Share

Lagi dan Lagi

Penulis: Nona Senja
last update Tanggal publikasi: 2026-07-04 18:49:17

Alesha mengikuti Binta di belakangnya, persis seperti seorang adik yang patuh kepada kakaknya. Alesha tidak berkedip sedikit pun menatap punggung Binta di depannya. Entahlah, dia hanya merasa hatinya selalu menghangat setiap kali melihat Binta.

"Alesha, lo bisa nyetir mobil, nggak?" tanya Binta yang tentu saja masih berada di depan Alesha. Binta sejenak menatap ke belakang, kemudian meraih lengan Alesha untuk mensejajarkan langkah mereka. "Ngapain coba di belakang, gue? Kita harusnya berjalan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami, Ayo Bercerai!    Berbaikan

    Alesha duduk dengan tatapan kosong lurus ke depan. Mungkin selamanya Asheeqa tidak akan pernah menyukainya, mau sebaik apapun dirinya pada Asheeqa, karena yang dia tahu; orang yang sudah membenci akan sulit untuk kembali. Embusan napas terdengar. Lorong rumah sakit bahkan terlihat sangat sepi karena memang Asheeqa sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP. Lorong di hadapannya seakan menggambarkan bagaimana dirinya saat ini; sepi, 'tak berpenghuni. Alesha menyandarkan punggungnya pada tembok yang terasa sangat dingin ketika mengenai punggungnya."Kenapa aku tidak bisa membenci Asheeqa? Padahal aku ingin membencinya atas semua perbuatannya, tapi kenapa rasanya sesulit itu?" gumam Alesha. Matanya perlahan dipejamkan untuk mencari ketenangan. Namun hatinya sedikit melega karena permasalahan dengan Alvino sudah selesai, bahkan sekarang Alvino mencintainya dengan sangat. Ah ... setidaknya ada satu alasan yang akan membuatnya terus bertahan di muka bumi ini. ****Tak terelakkan raut wajah ter

  • Suami, Ayo Bercerai!    Darahnya Mengalir di Tubuhmu

    Setelah memarkirkan mobilnya, Alvino memasuki rumah. Alvino menggenggam gagang pintu dan mencoba untuk membukanya, tapi ternayata Alesha sudah menguncinya. Lampu juga sudah dimatikannya, pertanda kalau Alesha sudah tidur. Alvino melirik ke arah arlojinya, belum selarut itu dan Alesha sudah tidur? "Mungkin dia benar-benar lelah." Alvino merogoh sakunya mencari kunci cadangan yang selalu dibawanya kemana pun. Setelah serhasil membukanya, Alvino berjalan ke arah kamarnya, namun samar-samar dia mendengar suara isak tangis dari dalam sana. "Alesha menangis?" tanyanya yang langsunf bergegas masuk dan mendapati Alesha yang duduk meringkuk di atas ranjang dengan wajah ditelungkupkan.Tentu saja Alvini merasa sangat khawatir, dia berjalan dengan langkah panjang untuk menghampiri Alesha yang sepertinya belum sadar dengan kehadirannya di sana. "Ale, kamu kenapa, Sayang?" tanya Alvino seraya menegakkan badan Alesha. Matanya sembab, air mata masih mengalir di wajahnya yang sudah memerah.Alesh

  • Suami, Ayo Bercerai!    Suami Macam Apa?

    Donor darah dilakukan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun. Mereka hanya tinggal menunggu Asheeqa bangun saja, namun sudah tujuh hari Asheeqa belum juga berniat membuka matanya barang sedikit pun. Dia masih asik berkelana di alam mimpinya, menjelajahi jalan panjang menuju alam sadarnya.Alvino tidak pernah ingin meninggalkan Asheeqa sebentar saja sampai-sampai dia lah orang yang paling setia berada di sisi Asheeqa. Sejenak saja dia tidak pernah menginjakkan kakinya di rumahnya untuk beristirahat. "Om, ini sudah malam. Om pulanglah sebentar saja, besok pagi-pagi kita akan ke sini lagi," bujuk Alesha yang selalu mendampingi Alvino di sana. Sudah tujuh hari Alesha selalu berusaha membujuk Alvino untuk pulang dan makan, namun sang empu tidak pernah mendengar."Enggak, Ale, aku harus menunggu Asheeqa sadar dulu baru aku akan pulang. Di tertabrak pun gara-gara aku, ini kesalahanku." Selalu saja begini; Alvino menyalahi dirinya atas apa yang terjadi, Alesha tidak menyukai hal itu.Alesh

  • Suami, Ayo Bercerai!    Aku Mencintaimu

    Setelah melakukan kecocokan darah dengan dokter, Alvino duduk gusar di samping Alesha untuk menanti pemberitahuan dari dokter. Alesha meraih tangan Alvino dan menggenggamnya dengan erat, dia ingin menyalurkan semangat untuk sang suami. Dia tahu kalau saat ini suaminya tengah lemah dan khawatir. Dokter berjalan mendekat ke arah Alesha dan Alvino yang langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri sang dokter. Bukan hanya Alesha dan Alvino yang menanti pemberitahuan dari dokter, tapi Evano, Ghiska dan Adit juga menanti dengan penuh harap; harap-harap darah Alvino dan Asheeqa cocok."Bagaimana, Dok? Apa darah saya cocok dengan darah adik saya?" tanya Alvino yang sudah tidak sabar."Dari hasil tes, ternyata darah anda dengan pasien tidak memiliki kecocokan. Darah pasien AB- sedangkan anda berdarah A," jawabnya."Golongan darah AB-?" tanya Alesha memastikan ucapan dokter."Iya.""Golongan darah saya AB-, Dok, saya siap mendonorkan darah saya untuk Asheeqa.""Ale," panggil Alvino seraya

  • Suami, Ayo Bercerai!    Baik Adalah Pilihan

    Adit sudah gemas karena Alesha masih saja diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Dengan pelan, Adit menepuk pundak Alesha hingga membuyarkan lamunan sang empu."E-eh, kenapa, Dit?" tanya Alesha setelah sadar dari lamunannya."Ada apa? Kenapa wajah lo setegang itu? Tadi dapet telepon dari suami lo, 'kan? Apa katanya?" Pertanyaan beruntun dilontarkan oleh Adit."Asheeqa tertabrak mobil katanya, sekarang dia lagi ditangani di ruang ICU, Dit. Ayo anterin aku ke sana, aku sangat khawatir padanya," ujar Alesha memohon seraya menggoyang-goyangkan tangan Adit."Asheeqa? Dia adiknya Alvino? Astaga, kejutan ini membuat gue pusing banget. Lagian, biarin aja kali dia tertabrak, selama ini kan dia sudah jahat sama lo. Bahkan gue sangat ingat kejadian di mana lo dituduh maling sama dia." Wajah Adit terlihat benar-benar tidak suka kepada Asheeqa, bahkan terlihat rahangnya mengeras menahan amarah.Alesha melempar senyum kepada Adit, meski di dalam lubuk hatinya masih digerogoti rasa khawatir, Alesha

  • Suami, Ayo Bercerai!    Jangan Berjanji Apapun Pada Siapapun

    Alesha masih setia duduk di sofa, menanti kembalinya Alvino. Sesekali dia melirik ke arah jam yang berada di dindingnya, bahkan dia belum pergi membersihkan dirinya karena merasa terlalu khawatir dengan Alvino.Sudah berbagai macam gaya duduk Alesha gunakan untuk mengusir rasa bosannya menunggu, tapi sang empu yang ditunggu belum kunjung datang. Hingga suara bel membuyarkan lamunannya. Dengan segera Alesha berlari menuju ke arah pintu berharap itu adalag Alvino. Alvino? Aneh sekali jika dia memencet bel ke rumahnya sendiri. Alesha membuka perlahan pintunya dan menyembulkan kepalanya melihat siapa orang yang berkunjung malam-malam ke rumahnya. Setelah mengetahui kalau tamunya adalah Adit, dia pun keluar sepenuhnya menghadap ke arah Adit."Alesha," panggil Adit. Dari sorot matanya, Alesha bisa melihat ada kekecewaan dari tatapannya. Ada apa sebenarnya dengan Adit? Pikir Alesha."Adit, ada apa malam-malam ke sini? Dan ... kamu tahu rumahku dari mana?""Tentu saja aku tahu.""Dari mana?"

  • Suami, Ayo Bercerai!    Gaun Pernikahan

    Tanpa sadar, mereka mulai dekat meski dengan perdebatan-perdebatan kecil. Alesha merasa cukup nyaman dengan keberadaan Alvino meski Alvino menyebalkannya sangat tidak ketulungan. Mobil silver Alvino terparkir rapi dengan mobil-mobil yang lain. Alesha turun lebih dulu setelah mobil Alvino terparkir

  • Suami, Ayo Bercerai!    Devil Alesha

    Alesha sudah bersiap mengenakan baju putih lengan pendek dipadukan dengan rok hitam yang panjangnya hanya sampai atas lututnya, meski hanya mengenakan pakaian seperti itu, Alesha tetap terlihat cantik dengan tinggi badan yang tidak terlalu tinggi. Sedari tadi Alesha berjalan kedepan dan belakang

  • Suami, Ayo Bercerai!    Be Better

    Sudah dua hari sejak hari dimana Alesha memutuskan untuk menerima pernikahan paksa dengan anak tuan Malik yang bernama Alvino. Dalam dua hari, Alesha sudah menyiapkan mental serta hatinya. "Ale, hari ini tuan Malik bersama dengan istrinya juga Alvino akan datang ke sini untuk melamar kamu secara

  • Suami, Ayo Bercerai!    Kenapa Bukan Orang Lain Saja?

    "Bunda, Ayah, cukup!" tegur Kenandra Athariz---Kakak Alesha---seraya berjalan menghampiri dua orang yang tengah asik memarahi adik kesayangannya. "Kenan," ucap mereka serempak dan tentu saja terkejut. "Kalian apa-apaan, sih? Kenapa kalian bisa-bisanya menuduh Ale akan menjual dirinya hanya demi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status