分享

Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan
Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan
作者: Soda Pop

Bab 1

作者: Soda Pop
Di hari perayaan ulang tahun pernikahan ketiga mereka, hadiah yang disiapkan Debora untuk suaminya adalah selembar surat perjanjian cerai.

Dia melirik kursi kosong di seberangnya, lalu menelepon pengacaranya. "Pak, surat perjanjian ceraiku sudah selesai dibuat?"

Debora duduk sendirian di meja makan. Cahaya lilin yang berkelip di atas meja memantul di wajahnya, membuat ekspresinya sulit ditebak.

"Sudah selesai, Bu. Saya sudah pesan kurir untuk antarkan." Suara pengacara terhenti sejenak, lalu dia bertanya dengan ragu-ragu, "Hari ini ulang tahun pernikahan ketiga Anda dan Pak Bravy. Anda yakin ingin mengajukan perceraian di hari yang begitu bermakna?"

Bermakna? Tatapan Debora tertuju pada hidangan yang sudah dingin sejak lama. Kilatan ejekan untuk diri sendiri melintas di matanya.

Hari peringatan hanya berarti jika diingat oleh kedua pasangan. Jelas, dalam hubungan antara dirinya dan Bravy, hanya dia yang mengingatnya.

Baru saja telepon ditutup, terdengar suara pintu dibuka dari arah depan. Bravy masuk dengan wajah lelah, tetapi kegembiraan dalam nada suaranya tak bisa disembunyikan.

"Kasus perceraian Amanda akhirnya selesai. Dia akhirnya bisa benar-benar lepas dari pria yang suka KDRT itu."

Setelah sebulan tak bertemu, kalimat pertama yang diucapkan oleh Bravy kepadanya justru tentang cinta pertamanya yang akhirnya bercerai.

Debora menunduk, lalu tertawa pelan. "Selamat ya."

Sudut bibir Bravy terangkat sedikit, lalu dia mengangguk seolah-olah sangat setuju. "Ya. Kalau dulu bukan karena kamu, aku dan Amanda pasti sudah nikah sejak lama. Dia juga nggak akan mengalami pernikahan yang gagal seperti itu."

"Sekarang dia berhasil keluar dari penderitaannya, sudah seharusnya kamu ikut senang untuknya."

Kata-kata yang menusuk hati itu bagai palu berat yang menghantam Debora tanpa ampun. Benar, Bravy tidak salah. Kalau bukan karena keberadaannya, mungkin Bravy dan Amanda memang sudah menikah.

Sejak kecil, Debora sudah dipilih menjadi calon menantu Keluarga Kuncoro. Atas pengaturan keluarga itu, dia dan Bravy selalu berada di kelas yang sama sejak taman kanak-kanak, dengan alasan untuk menumbuhkan perasaan mereka sejak dini.

Menghadapi wajah sempurna tanpa cela setiap hari, sulit bagi Debora untuk tidak jatuh hati. Dia tahu bahwa saat dewasa nanti dia akan menikah dengan Bravy, jadi sejak lama dia menantikan hari itu tiba.

Sampai saat SMA, seorang siswi pindahan bernama Amanda masuk ke kelas mereka. Walaupun berasal dari keluarga miskin, Amanda memiliki sifat yang keras kepala dan kuat, seperti bunga putih yang tumbuh di lumpur tetapi tetap tegar.

Sifat itulah yang menarik perhatian Bravy. Awalnya, Bravy hanya menggunakan uang untuk menggodanya. Setiap kali, Amanda akan marah dan membuang uang itu ke lantai, lalu mengatainya sebagai anak manja yang hanya bergantung pada uang keluarga.

Setelah mengenalnya lebih jauh, Bravy baru tahu bahwa kedua orang tua Amanda terbaring sakit dan semua biaya sekolah serta biaya hidupnya didapat dari kerja sambilan.

Dia pun meminta maaf dengan sungguh-sungguh kepadanya, lalu mulai bekerja sambilan bersama Amanda sepulang sekolah.

Seiring berjalannya waktu, mereka pun berpacaran. Sementara itu, keberadaan Debora menjadi canggung, seperti tokoh antagonis wanita yang merebut posisi pemeran utama wanita.

Setelah ujian masuk universitas, Bravy mengajukan pembatalan pertunangan dengan Debora dan berkata akan menikahi Amanda setelah lulus kuliah. Namun, bagaimana mungkin Keluarga Kuncoro mengizinkannya menikahi gadis miskin?

Di bawah tekanan yang terus-menerus, Amanda akhirnya tak sanggup bertahan. Dia mengusulkan untuk putus dan pergi kuliah ke kota lain.

Sejak saat itu, Bravy berubah menjadi orang yang lebih pendiam. Dia kuliah dengan patuh, lalu mengambil alih perusahaan keluarga setelah lulus.

Dia tak pernah menyebut nama Amanda lagi dan juga tak pernah membahas pernikahannya dengan Debora lagi. Debora pun mengira rencana pernikahan mereka tidak akan dilanjutkan lagi.

Sampai tiga tahun lalu, Bravy datang mencarinya dengan mata merah. "Ayo kita nikah."

Dia mencengkeram lengan Debora hingga terasa sakit, tetapi Debora tidak memedulikannya. Impiannya selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan, jadi dia langsung menyetujuinya dengan penuh kegembiraan.

Di malam pertama mereka, Bravy mabuk berat. Dengan tubuh yang berbau alkohol, dia menindih Debora. Suhu ruangan terus meningkat dan hati Debora juga dipenuhi perasaan yang manis.

Bravy memeluknya erat-erat, tubuhnya menindih tubuh wanita itu, tetapi nama yang dia bisikkan di telinganya justru nama Amanda!

"Manda, kenapa kamu nggak bisa menungguku sedikit lebih lama? Aku sudah hampir berhasil mengambil alih perusahaan dan menikahimu. Kenapa kamu... malah menikah dengan orang lain?"

Saat itu juga, hati Debora seperti jatuh ke dalam jurang es. Jadi, alasan Bravy mengajaknya menikah adalah karena Amanda menikah dengan orang lain, sehingga hatinya mati ....

Setetes air mata jatuh dari sudut matanya, entah karena rasa sakit atau patah hati.

Keesokan harinya, Debora berpura-pura tidak tahu apa-apa. Tampaknya Bravy juga lupa dengan apa yang telah dia katakan.

Namun tak bisa dipungkiri, dia adalah suami yang bertanggung jawab. Setelah menikah, dia memberi Debora semua kehormatan sebagai Nyonya Kuncoro. Pasangan wanita di setiap acara resmi selalu dirinya dan semua perhiasan musim terbaru juga dikirim langsung ke rumah.

Semua orang berkata Debora menikah karena cinta. Namun, hanya dirinya sendiri yang tahu bahwa dia dan Bravy seperti dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama.

Selain saat mereka tidur bersama dan dia benar-benar bisa merasakan kehangatan Bravy, di waktu lain hanya kamar dingin yang menemaninya.

Awalnya Debora tidak peduli. Dia berpikir, mereka masih memiliki seumur hidup bersama. Suatu hari nanti, Bravy pasti akan jatuh cinta padanya.

Namun sampai sebulan lalu, tepat di hari ulang tahunnya, Bravy yang sudah berjanji makan malam dengannya malah menghilang semalaman.

Baru keesokan harinya Debora tahu bahwa Amanda mengalami KDRT dan berniat bercerai. Begitu mendapat kabar, Bravy langsung membawa tim pengacara dan terbang dengan jet pribadi ke kota Amanda untuk membantunya mengurus gugatan cerai.

Selama satu bulan terakhir, Bravy bolak-balik antara perusahaan dan kota tempat Amanda tinggal. Satu-satunya yang dia abaikan adalah rumah miliknya dan Debora.

Setelah melewati malam demi malam dalam kesendirian, Debora akhirnya mengerti. Cinta tetaplah cinta, tidak cinta tetaplah tidak cinta.

Meskipun dia berada di sisi Bravy selama apa pun, dia tetap tidak bisa menghapus posisi Amanda di hati pria itu, apalagi membuatnya mencintainya.

Di antara mereka, perceraian adalah pilihan terbaik.

"Kamu bukan lagi mikir cara ngusir Amanda, 'kan? Sekarang dia cuma janda yang nggak punya apa-apa, sementara kamu sudah mendapat posisi Nyonya Kuncoro. Apa itu masih belum cukup?"

Suara Bravy yang mengandung peringatan menarik Debora kembali dari lamunannya. Dadanya terasa sesak, lalu dia tersenyum pahit sambil menggeleng. Di mata Bravy, dia selicik itu?

"Nggak kok." Dia hanya ingin bercerai, memenuhi keinginan Bravy dan Amanda.

Namun, Bravy tidak percaya. Saat dia hendak mengatakan sesuatu, suara bel pintu memotongnya.

Debora membuka pintu dan seorang kurir menyerahkan sebuah dokumen kepadanya. Itu adalah surat perjanjian cerai yang sudah selesai dibuat.

Bravy mengernyit dan bertanya, "Itu apa?"

Debora menjawab pelan, "Hadiah ulang tahun pernikahan."

Bravy tertegun. Baru saat itu dia memperhatikan meja makan yang penuh dengan masakan kesukaannya dan lilin yang menyala.

Raut dingin di wajahnya perlahan memudar, digantikan sedikit rasa bersalah di matanya. "Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan kasus perceraian Amanda, jadi aku lupa."

Debora membuka dokumen itu, lalu membalik ke halaman tanda tangan dan menyerahkannya kepada Bravy. "Nggak apa-apa, tanda tangan saja."

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 21

    Mendengar itu, rasa penyesalan di hati Jose semakin dalam. Kalau saja tadi dia bergerak sedikit lebih cepat, dia juga pasti akan ikut terjun tanpa ragu-ragu.Saat ini, Debora sendiri tidak tahu harus merasakan apa. Selama tiga tahun pernikahan, Bravy tidak pernah menghargainya.Namun setelah bercerai, pria itu justru rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya meminta agar dikabari kalau Bravy sudah sadar nanti.Keesokan paginya, Bravy akhirnya siuman. Begitu mendapat kabar, Debora mengabaikan larangan Jose, langsung mencabut selang infusnya dan pergi ke ruang rawat Bravy.Saat melihatnya, mata Bravy langsung berbinar-binar. "Bora, syukurlah kamu nggak apa-apa. Uhuk, uhuk ...."Kondisinya jauh lebih parah dibandingkan Debora. Tubuhnya masih sangat lemah.Untuk sesaat, Debora menatapnya dengan ekspresi rumit. Lalu, dia berkata kepada Jose, "Jose, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya berdua saja."Kekecewaan di wajah Jose terlihat

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 20

    Begitu kata-kata itu terlontar, wajah Bravy langsung memucat. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti istrinya akan menyuruhnya pergi dan semua ini terjadi karena ulahnya sendiri.Bravy meninggalkan toko bunga dengan pikiran kosong. Setelah dia pergi, Debora akhirnya menghela napas lega."Jose, tadi terima kasih ya."Jose melambaikan tangan dengan santai. "Nggak apa-apa, cuma hal sepele."Setelah berkata begitu, dia berhenti sejenak, lalu berkata dengan ekspresi agak serius, "Kalau mantan suamimu datang ganggu lagi, langsung kasih tahu aku. Kamu perempuan dan harus menghadapi dia sendirian, aku takut kamu dalam bahaya."Setelah mereka semakin akrab, Jose memang pernah bertanya kenapa Debora datang ke kota kecil yang terpencil seperti ini.Debora sempat terdiam sesaat, tetapi akhirnya memilih untuk menceritakan pernikahannya yang gagal dengan Bravy.Hal-hal itu belum pernah dia ceritakan kepada siapa pun sebelumnya dan Jose adalah orang pertama yang mengetahuinya.Dia juga

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 19

    Bravy mencoba membantah, tetapi saat mencari-cari dalam ingatannya, dia tidak menemukan satu pun bukti untuk menyangkal perkataan Debora."Aku ... aku mencintaimu, Bora. Hanya saja aku sendiri nggak sadar ...."Mendengar kata "cinta", Debora menarik sudut bibirnya dengan penuh sindiran. "Kalau cinta, mana mungkin kamu bahkan nggak ingat hari ulang tahun pernikahan kita?""Kalau cinta, mana mungkin kamu nggak punya sedikit pun kepercayaan padaku?"Setiap pertanyaan itu seperti pisau tajam yang menusuk dada Bravy berulang kali hingga tubuhnya seolah-olah dipenuhi luka berdarah.Di saat itu, akhirnya dia menyadari betapa banyak kesalahan yang sudah dia lakukan. Ekspresi Bravy dipenuhi rasa sakit, sementara matanya bergolak oleh penyesalan yang belum pernah ada sebelumnya."Bora, aku benar-benar tahu aku salah. Meskipun sekarang kamu belum bisa maafin aku, bisa kamu kasih aku satu kesempatan? Aku bersedia nunggu, selama apa pun aku akan menunggu."Masih ada secercah harapan terakhir di mat

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 18

    Setelah mengetahui dari sekretarisnya bahwa Debora membeli tiket menuju Kota Gior, Bravy langsung menyuruh sekretaris membelikan tiket penerbangan tercepat ke sana.Hanya saja, dia lupa bahwa wilayah Kota Gior sangat luas. Hanya mengandalkan satu tiket pesawat saja tidak cukup untuk menentukan lokasi seseorang secara spesifik.Dia mencari selama hampir sepuluh hari di pusat Kota Gior, tetapi tetap tidak melihat sosok familier itu. Sementara itu, urusan perusahaan juga sudah menumpuk terlalu banyak dan benar-benar tidak bisa ditunda lagi.Tidak ada pilihan lain. Dia terpaksa kembali ke ibu kota untuk menangani urusan perusahaan, sambil meminta sekretarisnya menelusuri rekaman CCTV di sepanjang perjalanan guna menemukan keberadaan Debora di Kota Gior.Namun, kota kecil tempat Debora berada sekarang memang sangat terpencil. Butuh hampir 20 hari sampai akhirnya mereka menemukan wanita itu.Saat foto Debora yang sedang berada di toko bunga dikirim ke tangan Bravy, pria yang biasanya selalu

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 17

    Di saat yang sama, di sebuah toko bunga di daerah terpencil Kota Gior.Debora sedang membawa penyiram tanaman dan menyirami bunga-bunga segar yang baru datang hari ini.Cahaya matahari pertama di pagi hari menembus jendela kaca dan menerangi seluruh ruangan.Melihat toko bunga yang semuanya ditata sendiri oleh tangannya, sudut bibir Debora tanpa sadar terangkat membentuk senyum.Setelah menyerahkan surat perjanjian cerai ke pengadilan negeri, dia sudah memutuskan untuk datang ke Kota Gior.Kehidupan di sini terkenal lambat dan santai, cukup untuk membuat orang melupakan semua masalahnya.Sebenarnya sejak dua tahun lalu, dia sudah ingin datang berlibur ke Kota Gior. Namun, setiap kali dia membicarakannya dengan Bravy, pria itu selalu mengatakan perusahaan sedang sibuk dan tidak punya waktu.Saat itu, dia takut mengganggu pekerjaan Bravy, jadi tidak pernah membahasnya lagi. Keinginan itu pun terus tertunda.Namun, setelah Amanda kembali, Bravy justru bisa membatalkan semua jadwal hariann

  • Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan   Bab 16

    Tangan Bravy mengepal begitu erat hingga tulang-tulangnya berderak. Amarah besar pun membara di matanya saat dia menggertakkan gigi dan mengucapkan nama wanita itu. "Amanda ...!"Sejak pergi semalam, Bravy memang belum pulang, jadi Amanda mengobrol dengan sahabatnya di telepon tanpa menahan diri sedikit pun. Dia sama sekali tidak menyangka Bravy akan tiba-tiba pulang, bahkan mendengar semua perkataannya.Wajah Amanda langsung memucat. Dia buru-buru menutup telepon, panik bukan main. Namun, dia masih memegang secercah harapan terakhir. "Bravy, ka ... kapan kamu pulang?"Bravy hampir tidak bisa menahan amarahnya lagi. Seluruh tubuhnya memancarkan aura kelam dan menakutkan. "Aku dengar semua yang baru saja kamu katakan di telepon."Kalau perkataan ibunya semalam masih hanya dugaan, sekarang Amanda sendiri yang mengakui semuanya. Alerginya benar-benar hanya sandiwara untuk menjebak Debora.Namun, saat itu dirinya justru memercayai kebohongannya, salah paham pada Debora, bahkan menyuruhnya

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status