Share

Bab 5

Author: Cent
Saat waktunya tiba, selain satu mayat palsu, aku tidak akan meninggalkan kenangan apa pun untuknya!

Baru saja selesai membakar semuanya, Marcus kebetulan pulang dan memergoki pemandangan ini.

"Sayang, apa yang kamu bakar?"

Ketika melihat sisa serpihan perhiasan di dalam tungku api, mata Marcus segera menegang.

"Bukankah ini barang-barang yang aku berikan padamu? Kenapa dibakar?"

Aku menjawab dengan wajah tenang, "Kalau sudah nggak suka, ya dibakar."

Namun yang tidak kusukai bukan hanya benda-benda ini.

Melainkan juga Marcus sendiri.

Aku sempat mengira setelah mendengar kata-kata itu Marcus akan marah.

Tak disangka, dia bukan saja tidak marah, malah dengan penuh manja mengusap ujung hidungku.

"Kalau kamu nggak suka, ya bakar saja. Besok aku akan mengajakmu membeli yang baru. Sekalian kita pilih gaun yang akan kamu pakai di pesta ulang tahun pernikahan kita."

Wajahnya selalu menampilkan senyum hangat seperti angin musim semi. Dulu, aku akan merasa berdebar melihatnya.

Namun sekarang, di dalam hatiku justru hanya ada tawa dingin yang tak tertahankan.

Sepertinya Marcus sudah lupa dengan janji yang dulu pernah kami buat.

Dulu kami pernah berjanji, jika suatu hari salah satu dari kami ingin berpisah, tidak perlu banyak kata, cukup hancurkan semua kenangan bersama kami.

Dan sekarang, yang kubakar adalah kenangan kami, tetapi dirinya sama sekali tidak bereaksi. Jelas dia sudah melupakannya.

Atau mungkin dia terlalu percaya diri, merasa selama ini dia menyembunyikannya dengan sangat baik, sehingga aku tidak mungkin mengetahuinya dan tentu tidak akan memikirkan hal itu.

Apa pun alasannya, semuanya sudah tidak penting lagi.

Kenangan bersama sudah terbakar habis, dan hubunganku dengannya juga berakhir sampai di sini.

Saat aku masih tertegun, Marcus tiba-tiba mengulurkan tangan memelukku dan menyandarkan kepalanya di leherku.

"Beberapa hari ini istriku sudah banyak menderita. Ini semua salahku. Setelah kesibukan ini selesai, aku pasti akan menebusnya dengan baik!"

Seandainya aku tidak mencium sisa aroma parfum murahan yang khas milik Selene di tubuhnya, mungkin aku benar-benar akan memercayai omong kosongnya.

Aku menahan rasa mual, lalu memaksakan sebuah senyuman.

"Baik."

Sambil berkata begitu, aku mengambil ponsel Marcus dan memasang alarm untuk pukul dua siang dua hari kemudian.

Marcus menatapku.

"Sayang, ini untuk apa?"

Aku tersenyum tipis.

"Saat alarm itu berbunyi, kejutan yang kusiapkan untukmu juga akan tiba."

Mendengar itu, mata Marcus langsung berbinar. Dia segera menggendongku sambil berputar-putar.

"Sayang, ini hadiah ulang tahun pernikahan yang kamu siapkan untukku? Aku sangat menantikannya!"

Aku menatapnya. "Aku juga sangat menantikannya."

Hanya saja yang kutunggu adalah wajahnya saat melihat mayatku dan menjadi gila karena itu!

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Marcus sudah membangunkanku, mengajakku pergi berbelanja, berkencan, dan menonton film.

Seolah ingin menyenangkanku, sepanjang perjalanan dia terus menempel di sampingku seperti anak kecil yang selalu mengikuti dari belakang.

Saat memilih gaun, pegawai toko terus memuji bahwa kami sangat serasi, benar-benar pasangan yang sempurna. Pegawai itu bahkan mengeluarkan gaun paling berharga di toko untuk kucoba.

Gaun itu begitu memukau, dihiasi penuh dengan mutiara dan berlian. Bahkan aku yang biasanya sudah terbiasa melihat berbagai benda langka pun tak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

Pegawai toko itu dengan penuh semangat mulai memperkenalkan, "Gaun ini dijahit menggunakan benang emas dan berlian merah muda yang masing-masing bernilai puluhan miliar. Hanya berlian merah muda saja, di gaun ini ada 9.999 butir! Karena itu gaun ini juga disebut 'Cinta Sejati yang Satu-Satunya', dengan harga 180 miliar ...."

Belum sempat pegawai itu selesai berbicara, Marcus segera mengeluarkan kartu bank hitamnya dan menyerahkannya.

"Aku beli. Hadiah untuk istriku."

Pegawai toko itu tersenyum sambil menerima kartu hitam tersebut, lalu menatapku dengan penuh iri.

"Nyonya Ariana, Pak Marcus benar-benar sangat memperhatikan Anda!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 14

    ...Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit. Saat itu dokter kebetulan baru saja selesai memeriksaku."Nggak ada masalah besar. Setelah infus botol ini habis, kamu sudah boleh pulang."Melihat dokter itu, kepalaku tiba-tiba berdenyut sakit. Aku segera teringat sesuatu, buru-buru menarik lengan bajunya dan bertanya dengan cemas,"Dokter, apa di sini ada pasien bernama Marcus? Bagaimana keadaannya?""Dan kakaknya, Victor, dia baik-baik saja, 'kan?"Dokter menatapku dengan penuh simpati, lalu menepuk bahuku dengan tak berdaya."Victor sudah meninggal saat dibawa ke sini. Turut berdukacita.""Sedangkan Marcus, sebelumnya satu kakinya sudah terluka. Setelah ledakan itu, kaki lainnya yang masih baik juga rusak.""Lukanya terlalu parah, kami juga nggak bisa berbuat banyak. Mulai sekarang dia hanya bisa hidup dengan kursi roda. Kalau kamu punya waktu, cobalah lebih sering menemaninya dan menyemangatinya."Setelah berkata demikian, dokter pun berbalik dan p

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 13

    "Ariana!""Ariana!"Melihat mereka muncul, aku juga sangat terkejut.Walau aku membenci apa yang pernah mereka lakukan padaku, aku juga tidak ingin mereka kehilangan nyawa karena aku. Aku menarik napas dalam-dalam lalu berteriak kepada mereka, "Kalian kenapa datang? Cepat pergi, Selene punya pisau, di sini berbahaya!"Tak disangka, kedua bersaudara itu bukan pergi, malah melangkah beberapa langkah mendekat ke arahku."Ariana, kami nggak takut!""Ya, sebelumnya kami masih belum bisa menyerah dan mencoba mengejarmu untuk memohon kesempatan lagi, jadi kami mengikutimu. Tak disangka kami justru melihat saat kamu diculik.""Tahukah kamu? Demi mengejarmu, aku dan Marcus bahkan menerobos beberapa lampu merah. Untung kami datang tepat waktu, kalau nggak ... aku bahkan nggak berani membayangkan akibatnya!"Selene sama sekali tidak menyangka bahwa dua bersaudara yang dulu selalu memanjakan dan melindunginya suatu hari akan mengabaikannya.Bahkan di depan matanya sendiri, mereka malah menanyakan

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 12

    Melihat sikapku begitu tegas, Marcus juga tahu bahwa kami benar-benar tidak mungkin lagi. Dia pun jatuh terkulai di tanah, matanya merah karena menangis di tengah tiupan angin.Namun aku tidak tersentuh sama sekali, hanya berbalik dan pergi tanpa menoleh.Baru berjalan beberapa langkah, aku sudah mendengar suara langkah kaki dari belakang.Aku mempercepat langkah, dia juga mempercepat, aku melambat, dia pun melambat, terus mengikutiku dengan jarak yang tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh.Hatiku terkejut, aku pun sadar aku sedang diikuti.Akhirnya aku mencari kesempatan dan segera berlari masuk ke sebuah gang kecil.Saat aku sedang bersyukur karena merasa berhasil melepaskan diri darinya, detik berikutnya aku merasakan sakit di bagian belakang kepalaku.Setelah itu, pandanganku menjadi gelap, diriku segera pingsan di tempat.Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku berada di sebuah pabrik tepung yang terbengkalai, kedua tangan dan kakiku diikat erat pada kursi hingga

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 11

    "Dulu aku buta dan nggak bisa melihat dengan jelas. Sekarang, maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi?"Aku langsung merasa muak, sampai sudut bibirku berkedut tanpa kata.Apa dulu aku buta sampai bisa menyukai pria memuakkan seperti ini?Sebelum sempat aku menolak, Marcus di samping juga mulai panik. Dia menarik tanganku yang lain dan mulai menghitung satu per satu semua kebaikan yang pernah kulakukan untuknya, bahkan mengeluarkan giok yang dulu pernah kuberikan kepadanya."Ariana, masih ingat ini? Giok ini kamu dapatkan saat aku demam tinggi. Kamu naik selangkah demi selangkah sambil berlutut, melewati lebih dari seribu anak tangga untuk memohonkan jimat keselamatan yang telah diberkati khusus untukku.""Ariana, aku mengakui bahwa pada awalnya aku memang memanfaatkanmu, tetapi kemudian aku benar-benar menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu!""Hubungan suami istri kita selama lima tahun, apa kamu benar-benar bisa membuangnya begitu saja?"Perutku segera terasa bergolak dan ak

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 10

    Tanpa memberiku waktu bereaksi, Marcus segera menggulung celana panjangku. Saat melihat bekas luka di betisku, matanya segera memerah. Dengan suara serak dia berkata,"Ariana, kamu benar-benar kejam. Tahukah kamu bagaimana aku menjalani tiga tahun ini?""Aku memikirkanmu sepanjang malam, nggak bisa makan dengan baik, nggak bisa tidur. Bahkan beberapa kali aku pernah berpikir untuk mati saja agar bisa menyusulmu.""Ariana, maafkan aku. Aku seharusnya nggak memanfaatkanmu, itu memang salahku. Tapi perasaanku padamu juga nyata, seenggaknya dalam hal itu aku nggak pernah membohongimu ....""Ariana, aku sudah menghukum Selene dengan keras untukmu, juga sudah memblokir dan menghapusnya. Aku berjanji mulai sekarang nggak akan pernah berhubungan dengannya lagi. Maafkan aku kali ini dan pulanglah bersamaku, ya?"Sambil berkata begitu, dia dengan hati-hati menggenggam tanganku.Saat ujung jarinya menyentuhku, aku segera mengibaskannya dengan perasaan muak."Marcus, siapa pun aku sekarang, kita s

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 9

    Selene yang ditampar hingga mulutnya penuh darah juga naik pitam dan membalas tanpa sungkan."Sekarang kamu menyalahkanku? Bukankah dulu kamu sendiri yang datang memohon-mohon ingin jadi anjing penjilatku?""Ketika Ariana masih hidup kamu nggak menghargainya, hatimu bercabang, dan sekarang setelah dia mati kamu baru menyesal. Munafik!"Begitu video ini dipublikasikan, langsung menimbulkan kehebohan besar. Sekarang semua orang tahu bahwa Marcus berselingkuh saat masih menikah.Opini publik segera berbalik. Warganet yang sebelumnya masih merasa iba pada Marcus kini berubah menjadi penyindir online, tanpa henti mencaci maki dia dan Selene:[Dasar pria bajingan, pura-pura berlagak penuh cinta. Menjijikkan!][Pria bajingan dan wanita murahan, kalian memang pasangan yang cocok!][Pria kotor, pantas saja Ariana nggak menginginkanmu!]Belum selesai orang-orang membicarakan skandal ini, tak lama kemudian Victor juga ikut terseret dan langsung menyusul menjadi trending topic.Di dalam video itu,

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 7

    Aku menerima teleponnya, tetapi tanpa sengaja menekan pengeras suara, sehingga perkataan staf itu segera terdengar."Nona Ariana, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu Anda menandatangani. Setelah ditandatangani, Anda bisa pergi dengan tenang."Mendengar itu, Marcus segera berhenti melangkah, berbal

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 6

    Marcus menatapku dengan wajah penuh senyum."Jangan bilang cuma satu gaun. Selama istriku mau, bahkan kalau dia menginginkan bulan di langit pun, aku bersedia memetik untuknya."Sambil berbicara, dia sudah menyerahkan gaun itu kepadaku, menyuruhku pergi mencobanya.Saat itu, Selene kebetulan juga da

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 4

    ...Setelah itu, mungkin karena menyadari aku terlalu diam, Marcus lalu sengaja atau tidak sengaja memulai percakapan, sementara aku hanya menanggapi dengan datar.Tak lama kemudian, ponsel Marcus berbunyi.Walaupun saat membalas pesan dia sengaja menghindar dariku, melalui pantulan kaca jendela mob

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 3

    Hatiku seperti tertusuk pisau tajam, sakitnya sampai membuatku hampir tak bisa bernapas.Kedua tanganku menutup mulut erat-erat, menahan diri agar air mata tidak jatuh.Aku tidak melihat lebih jauh lagi, berbalik dan berlari keluar. Dalam perjalanan aku tak sengaja terjatuh, wajahku menghantam salju

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status