Karin tapi Karin mas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 540 Selama Kamu Disampingku

    “Ini mau kemana sih, Sayang?” Sepertinya bukan menuju ke bandara.Keesokan paginya, alih-alih menuju bandara, mobil sedan mewah mereka justru berhenti di stasiun khusus.Arlan menuntun Karin menuju peron, tempat di mana sebuah legenda di atas rel telah menanti dengan anggun.Venice Simplon-Orient-Express!Kereta paling mewah dan legendaris di Eropa yang akan membawa mereka melintasi perbatasan negara menuju Italia.“Sayang, kita mau naik kereta ini?” tanya Karin dengan mata membelalak tak percaya saat melihat jajaran gerbong kereta berwarna biru tua dan emas bergaya Art Deco tahun 1920 an yang sangat megah berdiri di hadapan mereka.“Katanya mau langsung lanjut ke negara lain, kan? Liburan sebulan kita terlalu berharga kalau cuma dihabiskan dengan stres mengantri di bandara,” bisik Arlan lembut sambil memberikan senyum tipis andalannya.Seorang steward pribadi berpakaian seragam jubah rapi menyambut mereka dengan membungkuk hormat, mengambil alih koper mereka.Arlan tidak tanggung-tan

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 539 Kebahagiaanmu Adalah Segalanya

    “Shit! Malah dia juga ikut kesini.”Karin memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, menatap butiran salju yang kian lebat menutupi jalanan kota Paris. Kilasan pesan dari Silvi tadi memicu kembali memori pahit yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam di sela-sela kesibukan koasnya.Kisah asmara Silvi dan Dokter Diego memang sudah lama kandas, bahkan bisa dibilang tidak pernah berkembang sama sekali.Alih-alih mencari pria lain yang seumur, Silvi justru beralih arah dan malah semakin dekat dengan Papi Rion.Hubungan Silvi dan Papi Rion kini bahkan tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.Silvi dengan tidak tahu malu sering memamerkan betapa romantisnya Papi Rion yang kerap menjemputnya di depan umum.Bukan itu saja, Papi Rion bahkan sekarang memanjakan Silvi dengan banyak hadiah spektakuler, mulai dari barang-barang bermerek hingga liburan mewah ke Paris saat ini.Cih!Sementara Karin?Karin tersenyum kecut mengingat nasibnya sendiri.Sebagai anaknya, ia justru sama sekali tida

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 538 Supermodel

    “Akhirnya, kita bisa tidur nyenyak malam ini, Sayang.” Karin bahagia sekali. Karin bahkan tidak bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini yang begitu membuncah.Kapal akhirnya bersandar kembali di dermaga sunyi di tepi Sungai Seine.Waktu sudah menunjukkan larut malam, dan hawa dingin Paris kian menusuk tulang seiring dengan salju pertama yang mulai memutihkan jalanan kota.Mobil sedan mewah yang disewa Arlan telah menunggu untuk membawa mereka kembali ke hotel.Namun, sepanjang perjalanan di dalam mobil, mata Karin sama sekali tidak bisa beralih dari kaca jendela.Tatapannya terus tertuju pada Menara Eiffel yang berdiri megah di kejauhan, memamerkan kerlipan lampu keemasannya yang seolah membelah pekatnya badai salju tipis malam itu.Padahal, sesuai jadwal yang mereka susun, agenda untuk mengunjungi ikon Paris itu baru akan dilakukan keesokan harinya.Arlan yang duduk di sampingnya menyadari hal itu. Sebagai suami dan mantan konsulen yang terbiasa membaca gerak-gerik orang, ia begi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 537 Pasien Pertama Di Eropa

    “Makanannya buat kamu puas gak malam ini?” tanya Arlan.“Puas banget dong, malah mau datang lagi tapi aku tau kalau perjalanan honeymoon kita panjang, Sayang.” Karin bergelayut mesra di lengan kekar Arlan.Begitu mereka selesai dinner dan melangkah keluar dari kehangatan restoran, sebuah sedan mewah sewaan Arlan sudah menunggu untuk membawa mereka ke dermaga pribadi di tepi Sungai Seine.Karin mengira mereka hanya akan berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai, namun matanya langsung membelalak ketika Arlan menuntunnya menuju sebuah private yacht berdesain klasik modern yang telah disewa khusus untuk mereka berdua.Tanpa perlu Karin meminta, Arlan sudah tahu semua yang Karin impikan sejak lama.Ia tahu persis bahwa menyusuri Sungai Seine di malam hari, melihat Paris dari atas air adalah impian masa remaja Karin yang sering ia ceritakan saat mereka masih sibuk mencuri waktu di sela-sela jam kerja rumah sakit.“Sayang, kita naik ini berdua saja, serius?" tanya Karin takjub saat kapten kap

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 536 Jadi Ratu Semalam

    “Sayang apa itu?Suara Karin bergetar, matanya langsung berkaca-kaca menatap troli perak yang baru saja didorong oleh pelayan restoran Le Cinq.Arlan memberikan kejutan lagi malam ini.Di atas troli itu, terdapat sebuah buket raksasa mawar merah merekah dan sebuah kotak beludru hitam kecil yang baru saja dibuka oleh Arlan.Di dalamnya, berkilau sebuah set perhiasan berlian murni, kalung dengan liontin soliter dan sepasang anting yang memantulkan kemilau lampu kristal hotel.Karin terharu, sampai menutup mulutnya dengan satu telapak tangan karena tidak percaya.Tidak hanya itu, sebagai pelengkap, tersaji Saint Honore, salah satu kue paling enak dan ikonis di Paris.Kue mahakarya pastry Prancis ini memiliki dasar puff pastry mentega yang super renyah, dikelilingi choux bun (sus kecil) berselimut karamel tipis yang berkilau seperti kaca.Bagian tengahnya dipenuhi creme chiboust vanilla Madagaskar yang sangat lembut, lalu dihias anggun dengan semprotan whipped cream berbentuk kelopak bung

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 535 Dinner Penuh Kejutan

    “Kamu nyangka gak aku bawa kesini?” tanya Arlan sambil memandang ke sekeliling Restoran. Lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit Le Cinq, restoran bintang tiga Michelin di dalam Four Seasons Hotel George V Paris, memantulkan cahaya keemasan yang begitu megah. Dindingnya dilapisi kain sutra brokat bernuansa neoklasik, lengkap dengan rangkaian bunga mawar putih segar yang tingginya hampir menyamai pelayan berbaju jubah rapi di sana. Tempat ini adalah definisi nyata dari kemewahan Paris, tipe restoran yang membuat seseorang otomatis memeriksa saldo rekeningnya setiap kali pelayan menuangkan air putih. Karin ikut mengedarkan pandangannya, matanya berbinar menatap arsitektur megah di sekeliling mereka, lalu beralih pada suaminya yang duduk di hadapannya dengan setelan jas hitam yang sangat pas di tubuh. “Hemm, makasih ya, Sayang,” bisik Karin setengah tertawa, mencondongkan badannya ke depan meja berbahan marmer putih. “Dua tahun koas, baru kali ini aku ngerasa marta

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status