Home / Male Adult / Swing Partner / BAB 55 – PARA TETUA KELUARGA PETRALIS

Share

BAB 55 – PARA TETUA KELUARGA PETRALIS

Author: Ough See Usi
last update publish date: 2026-07-10 15:00:51

Dia bergabung dengan Orion Petralis di ruang rapat miliknya menjelang pukul 14.00. Beberapa layar monitor tambahan dan kamera di pasang untuk membuat suasana presentasi lebih akrab. Tim multi media dan IT The Esthetic mengubah penampakan ruang meeting yang bersifat formal menjadi terlihat informal. Lorenzo ikut membantu menghubungkan The Esthetic dengan para Tetua Petralis yang tersebar di beberapa negara Eropa.

Dia dan Vera mempersiapkan bahan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Swing Partner   BAB 69 – EVAKUASI

    “PARAMEDICS!” suara Lorenzo memanggil petugas medis dengan lantang, “MAKE WAY FOR PARAMEDICS!”“GESER MOBIL. BERI TEMPAT UNTUK MOBIL DEREK!” suara pria lainnya memberi perintah.“Berapa orang yang terluka terkena kabel dari winch yang putus? Minta ambulans tambahan!”“Helikopter seperti tidak kuat menahan beban!”“MOBIL DEREK. CEPAT!”Suara Banyu terdengar lantang berbicara dalam Bahasa Inggris.“MR. ORION, JANGAN BERGERAK DULU HINGGA MOBIL STABIL!”“AKU TAHU! AKU MASIH MENUNGGU.”“AKU DAN TEMANKU AKAN MEMASANG SLING TAMBAHAN KE HOOK HELIKOPTER.”Banyu menatap ke arah jendela depan mobil. Tersenyum pada kakak sepupunya.“MBAK RANI, JANGAN KHAWATIR. INSYAA ALLAH KITA SEMUA BISA. JANGAN TAKUT YA MBAK. BANYU DAN

  • Swing Partner   BAB 68 – YANG TAK TERDUGA`

    “TOLONG SAYA, PAK…” teriakannya terdengar panik.“Mbak..tolong. Jangan bergerak terlalu banyak. Roda depan mobil Anda menahan badan mobil supaya tidak terjun bebas ke bawah. Tetap tenang sampai bantuan datang!” suara pria lain terdengar.“Mobil-mobil besar tadi kemana? Bapak lihat kan, mobil-mobil boks besar dan trailer yang tadi?”Hening. Suara pria bercakap-cakap heran dengan sesama mereka di dekat mobilnya.“Kami tidak melihat adanya mobil boks besar satu pun, Mbak. Lagipula jalan layang ini tidak diperuntukkan untuk mobil-mobil besar.”“Mobil besar gak boleh lewat sini, Mbak…”“Apa??” dia keheranan, “Mobil yang terbakar di tengah jalan, Avanza hitam, itu mobil pengawal saya, Pak! Mobil mereka ditabrak keras oleh mobil boks di belakang mereka.”Hening. Kemudian

  • Swing Partner   BAB 67 – SERANGAN BERTUBI

    Dia menurunkan kaca jendelanya. Sekuat tenaga berteriak meminta tolong ke orang-orang yang berada di jalur berlawanan. Badannya dijulurkan keluar dari badan mobil. Kedua tangannya dilambai-lambaikan ke arah mereka. Suaranya pecah tetapi ia terus berteriak seperti orang gila.Perhatian orang-orang di jalur lawan arah masih terfokus kepada mobil yang terbakar di tengah jalan. Suaranya teredam oleh suara deru mesin mobil-mobil besar. Dia menoleh ke belakang. Sebuah mobil boks besar merayap perlahan menyejajari mobilnya. Menutup pandangan orang-orang dari jalur sebelah ke arah mobilnya.Harapannya pupus.Pria di kabin depan mobil besar itu menatapnya sambil tertawa.“Wuihhhh. Bening banget, Cok! Jancok edan tenan! Ayu ne…”Dia ketakutan. Dengan cepat menarik tubuhnya ke dalam mobil. Dia menaikkan kaca mobilnya dengan panik.&ldquo

  • Swing Partner   BAB 66 – NO WAY OUT

    Sudah dua hari sejak peristiwa itu, dia tidak menerima telepon ataupun pesan dari Orion Petralis. Dia terlihat begitu sibuk ataupun berusaha terlihat sibuk seolah sedang mengalihkan pikirannya kepada pekerjaannya. Siang ini, Vera memberitahu ada email dari keluarga Petralis tetapi bukan dari Orion. Brisia Petralis, adik Orion yang memesan satu set perhiasan dengan tema musim panas. Dan dia meminta untuk berkomunikasi langsung dengannya. Sayangnya, jadwalnya sudah padat hingga lusa nanti. “Buatkan jadwal untuknya setelah lusa. Sesuaikan saja dengan jadwal Nona Petralis,” nada suaranya terdengar formal.Vera menatap bosnya. Lalu menganggukkan kepala. Dia tidak mungkin menceritakan hal ini kepada Tuan Lintang karena Tuan Lintang sedang dalam perjalanan menuju Milan. Ada hal yang harus ditangani sendiri di sana selama tiga hari.Siang itu, dia menuju Paragon Persada. Kak Ishaak sudah menunggunya di teras lobby. Bahkan yang membukakan pintu mobilnya adalah Kak Ishaak sendiri.“Kamu baik-

  • Swing Partner   BAB 65 – SUAPAN LINTANG

    Lintang langsung mengakhiri panggilan video dari Orion begitu melihat kakak sepupunya bergerak membalikkan tubuhnya ke arahnya. Stoples pilus yang ada dalam dekapannya terguling begitu saja di atas karpet tebal. Untutng tidak pecah.Lintang gegas mengambil stoples yang berhenti bergulir karena tertahan kaki meja kopi. Dia duduk di sofa samping tempat kakak sepupunya tertidur.Kakak sepupunya bergumam. Sesuatu yang tidak jelas. Tapi terdengar “Bodoh!”Alis Lintang naik sebelah. Kakinya disilangkan. Dia masih mengamati kakak sepupunya dengan diam. Tidak biasanya kakak sepupunya merutuki dirinya sendiri.“Eh?” dia terkejut menatap adik sepupunya yang sedang duduk sambil menyilangkan kakinya, “Sedang apa?”“Sedang mengamati Mbak Rani tidur siang,” Lintang berdiri mengambil box makan siang milik kakak sepu

  • Swing Partner   BAB 64 – STOPLES PIL PENAMBAH SEMANGAT

    Lintang membuka kotak makan siang kakak sepupunya yang masih belum tersentuh sama sekali. Makanannya sudah dingin. Tetapi masih sangat layak untuk dimakan. Dan tampilannya masih menggugah selera.Dia menggelengkan kepala lalu menatap sofa. Kakak sepupunya tertidur sambil memeluk stoples cemilan yang sering ia lihat dulu di rumah Om Bagas dan Tante Yumna. Bahkan ia juga melihat cemilan berisi bulat-bulat putih kecil berhiaskan potongan daun kucai di rumah Om Janu dan Tante Desi. Kata Kak Ishaak, cemilan itu adalah pil penambah semangat milik kakak sepupunya itu.Vera menghubunginya saat melihat ada yang tidak beres pada kakak sepupunya. Untuk itu ia kemari. Langsung dari Prisma Glass setelah meeting besar usai ke The Esthetic Jewelry.Tangannya mencoba mengambil stoples cemilan yang masih dipeluk kakak sepupunya itu. Perlahan, menariknya ke bawah. Tapi siapa sangka, kakak se

  • Swing Partner   BAB 35 – DEEP TALK

    Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan sant

  • Swing Partner   BAB 19 – MEREKA TERLIBAT

    Rekaman CCTV dimulai saat Kak Ishaak menyerang Aldi. Audionya terdengar jelas. Mereka menonton bersama. Minus Mbak Anggita yang pulang duluan. .  Semua yang diucapkan dirinya melalui hipnotis yang dilakukan oleh Dokter Sita benar adanya. Hal yang tidak pernah ia tahu

  • Swing Partner   BAB 7 – HARI YANG SEMPURNA

    Meeting berjalan lancar. Klien sangat menyukai desain-desain dari para desainer The Esthetic Jewelry. Mereka bahkan meminta tambahan perhiasan di luar pesanan mereka dengan bahan mutiara laut asli Indonesia.Rasa mual yang dirasakan olehnya saat di lift tadi mendadak

  • Swing Partner   BAB 6 – FIGHT BACK!

    Kak Ishaak menghubunginya begitu ia sampai di kantor. Dia bergegas ke ruangannya. Mengabaikan Cherryl yang baru keluar dari ruangan Mas Aldi dengan rok pendek dan tabrak corak yang menyakitkan mata untuk dilihat. “Kak Ishaak…,” suaranya tercekat, “Ma’af. Ma’afka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status