Home / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 95 Analisa Tajam Sang Ratu

Share

Bab 95 Analisa Tajam Sang Ratu

Author: Purplelove77
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-29 08:46:54

"Aku mendengar semuanya dari balik tirai," ucapnya pelan namun tegas. "Jawabannya memang rapi, Wang Ming. Tapi perhatikan satu hal. Ia menyebutkan surat perintah dengan tanda tangan dan cap pribadi Kasim Liang. Padahal Kasim Liang tidak pernah menggunakan cap pribadi untuk perintah pergantian penjaga biasa. Itu hanya digunakan untuk perintah resmi tingkat tinggi."

Wang Ming tersentak, matanya langsung melebar seakan baru saja disadarkan dari kabut tebal. Ia menepuk meja keras, wajahnya berubah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 101 Hukuman Dari Raja Wang Ming

    "Yang Mulia, jangan gelisah lagi. Hamba yakin itu sebuah rekayasa, untuk melemahkan yang Mulia.""Tulisan itu masih menggunakan tinta baru dan madihbtercium bau tinta yang dipakai. Tinta itu hanya ada di Kediaman Ibu Suri Rong Yue. Bau tinta itu sangat familiar seperti catatan yang telah Yang Mulia baca tentang Wu Chen." Raja Wang Ming yang duduk di sebelah Li Jing, kembali menatap tajam ke arah istrinya. "Kaun sungguh cerdas istriku, kau dengan cepat selalu bisa menganalisa setiap kejadian." " Itu sudah tugas Hamba Yang Mulia, Hamba hanya membantu Yang Mulia saja. Jadi, Yang Mulia jangan mudah terpengaruh lagi. Hamba yakin tidak ada hubungannya dengan pengikut setia Raja terdahulu. Hamba yakin, itu adalah jebakan mereka supaya kita lengah dan mencari jejak palsu yang sengaja ditinggalkan supaya kita terkecoh," lanjut Li Jing menyakinkan Raja Wang Ming tentang konspirasi tak biasa yang sekarang mereka hadapi. " Jadi mereka sengaja mau membuat aku sibuk mencari tahu tentang nama pal

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 100 Nama Yang Sangat Mencurigakan

    Raja Wang Ming tak terguncang sedikit pun mendengar teriakan itu. Ia hanya menatap punggung wanita itu yang menghilang di antara barisan prajurit dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu berbalik perlahan menghadap Ratu Li Jing. Wajahnya yang tadinya dingin dan mengerikan perlahan melembut kembali, matanya penuh rasa syukur dan kehangatan yang mendalam. Ia meraih kedua tangan istrinya erat di dalam genggamannya. "Hari ini kita bertahan, istriku," ucapnya pelan namun penuh makna yang dalam dan lega yang baru saja terlepas dari dadanya. "Badai terbesar akhirnya berlalu." Raja Wang Ming memeluk wanita yang dia abaikan di kehidupan lamanya namun kini malah menjadi penolong yang selalu ada untuknya, dengan segala caranya yang tak pernah Raja Wang Ming tahu selama ini. Hanya untuk Kerajaan Langit dan rakyatnya. Li Jing tersenyum lembut, menyentuh pipi suaminya dengan penuh kasih sayang dan ketenangan yang kembali menyelimuti hatinya. "Badai berlalu, tapi langit belum sepenuhnya cera

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 99 Ancaman Selir Mei Ling

    Wang Ming tak mundur sejengkal pun, matanya tak berkedip sedikit pun mendengar ancaman itu. Justru sudut bibirnya terangkat membentuk senyum dingin yang membuat darah siapa pun yang melihatnya terasa membeku. Ia berdiri tegak di hadapan pasukannya, tangan kanannya mencengkeram gagang pedang erat namun tenang, tak ada getar ketakutan sedikit pun. "Kau kira aku akan membiarkan bahaya sebesar itu berdiam di bawah kakiku tanpa aku ketahui?" suaranya bergema tegas dan jernih, menembang ke seluruh penjuru halaman kediaman. "Sebelum kau sempat menyembunyikan serbuk mesiu pertama, mataku sudah melihat setiap butirnya. Sebelum kau menyuruh orang meletakkan sumbu pertama, tanganku sudah memotong setiap jalur sumbu itu sampai ke akarnya." Mei Ling yang sejak tadi mengintai di persembunyian dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang langsung membeku di tempat. Wajah pucat seketika, matanya membelalak tak percaya. Bong An di tempatnya berdiri mulai ikut terhuyung mundur selangkah, keringat d

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 98 Ancaman Perdana Menteri Bong An

    Kasim Liang berdiri tegak, kepalanya terangkat, matanya menyala penuh tekad yang membara. Ia menepuk dadanya dengan kepalan tangan erat, suaranya rendah namun bergema penuh kesungguhan."Hamba bersumpah demi nyawa Hamba dan leluhur Hamba, Yang Mulia. Hamba akan membasmi noda pengkhianatan yang menempel pada nama Hamba, atau mati mencobanya. Perintahkan, maka Hamba akan menjalankan sekarang juga."Wang Ming meletakkan tangan berat di bahunya, tatapannya tajam namun hangat penuh kepercayaan yang pulih sepenuhnya. "Bagus. Dengarkan baik-baik. Malam ini kau bawa sepuluh pengawal paling tepercaya, diam-diam bebaskan Lie Kwang. Bawa dia ke ruang rahasia bawah tanah tanpa ada satu pun yang tahu. Jangan tinggalkan jejak. Jangan beri tahu siapa pun, bahkan pengawal yang kau bawa sekalipun, sampai tiba di sana.""Baik, Yang Mulia," jawab Kasim Liang hormat lalu berbalik bergegas pergi, langkah kakinya cepat dan ringan seakan beban berat baru saja terangkat dari pundaknya.Wang Ming berbalik men

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 97 Ujian Kesetiaan untuk Kasim Liang

    Di ruangan lain, Wang Ming masih berdiri tegak di tengah ruangan, berkas bukti tentang Bong An digenggam erat di tangan kanannya. Wajahnya serius dan dingin, tak ada sedikit pun keraguan yang tersisa di sana. Li Jing berdiri di hadapannya, tatapannya tegas dan siap, tak ada rasa takut walau bahaya sudah berdiri tepat di depan pintu. "Tiga hari," ulang Wang Ming pelan namun tegas, suaranya terukur dan mantap. "Dalam tiga hari mereka akan bergerak. Kita harus menyelesaikan semuanya sebelum matahari terbit di hari keempat." Li Jing melangkah mendekat, tangannya menumpu di dada bidang suaminya, menatapnya lekat-lekat. "Langkah apa yang akan Yang Mulia ambil pertama kali?" "Malam ini juga aku akan membebaskan Lie Kwang," jawab Wang Ming cepat dan pasti. "Bukan secara terbuka, tapi diam-diam. Dia akan memimpin pasukan setia untuk mengepung kediaman Bong An tanpa memberi tahu siapa pun di luar lingkaran kepercayaan kita. Kasim Liang akan tetap dalam pengawasan, tapi aku akan memberitahuka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 96 Jejak di dalam Catatan Lama

    Raja Wang Ming duduk di ruang arsip tertutup, cahaya lilin menyala redup di sisi meja tumpukan berkas debu. Padahal fajar kelabu baru saja akan menyingsing. Namun Raja Wang Ming tak dapat memejamkan mata barang sedetik pun. Pikirannya melayang ke teka teki dan kabut dalam kejadian beruntun yang telah dia hadapi terakhir ini. Wang Ming kembali membuka lembar demi lembar catatan penerimaan pengawal baru, jari telunjuknya bergerak lambat dan teliti di atas setiap nama, setiap tanggal, setiap tanda tangan yang tertera. Li Jing berdiri diam di samping pintu, mengawasi lorong luar dengan tatapan waspada, tak ada satu pun yang boleh mendekat tanpa ia ketahui. "Ini dia," bisik Wang Ming pelan, jarinya berhenti di baris nama Wu Chen. Matanya meneliti kolom rekomendasi, dan di sana tertulis jelas nama Kasim Liang, namun ada satu catatan kecil di sudut bawah yang hampir tak terlihat. "Lihat ini. Di samping tanda tangan Kasim Liang ada cap kecil tambahan. Cap yang jarang dipakai, milik bagian

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 6 Kecurigaan Raja

    “Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

    Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status