/ Romansa / Surat Dari Venus / BAB 55 - Dimensi Tak Terbatas

공유

BAB 55 - Dimensi Tak Terbatas

작가: Aster Chronos
last update 게시일: 2022-04-30 05:36:22

"Sikapmu tidak perlu terlalu jelas begitu, kalo orang lain sadar, akan timbul skandal. Menarik juga kisah cinta masa kecil yang bodoh masih kau pertahankan. Dia gadis itu bukan?" gumam Elina.

Aksa tersenyum kecut. Kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop berukuran kecil berwarna cokelat dari saku jas nya.

"Kau juga, jangan terlalu jelas," balas Aksa sembari melemparkan amplop itu di meja.

Elina menatap amplop itu cukup lama, kemudian menoleh pada suaminya. "Apa ini?"

"Padahal setelah proyek b
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Surat Dari Venus   BAB 63 - Bayang Bayang Venus

    Dua hari setelahnya, Ran diperbolehkan rawat jalan dengan beberapa persyaratan seperti melakukan kontrol secara rutin untuk mengganti perban. Bahkan keesokan harinya, ia langsung berangkat sekolah seperti biasa tak mengindahkan larangan neneknya yang khawatir.Di sekolah terjadi beberapa keributan. Koridor-koridor sekolah menjadi bising karena berita ekslusif yang terbit pagi itu. Di layar televisi kantin, di portal berita daring ponsel para siswa, hingga di halaman depan surat kabar nasional, berita mengenai skandal besar yang melibatkan jaringan kriminal berkedok kalangan elit meluas tanpa kendali.Kasus yang menyeret nama Sunny sebagai korban menjadi topik utama yang memenuhi hampir seluruh lini media. Rekaman video pengejaran dramatis di tengah malam yang bocor ke internet, foto-foto lokasi penyekapan di tepi hutan yang dipasangi garis polisi, rekaman CCTV lalu lintas, hingga siaran pers resmi dari Divisi Humas Polri terus diputar berulang kali.Nama Beneddict Antonio Surya bergem

  • Surat Dari Venus   BAB 62 - Menjadi Asing

    Malam makin larut. Lampu kamar perawatan Ran menyala temaram. Ran terbaring pucat dengan infus terpasang di tangan kanan dan balutan perban tebal di lengan kirinya. Napasnya terdengar halus dan teratur.Adit duduk di kursi samping ranjang, menatap wajah pucat itu. "Ran..."Tak ada sahutan.Adit tersenyum tipis. "Dasar keras kepala." Tangannya terangkat ragu untuk menyentuh jemari Ran, namun akhirnya ia tarik kembali. Ia hanya menyandarkan punggungnya. "Aku takut banget tadi. Jadi, tolong jangan bikin aku se-ketakutan ini lagi."Kelopak mata Ran bergerak perlahan, meski Adit tak menyadarinya."...Dit," suara bisikan lirih memecah hening.Adit seketika menegakkan duduknya. "Ran? Kamu sadar?"Ran membuka mata perlahan. Pandangannya sempat kabur sebelum akhirnya fokus pada wajah Adit."Aku... di mana?""Rumah sakit. Kamu aman."Ran mencoba menggerakkan tubuhnya, namun rasa nyeri langsung menyengat. "Aduh...""Jangan gerak dulu!" Adit menahan bahunya lembut. "Kamu baru selesai operasi."Ra

  • Surat Dari Venus   BAB 61 - Sebuah Pilihan

    Aksa langsung menginstruksikan tim polisi untuk mengamankan Angga, Sunny, dan Grace ke mobil medis di area parkir, sementara dirinya bersama beberapa personel bersenjata bergerak cepat menembus rapatnya ilalang menuju sumber suara tembakan.Di saat yang bersamaan, Adit merangkul tubuh Ran yang kian melemah. Darah terus mengucur dari lengan Ran, menembus baju dan jemari Adit yang bergetar. Ran berusaha keras mempertahankan kesadarannya meski pandangannya mulai kabur dan kepalanya terasa sangat berat."Dit... jangan berhenti," bisik Ran lirih, napasnya patah-patah."Aku nggak bakal tinggalkan kamu, Ran. Tahan sebentar lagi," balas Adit dengan nada panik namun berusaha tetap tenang.Namun, dari balik kegelapan semak belantik, Ben muncul dengan wajah berdarah dan napas terengah-engah. Matanya menyalang penuh amarah. Langkahnya pincang, tetapi di tangannya kini tergenggam pisau lipat yang ia ambil dari saku celananya—sebuah upaya terakhir setelah pistolnya berhasil dilumpuhkan."Kalian pik

  • Surat Dari Venus   BAB 60 - Penebusan

    Terdengar ledakan dahsyat dari dalam hutan, membuat langkah Ran, Sunny dan Grace terhenti. "Ben meledakan gubuk agar tidak meninggalkan bukti," gumam Grace. Ran menatap tajam Grace, lalu berkata penuh dengan penekanan, "Kejam sekali kalian." Grace tidak berani mengangkat pandangannya pada Ran, karena merasa bersalah. Ia juga merasa malu setelah menjadi bagian dari kejahatan itu, yang akhirnya menjadikannya korban. Dari balik semak Adit dan Angga berlari kearah mereka dengan tergesa-gesa. "Guys kenapa kalian berhenti! Ayo lari!" teriak Adit dari kejauhan. Lalu, Ran, Sunny dan Grace melanjutkan langkahnya. Terdengar suara tembakan beberapa kali dari arah kejauhan, membuat mereka panik, sampai berlari tak tahu arah. Hanya mengandalkan insting untuk memilih jalan mana yang mudah dilewati, karena mereka terjebak dengan ilalang yang membutakan arah. "Tinggalkan saja aku disini! Kalian kabur saja," ujar Grace semakin merasa bersalah, karena menjadi beban. "Tutup mulutmu brengsek!" Be

  • Surat Dari Venus   BAB 59 - Menembak Langit

    "Sialan!!! Ulah siapa ini?" Gerutu Ben sembari membanting pecut yang ia pegang, penuh emosi karena lampu seketika padam di tengah kegiatan yang ia lakukan. Kemudian terdengar sirine alarm kebakaran yang membuat panik orang-orang dalam ruangan itu. Ben lantas bangkit dari tempat tidur dan meraih jubah mandi yang tergantung di dekat pintu dan memakainya. Ia keluar dari ruangan dengan langkah penuh amarah sembari meneriakkan nama anak buahnya. Empat orang pria yang merupakan teman-teman Ben, menyusul pria itu keluar ruangan. Meninggalkan Sunny dan Grace. Sunny memanfaatkan keadaan itu dengan bergegas melepas ikatan tangan dan kakinya. Dengan tubuh telanjang di tengah kegelapan, ia memungut pakaiannya yang berceran di lantai. Sedangkan Grace yang masih terkuai lemas di tempat tidur, hanya bisa menangis menahan perih di kulitnya, akibat pecut yang diayunkan oleh Ben sejak tadi. "Grace ayo kabur dari sini," tukas Sunny. "Aku tidak bisa menggerakkan kaki," ujar Grace. Sunny mengeluarka

  • Surat Dari Venus   BAB 58 - Hasrat Gila Pria Biadab (21+)

    WARNING!!! Isi Bab ini terdapat kekerasan seksual yang tidak cocok untuk anak dibawah umur. Mohon bijak memilih bacaan yang cocok dengan umur anda. ** "Kalian mengenal orang-orang itu?" tanya Ran. Adit dan Angga menggeleng bersamaan. "Melihat dari postur tubuh dan wajah kedua orang itu, sepertinya sudah berumur," kata Angga. "TOLONG!" Teriak seseorang yang membuat dua pria bertubuh kekar tadi masuk ke dalam gubuk. Sedangkan Ran, Angga dan Adit bergetar ketakutan mendengar suara pekikan yang begitu putus asa itu. "Apa sebenarnya yang mereka lakukan dalam gubuk itu?" tanya Adit. Tidak ada jawaban dari Ran dan Angga. Angga lantas menutup laptopnya, dan berjalan mendekat ke Adit. Kemudian ia membuka tas yang digendong oleh temannya itu, dan memasukan laptopnya. "Mumpung dua orang itu tidak ada, ini kesempatan kita mencari tahu," ujar Angga seraya menutup resleting tas kembali. "Benar ayo kita masuk," balas Ran. "Tunggu... apa kalian gak takut? Melihat dua orang tadi, sepertinya

  • Surat Dari Venus   BAB 41 - Kencan Buta

    Hari kencan buta yang dimaksud Kinan pun tiba. Ran turun di halte tak jauh dari tempat perjanjian kencan buta. Ia berjalan dengan pelan sembari menatap dirinya di pantulan kaca dari setiap store yang ia lewati. Selama tujuh belas tahun hidupnya, ia memang tidak pernah mengenal pria untuk d

  • Surat Dari Venus   BAB 9 - Bingkisan Untuk Ibu

    “Ibu!!!” teriak Ran di depan pintu rumah.Seketika, pintu yang tertutup itu terbuka, memunculkan sosok seorang wanita berumur tiga puluh tahun yang wajahnya terlihat letih.“Ini semua, apa Ran?” tanya wanita itu yang terkejut melihat tas belanjaan tergeletak

  • Surat Dari Venus   BAB 8 - Dua Kali Ke Swalayan

    “Ran ayo turun bentar, aku mau cari sesuatu,” katanya sembari keluar dari mobil.Ran keluar dari mobil itu sembari menggendong biola dan tas ranselnya. Kemudian, ia berjalan mengikuti Raka memasuki swalayan. Ia ingat tempat itu. Dulu ibunya pernah mengajaknya mengunjungi tempat

  • Surat Dari Venus   BAB 7 - Gadis Bertopi Merah

    Matahari mulai kehilangan kegagahannya dibalik mendung. Hari yang seharusnya diakhiri dengan keindahan senja, menjadi gelap gulita. Senja yang biasa menghangatkatkan hati para manusia, setelah seharian bergulat dengan kesibukannya. Para manusia yang pada pukul itu selalu memenuhi trotoar atau jal

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status