Share

Bab 2

Author: Cent
Menikah denganku ternyata hanya agar aku tidak lagi mengejar Victor, supaya dia bisa menyempurnakan hubungan Victor dan Selene.

Sungguh menggelikan!

Bertahun-tahun kehidupan pernikahan yang bahagia ternyata hanya ilusi.

Kini, melihat kue ketan di tanganku lagi, aku sudah tidak lagi berminat.

"Nggak ada selera."

Saat hendak meletakkan kue ketan itu ke samping, Marcus justru mengulurkan tangan untuk menghentikanku.

"Ada apa, sayang? Apa karena hari itu aku menyelamatkan Selene dulu, bukan kamu, jadi kamu marah?"

"Maafkan aku, sayang. Waktu itu aku benar-benar salah melihat orang, makanya aku menyelamatkannya lebih dulu ...."

Marcus dengan tulus mengakui kesalahan, tetapi hatiku justru dipenuhi kesedihan yang dingin.

Salah menyelamatkan orang, katanya?!

Kalaupun dia benar-benar menyelamatkan orang yang salah, lalu bagaimana pula dengan ciuman mereka di dalam air? Apa itu juga cium orang yang salah?

Sepertinya dia terlalu lama menipu diri sendiri dan orang lain, sampai-sampai dia juga berhasil menipu dirinya sendiri.

Aku menarik sudut bibirku, memaksakan seulas senyum pahit.

"Hmm, aku mengerti."

Marcus mengira aku sudah berhasil dibujuk, lalu menghela napas lega dan berkata dengan lembut, "Mau makan apa? Aku suruh koki membuatkannya untukmu."

Setelah berkata begitu, dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi koki.

Tiba-tiba, seolah melihat sesuatu, ekspresinya sedikit berubah.

"Sayang, ada urusan mendesak di perusahaan. Nanti aku datang lagi menemanimu."

"Kalau kamu ingin makan sesuatu, langsung saja bilang pada asistenku, biar dia yang mengantarkannya."

Setelah berkata demikian, tanpa memberiku kesempatan untuk menolak, Marcus meninggalkanku dan pergi dengan tergesa-gesa.

Baru saja dia pergi, Selene langsung mengirim pesan pribadi kepadaku.

[Ikuti dia, ada kejutan!]

Naluri bawah sadarku mengatakan bahwa jika aku pergi, pasti akan melihat sesuatu yang membuat hatiku hancur.

Namun entah kenapa seperti didorong oleh sesuatu yang tak terlihat, aku tetap naik taksi dan mengikutinya.

Benar saja, Marcus pergi menemui Selene.

Pintu tidak tertutup rapat, melalui celah pintu aku bisa melihat dengan jelas keadaan di dalam ruangan.

Di atas sofa, Marcus dengan hati-hati memegang jari Selene.

Luka di jarinya hanya sebesar kacang hijau, tetapi pria itu sudah merasa sangat sakit hati melihatnya.

"Kenapa bisa ceroboh begini? Mengupas apel saja sampai melukai tangan?"

Sambil berbicara, Marcus mengambil kotak obat, dengan sabar membersihkan luka dan membalut jari Selene. Dia bahkan mengambil pisau untuk mengupaskan apel untuk wanita itu, berkata dengan nada penuh sayang sekaligus tak berdaya, "Tanpa aku, bagaimana kamu nanti?"

Kalimat ini jelas dulu selalu dia ucapkan kepadaku, tetapi sekarang dia mengucapkan kata-kata selembut itu kepada Selene.

Walaupun aku sudah tahu dia menikahiku hanya untuk memanfaatkanku, tetapi melihatnya bersikap lembut kepada orang lain, hatiku tetap tak bisa berhenti terasa sesak.

Di sisi lain, Selene menarik kembali tangannya dan berpura-pura serba salah.

"Marcus, Ariana adalah istrimu. Kamu nggak seharusnya datang merawatku. Dialah yang lebih pantas kamu cintai ...."

Namun Marcus segera menggenggam tangan Selene dan berkata dengan yakin, "Dia nggak akan tahu. Selama bertahun-tahun ini aku menyembunyikannya dengan sangat baik. Lagian aku hanya ingin melindungimu dan lebih sering menemanimu ...."

"Oh ya, sebelumnya kamu bilang ingin makan kue ketan dari Kota Arona. Sudah kubelikan untukmu, rasa pasta kacang merah yang paling kamu suka."

Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah yang indah dari belakangnya. Di dalamnya penuh berisi kue ketan.

Aku tidak bisa menahan mataku memerah.

Ternyata dia membeli dua porsi kue ketan.

Namun yang diberikan kepada Selene dikemas dalam kotak hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku hanya kotak makanan biasa.

Jelas sekali, punyaku hanya dibeli sekalian saja.

Sama seperti di dalam hatinya, aku hanyalah pengganti Selene. Atau mungkin bahkan tidak pantas disebut pengganti ....

Saat aku masih tertegun, Marcus sudah memegang wajah Selene dan menunduk untuk menciumnya.

Pada awalnya Selene berpura-pura menolak, tetapi kemudian perlahan-lahan menurut, dan keduanya pun berciuman dengan begitu tak terpisahkan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 14

    ...Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit. Saat itu dokter kebetulan baru saja selesai memeriksaku."Nggak ada masalah besar. Setelah infus botol ini habis, kamu sudah boleh pulang."Melihat dokter itu, kepalaku tiba-tiba berdenyut sakit. Aku segera teringat sesuatu, buru-buru menarik lengan bajunya dan bertanya dengan cemas,"Dokter, apa di sini ada pasien bernama Marcus? Bagaimana keadaannya?""Dan kakaknya, Victor, dia baik-baik saja, 'kan?"Dokter menatapku dengan penuh simpati, lalu menepuk bahuku dengan tak berdaya."Victor sudah meninggal saat dibawa ke sini. Turut berdukacita.""Sedangkan Marcus, sebelumnya satu kakinya sudah terluka. Setelah ledakan itu, kaki lainnya yang masih baik juga rusak.""Lukanya terlalu parah, kami juga nggak bisa berbuat banyak. Mulai sekarang dia hanya bisa hidup dengan kursi roda. Kalau kamu punya waktu, cobalah lebih sering menemaninya dan menyemangatinya."Setelah berkata demikian, dokter pun berbalik dan p

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 13

    "Ariana!""Ariana!"Melihat mereka muncul, aku juga sangat terkejut.Walau aku membenci apa yang pernah mereka lakukan padaku, aku juga tidak ingin mereka kehilangan nyawa karena aku. Aku menarik napas dalam-dalam lalu berteriak kepada mereka, "Kalian kenapa datang? Cepat pergi, Selene punya pisau, di sini berbahaya!"Tak disangka, kedua bersaudara itu bukan pergi, malah melangkah beberapa langkah mendekat ke arahku."Ariana, kami nggak takut!""Ya, sebelumnya kami masih belum bisa menyerah dan mencoba mengejarmu untuk memohon kesempatan lagi, jadi kami mengikutimu. Tak disangka kami justru melihat saat kamu diculik.""Tahukah kamu? Demi mengejarmu, aku dan Marcus bahkan menerobos beberapa lampu merah. Untung kami datang tepat waktu, kalau nggak ... aku bahkan nggak berani membayangkan akibatnya!"Selene sama sekali tidak menyangka bahwa dua bersaudara yang dulu selalu memanjakan dan melindunginya suatu hari akan mengabaikannya.Bahkan di depan matanya sendiri, mereka malah menanyakan

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 12

    Melihat sikapku begitu tegas, Marcus juga tahu bahwa kami benar-benar tidak mungkin lagi. Dia pun jatuh terkulai di tanah, matanya merah karena menangis di tengah tiupan angin.Namun aku tidak tersentuh sama sekali, hanya berbalik dan pergi tanpa menoleh.Baru berjalan beberapa langkah, aku sudah mendengar suara langkah kaki dari belakang.Aku mempercepat langkah, dia juga mempercepat, aku melambat, dia pun melambat, terus mengikutiku dengan jarak yang tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh.Hatiku terkejut, aku pun sadar aku sedang diikuti.Akhirnya aku mencari kesempatan dan segera berlari masuk ke sebuah gang kecil.Saat aku sedang bersyukur karena merasa berhasil melepaskan diri darinya, detik berikutnya aku merasakan sakit di bagian belakang kepalaku.Setelah itu, pandanganku menjadi gelap, diriku segera pingsan di tempat.Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku berada di sebuah pabrik tepung yang terbengkalai, kedua tangan dan kakiku diikat erat pada kursi hingga

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 11

    "Dulu aku buta dan nggak bisa melihat dengan jelas. Sekarang, maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi?"Aku langsung merasa muak, sampai sudut bibirku berkedut tanpa kata.Apa dulu aku buta sampai bisa menyukai pria memuakkan seperti ini?Sebelum sempat aku menolak, Marcus di samping juga mulai panik. Dia menarik tanganku yang lain dan mulai menghitung satu per satu semua kebaikan yang pernah kulakukan untuknya, bahkan mengeluarkan giok yang dulu pernah kuberikan kepadanya."Ariana, masih ingat ini? Giok ini kamu dapatkan saat aku demam tinggi. Kamu naik selangkah demi selangkah sambil berlutut, melewati lebih dari seribu anak tangga untuk memohonkan jimat keselamatan yang telah diberkati khusus untukku.""Ariana, aku mengakui bahwa pada awalnya aku memang memanfaatkanmu, tetapi kemudian aku benar-benar menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu!""Hubungan suami istri kita selama lima tahun, apa kamu benar-benar bisa membuangnya begitu saja?"Perutku segera terasa bergolak dan ak

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 10

    Tanpa memberiku waktu bereaksi, Marcus segera menggulung celana panjangku. Saat melihat bekas luka di betisku, matanya segera memerah. Dengan suara serak dia berkata,"Ariana, kamu benar-benar kejam. Tahukah kamu bagaimana aku menjalani tiga tahun ini?""Aku memikirkanmu sepanjang malam, nggak bisa makan dengan baik, nggak bisa tidur. Bahkan beberapa kali aku pernah berpikir untuk mati saja agar bisa menyusulmu.""Ariana, maafkan aku. Aku seharusnya nggak memanfaatkanmu, itu memang salahku. Tapi perasaanku padamu juga nyata, seenggaknya dalam hal itu aku nggak pernah membohongimu ....""Ariana, aku sudah menghukum Selene dengan keras untukmu, juga sudah memblokir dan menghapusnya. Aku berjanji mulai sekarang nggak akan pernah berhubungan dengannya lagi. Maafkan aku kali ini dan pulanglah bersamaku, ya?"Sambil berkata begitu, dia dengan hati-hati menggenggam tanganku.Saat ujung jarinya menyentuhku, aku segera mengibaskannya dengan perasaan muak."Marcus, siapa pun aku sekarang, kita s

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 9

    Selene yang ditampar hingga mulutnya penuh darah juga naik pitam dan membalas tanpa sungkan."Sekarang kamu menyalahkanku? Bukankah dulu kamu sendiri yang datang memohon-mohon ingin jadi anjing penjilatku?""Ketika Ariana masih hidup kamu nggak menghargainya, hatimu bercabang, dan sekarang setelah dia mati kamu baru menyesal. Munafik!"Begitu video ini dipublikasikan, langsung menimbulkan kehebohan besar. Sekarang semua orang tahu bahwa Marcus berselingkuh saat masih menikah.Opini publik segera berbalik. Warganet yang sebelumnya masih merasa iba pada Marcus kini berubah menjadi penyindir online, tanpa henti mencaci maki dia dan Selene:[Dasar pria bajingan, pura-pura berlagak penuh cinta. Menjijikkan!][Pria bajingan dan wanita murahan, kalian memang pasangan yang cocok!][Pria kotor, pantas saja Ariana nggak menginginkanmu!]Belum selesai orang-orang membicarakan skandal ini, tak lama kemudian Victor juga ikut terseret dan langsung menyusul menjadi trending topic.Di dalam video itu,

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 7

    Aku menerima teleponnya, tetapi tanpa sengaja menekan pengeras suara, sehingga perkataan staf itu segera terdengar."Nona Ariana, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu Anda menandatangani. Setelah ditandatangani, Anda bisa pergi dengan tenang."Mendengar itu, Marcus segera berhenti melangkah, berbal

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 6

    Marcus menatapku dengan wajah penuh senyum."Jangan bilang cuma satu gaun. Selama istriku mau, bahkan kalau dia menginginkan bulan di langit pun, aku bersedia memetik untuknya."Sambil berbicara, dia sudah menyerahkan gaun itu kepadaku, menyuruhku pergi mencobanya.Saat itu, Selene kebetulan juga da

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 5

    Saat waktunya tiba, selain satu mayat palsu, aku tidak akan meninggalkan kenangan apa pun untuknya!Baru saja selesai membakar semuanya, Marcus kebetulan pulang dan memergoki pemandangan ini."Sayang, apa yang kamu bakar?"Ketika melihat sisa serpihan perhiasan di dalam tungku api, mata Marcus seger

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 4

    ...Setelah itu, mungkin karena menyadari aku terlalu diam, Marcus lalu sengaja atau tidak sengaja memulai percakapan, sementara aku hanya menanggapi dengan datar.Tak lama kemudian, ponsel Marcus berbunyi.Walaupun saat membalas pesan dia sengaja menghindar dariku, melalui pantulan kaca jendela mob

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status