Home / Romansa / Sweet Escape / Khalid's Phone Call

Share

Khalid's Phone Call

Author: Serafina
last update publish date: 2026-10-21 10:12:51

SE 51 – Khalid’s Phone Call

Westminster, London, August. 2019

“Khalid!” Alfred mengerutkan keningnya tidak suka saat melihat Carina tersenyum lebar saat menyapa sahabatnya.

“How are you?” tanya Khalid terdengar khawatir “I’m so sorry. Really... I apologize.”

“Tidak apa-apa, Khalid. Aku baik-baik saja sekarang,” ujar Carina, dia melirik Alfred heran, si Duke itu memandangnya dengan tajam, membuatnya salah tingkah.

“Kamu sudah bertemu dengan Abel?” tanya Khalid lagi.

“Ya, sudah. Terima kasih.”

“S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sweet Escape   I'll Take You Home

    SE 52 – I’ll Take You HomeIndonesian Embassy, London. August, 2019.Bapak Tony, seorang konsulat di Kedutaan Indonesia tidak pernah menyangka kalau akan kedatangan tamu yang tidak biasa. Laki-laki asli Inggris berpakaian formal itu memperkenalkan dirinya sebagai Patrick Fitzgerald. Pengacara.Setelah mengobrol sedikit, Mr. Patrick mengeluarkan dokumen dari tas nya dan menyodorkannya pada Pak Tony “I believe you might want to see this.”Dengan heran campur penasaran, Pak Tony menerima dokumen itu membaca isinya. Dia membelalak kaget “Is this true?”Patrick mengangguk dengan wajah serius “Saya kemari atas permintaan Mr. James Alfred, Duke of Wellington, beliau meminta paspor sementara untuk Nona Carina Firdaus. Bisakah Anda melakukannya dengan cepat?”Pak Tony membaca kembali dokumen yang berada di tangannya “Memang ada laporan orang hilang atas nama Carina. Dia sudah beberapa hari ini dicari oleh polisi dan kami. Terakhir kali dia terlihat keluar dari hotel The Grand di Trafalgar Squa

  • Sweet Escape   Khalid's Phone Call

    SE 51 – Khalid’s Phone CallWestminster, London, August. 2019“Khalid!” Alfred mengerutkan keningnya tidak suka saat melihat Carina tersenyum lebar saat menyapa sahabatnya.“How are you?” tanya Khalid terdengar khawatir “I’m so sorry. Really... I apologize.”“Tidak apa-apa, Khalid. Aku baik-baik saja sekarang,” ujar Carina, dia melirik Alfred heran, si Duke itu memandangnya dengan tajam, membuatnya salah tingkah.“Kamu sudah bertemu dengan Abel?” tanya Khalid lagi.“Ya, sudah. Terima kasih.”“Syukurlah, kalau begitu kamu bisa segera pulang ke Indonesia,” seru Khalid ceria.“Tapi pasporku hilang, kami akan mengurusnya besok.”“Oh, ya. Ya.” Khalid seperti teringat sesuatu “Carina, aku sangat sedih mendengar kamu mengalami kejadian tidak menyenangkan ini, tapi untunglah kamu bertemu dengan Al.”“Ya,” Carina menunduk, memainkan kuku jarinya. Dia merasa kikuk berada di bawah tatapan Alfred yang intens.“Al itu sahabatku. Dia memang orangnya agak aneh, tapi dia baik. Aku jamin dia orang bai

  • Sweet Escape   Everything's Gonna be Alright

    SE 50 – Everything’s Gonna be Alright Westminster Apartment, London. August. 2019 Alfred melirik Carina yang masih terisak. Dia mundur selangkah, tepat berada di belakang kursi Carina. Dia memerhatikan bahu gadis itu yang terguncang-guncang, kedua tangannya sibuk menutupi wajah dan mengusap air matanya.“Carina...” bisik Alfred.Tangis Carina berhenti. Dia menegakkan bahunya dan menarik ingusnya “I’m sorry...”“Are you alright?”Carina mengangguk cepat, tapi kemudian dia mendongak menatap Alfred, bibir dan dagunya bergetar sementara air mata kembali berkumpul di kelopak matanya. Dia menggeleng, tidak bisa menyembunyikan kesedihan hatinya.Alfred mengerutkan kedua alisnya, mendadak dia merasa hatinya terasa pedih. Dia mengepalkan tangannya, ikut menahan emosi yang membuncah dalam dada. Sialan, Frank!Ketukan di pintu mengagetkan mereka.“Come in,” jawab Alfred.Seorang bodyguard yang baru dilihat Carina membuka pintu, dia mengabarkan kalau pengacara Alfred sudah datang dan sedang me

  • Sweet Escape   The Video Call

    SE 49 – The Video CallWestminster Suites, London. August, 2019. “Kakak... Kakak ada di mana? Cepet pulang, liburannya udahan. Ibu gak akan ngijinin kamu maen jauh-jauh lagi! Ayo, buruan pulang, nanti Ibu masak enak!”Carina menoleh kiri-kanan mencari asal suara Ibu. Suaranya terdengar dekat, tapi dia tidak menemukan sosok Ibu.“Ibu!” panggil Carina.“Kakak!”Ada balasan. Carina berlari mencari Ibu, “Ibu! Di mana?”“Ayo, kak. Cepat pulang. Gak usah lama-lama di sana...”“Iya, Bu.” Carina mulai menangis, karena dia tidak bisa melihat Ibu dimana-mana “Aku juga kepengen pulang, aku kangen, Bu....”“Pulang, nak...” suara Ibu kemudian menghilang.Carina terbangun dengan napas terengah-engah. Peluh menetes dari dahinya, tangannya bergetar saat dia menyibakkan rambut yang jatuh menutupi matanya. Carina merasakan pipinya basah oleh air mata, dia menarik napasnya dalam-dalam. Rasa sesak di dadanya tak tertahankan, walau berada di dalam kamar hotel yang mewah, dia tidak merasa nyaman lagi. Dia

  • Sweet Escape   One Hell of a Job

    SE 48 – One Hell of a JobWestminster Suite Apartment, London, August. 2019 Suite yang dipesan Alfred terdapat dua kamar, Carina diberikan salah satunya, sementara Alfred menempati kamar yang paling besar. Carina celingukan bingung “Aku pikir kita tidur di kamar yang berbeda.”“Ini kamar yang berbeda,” jawab Alfred heran, mereka berdiri di ruang tamu suite.“Eh, maksudku, kamar hotel biasa,” ralat Carina, “ada lorong... ada doorbell...”Alfred terkekeh “Ini apartemen suites. Sengaja pesan yang ini untuk memudahkan kita berkomunikasi.”Carina menggigit bibirnya sambil berpikir. “Aku rasa kamu takut aku akan kabur?” tanyanya.Alfred memandang Carina. “Kamu merasa saat ini sedang disandera?” dia balik bertanya.“Hm-hm.” Carina mengangguk.Alfred mengerutkan keningnya dan bersedekap “Aku hanya ingin membuatmu nyaman, that’s all.” “Thank you,” balas Carina jadi tidak enak hati. Walaupun begitu, level kecurigaannya tidak bisa dienyahkan begitu saja. Rentetan kejadian beberapa hari yang la

  • Sweet Escape   I Need You; You Need Me

    SE 47 – I Need You; You Need MeFlight from Aberdeenshire to London, Cavendish Private Jet, August, 2019Perjalanan dari Aberdeenshire menuju London hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Carina terjaga sepanjang perjalanan, dia terus-terusan melongok ke jendela pesawat untuk memastikan keadaan baik-baik saja. Sementara Alfred tidur nyenyak di kursinya.Hanya ada satu pramugara yang melayani, dia menanyakan apakah Carina ingin makan atau minum, yang langsung ditolak oleh gadis itu. Dia masih trauma tidak mau makan makanan dari anak buah Cavendish. Pramugari itu mengangguk dan meninggalkan Carina.Di dalam cabin ada Carina, Alfred, dan dua orang bodyguard yang diperintahkan Frank untuk mengawal mereka. Dua bodyguard itu duduk tegak dengan sikap siap siaga, mereka hanya sesekali minum air dan bicara dengan suara berbisik.Carina tahu kalau dia masih belum sepenuhnya bebas. Bayang-bayang Frank masih mengikutinya. Dia berpikir keras bagaimana caranya untuk lolos dari keadaan ini. Dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status