Share

Bercinta Dengan Om Sam

last update publish date: 2026-08-29 18:18:53

Mobil Samudra melaju perlahan membelah jalanan kota yang mulai sepi. Di kursi penumpang, Nia bersandar lemah di bahu pria yang dicintainya, tangannya tak pernah melepaskan genggaman tangan besar dan hangat itu.

Kepalanya masih terasa pening karena alkohol. Namun, hatinya justru semakin ringan karena ia tahu apa yang ia mau, dan ia tahu siapa yang ia inginkan. Tak ada keraguan, tak ada rasa takut. Hanya kerinduan yang sudah terlalu lama tertahan.

Sesampainya di apartemen mewah yang tenang di la
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Melepas Kerisauan Di Atas Ranjang

    Kini Andro sendirian di ruangan itu. Suara langkah kaki Samudra dan Nia perlahan menghilang dari lorong, digantikan oleh keheningan yang mengisi kembali ruang rawat inapnya. Televisi di seberang ranjang menyala menampilkan siaran berita malam. Namun, matanya sama sekali tidak menatap layar itu. Pandangannya kosong, seakan masih menembus dinding, mengikuti sosok Nia yang baru saja pergi.Andro menyandarkan punggungnya ke bantal. Dia memutar otak, mencari celah dan cara agar wanita itu bisa lebih lama berada di dekatnya. Semakin sering Nia datang, semakin dekat jarak mereka, semakin besar pula harapannya. Mungkin besok dia akan memohon agar Samudra rela meninggalkan Nia sebentar saja, menemaninya setengah hari di rumah sakit. Papanya bisa berangkat ke kantor sendiri saja. Bukankah dia sedang sakit? Maka wajar jika seorang anak meminta perhatian keluarga saat sedang terbaring lemah.Senyum miring terukir di bibirnya saat teringat perut Nia yang mulai membuncit di balik pakaiannya yang l

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Manjanya Andro

    Pintu kamar rawat inap terbuka perlahan. Samudra melangkah masuk lebih dulu, diikuti Nia yang berjalan agak tertahan di belakangnya. Begitu mata Clarissa menangkap sosok Nia yang berdiri di ambang pintu, senyum yang tadi terpasang di bibirnya seketika mengeras. Kecanggungan seketika menyelimuti ruangan yang tidak terlalu luas itu. Udara terasa hening dan berat.Clarissa melipat tangannya di depan dada, menatap Nia dari atas ke bawah dengan tatapan yang jelas sekali tidak menyukai kehadiran wanita itu."Ohh ... datang lagi, mama tirimu ke mari, Ndro!" celetuknya dengan nada yang menusuk sekaligus terdengar berlebihan. "Kirain cuma Om Sam yang anterin makan malam. Ternyata rombongan lengkap ya."Andro yang sedang bersandar di kepala ranjang menatap tajam ke arah Clarissa. Wajahnya terlihat lemah tapi keputusannya tak bisa dibantah."Kamu pulang saja, Cla. Kehadiranmu nggak dibutuhin lagi di sini!" ucapnya tegas, tanpa keraguan sedikit pun.Clarissa menghela napas panjang, terdengar dram

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Minta Dibawakan Makan Malam

    Matahari perlahan bergulir menuju ke barat saat mobil sedan mewah Samudra memasuki kawasan tower hunian eksklusif yang tenang. Mereka tiba di apartemen lamanya, tempat yang telah kosong selama lebih dari sebulan sejak keberangkatan mereka berobat ke Singapura lalu berlibur ke Maldives. Namun, begitu pintu terbuka, hawa segar dan kebersihan menyambut kedatangan mereka. Ruangan itu terawat rapi, tanpa debu yang menumpuk. Beruntung petugas kebersihan rutin selalu merawat unit ini saat mereka pergi."Sudah nyaman di sini, Sayang?" tanya Samudra sambil meletakkan tas tangan Nia di meja ruang tamu. "Kamu pasti lelah sekali. Perjalanan jauh dari Maldives tadi pagi, lalu langsung ke rumah sakit menjenguk Andro. Istirahatlah dulu."Samudra membimbing Nia menuju kamar tidur. Dia membantu melepaskan jaket luar istrinya dan menyusun bantal agar nyaman untuk disandarkan. Perut Nia kini terlihat jelas membuncit lembut, kehamilannya telah memasuki awal trimester kedua. Setiap kali melihatnya, hati

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Dijenguk Pujaan Hatinya

    Samudra mengerutkan kening mendengar pertukaran kata-kata yang tajam itu. Dia menatap Nia sejenak yang terlihat terkejut, lalu mengetuk pintu tiga kali pelan sebelum memutar gagang pintu dan mendorongnya terbuka."Maaf mengganggu," ucap Samudra tenang, langkahnya mantap memasuki ruangan diikuti Nia yang berjalan agak tertahan di belakangnya.Di dalam kamar yang luas itu, suasana seketika hening seakan waktu berhenti berputar.Andro sedang mencoba duduk bersandar di kepala ranjang. Selang infus menancap di punggung tangannya, dan ada plester lebar yang menutupi sebagian sisi perutnya. Wajahnya pucat, lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas. Namun, saat matanya menangkap sosok yang berdiri di ambang pintu, seketika itu juga wajahnya berubah. Mata yang tadinya tajam penuh kemarahan mendadak terbelalak tak percaya. Bibirnya sedikit terbuka meski tak ada kata yang keluar. Dadanya naik turun seakan napasnya tertahan di tenggorokan.Di sisi lain ruangan, Clarissa yang berdiri di dek

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Terhenti Di Depan Pintu Kamar

    Pesawat penumpang yang membawa Samudra dan Nia perlahan menurunkan ketinggiannya, menembus gumpalan awan putih yang membentang luas di atas langit Jakarta. Melalui jendela jendela pesawat, Nia memandang hamparan gedung-gedung tinggi yang mulai terlihat jelas, bersanding dengan jalan-jalan raya yang seakan tak pernah sepi dari aliran kendaraan. Hati Nia berdebar-debar. Rasanya baru kemarin mereka menikmati angin sepoi-sepoi dan deburan ombak lembut di perairan bening Maldives, dan kini mereka kembali ke hiruk-pikuk kota besar yang tak pernah benar-benar beristirahat.Pesawat mendarat dengan mulus di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah melalui proses pengambilan bagasi dan pemeriksaan imigrasi, mereka berjalan keluar menuju area penjemputan. Udara Jakarta yang terasa lebih hangat langsung menyambut kedatangan mereka. Seorang pria berjas rapi dengan papan nama sudah menanti di sana. Itu adalah sopir yang dikirim dari kantor Samudra untuk menjemput mereka."Selamat da

  • Sugar Baby Manja VS Berondong Bucin   Mengalah Demi Kebaikan Semuanya

    Seusai telepon dari Andro berakhir, Samudra terduduk lesu menatap lantai kamar resor di Maldives. Melihat hal yang tak biasa itu, Nia segera menghampiri suaminya. "Ada apa, Sam?" tanya Nia penasaran."Sayang ... Andro ditusuk preman semalam di jalanan sepulang kantor. Dia dirawat di rumah sakit. Beruntung Clarissa menolongnya tepat waktu," jawab Samudra. Dia tidak sampai hati mengatakan bahwa mereka harus kembali ke Jakarta.Nia menutup mulut dengan telapak tangan lalu duduk di tepi ranjang bersisian dengan Samudra. Ia tahu ini kondisi genting dan tak boleh menjadi sosok yang egois. Andro juga berhak didampingi oleh papanya saat sedang lemah tak berdaya. Samudra bangkit dari tempatnya lalu berlutut di hadapan istrinya, menggenggam kedua tangan Nia yang dingin."Aku tahu, Sayang. Aku tahu ini tidak adil buatmu. Dan aku tidak akan memaksamu untuk—""Tapi kamu tetap harus pergi," potong Nia, dan kali ini ada nada tegas dalam suaranya yang lembut. Bukan tuduhan, melainkan pernyataan fak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status