Beranda / Romansa / Suami Perkasa / Gula dan Toples

Share

Gula dan Toples

Penulis: Meri Nakashima
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-24 19:28:14

Pagi itu suasana apartemen terasa tenang… sampai Bu Rini muncul di depan pintu unit 12A dengan senyum khas ibu-ibu pemburu bahan gosip.

“Pagi, Pak Edgar~” katanya manis. “Gulaku habis. Boleh pinjem dikit?”

Edgar—yang lagi buru-buru kerja—langsung memanggil, “Marni! Ambilin gula buat Bu Rini!”

Dari dapur, Marni muncul dengan langkah lincah, membawa seluruh toples besar. “Nih, Bu! Sekalian aja ya, biar nggak bolak-balik.”

Bu Rini sempat melongo. “Eh… satu toples segini banyak?”

Marni
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Perkasa   Ancaman Carlos

    Mimi akhirnya melewati fase kritis.Trombositnya perlahan naik. Demamnya turun. Dokter mengizinkan rawat jalan beberapa hari kemudian.Edgar sudah pulang ke rumah Mariana.Ia memilih istrinya.Ia memilih kandungan Mariana.Dan pilihan itu… tidak pernah benar-benar dimaafkan oleh Dinda.---Dua minggu kemudian.Sebuah akun anonim di media sosial mengunggah foto lama.Foto Edgar.Bersama Dinda dan Mimi.Captionnya pendek.> “Anak yang ditelantarkan demi istri kaya.”Nama Edgar tidak disebut lengkap.Tapi wajahnya jelas.Dan dunia mereka terlalu kecil untuk tidak mengenali.Dalam hitungan jam, gosip menyebar.Grup WhatsApp pengusaha.Forum bisnis.Lingkar sosial elite.Semua mulai berbisik.---Eduardo Argantara tidak pernah suka gosip.Ia lebih tidak suka dipermalukan.Pria itu berdiri di ruang kerjanya yang luas, jendela tinggi menghadap kota.Tablet di tangannya menampilkan berita yang sama.Judulnya makin liar.> “MENANTU EDUARDO ARGANTARA PUNYA ANAK DI LUAR NIKAH?”Tangannya mengepa

  • Suami Perkasa   Mimi Sakit

    Beberapa minggu berlalu. Sampai suatu sore, ponsel Edgar berdering tanpa henti. Dinda. Ia menatap layar lama sekali sebelum akhirnya mengangkat. “Kenapa lagi?” suaranya datar. Di seberang, bukan tawa. Bukan sindiran. tapi tangisan “Edgar… Mimi panas tinggi… 40 derajat. Dokter bilang trombositnya turun. Mereka curiga DBD.” Edgar langsung berdiri. “Apa?” “Kamu bisa datang sekarang? Mimi manggil kamu terus…” Edgar terdiam. Refleksnya ingin langsung pergi. Tapi pikirannya melompat ke kamar di lantai atas. Mariana. Yang sedang hamil muda. Yang beberapa hari ini sering mual dan emosi. Yang baru saja kehilangan ketenangannya karena perempuan masa lalu Edgar. “Aku…” Edgar menelan ludah. “Kamu kan udah ada di sana.” Dinda terdiam sesaat. Lalu suaranya berubah. “Jadi kamu nggak datang?” “Aku nggak bilang nggak akan datang. Aku cuma—” “Kamu takut sama istrimu ya?” potong Dinda tajam. “Atau kamu memang udah nggak sayang sama Mimi?” “Jangan mulai lagi.”

  • Suami Perkasa   Nyidam lagi

    Malam pertama, keanehan itu muncul. Mariana sedang tiduran di kamar, tiba-tiba ingin melihat Edgar memakai daster bunga-bunga warna shocking pink—bukan kaos, bukan kemeja, tapi daster bekasnya sendiri.“Sayang, pakai ini,” katanya sambil menyerahkan daster.Edgar melongo. “Loh? Aku cowok, Mariana… masa harus pakai daster?”Mariana menatapnya tajam. “Kalau nggak mau, aku nangis tiga hari tiga malam. Kamu siap, atau aku mulai hari ini?”Edgar pucat, tapi patuh. Sepuluh menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dengan daster gombrong, perutnya menggelambir, bulu kakinya nongol. Mariana ngakak sampai air mata menetes. “Aduh, Edgar… kok seksi banget! Jalan ala model dong!”Edgar manyun, tapi tetap jalan catwalk ala tukang ojek jadi model. “Ya Allah… kenapa cobaan istri hamilku kayak gini…”Malam itu, Mariana ketawa cekikikan, Edgar meringkuk malu, tapi tetap sabar.---2. Nyidam Nyolong ManggaBesok siang, nyidamnya naik level. Mariana menatap pohon mangga tetangga. Bukan mangga yang di

  • Suami Perkasa   Maya2

    Malam itu Mariana sudah siap dalam mode interogasi. Bantal sudah ia taruh di pangkuan, teh hangat sudah diseduh, dan tatapannya sudah disetel level “detektif KPK.” Edgar duduk di depannya, pura-pura sibuk scroll HP. Padahal jelas dari tadi Mariana sudah memicingkan mata, menatap setiap gerak-geriknya. “Edgar,” Mariana memulai dengan nada pelan tapi tajam, “aku mau tanya sesuatu. Kamu dulu pernah… main sama Maya nggak?” Edgar langsung batuk. Padahal di ruangan itu tidak ada debu. “Hah? Main? Main apa nih? Main catur? Main kelereng? Main UNO?” Mariana menaikkan satu alis. “Main yang bikin kamu panik kalau aku sebut. Jadi jawab aja, Edgar.” Edgar tertawa kering. “Hehe… sayang, kamu lucu banget. Aku sama Maya dulu tuh… ya, paling cuma main dokter-dokteran aja. Serius.” Mariana hampir menyembur tehnya. “Dokter-dokteran? Maksudnya gimana?” Edgar langsung sok dramatis, tangannya gerak-gerak seperti sedang storytelling. “Iya, waktu itu Maya bilang pengen belajar anatomi. Katanya biar l

  • Suami Perkasa   Maya

    Mariana baru saja selesai kontrol ke dokter kandungan. Seharusnya hari itu biasa saja, tapi alam semesta sepertinya lagi punya sense of humor. Begitu dia melangkah ke lobi rumah sakit, matanya langsung nangkep sosok perempuan berseragam bidan, rambut diikat rapi, senyum ramah. Bidan itu baru saja ngobrol sama pasien lain, lalu menoleh ke arah Mariana dan Edgar—tepat saat dia lewat.Hawa dingin aneh langsung menusuk tulang punggung Mariana. Insting perempuan memang jarang salah.“Eh… Maya?” suara Edgar muncul dari belakang, seakan muncul dari celah waktu.Mariana berhenti, menatap Edgar. “Maya? Kamu kenal dia?”Bidan itu tersenyum kaku. “Iya… kita kenal. Hai, Edgar.”Edgar garuk-garuk kepala, jelas-jelas pura-pura bingung. “Hehe… iya, kenal. Dulu… yaaa… gitu deh.”Mariana melipat tangan di dada. “Gitu deh apa? Jangan ‘yaaa’ kayak iklan minuman. Jelasin dong.”Maya tersenyum kaku, wajahnya sudah setengah merah. “Nggak apa-apa, Mbak. Saya dulu pernah temenan deket sama Edgar.”*Temenan d

  • Suami Perkasa   Tetep Cinta

    Sejak hari itu, rumah Mariana berubah jadi panggung drama penuh suara gebukan, teriakan, dan kadang tangisan kucing garong yang entah nyasar dari mana. Tapi jujur saja, suara kucing itu kalah telak sama suara Mariana tiap kali ngamuk ke Edgar. Dan lucunya, Edgar masih aja setia ngekor dibelakang mariana. kayak satpam mall—walaupun jelas-jelas dia sering jadi korban gebukan. Mariana hamil, iya. Tapi justru kehamilan bikin dia makin beringas. Kayak ada kekuatan supernatural yang mengubahnya jadi kucing garong bunting: sensitif, galak, dan bawaannya pengen nyakar siapa pun yang bikin darahnya naik. Dan pemenang juara satu paling nyebelin, tanpa saingan: Edgar si Jejaka Palsu. Iya, palsu. Barang bekas ngaku asli. Dulu Edgar dengan pede bilang, “Aku suci buat kamu, sayang.” Ternyata? Koleksi mantannya cukup buat satu kecamatan buka arisan rutin. Mariana tahu semuanya. Anehya, Mariana gak pernah cerita ke Ayahnya. Buat apa? Nanti malah ayahnya ngamuk. . Akhirnya rahasia itu dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status