Compartir

Bab 5

Autor: Renita April
last update Fecha de publicación: 2026-10-05 16:05:21

Pukulan di meja itu cukup mengejutkan, tetapi Nerisa menikmatinya. Alexander mengamuk hanya karena istrinya tidak lagi menyiapkan sarapan dan kembali memulai karier yang baru setelah dipecat. Lalu bagaimana dengan perasaan istrinya yang telah lama dikhianati? Apa Alexander tidak bisa berpikir sakit hati Nerisa? Dia mau dimaklumi, tetapi sulit memberikan timbal balik.

“Oh, ya, aku mungkin jarang pulang. Kamu sudah bersama Amel, dan aku juga punya keinginan untuk mencari kesenangan di luar sana,” ucap Nerisa.

“Berani sekali kamu bicara seperti itu, Nerisa. Kamu sadar akan statusmu sendiri. Dengan kamu mencari kesenangan di luar, kamu hanya akan membuat malu keluarga Valtheris.”

“Kalau kamu malu, ajukan saja perceraian.” Nerisa membalikkan perkataan Alexander. Jika pria ini mau bercerai, maka dia lah yang harus memberikan hartanya senilai 10 juta dollar.

Ucapan Nerisa membuat Alexander ingat dengan setiap perkataan yang ia lontarkan pada istrinya itu. Ia sadar jika Nerisa pasti sengaja melakukan ini untuk membalasnya.

“Nerisa, aku sudah mengatakannya padamu jika ini hanya sementara,” ucap Alexander.

“Baru saja tadi malam kamu sudah lupa dengan ucapanmu sendiri, Alex. Kamu yang bilang ingin pernikahan terbuka. Kamu bersama Amel, lalu aku berhak bersama pria lain. Lalu sekarang kenapa malah kamu yang tidak mau aku mencari pasangan?”

“Kamu mencintaiku, aku juga. Kamu tidak akan melakukan itu kan?”

“Jangan terlalu percaya diri, aku tidak sepolos itu. Kita sudah sepakat dengan pernikahan terbuka ini, dan kamu sendiri bahkan tidak malu bercinta dengan kekasihmu itu di ruang tamu.” Nerisa menarik sebelah sudut bibir, kemudian pergi meninggalkan ruang makan.

“Nerisa.” Alexander ingin mengejar, tetapi tangan Amel menghalangi.

“Ini bagus untuk kita, kan? Jangan bilang kamu menyesal, Alex.” Amelia menatapnya tajam.

“Aku ingin menjelaskan hubungan kita padanya.” Alex melepas pegangan tangan kekasihnya.

“Kak Alex!” Wajah Amel berubah cemberut. “Kamu sendiri yang bilang akan selalu mengutamakan diriku daripada Nerisa. Dari kecil kita sudah bersama. Kamu juga pernah berjanji akan menikahiku, tetapi apa buktinya? Kamu yang lebih dulu selingkuh dan menikah dengan Nerisa ketika aku di luar negeri.”

“Itu karena kamu adikku, Amel.”

“Aku bukan adikmu, aku kekasihmu sekarang.” Amel mengatakannya dengan jelas. Ia dan Alexander jelas tidak punya hubungan darah sedikit pun. Sejak kematian ibunya, Amelia diangkat sebagai anak angkat keluarga Valtheris karena ibunya bersahabat dengan ibu kandung dari Alexander. Itu sebabnya ketika kecil keduanya akrab.

“Aku sedang menebusnya, tetapi kamu harus tahu ini, Amel. Aku sangat mencintai Nerisa. Perasaanku padamu hanya sebatas kakak saja.”

“Kamu meniduriku, dan kamu masih menganggapku adik?” Tangan Amel mengepal keras, ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat, geram dengan ucapan Alexander.

“Jika dari awal kamu tidak setuju dengan keputusanku, lebih baik kita batalkan saja kesepakatan ini.”

Amelia mengambil garpu, lalu mencoba menusukkannya ke leher. Alexander yang melihat itu lekas menghalangi dengan memegang tangan adik angkatnya itu.

“Kamu sudah gila, Amel!”

“Ya, aku gila karena kamu. Apa arti semua perlakukanmu selama ini jika bukan karena cinta? Kamu hanya ingin bermain-main denganku saja?”

“Tenang, Amel. Kamu setuju kita akan membangun hubungan ini secara perlahan, kan?” Alexander merebut garpu ketika ada kesempatan, tetapi itu membuat Amel mengamuk dengan melempar semua hidangan yang ada di meja.

“Ya, aku bersedia kamu manfaatkan. Aku bersedia mengandung anakmu, tetapi dengan syarat kamu tidak lagi menyentuh Nerisa. Sekarang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu malah ingin mengejarnya.”

“Nerisa istriku.”

“Lalu aku siapa? Hanya penghangat ranjangmu saja?”

Alexander lekas memeluk Amelia agar wanita ini tenang. “Aku menyayangimu, Amel. Aku janji tidak akan membuatmu kecewa.”

Amelia menangis tersedu-sedu yang membuat hati Alexander luluh. Ia menggendong wanita itu naik ke lantai atas. Alexander tahu cara menangani Amelia yang marah begini. Ia membawanya ke kamar tidur.

“Bukankah kita akan pergi bekerja?” tanya Amelia.

“Kita bisa menundanya sebentar.” Alexander tersenyum sembari membuka pakaiannya.

“Sayang, aku sedang marah padamu.”

“Aku ingin meredakannya.” Alexander mengecup bibir Amelia, di kamar yang ada foto pernikahan dirinya dan Nerisa, ia melakukan adegan liar bersama kekasih hati.

Sementara Nerisa sendiri telah sampai di gedung baru, tempat yang menjadi tujuannya saat ini. Ia melangkah masuk menuju resepsionis, dan mengutarakan niatnya datang ke tempat ini. Kebetulan bukan hanya Nerisa sendiri yang diterima sebagai karyawan baru. Masih ada dua orang lainnya.

“Kudengar perusahaan Valmont Internasional ini sangat terkenal di luar negeri. Sekarang mereka membuka cabangnya di negeri kita.”

“Kita beruntung bisa mendapatkan pekerjaan di sini. Aku yakin perusahaan ini akan berkembang dengan pesat.”

Nerisa dengar obrolan kedua rekan barunya itu. Ia tidak mengatakan apa-apa karena memang belum tahu terlalu jauh. Nerisa hanya tahu perusahaan Valmont memang tengah menjadi berbincangan di dunia bisnis dalam bidang keuangan serta properti.

Seorang pria menyambut ketiga karyawan baru ini, dan mengantarnya ke posisi masing-masing. Wawancara dilakukan secara online, ini juga yang membuat Nerisa sedikit heran dengan kebebasan dari perusahaan Valmont. Hanya mengirim berkas lamaran serta wawancara kerja melalui video call.

“Apa aku boleh bertanya?” tanya Nerisa pada pria yang mengantarnya ini. “Saya Nerisa.”

“Katakan saja.”

“Kalian tidak melakukan wawancara secara langsung lagi? Apakah statusnya benar-benar diterima?”

“Masa percobaan selama tiga bulan. Jika tidak sesuai ketentuan perusahaan, maka saat itu juga dipecat. Sebelum memutuskan diterima, kredit kalian juga di cek. Jadi, meski dilakukan secara online, kami juga tidak sembarangan. Bos pernah bilang seperti ini, kadang kita bisa menemukan tumpukan permata di atas jerami. Itu sebabnya, beliau tidak terlalu memusingkan soal latar belakang. Jika hasil kerjamu bagus, maka kamu bisa dipertahankan.”

“Terima kasih atas penjelasannya. Aku akan bekerja keras,” ucap Nerisa.

“Aku juga telah membaca resume dirimu, dan kamu memang berpengalaman. Selamat telah diterima sebagai Project Administration Manager.”

“Terima kasih sekali lagi, Pak.” Nerisa tersenyum, ia memperkenalkan diri dulu kepada rekan kerja yang lain, barulah duduk di mejanya sendiri.

“Hei, lihat itu. CEO kita telah tiba.” Seorang wanita menunjuk pada pria yang tengah berjalan bersama dua orang di belakangnya.

Nerisa menoleh, ia mengerutkan kening karena tidak dapat melihat wajah dari pria yang disebut sebagai atasan karena laki-laki itu membelakanginya. Namun, bila dilihat dari postur tegapnya, dia pasti pria yang lumayan tampan.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 8

    “Ini kamarku. Kalian lah yang tidak tahu tempat!” Nerisa meninggikan suaranya. Hatinya sangat sakit sekarang. Tidak cukup di ruang tamu, bahkan di kamar tidurnya pun Alexander dan Amelia melakukannya.“Ini juga kamar tidurku,” jawab Alexander.Hati Nerisa tersentak, ini kamar tidur dirinya dan Alexander, ruangan suami istri, tetapi Alex membawa wanita lain untuk masuk.“Kamu tahu apa yang baru saja kamu katakan?” Mata Nerisa berkaca-kaca.“Ini hanya sebuah kamar. Amelia menyukainya karena ruang tamu itu kecil.”“Kak Nerisa, tadi pagi kami juga melakukannya di sini. Tidak masalah dengan itu, kan?” Amelia menimpali.“Diamlah, Amel.” Alex menegurnya. “Sayang, kamu pindah ke ruang tamu saja. Kamar ini berikan pada Amelia.”Tangan Nerisa mengepal kuat, ia berbalik, kemudian melangkah pergi. Ia lekas menuruni anak tangga. Alexander ingin mengejar, tetapi Amelia meraih tangannya.“Dia hanya marah sebentar. Nanti juga balik lagi,” ucap Amel.Alexander menyugar rambutnya ke belakang. “Aku suda

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 7

    “Kamu masih punya dirimu.” L meneguk minumannya.“Oh, ya? Tadi siapa yang ingin bunuh diri karena putus cinta?” Nerisa sedikit menggodanya.“Kadang kala kamu berhak merasa tidak waras, tetapi jangan sampai akal sehat mengambil alih dirimu. Aku bersedih sepanjang hidup, tetapi aku mencintai diriku.”“Ini berbeda dari yang kamu katakan tadi.”“Sudah kubilang kan, seseorang berhak bersedih. Hidup tetap berjalan.” L mengulurkan tangan. “Mau berteman?”“Aku tidak semudah itu menganggap orang asing sebagai teman.”“Itu malah lebih bagus.”“Apa maksudmu?” Kening Nerisa berkerut. Dia tadi menawarkan pertemanan, sekarang malah merasa itu kurang pilihan bagus.L turun dari tempat duduknya, ia mendekat. Sangat dekat hingga Nerisa merasa terpojok. Pria ini menatapnya secara intens. Nerisa membasahi bibir, jantungnya berdegup kencang. Mata pekat pria ini terasa melucutinya.“Kamu lebih cocok dijadikan pasangan.”“Minggir.” Nerisa mendorong pria itu. Ia mencoba menenangkan diri. “Pria gila.”L tert

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 6

    Hari pertama pekerjaan Nerisa cukup lancar. Hampir sekitar dua tahun ini ia menganggur karena Alexander berjanji akan menghidupinya, asal bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Nerisa sudah berusaha menjadi istri yang diinginkan pria itu, tetapi Alexander punya tujuan sendiri.Alexander ingin bebas pergi menemui Amelia di luar negeri dengan alasan dinas. Tanda-tanda perselingkuhan itu sudah tampak, tetapi Nerisa masih membohongi dirinya. Ia percaya Alexander setia, ia tahu sebesar apa cinta pria itu kepadanya.Pertemuan dengan Amelia hanya kebetulan saja, begitulah yang Nerisa tanamkan dalam pikirannya. Amelia dan Alexander hanya sebatas kakak adik. Padahal Nerisa sangat tahu jika keduanya sama sekali tidak memiliki ikatan darah.Amelia diangkat adik oleh keluarga Valtheris karena ibunya. Sejak kecil tumbuh bersama, lalu wanita itu dibawa ke luar negeri. Bertahun-tahun putus kontak. Keduanya bertemu kembali saat Amelia menghadiri pesta ulang tahun Sebastian Valtheris.Pertama kaliny

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 5

    Pukulan di meja itu cukup mengejutkan, tetapi Nerisa menikmatinya. Alexander mengamuk hanya karena istrinya tidak lagi menyiapkan sarapan dan kembali memulai karier yang baru setelah dipecat. Lalu bagaimana dengan perasaan istrinya yang telah lama dikhianati? Apa Alexander tidak bisa berpikir sakit hati Nerisa? Dia mau dimaklumi, tetapi sulit memberikan timbal balik. “Oh, ya, aku mungkin jarang pulang. Kamu sudah bersama Amel, dan aku juga punya keinginan untuk mencari kesenangan di luar sana,” ucap Nerisa. “Berani sekali kamu bicara seperti itu, Nerisa. Kamu sadar akan statusmu sendiri. Dengan kamu mencari kesenangan di luar, kamu hanya akan membuat malu keluarga Valtheris.” “Kalau kamu malu, ajukan saja perceraian.” Nerisa membalikkan perkataan Alexander. Jika pria ini mau bercerai, maka dia lah yang harus memberikan hartanya senilai 10 juta dollar. Ucapan Nerisa membuat Alexander ingat dengan setiap perkataan yang ia lontarkan pada istrinya itu. Ia sadar jika Nerisa pasti senga

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 4

    Air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga. Alexander melakukan hubungan intim bersama wanita lain di kediaman ini. Tempat di mana Nerisa menaruh harapan bahagia semenjak ditinggal keluarga. Mereka tidak perlu sembunyi lagi. Bermain adik kakak seolah-olah hubungan tersebut suci. Selama ini ia dibodohi oleh Alexander. Pria itu selalu menyangkal, tetapi sekarang kebenarannya telah terbukti. Keduanya menjalin hubungan. Kali ini dengan alasan soal harta dan pewaris. Fakta yang Nerisa ucapkan pun dianggap hanya khayalan belaka. Hati Alexander sudah tidak ada lagi untuk seorang Nerisa. Semuanya tertuju pada perempuan baru. Tersisa dua tahun lagi sampai perjanjian pernikahan itu batal. Nerisa harus bertahan. Ia telah dibodohi soal perasaan, dan ia tidak mau mengalah soal harta. Warisan itu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nerisa berhak untuk mengambil alih. Meski harus tertusuk duri, hancur berkeping-keping, ia akan mendapatkannya. Jika keinginan Alexander seperti demikian,

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 3

    “Apa maksudmu? Pernikahan terbuka apa?” Nerisa tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Alexander. Sikap Amelia tadi sudah keterlaluan. Dia melarang Alex menyentuh istrinya sendiri, dan pria ini tampaknya setuju. “Open marriage, aku ingin menjalin hubungan dengan Amelia. Aku ingin dia menjadi kekasihku.” Telinga ini masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata yang baru saja Alexander ucapan. Sebuah pernikahan terbuka, di mana pasangan boleh menjalin hubungan dengan wanita lain atau laki-laki sesuai kesepakatan. Nerisa tertawa sembari memandang suaminya. “Ternyata kamu punya maksud tertentu di sini. Kamu ingin kita menjalani pernikahan terbuka, di mana aku setuju kamu menjalin hubungan dengan Amelia. Apa kamu sudah gila?!” “Dengarkan aku dulu, Nerisa. Aku melakukan ini demi kita berdua. Selama tiga tahun ini tidak ada anak di antara kita, sedangkan keluargaku menuntut seorang pewaris. Aku ini calon kepala keluarga Valtheris.” “Tidak harus menjalin hubungan dengan wanita lain.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status