Share

Bab 84

Author: Krisna
"Nggak usah, aku pergi ke tempatmu sekarang."

"Oke, cepat ke sini kalau memang mau datang. Kami tunggu kamu di jalan."

Sekitar lima menit kemudian, Ratna muncul di hadapan Dhana dan yang lainnya, napasnya terengah-engah, dadanya yang montok naik turun.

Ratna benar-benar pantas mendapat julukan si cantik berdada besar.

Napasnya terengah-engah, pipinya memerah.

Di mata Dhana, gadis muda itu terlihat semakin menggemaskan.

"Berikan ponselmu, aku mau lihat. Kamu pasti bohong." Ratna mengulurkan tanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 344

    Dia kini memiliki Rumput Raung Naga tingkat sembilan.Dia harus segera mencari kotak untuk menyimpannya.Setibanya di dalam mobil, Angelica menemukan sebuah kotak kecil, lalu cepat-cepat memasukkan rumput itu dan menutupnya rapat.Gerakannya luwes dan tenang.Setelah selesai, barulah dia sedikit menghela napas lega."Ayo, kita kembali ke kota. Besok ke sini lagi."Salah satu pengawal sekaligus sopir bertanya sambil mengemudi, "Nona, kenapa buru-buru? Kamu takut ada masalah?"Angelica menjawab sambil tersenyum, "Nggak ada masalah. Kunjungan kita ke Desa Mawar memang tepat. Kita benar-benar menemukan orang yang bisa membantu kita. Tabib bernama Dhana ini jauh lebih hebat dari yang kita bayangkan!"Melihat nona mereka memuji Dhana setinggi langit, kedua pengawal yang tadinya meremehkan tampak terkejut.Pengawal lainnya bertanya, "Apa iya sehebat itu? Menurutku, kondisi rumahnya biasa-biasa saja, agak terlalu sederhana.""Jangan menilai buku dari sampulnya," jelas Angelica. "Kemampuan Tabi

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 343

    Dhana membiarkan Angelica membuat pengaturan, tapi tidak langsung hari ini."Aku masih ada urusan sekarang, jadi baru bisa ikut denganmu besok.""Kalau begitu, aku akan menjemputmu lagi besok pagi." Angelica mengangguk sambil tersenyum, lalu mengulangi, "Kompetisi ini sangat penting bagi Keluarga Sandya. Setelah semuanya beres, aku pasti akan memberimu imbalan yang besar."Angelica berhenti sejenak.Wajahnya masih tersenyum, tampak memikirkan sesuatu."Waktu kuminta memberi syarat, kamu cuma minta cincin ini. Itu terlalu sedikit. Karena Tabib Dhana nggak menyebutkan apa-apa lagi, biar aku yang tentukan. Asal kamu membantuku mengalahkan mereka, aku akan memberimu dua triliun."Dua triliun sebenarnya terlalu sedikit.Bahkan jika Dhana mengajukan 20 triliun, Angelica akan menyetujuinya dan berusaha untuk memberikannya.Karena ini menyangkut hidup dan mati keluarga. 20 triliun hanyalah jumlah yang sangat kecil. Dia menawarkan dua triliun adalah sebuah penghematan yang sangat besar.Ada tam

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 342

    Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 341

    Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 340

    "Karena kamu ahli pengobatan yang hebat, pasti kamu juga sangat ahli dalam ramuan obat. Aku butuh bantuanmu.""Begini ceritanya ...."Setelah memastikan identitas Dhana, Angelica menjelaskan secara detail selama lima menit apa yang dia perlukan dari Dhana.Angelica adalah putri sulung Keluarga Sandya dari Provinsi Dira.Keluarga Sandya bergerak di bidang bisnis tanaman herbal dan bahan obat.Dan kali ini, Keluarga Sandya menghadapi kesulitan. Beberapa keluarga lain yang juga bergerak di bidang yang sama memberi tekanan pada Keluarga Sandya.Beberapa keluarga besar itu akan mengadakan sebuah acara yang disebut 'Kompetisi Herbal Spiritual'.Yang dimaksud dengan 'Kompetisi Herbal Spiritual' adalah beberapa keluarga besar tersebut masing-masing memamerkan kepada semua orang tanaman herbal hasil budidaya mereka.Kemudian, semua orang akan memilih keluarga mana yang ramuannya paling berharga. Semakin tinggi nilainya, semakin diakui oleh semua orang.Pemenang akhir Kompetisi Herbal Spiritual

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 339

    Sambil mengatakan itu, Dhana membuka keran air, membersihkan sisa-sisa noda darah, lalu baru mendekati wanita asing itu dan duduk di seberangnya.Melihat Dhana mendekat, wanita itu segera berdiri."Tabib Dhana, izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Angelica, dari Keluarga Sandya di Provinsi Dira. Aku datang khusus untuk meminta bantuan darimu.""Tabib Dhana, bisa aku bicara pribadi denganmu? Asalkan kamu bisa membantu menyelesaikan masalahku, aku bersedia membayar sebanyak apa pun yang kamu minta!"Sehebat apa Keluarga Sandya ini?Sejujurnya, Dhana tidak tahu.Tapi, nama Angelica terdengar sangat indah.Dari nada bicaranya, Dhana bisa menebak bahwa putri Keluarga Sandya ini yang berani membayar berapa pun pasti sangat kaya.Dia hanya bertanya-tanya apakah kekayaannya lebih besar daripada Yuna."Nona Angelica, di sini nggak ada orang luar. Ada masalah apa, silakan dibicarakan di sini. Kamu butuh pengobatan, atau butuh resep ramuan? Kalau aku bisa membantu, aku akan berusaha semaksimal

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 108

    Dia memiliki kecantikan yang bisa membutakan dunia.Begitu Yuna masuk, Tara langsung melihatnya. Ini kali ketiga dia berada sedekat itu dengan wanita ini.Pemandangan ini membuat Tara hampir mengalami kejang.Betapa cantik dan memukau.Bidadari yang turun dari langit!Tara memandang dengan mata terb

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 97

    Sebelum Bejo bisa menjawab, Dhana sudah mendahuluinya."Paman, kami sangat berterima kasih, pinjamanmu sangat membantu kami. Kebetulan kalian datang, sekalian aku kembalikan uang 100 juta itu."Dhana mengeluarkan ponselnya dari saku."Paman, beri tahu aku nomor rekeningmu. Nanti kutransfer uangnya,

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 101

    Seakan Tuhan pun tidak tahan lagi dan menghukum Galang dengan cara ini. Ayu bahkan berharap Galang tidak akan pernah sembuh.Bejo segera menemukan seutas tali.Baru saat itu Dhana pura-pura khawatir. "Paman, butuh bantuan? Aku lumayan kuat, bisa mengikatnya lebih erat."Tiga pria itu pun sibuk mengi

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 95

    Setelah pesan suara itu, muncul dua stiker bibir merah yang menggoda.Setelah bibir merah, dua stiker lain muncul, gambar tangan yang mengisyaratkan mengundang dengan genit.Suara Mawar manis, hangat, dan lembut, terdengar sangat menenangkan. Pikiran Dhana jadi tidak tahan dan melayang jauh.Kak Maw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status