Compartir

Bab 3

Autor: Renita April
last update Fecha de publicación: 2026-10-03 18:03:57

“Apa maksudmu? Pernikahan terbuka apa?” Nerisa tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Alexander. Sikap Amelia tadi sudah keterlaluan. Dia melarang Alex menyentuh istrinya sendiri, dan pria ini tampaknya setuju.

“Open marriage, aku ingin menjalin hubungan dengan Amelia. Aku ingin dia menjadi kekasihku.”

Telinga ini masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata yang baru saja Alexander ucapan. Sebuah pernikahan terbuka, di mana pasangan boleh menjalin hubungan dengan wanita lain atau laki-laki sesuai kesepakatan.

Nerisa tertawa sembari memandang suaminya. “Ternyata kamu punya maksud tertentu di sini. Kamu ingin kita menjalani pernikahan terbuka, di mana aku setuju kamu menjalin hubungan dengan Amelia. Apa kamu sudah gila?!”

“Dengarkan aku dulu, Nerisa. Aku melakukan ini demi kita berdua. Selama tiga tahun ini tidak ada anak di antara kita, sedangkan keluargaku menuntut seorang pewaris. Aku ini calon kepala keluarga Valtheris.”

“Tidak harus menjalin hubungan dengan wanita lain. Ini hanya kedok menutupi perselingkuhanmu itu!” Nerisa menunjuknya, ia menatap dingin pada pria yang pernah mengatakan sangat mencintainya ini.

“Mengertilah jika kamu tidak bisa memberiku anak.”

“Aku bisa, dan kita pernah mendapatkannya!” Nerisa teringat pada janin yang sempat hadir di tengah pernikahan dingin ini. “Kamu membuatku kehilangan janin itu, Alex. Ini semua karena ulahmu.”

“Teruskan saja khayalanmu itu.”

Nerisa melayangkan tamparannya ke pipi Alex. Ia menunjuknya lagi. “Selama tiga hari aku dirawat, tapi kamu tidak pernah datang. Kamu sibuk menemani Amelia. Wanita yang dianggap sebagai adik, tetapi ternyata seorang selingkuhan.”

“Tutup mulutmu! Amelia mencoba membantuku.”

“Bukankah dia dianggap sebagai adik?”

“Aku memilihnya karena … .”

“Kamu mencintainya.” Mata Nerisa berkaca-kaca saat mengatakannya.

“Aku mencintaimu, Nerisa. Tapi aku juga harus mewujudkan impian keluargaku, usahaku selama ini. Ayah akan memberikan warisannya ketika dia tahu aku memiliki pewaris. Hubunganku dengan Amelia memang terjadi begitu saja. Aku menyayanginya juga.”

“Lalu kamu ingin kesepakatan pernikahan terbuka? Apa kamu rela aku disentuh oleh pria lain?”

“Ini hanya sementara. Setelah Amelia melahirkan anakku, kita akan kembali bersama.”

Nerisa terkekeh. “Bicara memang sangat mudah. Kamu yakin dia sangat ingin melepasmu? Alexander, kita bercerai saja.”

“Apa?”

“Daripada aku menyiksa diriku, lebih baik bercerai. Kamu bebas tidur dengan perempuan mana saja.”

Kata-kata itu menohok hati Alexander. Ia mencintai Nerisa, tetapi juga menyayangi Amelia. Ia melakukan ini hanya untuk memenuhi syarat pewaris dari keluarga Valtheris. Jika kehilangan Nerisa, apa gunanya.

“Bisakah kamu mengerti aku, Nerisa. Apa kamu rela melihatku kehilangan semua yang kuusahakan selama ini? Hanya seorang anak, setelah itu kita bisa bersama.”

“Selama itu pula kamu akan menyiksaku, Alex. Ingat ini, aku istri sahmu. Jika kamu memilih wanita lain, maka kita cerai saja.”

“Cerai? Apa kamu yakin mau meninggalkan 10 juta dollar untukku? Nerisa, aku mencoba membuat kesepakatan denganmu,” ucap Alex dengan cengiran kemenangan.

Nerisa kaget dengan ucapan suaminya, dan sekarang ia ingat mengenai perjanjian pernikahan. Saking cintanya pada Alex, ia membuat perjanjian menyerahkan seluruh harta kepada pria itu. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun. Jika Nerisa meminta perceraian sekarang, maka seluruh hartanya akan jatuh pada Alex. Begitu pula sebaliknya. Alex sudah pasti tidak mau rugi. Itu sebabnya, ia membuat rencana yang menurutnya merupakan solusi dari permasalahan.

Saat ini ia memang sangat membenci Alex dan Amelia. Namun, meminta perceraian bukanlah hal tepat. Nerisa tidak mau memberikan seluruh hartanya secara cuma-cuma pada Alex. Terlebih membuat perempuan tidak tahu diri itu menikmati kekayaannya.

“Kamu bajingan, Alex.”

“Kamu sudah bukan Nerisa yang dulu, kamu berani mengumpatku!”

“Itu karena dirimu!”

“Pilihannya tergantung padamu. Pilih pernikahan terbuka atau bercerai,” ucap Alex.

Tangan Nerisa mengepal kuat, ia memejamkan mata sejenak, lalu memandang suaminya. “Jangan pernah menyesal dengan kata-katamu, Alexander.”

“Aku tidak pernah menyesal. Anggap saja mencoba hal-hal baru. Kamu boleh berhubungan dengan pria mana saja, aku tidak akan marah.”

“Aku terima!” Nerisa melangkah pergi.

“Ini hanya sementara, Sayang.” Namun, Nerisa sudah menaiki anak tangga menuju kamarnya. Alexander hanya bisa menghela napas. Satu masalah sudah selesai, dan ia mendapatkannya. Sekarang, Nerisa tidak akan pernah marah lagi jika ia menghabiskan waktu bersama Amelia.

“Apa sudah selesai? Kenapa lama sekali?” tanya Amelia, ia kembali masuk karena terlalu lelah menunggu.

Alex mengangguk, ia meraih Amel dalam pelukan. “Dia akhirnya setuju.”

“Benarkah?”

“Ya, dia setuju dengan keputusanku.”

Amelia tersenyum. Ia semakin mengeratkan pelukan di tubuh Alex. “Akhirnya kamu jadi milikku.”

Keduanya saling memandang, Alex dan Amelia mendekatkan wajah, menyatukan bibir. Merayakan kisah cinta yang baru saja terjalin. Tidak ada yang melarang, bahkan istri sah pun tidak. Keduanya berhak mau melakukan apa saja termasuk bermesraan tanpa tahu tempat.

Tadinya Nerisa ingin pergi mengambil air minum karena ia perlu meneguk obat. Namun, di bawah sana ada pasangan yang baru merayakan hubungan mereka. Keduanya bahkan tidak peduli sedang ada di mana sekarang. Baju berserakan, napas yang terengah-engah. Nerisa memalingkan wajah, ia masih berpikir ucapan Alex tadi hanya omong kosong belaka. Ternyata ini memang kenyataan.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 8

    “Ini kamarku. Kalian lah yang tidak tahu tempat!” Nerisa meninggikan suaranya. Hatinya sangat sakit sekarang. Tidak cukup di ruang tamu, bahkan di kamar tidurnya pun Alexander dan Amelia melakukannya.“Ini juga kamar tidurku,” jawab Alexander.Hati Nerisa tersentak, ini kamar tidur dirinya dan Alexander, ruangan suami istri, tetapi Alex membawa wanita lain untuk masuk.“Kamu tahu apa yang baru saja kamu katakan?” Mata Nerisa berkaca-kaca.“Ini hanya sebuah kamar. Amelia menyukainya karena ruang tamu itu kecil.”“Kak Nerisa, tadi pagi kami juga melakukannya di sini. Tidak masalah dengan itu, kan?” Amelia menimpali.“Diamlah, Amel.” Alex menegurnya. “Sayang, kamu pindah ke ruang tamu saja. Kamar ini berikan pada Amelia.”Tangan Nerisa mengepal kuat, ia berbalik, kemudian melangkah pergi. Ia lekas menuruni anak tangga. Alexander ingin mengejar, tetapi Amelia meraih tangannya.“Dia hanya marah sebentar. Nanti juga balik lagi,” ucap Amel.Alexander menyugar rambutnya ke belakang. “Aku suda

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 7

    “Kamu masih punya dirimu.” L meneguk minumannya.“Oh, ya? Tadi siapa yang ingin bunuh diri karena putus cinta?” Nerisa sedikit menggodanya.“Kadang kala kamu berhak merasa tidak waras, tetapi jangan sampai akal sehat mengambil alih dirimu. Aku bersedih sepanjang hidup, tetapi aku mencintai diriku.”“Ini berbeda dari yang kamu katakan tadi.”“Sudah kubilang kan, seseorang berhak bersedih. Hidup tetap berjalan.” L mengulurkan tangan. “Mau berteman?”“Aku tidak semudah itu menganggap orang asing sebagai teman.”“Itu malah lebih bagus.”“Apa maksudmu?” Kening Nerisa berkerut. Dia tadi menawarkan pertemanan, sekarang malah merasa itu kurang pilihan bagus.L turun dari tempat duduknya, ia mendekat. Sangat dekat hingga Nerisa merasa terpojok. Pria ini menatapnya secara intens. Nerisa membasahi bibir, jantungnya berdegup kencang. Mata pekat pria ini terasa melucutinya.“Kamu lebih cocok dijadikan pasangan.”“Minggir.” Nerisa mendorong pria itu. Ia mencoba menenangkan diri. “Pria gila.”L tert

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 6

    Hari pertama pekerjaan Nerisa cukup lancar. Hampir sekitar dua tahun ini ia menganggur karena Alexander berjanji akan menghidupinya, asal bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Nerisa sudah berusaha menjadi istri yang diinginkan pria itu, tetapi Alexander punya tujuan sendiri.Alexander ingin bebas pergi menemui Amelia di luar negeri dengan alasan dinas. Tanda-tanda perselingkuhan itu sudah tampak, tetapi Nerisa masih membohongi dirinya. Ia percaya Alexander setia, ia tahu sebesar apa cinta pria itu kepadanya.Pertemuan dengan Amelia hanya kebetulan saja, begitulah yang Nerisa tanamkan dalam pikirannya. Amelia dan Alexander hanya sebatas kakak adik. Padahal Nerisa sangat tahu jika keduanya sama sekali tidak memiliki ikatan darah.Amelia diangkat adik oleh keluarga Valtheris karena ibunya. Sejak kecil tumbuh bersama, lalu wanita itu dibawa ke luar negeri. Bertahun-tahun putus kontak. Keduanya bertemu kembali saat Amelia menghadiri pesta ulang tahun Sebastian Valtheris.Pertama kaliny

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 5

    Pukulan di meja itu cukup mengejutkan, tetapi Nerisa menikmatinya. Alexander mengamuk hanya karena istrinya tidak lagi menyiapkan sarapan dan kembali memulai karier yang baru setelah dipecat. Lalu bagaimana dengan perasaan istrinya yang telah lama dikhianati? Apa Alexander tidak bisa berpikir sakit hati Nerisa? Dia mau dimaklumi, tetapi sulit memberikan timbal balik. “Oh, ya, aku mungkin jarang pulang. Kamu sudah bersama Amel, dan aku juga punya keinginan untuk mencari kesenangan di luar sana,” ucap Nerisa. “Berani sekali kamu bicara seperti itu, Nerisa. Kamu sadar akan statusmu sendiri. Dengan kamu mencari kesenangan di luar, kamu hanya akan membuat malu keluarga Valtheris.” “Kalau kamu malu, ajukan saja perceraian.” Nerisa membalikkan perkataan Alexander. Jika pria ini mau bercerai, maka dia lah yang harus memberikan hartanya senilai 10 juta dollar. Ucapan Nerisa membuat Alexander ingat dengan setiap perkataan yang ia lontarkan pada istrinya itu. Ia sadar jika Nerisa pasti senga

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 4

    Air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga. Alexander melakukan hubungan intim bersama wanita lain di kediaman ini. Tempat di mana Nerisa menaruh harapan bahagia semenjak ditinggal keluarga. Mereka tidak perlu sembunyi lagi. Bermain adik kakak seolah-olah hubungan tersebut suci. Selama ini ia dibodohi oleh Alexander. Pria itu selalu menyangkal, tetapi sekarang kebenarannya telah terbukti. Keduanya menjalin hubungan. Kali ini dengan alasan soal harta dan pewaris. Fakta yang Nerisa ucapkan pun dianggap hanya khayalan belaka. Hati Alexander sudah tidak ada lagi untuk seorang Nerisa. Semuanya tertuju pada perempuan baru. Tersisa dua tahun lagi sampai perjanjian pernikahan itu batal. Nerisa harus bertahan. Ia telah dibodohi soal perasaan, dan ia tidak mau mengalah soal harta. Warisan itu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nerisa berhak untuk mengambil alih. Meski harus tertusuk duri, hancur berkeping-keping, ia akan mendapatkannya. Jika keinginan Alexander seperti demikian,

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 3

    “Apa maksudmu? Pernikahan terbuka apa?” Nerisa tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Alexander. Sikap Amelia tadi sudah keterlaluan. Dia melarang Alex menyentuh istrinya sendiri, dan pria ini tampaknya setuju. “Open marriage, aku ingin menjalin hubungan dengan Amelia. Aku ingin dia menjadi kekasihku.” Telinga ini masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata yang baru saja Alexander ucapan. Sebuah pernikahan terbuka, di mana pasangan boleh menjalin hubungan dengan wanita lain atau laki-laki sesuai kesepakatan. Nerisa tertawa sembari memandang suaminya. “Ternyata kamu punya maksud tertentu di sini. Kamu ingin kita menjalani pernikahan terbuka, di mana aku setuju kamu menjalin hubungan dengan Amelia. Apa kamu sudah gila?!” “Dengarkan aku dulu, Nerisa. Aku melakukan ini demi kita berdua. Selama tiga tahun ini tidak ada anak di antara kita, sedangkan keluargaku menuntut seorang pewaris. Aku ini calon kepala keluarga Valtheris.” “Tidak harus menjalin hubungan dengan wanita lain.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status