Share

Bab 4

Penulis: Cent
...

Setelah itu, mungkin karena menyadari aku terlalu diam, Marcus lalu sengaja atau tidak sengaja memulai percakapan, sementara aku hanya menanggapi dengan datar.

Tak lama kemudian, ponsel Marcus berbunyi.

Walaupun saat membalas pesan dia sengaja menghindar dariku, melalui pantulan kaca jendela mobil aku tetap melihat isi percakapannya.

Benar saja, yang pertama terlihat adalah foto profil kelinci milik Selene.

[Marcus, pipa air di rumahku pecah, seluruh tubuhku basah kuyup. Kamu sempat datang sebentar?]

Setelah membaca pesan itu, jakunnya bergerak naik turun.

Namun karena menyadari aku masih di sana, dia segera mematikan layar ponselnya dan tersenyum padaku, mencoba menutupi rasa bersalah yang sekilas melintas di matanya.

Setelah itu, dia jelas menjadi gelisah dan tidak terfokus. Beberapa kali dirinya bahkan hampir menerobos lampu merah.

Di tengah perjalanan, dia tiba-tiba mengerem dan menatapku dengan wajah penuh penyesalan.

"Sayang, ada urusan mendesak lagi di perusahaan."

"Bagaimana kalau kamu naik taksi pulang dulu? Setelah selesai mengurusnya aku akan kembali menemanimu, boleh?"

Walaupun terdengar seperti pertanyaan, jelas dia tidak memberiku pilihan kedua.

Belum sempat aku berbicara, dia sudah membuka pintu mobil, menurunkanku di pinggir jalan, lalu segera memutar mobil dan kembali dengan tergesa-gesa.

Melihat jejak asap knalpot mobil yang menjauh itu, perasaanku sulit diungkapkan.

Sepertinya Marcus lupa bahwa tempat ini adalah daerah pinggiran kota. Ditambah lagi sedang turun salju, sama sekali tidak mungkin mendapatkan taksi.

Aku pernah begitu percaya bahwa Marcus adalah penyelamatku.

Bagaimanapun juga, dia pernah berkelahi demi aku sampai tiga tulang rusuknya patah, pernah menggantikanku minum alkohol sampai mengalami pendarahan lambung. Dia juga mengingat setiap masa haidku. Media sosialnya pun dipenuhi postingan tentang diriku. Bahkan teman-temannya sering mengejek bahwa dia adalah "maniak cinta" khusus milikku.

Namun tak kusangka, orang yang menyelamatkanku adalah dia, dan orang yang kembali mencelakakan diriku juga dia.

Aku jatuh ke air hari itu sebenarnya adalah rencana Selene. Dia menarikku ke kolam renang, lalu dengan gila menuduh bahwa akulah yang mendorongnya.

Di dalam air aku berjuang mati-matian, terus menjelaskan, tetapi yang menjawabku hanyalah tatapan dingin Marcus dan punggungnya yang tegas saat berenang menuju Selene.

Kebohongan dan pengkhianatannya bahkan lebih membuatku kecewa dan sakit hati daripada penolakan dingin dari cinta masa kecilku, Victor.

Pada akhirnya, karena tidak bisa mendapatkan taksi, aku hanya bisa berjalan pulang selangkah demi selangkah di tengah angin dan salju.

...

Baru sampai di rumah, Selene langsung mengirim pesan pribadi kepadaku.

Di antaranya ada banyak foto wajah tidur Marcus, juga berbagai foto mesra mereka berdua.

[Ariana, kenapa pula kalau kamu cantik? Pengganti tetaplah pengganti. Kamu hanya pantas mengambil apa yang sudah nggak kuinginkan!]

Di setiap kata terselip provokasi.

Walaupun aku sudah mempersiapkan diri secara mental, ketika benar-benar melihat foto-foto itu, mataku tetap memerah dan rasa perih langsung menyelimutiku.

Aku seperti menyiksa diri sendiri dengan melihat semua pesan yang dikirim Selene sampai habis. Setelah itu aku menggosok mataku yang perih, mematikan ponsel, lalu berbalik masuk ke dalam rumah untuk membereskan barang-barang.

Barangnya sangat banyak. Aku butuh dua jam untuk merapikannya.

Namun aku hanya memilih beberapa potong pakaian ganti untuk dimasukkan ke dalam koper. Yang lainnya semuanya aku lemparkan ke dalam tungku api.

Di antaranya ada 99 surat cinta dengan tulisan tangannya ditujukan untukku, dengan tulisan muda yang penuh dengan perasaan cinta.

Ada juga mahkota yang dirinya minta orang khusus untuk merancang dan membuatkannya untukku, dengan janji akan memanjakanku seperti seorang putri.

Ada pula mutiara Laut Selatan yang dibelinya dengan harga fantastis di sebuah lelang untukku, sambil berjanji akan bersamaku sampai rambut memutih.

...

Setelah itu, aku menyalakan api dan membakar semua benda itu sampai habis.

Karena aku akan memalsukan kematian untuk meninggalkan Marcus, maka aku harus menghancurkan semua jejak keberadaanku di tempat ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 14

    ...Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit. Saat itu dokter kebetulan baru saja selesai memeriksaku."Nggak ada masalah besar. Setelah infus botol ini habis, kamu sudah boleh pulang."Melihat dokter itu, kepalaku tiba-tiba berdenyut sakit. Aku segera teringat sesuatu, buru-buru menarik lengan bajunya dan bertanya dengan cemas,"Dokter, apa di sini ada pasien bernama Marcus? Bagaimana keadaannya?""Dan kakaknya, Victor, dia baik-baik saja, 'kan?"Dokter menatapku dengan penuh simpati, lalu menepuk bahuku dengan tak berdaya."Victor sudah meninggal saat dibawa ke sini. Turut berdukacita.""Sedangkan Marcus, sebelumnya satu kakinya sudah terluka. Setelah ledakan itu, kaki lainnya yang masih baik juga rusak.""Lukanya terlalu parah, kami juga nggak bisa berbuat banyak. Mulai sekarang dia hanya bisa hidup dengan kursi roda. Kalau kamu punya waktu, cobalah lebih sering menemaninya dan menyemangatinya."Setelah berkata demikian, dokter pun berbalik dan p

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 13

    "Ariana!""Ariana!"Melihat mereka muncul, aku juga sangat terkejut.Walau aku membenci apa yang pernah mereka lakukan padaku, aku juga tidak ingin mereka kehilangan nyawa karena aku. Aku menarik napas dalam-dalam lalu berteriak kepada mereka, "Kalian kenapa datang? Cepat pergi, Selene punya pisau, di sini berbahaya!"Tak disangka, kedua bersaudara itu bukan pergi, malah melangkah beberapa langkah mendekat ke arahku."Ariana, kami nggak takut!""Ya, sebelumnya kami masih belum bisa menyerah dan mencoba mengejarmu untuk memohon kesempatan lagi, jadi kami mengikutimu. Tak disangka kami justru melihat saat kamu diculik.""Tahukah kamu? Demi mengejarmu, aku dan Marcus bahkan menerobos beberapa lampu merah. Untung kami datang tepat waktu, kalau nggak ... aku bahkan nggak berani membayangkan akibatnya!"Selene sama sekali tidak menyangka bahwa dua bersaudara yang dulu selalu memanjakan dan melindunginya suatu hari akan mengabaikannya.Bahkan di depan matanya sendiri, mereka malah menanyakan

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 12

    Melihat sikapku begitu tegas, Marcus juga tahu bahwa kami benar-benar tidak mungkin lagi. Dia pun jatuh terkulai di tanah, matanya merah karena menangis di tengah tiupan angin.Namun aku tidak tersentuh sama sekali, hanya berbalik dan pergi tanpa menoleh.Baru berjalan beberapa langkah, aku sudah mendengar suara langkah kaki dari belakang.Aku mempercepat langkah, dia juga mempercepat, aku melambat, dia pun melambat, terus mengikutiku dengan jarak yang tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh.Hatiku terkejut, aku pun sadar aku sedang diikuti.Akhirnya aku mencari kesempatan dan segera berlari masuk ke sebuah gang kecil.Saat aku sedang bersyukur karena merasa berhasil melepaskan diri darinya, detik berikutnya aku merasakan sakit di bagian belakang kepalaku.Setelah itu, pandanganku menjadi gelap, diriku segera pingsan di tempat.Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku berada di sebuah pabrik tepung yang terbengkalai, kedua tangan dan kakiku diikat erat pada kursi hingga

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 11

    "Dulu aku buta dan nggak bisa melihat dengan jelas. Sekarang, maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi?"Aku langsung merasa muak, sampai sudut bibirku berkedut tanpa kata.Apa dulu aku buta sampai bisa menyukai pria memuakkan seperti ini?Sebelum sempat aku menolak, Marcus di samping juga mulai panik. Dia menarik tanganku yang lain dan mulai menghitung satu per satu semua kebaikan yang pernah kulakukan untuknya, bahkan mengeluarkan giok yang dulu pernah kuberikan kepadanya."Ariana, masih ingat ini? Giok ini kamu dapatkan saat aku demam tinggi. Kamu naik selangkah demi selangkah sambil berlutut, melewati lebih dari seribu anak tangga untuk memohonkan jimat keselamatan yang telah diberkati khusus untukku.""Ariana, aku mengakui bahwa pada awalnya aku memang memanfaatkanmu, tetapi kemudian aku benar-benar menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu!""Hubungan suami istri kita selama lima tahun, apa kamu benar-benar bisa membuangnya begitu saja?"Perutku segera terasa bergolak dan ak

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 10

    Tanpa memberiku waktu bereaksi, Marcus segera menggulung celana panjangku. Saat melihat bekas luka di betisku, matanya segera memerah. Dengan suara serak dia berkata,"Ariana, kamu benar-benar kejam. Tahukah kamu bagaimana aku menjalani tiga tahun ini?""Aku memikirkanmu sepanjang malam, nggak bisa makan dengan baik, nggak bisa tidur. Bahkan beberapa kali aku pernah berpikir untuk mati saja agar bisa menyusulmu.""Ariana, maafkan aku. Aku seharusnya nggak memanfaatkanmu, itu memang salahku. Tapi perasaanku padamu juga nyata, seenggaknya dalam hal itu aku nggak pernah membohongimu ....""Ariana, aku sudah menghukum Selene dengan keras untukmu, juga sudah memblokir dan menghapusnya. Aku berjanji mulai sekarang nggak akan pernah berhubungan dengannya lagi. Maafkan aku kali ini dan pulanglah bersamaku, ya?"Sambil berkata begitu, dia dengan hati-hati menggenggam tanganku.Saat ujung jarinya menyentuhku, aku segera mengibaskannya dengan perasaan muak."Marcus, siapa pun aku sekarang, kita s

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 9

    Selene yang ditampar hingga mulutnya penuh darah juga naik pitam dan membalas tanpa sungkan."Sekarang kamu menyalahkanku? Bukankah dulu kamu sendiri yang datang memohon-mohon ingin jadi anjing penjilatku?""Ketika Ariana masih hidup kamu nggak menghargainya, hatimu bercabang, dan sekarang setelah dia mati kamu baru menyesal. Munafik!"Begitu video ini dipublikasikan, langsung menimbulkan kehebohan besar. Sekarang semua orang tahu bahwa Marcus berselingkuh saat masih menikah.Opini publik segera berbalik. Warganet yang sebelumnya masih merasa iba pada Marcus kini berubah menjadi penyindir online, tanpa henti mencaci maki dia dan Selene:[Dasar pria bajingan, pura-pura berlagak penuh cinta. Menjijikkan!][Pria bajingan dan wanita murahan, kalian memang pasangan yang cocok!][Pria kotor, pantas saja Ariana nggak menginginkanmu!]Belum selesai orang-orang membicarakan skandal ini, tak lama kemudian Victor juga ikut terseret dan langsung menyusul menjadi trending topic.Di dalam video itu,

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 7

    Aku menerima teleponnya, tetapi tanpa sengaja menekan pengeras suara, sehingga perkataan staf itu segera terdengar."Nona Ariana, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu Anda menandatangani. Setelah ditandatangani, Anda bisa pergi dengan tenang."Mendengar itu, Marcus segera berhenti melangkah, berbal

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 6

    Marcus menatapku dengan wajah penuh senyum."Jangan bilang cuma satu gaun. Selama istriku mau, bahkan kalau dia menginginkan bulan di langit pun, aku bersedia memetik untuknya."Sambil berbicara, dia sudah menyerahkan gaun itu kepadaku, menyuruhku pergi mencobanya.Saat itu, Selene kebetulan juga da

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 5

    Saat waktunya tiba, selain satu mayat palsu, aku tidak akan meninggalkan kenangan apa pun untuknya!Baru saja selesai membakar semuanya, Marcus kebetulan pulang dan memergoki pemandangan ini."Sayang, apa yang kamu bakar?"Ketika melihat sisa serpihan perhiasan di dalam tungku api, mata Marcus seger

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 3

    Hatiku seperti tertusuk pisau tajam, sakitnya sampai membuatku hampir tak bisa bernapas.Kedua tanganku menutup mulut erat-erat, menahan diri agar air mata tidak jatuh.Aku tidak melihat lebih jauh lagi, berbalik dan berlari keluar. Dalam perjalanan aku tak sengaja terjatuh, wajahku menghantam salju

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status