ホーム / Romansa / Suami Perkasa / Siska Tanpa Steve

共有

Siska Tanpa Steve

last update 公開日: 2025-09-05 02:23:25

---

Hari-hari pertama di apartemen barunya terasa hening. Siska berusaha membiasakan diri dengan kesepian yang kini jadi teman sehari-harinya. Ia bangun pagi, kuliah, pulang, dan malamnya duduk sendiri di sofa sambil menatap kota dari balik jendela. Semua terasa berbeda—ada kebebasan, tapi juga kehampaan.

Di kampus, Siska mencoba kembali seperti biasa. Ia ikut kelas, mengerjakan tugas, dan bercengkerama dengan teman-temannya. Tapi bisik-bisik tetap terdengar.

“Eh, itu kan Siska…” bisik salah sa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Suami Perkasa   Aku Salah Apa

    Tapi kemarahan Mariana tak hanya sampai disitu, Tangannya langsung meraih vas bunga di meja samping dan melemparkannya. BRAK. Vas itu menghantam kepala Edgar. Pria itu tersentak, tubuhnya oleng sambil memegang pelipisnya. Tangisan Lucy masih memenuhi ruangan saat semuanya mulai terasa kacau. Edgar yang tadi masih berdiri, tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Tubuhnya goyah, tangannya sempat mencari pegangan—tapi tidak menemukan apa-apa. “Gar—” suara Mariana nyaris keluar, refleks. Terlambat. Tubuh Edgar jatuh ke lantai dengan bunyi berat yang membuat Nadia kembali menjerit. “Ya Allah, Pak Edgar—!” Kepalanya terbentur sisi karpet, matanya tertutup, napasnya ada… tapi tidak sadar. Dunia Mariana yang tadi panas tiba-tiba seperti disiram dingin. Sunyi sekejap. Hanya tersisa tangisan Lucy yang makin histeris. “Bangun…” suaranya berubah. “Edgar… bangun.” Tidak ada respon. Tangannya gemetar saat berlutut di samping tubuh itu. —amarahnya retak. “Gar… jangan be

  • Suami Perkasa   Ciuman diruang Tamu

    Sore itu Mariana pulang lebih cepat dari biasanya. Tidak ada alasan jelas—hanya perasaan tidak enak yang sejak siang terus mengganggu. Ia mematikan mesin mobil dengan gerakan cepat, lalu turun tanpa benar-benar berpikir. Rumah itu tampak seperti biasa. Tenang. Rapi. Lampu teras menyala. Tapi begitu pintu dibuka, ada yang terasa tidak beres. Terlalu sunyi. Tidak ada suara Lucy. Tidak ada langkah kaki Nadia. Tidak ada televisi. “Edgar?” panggilnya. Tidak ada jawaban. Mariana melangkah masuk perlahan. Tas masih di bahunya, sepatu belum dilepas. Ia berhenti sejenak saat mendengar suara dari arah ruang tengah. Tawa. Pelan. Cekikikan ringan, seperti dua orang yang sedang berbagi sesuatu yang hanya mereka pahami. Jantung Mariana berdetak lebih cepat. Ia berjalan mendekat. Begitu berbelok, pemandangan di depannya langsung menahan napasnya. Lucy ada di stroller. Terbangun. Tangannya bergerak kecil, matanya berkedip pelan, seperti mencari seseorang yang seharusnya ada di dekatnya.

  • Suami Perkasa   Cemburu

    Pagi di kantor Mariana tidak pernah benar-benar pelan.Telepon berdering. Email masuk tanpa jeda. Orang keluar-masuk ruangannya dengan wajah tegang seolah semua hal di dunia harus selesai hari itu juga.“Mariana, meeting jam dua dimajuin jadi setengah satu ya.”“Mariana—”“Iya, iya, kirim aja ke aku,” potongnya cepat, matanya bahkan tidak benar-benar terangkat dari layar laptop.Rina masuk, duduk tanpa diundang, seperti biasa.Tangannya mengambil salah satu kertas di meja, tapi matanya justru menatap Mariana dengan ekspresi yang terlalu santai untuk sesuatu yang akan ia katakan.“Gue tuh kepikiran sesuatu dari kemarin pas habis nenggok Lucy.”Mariana masih mengetik.“Biasanya kalau lu kepikiran, itu bukan hal penting.”“Enggak, ini penting.”Nada Rina tetap ringan.“Apa lu nggak… cemburu?”Jemari Mariana berhenti.Hanya satu detik.Lalu lanjut lagi, seolah tidak terjadi apa-apa.“Cemburu sama siapa?”“Ya itu,” Rina mengangkat bahu. “Suami lu di rumah terus sama babysitter.”Mariana me

  • Suami Perkasa   Baby

    Pagi harinya, rumah baru mereka di kawasan elit terlihat seperti Katalog properti Tangisan Lucy yang menggema dari kamar. “MARIIIII!” “YA?!” “DIA NANGIS LAGI!” Mariana muncul dari ruang kerja dengan ekspresi lelah. “Ya angkat dong, Edgar!” “Aku takut salah!” “Dia bukan bom, dia bayi!” --- Edgar akhirnya menggendong Lucy dengan kaku. Seperti sedang memegang barang pecah belah harga miliaran. Lucy berhenti menangis. Edgar membeku. “Dia… diam… sayang” Mariana melirik. “Ya bagus.” Beberapa detik hening. Lalu Edgar berbisik pelan, “…kayaknya dia suka aku.” Mariana tersenyum tipis. “Dia cuma lagi mikir ini orang siapa kok aneh.” --- Siang itu, Mariana kembali duduk di ruang kerjanya. Laptop terbuka. Meeting berjalan. Nada suaranya kembali berubah. Tegas. Dingin. Profesional. Seolah tadi pagi bukan dia yang dilempari tangisan bayi. --- Di ruang tamu, Edgar duduk di sofa. Lucy tertidur di dadanya.Sejak semalam— Rumah itu bena

  • Suami Perkasa   Lucy

    Ruang bersalin itu tidak pernah benar-benar tenang. Suara alat medis berdetak pelan. Langkah kaki perawat berlalu-lalang. Dan di tengah semua itu— Suara Mariana. “SAKIT BANGET,ADUH!” Gema suaranya hampir mengalahkan semua yang lain. Keringat membasahi pelipisnya, rambutnya menempel berantakan di wajah. Tangan kanannya mencengkeram seprai, sementara tangan kirinya— menjambak rambut Edgar tanpa ampun. “AA— SAYANG, RAMBUT AKU—” “DIEM LO!” bentak Mariana, napasnya tersengal. “INI GARA-GARA LO!” Edgar meringis, setengah jongkok karena kepalanya tertarik ke bawah. “Iya… iya… salah aku… semua salah aku…” “TAU LO!” --- “Tarik napas, Bu… ya… pelan…” suara dokter tetap tenang di tengah kekacauan itu. Tapi Mariana sudah tidak peduli. “PELAAAN GIMANA?! INI KAYAK MAU MATI!” Edgar mencoba lepas dari cengkeraman. Gagal. Rambutnya masih jadi korban. --- Di sudut ruangan, berdiri seorang gadis muda—Aura, adik Mariana. Tangannya bersedekap, wajahnya antara kasihan dan… geli. Ia

  • Suami Perkasa   Eror

    Memasuki trimester kedua, perubahan Mariana terasa… drastis. Kalau dulu ia bisa tiba-tiba bengong memikirkan Alan, sekarang? Tidak sama sekali. Bahkan ketika nama Alan disebut, reaksinya datar. Sangat datar. Seolah fase itu… sudah lewat begitu saja.Bagi Mariana.,Alan sama sekali tidak menarik. --- Di sisi lain, Alan tetap datang ke rumah Mariana. Awalnya untuk “ngecek kondisi Mariana”. Lalu jadi “sekadar mampir”. Lalu entah sejak kapan… jadi rutinitas. Dan yang paling aneh— Edgar tidak pernah melarang ataupun marah. --- Sore itu, suara riuh terdengar dari ruang keluarga. “WOI! KENA HEADSHOT!” teriak Alan sambil berdiri dari sofa. “Tenang aja, itu lu cuma hoki,” jawab Edgar santai, matanya tetap fokus ke layar TV. Dua laki-laki itu duduk berdampingan, masing-masing memegang stik PlayStation . dengan ekspresi yang sama seriusnya. Mariana berdiri di ambang pintu, memandangi mereka dengan wajah tanpa ekspresi. Ia menyilangkan tangan. “Ini… rumah aku

  • Suami Perkasa   Tangis Yang Lahir Diantara Luka

    Hujan turun pelan di luar jendela rumah sakit, seperti bisikan langit yang menyentuh bumi dengan lembut. Di dalam ruangan bersalin VIP Rumah Sakit St. Rosalie, aroma antiseptik bercampur dengan ketegangan yang nyaris menggantung di udara. Luna menggigit bibirnya kuat-kuat, tangannya mencengkeram

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Suami Perkasa   Kejutan Dalam Mobil

    Sukma sudah tahu. Sejak awal, dia bukan wanita bodoh yang mudah dibohongi. Dia tahu gerak-gerik Dimitri berubah. Dia tahu suaminya sering menghabiskan waktu di luar lebih lama dari biasanya. Dia tahu setiap kali Dimitri pulang dari dinas luar kota, aroma parfumnya bercampur dengan sesuatu yang bu

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Suami Perkasa   Restu Orang Tua

    --- Senja mulai tenggelam saat Dimitri memarkir mobilnya di depan rumah mewah yang pernah jadi saksi masa kecilnya. Rumah itu berdiri tenang di tengah rindangnya pepohonan pinus, namun tidak dengan hati Dimitri—yang sejak pagi bergetar hebat, seperti diperas pelan-pelan oleh ketakutan dan penye

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Suami Perkasa   Jadi Ini Alasannya

    Sukma menatap kosong ke arah meja makan. Tangannya mencengkeram erat surat cerai yang tadi siang ditemukannya di dalam mobil. Langkah kaki terdengar dari arah pintu depan, disusul suara khas Dimitri yang memanggilnya. “Sukma? Kamu sudah pulang?” Sukma mengangkat wajahnya, menatap suaminya yan

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status