Accueil / Romansa / Suami Perkasa / Malam Jebakan

Partager

Malam Jebakan

last update Date de publication: 2025-08-28 22:51:55

---

Aroma lembut melati memenuhi ruangan itu, seolah menutup rapat udara malam dari luar. Tirai jendela digerakkan dengan sengaja hingga menutup rapat, membiarkan hanya lampu kecil di sudut kamar yang menyala, menciptakan cahaya temaram berwarna kuning keemasan. Semua telah diatur dengan cermat, setiap detail diperhitungkan, demi menciptakan suasana yang bukan sekadar kamar biasa—melainkan panggung sandiwara yang harus dimainkan dengan sempurna.

Steve melangkah masuk dengan tubuh lunglai. Kepal
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Suami Perkasa   Pagi Yang Tak Terlupakan

    Edgar tidak langsung tidur malam itu, hatinya terlalu hancur. Lampu kamar sudah redup, suasana tenang, tapi matanya tetap terbuka. Ia menatap langit-langit tanpa benar-benar melihat apa-apa. Pikirannya perlahan ditarik kembali… ke satu pagi yang tidak pernah benar-benar pergi dari hidupnya. Pagi itu seharusnya biasa. Mariana baru pulang dari dinas. Wajahnya lelah, tubuhnya jelas belum pulih dari perjalanan. Tapi begitu sampai rumah, yang pertama ia cari tetap Lucy. Edgar masih ingat bagaimana Mariana langsung duduk di tempat tidur, memeluk bayi kecil itu dengan hati-hati, seolah rindu yang ia tahan selama ini tidak bisa ditunda lagi. “Udah kangen banget…” gumam Mariana pelan waktu itu, sambil menyusui Lucy. Edgar sempat memperhatikan mereka beberapa detik. Ada rasa hangat… tapi entah kenapa hari itu Edgar merasa tak tenang. “Kamu istirahat dulu, Mar. Kamu masih capek,” katanya. Mariana menggeleng pelan. “Nanti… habis ini.” Lucy menyusu dengan tenang. Perlahan. Hangat

  • Suami Perkasa   Harga Diri

    Namun ibu Edgar belum selesai.Saat Edgar hendak melangkah keluar dari ruangan itu, suara ibunya kembali terdengar dari belakang."Kau pikir setelah semua ini Ibu akan diam saja?"Langkah Edgar terhenti.Ia memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berbalik.Wajah ibunya sudah berubah. Tidak ada lagi ketenangan yang sejak tadi dipaksakan. Yang tersisa hanya kemarahan dan kekecewaan yang telah menumpuk terlalu lama.Wanita itu berdiri dari kursinya."Aku sudah mencari tahu semuanya."Tatapan Edgar langsung mengeras."Ibu tidak tahu apa pun.""Oh, Ibu tahu lebih banyak daripada yang kau kira."Suara wanita itu terdengar tajam."Ibu tahu tentang Max."Nama itu membuat ruangan mendadak terasa lebih dingin."Aku juga tahu kalau Mariana pernah tinggal serumah dengan laki-laki itu,kumpul kebo bertahun tahun.""Ibu.""Dan ibu juga tahu tentang Edward."Napas Edgar mulai terasa berat."Kau pikir semua orang buta?""Kau pikir tidak ada yang melihat bagaimana mereka begitu dekat?""Ibu sedang m

  • Suami Perkasa   Dulu Mariana Masi Virgin?

    Beberapa hari setelah kunjungan itu, kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Setidaknya bagi Mariana. Ia sama sekali tidak tahu bahwa di tempat lain, seseorang sedang memikirkan hal yang sama berulang kali. Lucy. Wajah Lucy. Setiap kali ibu Edgar mengingat anak itu, pikirannya selalu kembali pada satu kesimpulan yang membuatnya gelisah. Tidak mirip. Sama sekali tidak mirip Edgar. Bukan hanya matanya. Bukan hanya bentuk hidungnya. Bahkan senyum kecil yang sering muncul di wajah Lucy terasa asing di matanya. Awalnya ia berusaha mengabaikan pikiran itu. Anak-anak memang sering berubah seiring bertambah usia. Banyak bayi yang baru terlihat mirip orang tuanya setelah besar. Tapi semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin besar rasa curiga yang tumbuh di dalam hati. Sampai akhirnya rasa curiga itu berubah menjadi obsesi. Diam-diam ia mulai memperhatikan setiap foto Lucy yang diunggah Mariana. Membandingkannya dengan foto masa kecil Edgar. Mencari-cari kemiripan yang tak p

  • Suami Perkasa   Cucu Kesayangan

    Beberapa bulan kemudian setelah semuanya kembali tampak tenang, Mariana ikut Edgar berkunjung ke rumah orang tuanya. Kali ini mereka tidak datang berdua. Lucy, putri Mariana yang baru berusia satu tahun lebih, ikut bersama mereka. Karena perjalanan cukup jauh dan Mariana tahu ia akan sulit mengurus Lucy sendirian, ia juga mengajak Nadia, babysitter yang sudah membantu merawat putrinya dari lucy lahir Sepanjang perjalanan, Lucy duduk di kursi mobil khusus anak sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Sesekali gadis kecil itu tertawa sendiri, mengoceh dengan bahasa bayi yang belum jelas, membuat Nadia tersenyum geli. Mariana beberapa kali menoleh ke belakang. Melihat putrinya selalu berhasil membuat hatinya lebih tenang. Edgar menyetir seperti biasa. Tenang. Diam. Sesekali menjawab pertanyaan Mariana seperlunya. Ketika mobil akhirnya memasuki halaman rumah orang tua Edgar, Mariana mengembuskan napas panjang. Rumah itu masih sama seperti yang selalu ia kenal. Pagar putih. T

  • Suami Perkasa   Edgar Aku Mencintaimu

    Malam itu terasa lebih hangat dari biasanya. Di dalam kamar, tawa kecil terdengar—ringan, lepas, seperti sesuatu yang sempat hilang kini kembali. Mariana mendorong bahu Edgar pelan. “Kamu ini…” Edgar mendekat sedikit, menatapnya dengan senyum tipis. “kali ini aku pengen kamu yang ada diatas..!” Mariana memutar mata, tapi tidak menjauh. Jarak di antara mereka menyempit tanpa perlu banyak kata. Sentuhan kecil berubah menjadi lebih lama. Lebih dalam. Tawa perlahan mereda, digantikan suara napas dan desahan yang mulai tak beraturan. Suasana kamar menghangat, dipenuhi kedekatan yang lama tertunda. Di luar kamar— Langkah Nadia terhenti. Ia baru saja memastikan Lucy sudah tidur. Namun saat melewati pintu itu, suara samar dari dalam membuatnya diam. Sunyi. Lalu terdengar lagi. Nadia menatap pintu tertutup itu tanpa berkedip. Tangannya mengepal pelan. Ia tidak perlu mendekat untuk mengerti. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan. Beberapa detik berlalu sebelu

  • Suami Perkasa   Hilang Begitu Saja

    Beberapa bulan berlalu. Rumah itu kini benar-benar terasa berbeda. Dari luar, semuanya tampak utuh—bahkan lebih hangat dari sebelumnya. Tidak ada lagi ketegangan yang dulu sempat menggantung di setiap sudut ruangan. Mariana sudah tidak pernah lagi terlihat sibuk dengan ponselnya hingga larut malam. Tidak ada lagi alasan pergi tiba-tiba, tidak ada lagi nama asing yang terselip dalam kesehariannya. Nama Edward… seperti hilang begitu saja. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah ia kembali ke negaranya, atau memang Mariana yang memilih mengakhiri semuanya. Tidak pernah ada penjelasan. Tidak pernah ada pembicaraan terbuka tentang itu. Seolah-olah… pria itu memang tidak pernah pernah ada selama ini. Dan Mariana tidak pernah membahasnya. Kini, ia kembali menjadi sosok yang sepenuhnya hadir di rumah. Pagi hari diisi dengan rutinitas sederhana berangkat kerja..pulang menemani Lucy bermain, sesekali bercanda ringan dengan Edgar. Tidak berlebihan.Tapi cukup untuk membuat suas

  • Suami Perkasa   Rindu Desmond

    Carlos duduk di ruang tamu vila itu, lengannya menimang bayi mungil yang baru saja terlelap. Hujan di luar sudah mereda, tapi udara masih terasa basah, menempel di kulit. Ia menatap bayi itu lekat-lekat, seakan ingin menembus rahasia yang tersimpan di setiap garis wajah kecilnya.“Kalau memang bena

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
  • Suami Perkasa   Jijik Yang Tak Sirna

    Ruang pertemuan itu sunyi ketika amplop hasil laboratorium diletakkan di atas meja. Carlos duduk kaku, kedua tangannya mengepal di lutut. Kertas putih dengan stempel resmi seolah menyala di hadapannya. “Carlos… anak ini memang milikmu,” suara dokter yang menyerahkan hasil tes terdengar jelas.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
  • Suami Perkasa   Ketemu Carlos

    --- Setelah tau Kabar tentang bayinya, lewat mariana.Carlos akhirnya ingin bertemu. Malam itu udara vila terasa semakin dingin. Dua satpam yang berdiri di pintu hanya melirik sekali ke arah ayah Elina, lalu menutup pintu rapat setelah menerima kode dari dalam. Di ruang tamu yang luas itu, Carlos

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
  • Suami Perkasa   Sudah Lama

    Sukma duduk di teras kafe kecil yang teduh, jemarinya menggenggam cangkir kopi yang sudah mulai kehilangan hangatnya. Angin sore mengibaskan helaian rambutnya, sementara tatapannya jatuh pada sosok yang baru saja datang dan duduk di hadapannya—Carlos. Wajah pria itu tampak lebih tenang dibanding ter

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status