Share

Bab 3

Author: Cent
Hatiku seperti tertusuk pisau tajam, sakitnya sampai membuatku hampir tak bisa bernapas.

Kedua tanganku menutup mulut erat-erat, menahan diri agar air mata tidak jatuh.

Aku tidak melihat lebih jauh lagi, berbalik dan berlari keluar. Dalam perjalanan aku tak sengaja terjatuh, wajahku menghantam salju yang dingin, kulitku langsung tergores dan darah mengalir deras.

Rasa sakit yang menusuk tulang datang seketika, dan semua keluhan yang tertimbun selama beberapa hari ini pun meluap keluar. Butiran demi butiran besar air mataku jatuh tanpa henti.

Setelah air mataku benar-benar kering karena menangis, aku menyeret tubuhku yang lemah kembali ke rumah sakit.

Tak lama kemudian, Marcus juga datang dengan tergesa-gesa.

"Sayang, tadi asisten menelepon dan bilang saat mengantarkan makanan dia nggak melihatmu. Kamu pergi ke mana?"

"Jangan menakutiku. Kalau aku nggak bisa menemukanmu, aku bisa gila!"

Benarkah akan gila?

Aku melirik bekas cakaran di dadanya, hanya merasa itu sangat ironis.

Menarik kembali pandanganku, aku berkata datar, "Pengap sekali, jadi aku keluar sebentar melihat salju."

Barulah saat itu Marcus memperhatikan mataku yang memerah.

"Kenapa kamu menangis? Semua ini salahku, terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai membuat istriku merasa tersiksa."

"Kebetulan tiga hari lagi adalah ulang tahun pernikahan kita yang kelima. Saat itu aku akan mengadakan pesta besar untukmu, merayakannya dengan meriah. Anggap saja sebagai permintaan maafku, bagaimana?"

Mendengar itu, aku tersenyum.

Marcus mengira aku sudah memaafkannya, dan dia pun ikut tersenyum.

Namun dia tidak tahu, aku tersenyum karena tiga hari lagi justru adalah hari yang sudah kujadwalkan untuk memalsukan kematianku.

Saat itu tiba, aku akan memberinya kejutan besar yang sama sekali tidak diduganya!

Keesokan harinya, aku keluar dari rumah sakit, dan Marcus mengemudikan mobil untuk mengantarku pulang.

Saat duduk di kursi penumpang depan, aku jelas merasakan kursinya lebih tinggi dari biasanya.

Setelah diperiksa dengan saksama, kursinya memang dinaikkan sedikit, dan aku juga menemukan rambut cokelat yang melilit di sandaran kursi.

Rambutku hitam, sedangkan Selene kebetulan berambut cokelat, dan tingginya juga setengah kepala lebih pendek dariku.

Siapa yang sebelumnya duduk di sini, sudah jelas tanpa perlu dikatakan.

Melihat aku berdiri terpaku dan lama tidak duduk, Marcus pun tak bisa tidak mengikuti arah pandanganku.

Ketika melihat rambut cokelat di tanganku, matanya sedikit bergetar, tetapi dengan cepat dia kembali tenang lalu berkata, "Sayang, jangan salah paham. Kakakku sedang dinas luar kota, sebelum pergi dia menitipkan Selene padaku agar kujaga dengan baik. Dia memintaku mengantar jemputnya kerja, jadi di kursi penumpang depan ini ada rambut yang tertinggal."

Mendengar itu, hatiku justru makin dingin.

Padahal dulu dia jelas pernah mengatakan bahwa kursi ini adalah kursi khusus untukku, dan tidak boleh dinodai oleh siapa pun.

Bahkan pernah suatu kali, hanya karena seorang rekan kerja wanita yang licik di departemennya ingin memanfaatkan kesempatan untuk mendekatinya dan duduk di kursi penumpang lebih dulu dariku, Marcus tanpa berkata apa-apa langsung menendangnya turun dari kursi itu.

"Kursi ini hanya boleh diduduki istriku!"

Namun sekarang dia justru membiarkan Selene duduk di kursi itu, bahkan demi Selene dia melanggar prinsip yang selama ini dia pegang.

Kalau dia benar-benar ingin menjaga jarak agar tidak menimbulkan salah paham, dia sepenuhnya bisa saja menyewa taksi untuk mengantar Selene pergi dan pulang kerja.

Namun Marcus justru memilih mengantar sendiri, bahkan membiarkan Selene duduk di kursi penumpang depan yang hanya milikku.

Tepat pada saat itu, aku juga melihat di atas dasbor di depan kursi Marcus ada dua figur kartun kecil yang sedang saling berciuman.

Satu laki-laki dan satu perempuan, dengan tulisan [ML] dan [SQ] di atasnya.

Itu adalah singkatan dari nama mereka.

Sepertinya tanpa aku sadari, Selene sudah sepenuhnya menggantikanku, menjadi nyonya dari mobil ini.

Aku menarik napas dalam-dalam, menahan rasa pahit yang muncul di hatiku. Diriku hanya bisa berpura-pura tidak melihat apa pun, lalu diam-diam memasang sabuk pengaman.

Lagi pula, aku akan segera pergi. Seberapa pun mesranya Marcus dan Selene nanti, semua itu sudah tidak ada hubungannya lagi denganku ....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 14

    ...Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit. Saat itu dokter kebetulan baru saja selesai memeriksaku."Nggak ada masalah besar. Setelah infus botol ini habis, kamu sudah boleh pulang."Melihat dokter itu, kepalaku tiba-tiba berdenyut sakit. Aku segera teringat sesuatu, buru-buru menarik lengan bajunya dan bertanya dengan cemas,"Dokter, apa di sini ada pasien bernama Marcus? Bagaimana keadaannya?""Dan kakaknya, Victor, dia baik-baik saja, 'kan?"Dokter menatapku dengan penuh simpati, lalu menepuk bahuku dengan tak berdaya."Victor sudah meninggal saat dibawa ke sini. Turut berdukacita.""Sedangkan Marcus, sebelumnya satu kakinya sudah terluka. Setelah ledakan itu, kaki lainnya yang masih baik juga rusak.""Lukanya terlalu parah, kami juga nggak bisa berbuat banyak. Mulai sekarang dia hanya bisa hidup dengan kursi roda. Kalau kamu punya waktu, cobalah lebih sering menemaninya dan menyemangatinya."Setelah berkata demikian, dokter pun berbalik dan p

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 13

    "Ariana!""Ariana!"Melihat mereka muncul, aku juga sangat terkejut.Walau aku membenci apa yang pernah mereka lakukan padaku, aku juga tidak ingin mereka kehilangan nyawa karena aku. Aku menarik napas dalam-dalam lalu berteriak kepada mereka, "Kalian kenapa datang? Cepat pergi, Selene punya pisau, di sini berbahaya!"Tak disangka, kedua bersaudara itu bukan pergi, malah melangkah beberapa langkah mendekat ke arahku."Ariana, kami nggak takut!""Ya, sebelumnya kami masih belum bisa menyerah dan mencoba mengejarmu untuk memohon kesempatan lagi, jadi kami mengikutimu. Tak disangka kami justru melihat saat kamu diculik.""Tahukah kamu? Demi mengejarmu, aku dan Marcus bahkan menerobos beberapa lampu merah. Untung kami datang tepat waktu, kalau nggak ... aku bahkan nggak berani membayangkan akibatnya!"Selene sama sekali tidak menyangka bahwa dua bersaudara yang dulu selalu memanjakan dan melindunginya suatu hari akan mengabaikannya.Bahkan di depan matanya sendiri, mereka malah menanyakan

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 12

    Melihat sikapku begitu tegas, Marcus juga tahu bahwa kami benar-benar tidak mungkin lagi. Dia pun jatuh terkulai di tanah, matanya merah karena menangis di tengah tiupan angin.Namun aku tidak tersentuh sama sekali, hanya berbalik dan pergi tanpa menoleh.Baru berjalan beberapa langkah, aku sudah mendengar suara langkah kaki dari belakang.Aku mempercepat langkah, dia juga mempercepat, aku melambat, dia pun melambat, terus mengikutiku dengan jarak yang tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh.Hatiku terkejut, aku pun sadar aku sedang diikuti.Akhirnya aku mencari kesempatan dan segera berlari masuk ke sebuah gang kecil.Saat aku sedang bersyukur karena merasa berhasil melepaskan diri darinya, detik berikutnya aku merasakan sakit di bagian belakang kepalaku.Setelah itu, pandanganku menjadi gelap, diriku segera pingsan di tempat.Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku berada di sebuah pabrik tepung yang terbengkalai, kedua tangan dan kakiku diikat erat pada kursi hingga

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 11

    "Dulu aku buta dan nggak bisa melihat dengan jelas. Sekarang, maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi?"Aku langsung merasa muak, sampai sudut bibirku berkedut tanpa kata.Apa dulu aku buta sampai bisa menyukai pria memuakkan seperti ini?Sebelum sempat aku menolak, Marcus di samping juga mulai panik. Dia menarik tanganku yang lain dan mulai menghitung satu per satu semua kebaikan yang pernah kulakukan untuknya, bahkan mengeluarkan giok yang dulu pernah kuberikan kepadanya."Ariana, masih ingat ini? Giok ini kamu dapatkan saat aku demam tinggi. Kamu naik selangkah demi selangkah sambil berlutut, melewati lebih dari seribu anak tangga untuk memohonkan jimat keselamatan yang telah diberkati khusus untukku.""Ariana, aku mengakui bahwa pada awalnya aku memang memanfaatkanmu, tetapi kemudian aku benar-benar menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu!""Hubungan suami istri kita selama lima tahun, apa kamu benar-benar bisa membuangnya begitu saja?"Perutku segera terasa bergolak dan ak

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 10

    Tanpa memberiku waktu bereaksi, Marcus segera menggulung celana panjangku. Saat melihat bekas luka di betisku, matanya segera memerah. Dengan suara serak dia berkata,"Ariana, kamu benar-benar kejam. Tahukah kamu bagaimana aku menjalani tiga tahun ini?""Aku memikirkanmu sepanjang malam, nggak bisa makan dengan baik, nggak bisa tidur. Bahkan beberapa kali aku pernah berpikir untuk mati saja agar bisa menyusulmu.""Ariana, maafkan aku. Aku seharusnya nggak memanfaatkanmu, itu memang salahku. Tapi perasaanku padamu juga nyata, seenggaknya dalam hal itu aku nggak pernah membohongimu ....""Ariana, aku sudah menghukum Selene dengan keras untukmu, juga sudah memblokir dan menghapusnya. Aku berjanji mulai sekarang nggak akan pernah berhubungan dengannya lagi. Maafkan aku kali ini dan pulanglah bersamaku, ya?"Sambil berkata begitu, dia dengan hati-hati menggenggam tanganku.Saat ujung jarinya menyentuhku, aku segera mengibaskannya dengan perasaan muak."Marcus, siapa pun aku sekarang, kita s

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 9

    Selene yang ditampar hingga mulutnya penuh darah juga naik pitam dan membalas tanpa sungkan."Sekarang kamu menyalahkanku? Bukankah dulu kamu sendiri yang datang memohon-mohon ingin jadi anjing penjilatku?""Ketika Ariana masih hidup kamu nggak menghargainya, hatimu bercabang, dan sekarang setelah dia mati kamu baru menyesal. Munafik!"Begitu video ini dipublikasikan, langsung menimbulkan kehebohan besar. Sekarang semua orang tahu bahwa Marcus berselingkuh saat masih menikah.Opini publik segera berbalik. Warganet yang sebelumnya masih merasa iba pada Marcus kini berubah menjadi penyindir online, tanpa henti mencaci maki dia dan Selene:[Dasar pria bajingan, pura-pura berlagak penuh cinta. Menjijikkan!][Pria bajingan dan wanita murahan, kalian memang pasangan yang cocok!][Pria kotor, pantas saja Ariana nggak menginginkanmu!]Belum selesai orang-orang membicarakan skandal ini, tak lama kemudian Victor juga ikut terseret dan langsung menyusul menjadi trending topic.Di dalam video itu,

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 7

    Aku menerima teleponnya, tetapi tanpa sengaja menekan pengeras suara, sehingga perkataan staf itu segera terdengar."Nona Ariana, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu Anda menandatangani. Setelah ditandatangani, Anda bisa pergi dengan tenang."Mendengar itu, Marcus segera berhenti melangkah, berbal

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 6

    Marcus menatapku dengan wajah penuh senyum."Jangan bilang cuma satu gaun. Selama istriku mau, bahkan kalau dia menginginkan bulan di langit pun, aku bersedia memetik untuknya."Sambil berbicara, dia sudah menyerahkan gaun itu kepadaku, menyuruhku pergi mencobanya.Saat itu, Selene kebetulan juga da

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 5

    Saat waktunya tiba, selain satu mayat palsu, aku tidak akan meninggalkan kenangan apa pun untuknya!Baru saja selesai membakar semuanya, Marcus kebetulan pulang dan memergoki pemandangan ini."Sayang, apa yang kamu bakar?"Ketika melihat sisa serpihan perhiasan di dalam tungku api, mata Marcus seger

  • Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman   Bab 4

    ...Setelah itu, mungkin karena menyadari aku terlalu diam, Marcus lalu sengaja atau tidak sengaja memulai percakapan, sementara aku hanya menanggapi dengan datar.Tak lama kemudian, ponsel Marcus berbunyi.Walaupun saat membalas pesan dia sengaja menghindar dariku, melalui pantulan kaca jendela mob

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status