Home / Lahat / Suami Flash Sale / Bab 21. Direndahkan Lagi

Share

Bab 21. Direndahkan Lagi

last update Petsa ng paglalathala: 2021-12-19 14:51:09

Setelah meninggalkan Rare Earth, Sakha tidak langsung pulang. Dia ingin memberi istrinya kejutan lengkap pada hari ulang tahun pernikahan.

Kejutan ini bukan hanya sekedar kalung berlian semata, ia juga ingin mendekor ruangan hotel pernikahan romantis untuk istrinya.

Atas permintaan Tuan Mahesa dulu, Sakha dan Meera segera mendapatkan akta nikah dan pernikahan yang tidak pernah diadakan tepat waktu.

Tuan Mahesa tua sendiri ingin memilihkan hari yang baik dan mengadakan per

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Suami Flash Sale    Bab 75: Di Balik Gerbang Emas

    Mansion megah keluarga Munthe berdiri kokoh di atas perbukitan yang menghadap langsung ke arah pelabuhan. Arsitekturnya yang bergaya klasik modern dengan pilar-pilar tinggi dan pencahayaan temaram memberikan kesan misterius sekaligus berkuasa. Meera melangkah turun dari mobil, matanya tak henti memandangi barisan pelayan dan pengawal yang membungkuk hormat saat ia dan Sakha lewat. "Selamat datang kembali, Tuan Muda. Selamat datang, Nona Muda," sapa seorang pria tua dengan setelan kepala pelayan yang sangat rapi. Meera merasa canggung. Panggilan "Nona Muda" terasa begitu asing di telinganya, padahal di keluarga Mahesa, ia sering dipanggil dengan nada merendahkan jika pekerjaannya di kantor dianggap tidak becus oleh saudara-saudaranya. Meera memperhatikan Sakha yang kini duduk di kursi roda elektrik, wajah suaminya masih pucat namun tatapannya tetap tajam, memerintah setiap pergerakan di rumah itu tanpa perlu banyak kata. Setelah tim medis pribadi Sakha selesai menjahit luka di pa

  • Suami Flash Sale   Bab 74: Harga Sebuah Kesetiaan

    Guncangan di area pelabuhan berangsur mereda, menyisakan debu-debu yang menari di bawah sorot lampu taktis. Meera masih berlutut di atas aspal yang kasar, napasnya tersengal seolah separuh paru-parunya baru saja dikembalikan setelah mendengar suara Sakha di radio. Tanpa memedulikan rasa sakit di lututnya yang lecet, ia bangkit dan berlari mengikuti tim taktis yang bergerak cepat menuju arah drainase timur. "Sakha! Sakha!" Meera memanggil berkali-kali, suaranya parau tertiup angin laut yang dingin. Di ujung dermaga tua yang sudah lapuk, sebuah penutup beton drainase raksasa terbuka dengan dentuman keras. Tak lama kemudian, sebuah tangan yang bersimbah darah dan kotoran muncul, mencengkeram tepian semen. Tim taktis segera merapat, menarik tubuh pria yang keluar dari sana. Itu Sakha. Namun, pemandangan di depan mata Meera membuatnya hampir pingsan. Kemeja putih yang tadi dipakai Sakha kini telah berubah menjadi abu-abu kecokelatan, robek di bagian bahu, dan yang paling mengerikan ada

  • Suami Flash Sale   Bab 73: Di Ambang Runtuh

    Suara gemuruh dari runtuhnya lift servis menciptakan getaran hebat yang merambat hingga ke permukaan. Debu semen dan serpihan beton menghujani ruang kontrol bawah tanah, menciptakan kabut putih yang menyesakkan. Sakha terlempar dari kursi kontrol, bahunya menghantam sudut meja besi dengan keras hingga ia meringis menahan sakit yang menusuk. "Tuan Muda! Tuan Muda Sakha! Jawab saya!" Suara komandan taktis di earpiece Sakha terdengar pecah dan terganggu oleh interferensi frekuensi. Sakha terbatuk, mencoba menghirup udara yang kini terasa seperti menelan pasir. Ia meraba lantai, mencari senjata dan alat komunikasinya yang sempat terlepas. "Aku... aku masih hidup," jawab Sakha serak. Ia mencoba bangkit, namun kaki kirinya tertindih sebuah panel besi yang jatuh. "Jalur keluar utama runtuh. Armand atau wanita itu... mereka memasang jebakan cadangan." "Kami akan mengirim tim evakuasi masuk kembali!" "Jangan!" perintah Sakha tegas, meski suaranya bergetar menahan nyeri di kakinya. "Strukt

  • Suami Flash Sale   Bab 71: Sisa-Sisa Pengkhianatan

    Debu dari ledakan pintu utama mulai mengendap, namun ketegangan di dalam gudang itu justru semakin memuncak. Tim taktis Munthe Group telah mengamankan area bawah, memaksa anak buah Armand berlutut dengan tangan di atas kepala. Cahaya laser hijau kini terfokus pada sosok Armand yang masih berdiri kaku di atas balkon. Meera menatap punggung tegap Sakha. Meskipun identitas suaminya sebagai pewaris tunggal Munthe Group sudah terungkap, melihat kekuatan nyata yang digerakkan Sakha dalam sekejap mata tetap membuatnya merinding. Pria yang selama ini sabar menghadapi hinaan ibunya di meja makan, kini berdiri sebagai panglima yang siap menghancurkan musuhnya. "Armand," suara Sakha memecah keheningan, bergema dingin di antara dinding beton. "Kesalahan terbesarmu bukan berkhianat pada ayahku. Tapi berpikir bahwa kamu bisa menyentuh milikku." Armand mencengkeram pagar balkon. Wajahnya yang pucat kini mulai memerah karena amarah yang tertahan. "Milikmu? Kamu bicara soal Meera? Dia adalah Ma

  • Suami Flash Sale   BAB 70. Di Tengah Kegelapan

    Kegelapan di gudang tua itu terasa begitu padat, seolah-olah oksigen di sekitar mereka telah digantikan oleh ancaman yang nyata. Meera bisa merasakan otot lengan Sakha yang mengeras di bawah genggamannya. Meski pria ini selama ini dianggap suami sampah yang tidak berguna oleh keluarga Mahesa, di saat seperti ini, aura yang dipancarkan Sakha sama sekali tidak mencerminkan orang miskin. Ia berdiri tegak, setajam pedang yang siap mencabut nyawa, dengan kewaspadaan yang hanya dimiliki oleh mereka yang terbiasa hidup di puncak rantai makanan. "Tiga puluh orang," bisik Sakha tiba-tiba. Suaranya sangat rendah, nyaris tak terdengar, namun penuh dengan kepastian matematis. Meera tersentak, napasnya tertahan di tenggorokan. "Bagaimana kamu tahu?" "Langkah kaki mereka," jawab Sakha dingin. "Tekanan pada lantai beton, ritme pernapasan yang tertahan, dan desis gesekan kain seragam mereka. Armand meremehkanku. Dia pikir aku masih Sakha yang dia kenal sepuluh tahun lalu, seorang pemuda yang hany

  • Suami Flash Sale   BAB 69. Langkah Berbahaya

    Di sebuah gedung tua yang tersembunyi di pinggiran kota, Armand duduk di depan deretan layar monitor resolusi tinggi. Armand menyesap wine merahnya sambil tersenyum lebar melihat drama yang terjadi di layar. Kamera tersembunyi di ruangan Meera masih berfungsi, memberikan sudut pandang sempurna dari kemarahan Sakha. "Lihat itu," Armand menunjuk ke arah layar. "Sakha terlihat sangat gagah saat marah, bukan?" Seorang wanita yang berdiri di kegelapan di sampingnya mendengus. "Dia sudah menutup akses gedung. Rencanamu untuk menariknya keluar dari sana bisa berantakan kalau kamu terlalu lama menonton." Armand tertawa rendah, suara yang terdengar parau dan tidak menyenangkan. "Oh, tidak. Justru ini yang aku inginkan. Aku ingin dia merasa dia memiliki kendali, sebelum aku menarik karpet dari bawah kakinya." Armand mencondongkan tubuh ke depan, matanya yang dingin menatap tajam ke arah sosok Sakha di layar. "Dia pikir dia bisa melindunginya hanya dengan mengunci gedung? Sangat naif."

  • Suami Flash Sale   Bab 29. Kamal Sadewa

    Saat ini, di kantor pimpinan Perusahaan asuransi Sentosa, pemilik Sentosa yang bernama Danu, sedang melayani seorang pria paruh baya berusia empat puluhan dengan wajah datar.Dia tersenyum di seluruh wajahnya, mengeluarkan kartu bank dari laci, menyerahkannya dengan hormat, dan

  • Suami Flash Sale   Bab 28. Kesombongan Sadam

    Kerumunan para pendemo laki-laki maupun perempuan saling berbisik menggosipkan sosok Sadam yang sedang berjalan ke arah mereka dengan penuh kewibawaan."Lihat! Jika putri saya bisa menikah dengannya, saya akan bisa karena kebahagiaan!"“Bah, berhentilah

  • Suami Flash Sale   Bab 27. Rencana Sadam

    Ketika semua orang kembali ke aula perjamuan, Nyonya Mahesa meraih tangan Meera di atas panggung.Dengan gerakan lembut, Nyonya Mahesa berkata. "Aku benar-benar minta maaf barusan, aku yang melakukan kesalahan. Terima kasih kepada Meera kali ini, dia adalah keturunan luar biasa

  • Suami Flash Sale   Bab 26. Eksistensi Anita

    Di mata semua orang yang sedang menunggu kedatangan ketua Munthe Group. Sakha lantas perlahan berdiri dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.Mata seluruh ruang perjamuan terfokus pada Sakha dalam sekejap mata.“Sakha, apa yang sedang mau kamu lakuk

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status