分享

10. Sindiran David

last update publish date: 2025-07-30 22:19:28

"Saya permisi, Pak." Tiara membungkukkan badannya sedikit, lalu kembali ke mejanya dan mulai mengemasi semua barangnya. Ia mengambil kotak coklat di sudut ruangan, dan mulai meletakkan barang-barang miliknya.

"Apa maksudmu?" Daniel terus memperhatikan semua hal yang dilakukan Tiara.

"Saya yang bodoh ini, masih memiliki perasaan yang dapat menangkap sinyal ketidak-puasan Bapak atas kinerja saya akhir-akhir ini. Maka dari itu, sebagai konsekuensi atas kinerja yang buruk, sudah sepatutnya saya me
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Suddenly Marry With The CEO   74.Tamu Tak Diundang

    "Kita cari yang aman dulu untuk Tiara. Jangan lupa pertimbangkan jarak, agar kamu tidak kesulitan jika terjadi sesuatu pada Tiara. Tidak berharap tapi, berjaga-jaga lebih utama.""Oke."Pintu diketuk, lalu sosok Alex muncul dalam diam. Wajahnya tegang, membuat David curiga."Jangan katakan jika ada tamu yang tidak ingin ditemui Daniel."Alex melirik ke arah Tiara, lalu Daniel. "Saya terima atau saya usir, Bos?""Dia sudah membuat janji?""Masih tentang yang kemarin.""Katakan padanya, aku akan menemuinya di kafe sebelah sepuluh menit lagi. Suruh dia menunggu di sana.""Baik, Bos."Daniel mengambil jasnya lalu memakainya sambil berjalan. "David, kamu temani Tiara di sini. Aku akan menemuinya.""Oke."Daniel menghampiri Tiara. " Aku tinggal dulu. Baik-baiklah di sini. David akan menemani dan menjagamu." Dia mengecup pipi Tiara cukup lama, dan berniat menggesernya ke bibir Tiara, tapi sayang, pensil tutup botol di tangan David lebih dulu mengenai pipi Daniel."Lakukan jika aku sudah tidak

  • Suddenly Marry With The CEO   73. Aman

    Perasaan Tiara campur aduk. Antara takut, resah, sebal, dan marah. Bayangan Bernard saat terakhir bertemu di kantor, membuatnya kembali merasa jengkel."Tidak sering, tapi setiap bertemu dia selalu saja meminta untuk berbicara empat mata."Tangan Daniel mengeras. "Dia pikir dia siapa?" gumam Daniel penuh amarah."Saya tidak suka cara dia berbicara dan menatap saya. Rasanya seperti jadi mangsa yang siap dia terkam kapan saja dia mau."Daniel memejamkan matanya. Apa yang ia dan David takutkan sepertinya tidak meleset. Kali ini, Bernard benar-benar mengincar Tiara."Ada apa?" Tiara menjadi cemas. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi melihat ekspresi Daniel, ia yakin ini bukan masalah biasa."Kamu tidak memberikan nomor ponselmu'kan?"Tiara menggeleng. "Saya tidak punya urusan dengannya. Kenal juga tidak, akrab apalagi. Untuk apa saya memberikan nomor saya padanya.""Gadis pintar. Aku semakin mencintaimu." Daniel mengecup bibir Tiara. "Sekarang, dengarkan aku."Daniel di

  • Suddenly Marry With The CEO   72. Curiga

    Daniel memeluk erat tubuh Tiara yang masih tertidur. Ditatapnya gadis itu, lalu tersenyum sendiri."Butuh waktu empat tahun untuk menundukkan hatimu, tapi itu sepadan. " Daniel terkekeh sendiri. "Kamu memang layak untuk diperjuangkan." Daniel menghujani wajah Tiara dengan kecupan-kecupan kecil, berharap Tiara bangun lalu mengulang kebersamaan mereka.Sayangnya, aksi Daniel tidak berhasil membangunkan Tiara. Gadis itu sedang asyik dalam mimpinya, mengabaikan pria di sampingnya.Daniel akhirnya melepas pelukan Tiara. Ia bangkit berjalan ke meja lalu menghidupkan laptop dan mulai tenggelam membaca profil perusahaan yang dipimpin Bernard."Apa yang sebenarnya ia inginkan dari Tiara? Apakah dia bermaksud merebut Tiara untuk dijadikan sekretaris atau asistennya?" Pikiran Daniel melanglang buana, kembali ke masa lalu, saat Bernard masih berhubungan baik dengannya dan semakin hari semakin sering bermain bersamanya dan juga Puspita.Tubuh Daniel tegang sesaat. Mungkinkah kecurigaannya benar? B

  • Suddenly Marry With The CEO   71. Jebakan Bernard

    Makan malam berjalan lancar. Berbagai harapan dan doa dipanjatkan untuk kelanggengan pernikahan Daniel dan Tiara. Permohonan kecil yang menjadi harapan besar keluarga besar White diucapkan dengan lantang oleh Minarti, yang langsung di-amin-kan oleh semua yang hadir."Semoga tahun depan, bayi mungil sudah bisa hadir di tengah keluarga ini."Senyum lebar Daniel yang penuh arti, membuat Tiara semakin tersipu. Ia segera merencanakan jadwal bulan madu untuk mereka berdua.Daniel dan Tiara pamit lebih dulu. Mereka masih harus menata barang bawaan Tiara dari kampung halamannya.Di sepanjang jalan menuju apartemen, pikiran Daniel terpusat pada kalimat peringatan David. Bahwa Tiara menjadi incaran Puspita dan Bernard."Tiara. Maukah kamu mengabulkan permintaanku?" Suara Daniel memecah keheningan dalam mobil.Tiara menoleh ke arah Daniel yang juga menatapnya."Mulai besok pagi, kamu tidak perlu lagi datang ke kantor. Jabatanmu sebagai asisten pribadiku berakhir malam ini. Cukup jadi istri yang b

  • Suddenly Marry With The CEO   70. Cemburu

    Daniel membawa Tiara pergi, kembali ke apartemennya. Tiara tidak banyak bertanya, tetapi dalam hati ia menyukai ide Daniel yang membawanya pergi."Tidak usah berterimakasih padaku."Tiara melirik sebal tapi tersenyum samar. Ia kagum pada kemampuan Daniel dalam menebak suasana hatinya.Mobil Daniel melesat meninggalkan kediaman Michael White tanpa suara. Ia baru menghubungi Michael setelah dirinya dan Tiara tiba di apartemennya."Pa. Maafkan, aku. Aku dan Tiara tidak bisa hadir malam ini. Tiara sedang tidak enak badan. Lain kali bisa kita adakan lagi makan malam bersama keluarga besar." Daniel memberi tekanan saat mengucap kata keluarga besar.Michael di ujung sana merasakan itu dan ia langsung mengedarkan pandangannya ke ruang keluarga. Ia baru menyadari kehadiran seseorang yang menjadi penyebab utama Daniel dan Tiara batal hadir dalam makan malam hari ini. "Kalian bertemu dengannya?" Michael yakin jika putra dan menantunya sudah tiba di rumahnya namun kemudian pergi setelah melihat s

  • Suddenly Marry With The CEO   69. Insting

    Keesokan harinya, Tiara kembali sibuk di meja kerjanya. Ia menolak cuti yang diberikan cuma-cuma oleh Daniel, karena masih ingin merahasiakan status barunya sebagai istri Daniel White. Tidak ada yang tahu tentang pernikahan rahasia Tiara dan Daniel kecuali kedua orang tuanya, David dan Budi, supir pribadi Daniel.Daniel meminta Tiara datang ke ruangannya. "Hari ini, kamu harus pulang lebih awal." Begitu ucap Daniel begitu Tiara tiba di ruangannya.Tiara langsung menolak. "Jam kerja saya tidak berubah. Masih sama dengan karyawan lain.""Tapi statusmu yang baru mengijinkanmu untuk itu.""Tidak ada yang berubah dan akan tetap seperti itu, kecuali saya dipecat atau mengundurkan diri.""Pintar.""Maksudnya?" "Kamu sangat paham dengan maksudku." Daniel langsung menekan angka satu di telpon kantornya. " Hubungkan dengan personalia!""Pak...!'"Aku bukan bapakmu, tapi atasan sekaligus suamimu."Tiara berdecih. 'Seharusnya aku tahu akan seperti ini.'"Baiklah-baiklah. Saya akan pulang jam tig

  • Suddenly Marry With The CEO   5. Nasihat David

    Tiara duduk membeku di samping Daniel yang menjalankan kuda besi berwarna hitam mengkilat sambil menahan rasa kesal."Tiara.""Ya, Pak David," jawab Tiara ramah.Daniel seketika melihat ke arah Tiara, melayangkan protesnya dalam diam karena Tiara menjawab panggilan David dengan begitu lembut."Apaka

  • Suddenly Marry With The CEO   4. Sepupu Tak Diundang

    “Mengingat apa?” Daniel mengulang pertanyaannya.“Ya mengingat saya adalah satu-satunya wanita yang selalu berada di dekat Pak Daniel, yang menghabiskan waktu lebih lama dari siapapun. Bahkan mungkin, saya lebih lama menghabiskan waktu bersama Bapak dibandingkan Bu Puspita sendiri.”Daniel menjenti

  • Suddenly Marry With The CEO   3. Sepasang Kekasih

    Mobil Daniel melesat jauh meninggalkan mobil Puspita yang baru keluar dari parkir basement gedung kantornya. Tiara duduk di samping sopir, tidak seperti biasanya.“Aku tahu mengapa kamu melakukan itu, tapi sekarang, aku memerintahmu untuk pindah ke belakang!” Perintah Daniel sangat jelas di dengar s

  • Suddenly Marry With The CEO   2. Buket Salah alamat

    Tiara diam membeku di tempatnya berdiri. Ia tidak berani membalas tatapan Daniel yang begitu dingin. Suasana ruangan yang sebelumnya tidak pernah secanggung ini, membuat Tiara ingin segera meninggalkan ruangan itu.“Apakah aku membayarmu hanya untuk duduk diam menatap buket-buket itu?”sindir Daniel.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status