LOGINSasha Wijaya, seorang mahasiswa yang percaya bahwa cinta tidak bisa diatur, terkejut saat diberitahu oleh ayahnya bahwa dia dijodohkan dengan Prof. Aditya, seorang dosen senior yang terkenal akan ketegasannya. Pertemuan pertama mereka di sebuah kegiatan kampus tidak berjalan mulus, dengan keduanya saling tidak menyukai. Namun, seiring berjalannya waktu, Sasha dan Prof. Aditya mulai menemukan kesamaan di antara mereka dan perasaan mereka mulai berubah. Konflik muncul ketika hubungan mereka terungkap, menghadapi penolakan dari pihak universitas dan lingkungan sekitar. Akankah Sasha dan Prof. Aditya mampu melewati semua rintangan dan menjaga cinta mereka tetap bersinar?
View MoreHening.Keduanya memilih bungkam. Suasana di antara mereka terasa tegang. Raffi menatap Sasha intens, matanya menyiratkan seribu pertanyaan dan kekhawatiran yang ia pendam. Sasha menunduk, menghindari tatapan itu, merasa seperti tertangkap basah melakukan kesalahan besar.Alya, yang baru bergabung, ikut merasakan ketegangan di udara. Ia bingung melihat tingkah aneh kedua temannya. Biasanya, mereka selalu ceria dan penuh canda tawa. Tapi, hari ini, ada sesuatu yang berbeda."Kalian kenapa, sih?" Alya bertanya, memecah keheningan yang mencekam. Matanya melirik mereka bergantian, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. "Terus, bukannya kamu pergi sama Pak Arkan? Kok ada di sini? Gak jadi makan siang bareng?""Kamu tahu Sasha mau pergi sama dosen baru itu?" Raffi langsung menyambar. Ia menoleh ke Alya dengan tatapan menusuk, seolah menyalahkannya atas situasi ini. "Kenapa kamu biarin? Sasha itu mahasiswi, dan dia dosen. Kalau ada yang lihat, bisa jadi bahan gosip!"Alya terdiam, bingung ba
Jantung Sasha berdebar tak terkendali, iramanya mengalahkan genderang perang, seolah ia tengah menghadapi komite sidang yang siap menguliti setiap argumennya. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan kegugupan yang mulai menjalar, mewarnai pipinya dengan semburat merah muda."Alya, awas saja kamu!" gerutunya dalam hati, berusaha keras untuk tidak menyalahkan sahabatnya. Namun, kekesalan tetaplah kekesalan, bagai duri kecil yang menusuk-nusuk relung hatinya."Tenang saja, Sa. Saya tidak akan memangsa Anda," suara Arkan menyapa indranya, bagai oase di padang pasir, menenangkan dan lembut. "Saya juga tidak berniat menjatuhkan hukuman atau sanksi apa pun. Sebagai gantinya, izinkan saya mentraktir kamu makan siang hari ini dan seterusnya juga menemani makan. Anggap saja ini kompensasi atas kerahasiaan yang saya jaga."Sasha mengangkat alis, sorot matanya menyipit, menelisik ketulusan di balik tawaran itu. "Hanya itu?" tanyanya, nada suaranya sarat keraguan.Arkan tertawa kecil, mer
"Aku brengsek. Sungguh, aku brengsek!"Kalimat itu pecah dari bibir Aditya, nyaris tak terdengar. Sebuah tetes air mata meluncur, membasahi gundukan tanah merah di hadapannya. Seperti ritual, ia selalu membawa sebuket bunga matahari, kesukaan Mira.Jemari Aditya mengusap lembut ukiran nama 'Mira Anasari' di batu nisan. Senyum pahit terukir di bibirnya, hatinya mencelos. Bayangan masa lalu yang kelam, terutama setelah kemunculan Arkan, kembali menghantui, mengaburkan akal sehatnya atas kesalahan bertahun-tahun silam.Napas berat meluncur dari dadanya, jemarinya menyeka sudut mata yang basah. "Aku sudah menikah dengan Sasha," bisiknya, suaranya tercekat. "Maaf, aku gagal mewujudkan impianmu melihatku bersanding dengan seorang istri."Setiap kata terasa seperti duri yang menusuk kerongkongannya. Ia memejamkan mata sejenak, menelan kepahitan, lalu berbalik, meninggalkan tempat itu.Udara di pemakaman terasa semakin menyesakkan, mengoyak jiwanya. Tubuhnya bergetar, mendesak untuk segera pe
Wajah Sasha memerah, panas menjalar hingga ke telinga saat tatapan mereka bertemu. Dengan gerakan canggung, ia bangkit perlahan dari posisi terjatuh. Pria di hadapannya ikut berdiri, ekspresinya datar tak terbaca, namun seulas senyum tipis tersungging di sudut bibirnya, lebih mirip seringai yang mengusik. "Kamu nggak apa-apa, kan?" tanya pria itu, suaranya tenang. Sasha menyipitkan mata, meneliti. Pria ini asing, benar-benar tak familiar. Sepertinya ia baru pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini, atau setidaknya, di area ini. Aura formalitasnya terlalu kentara, tidak seperti mahasiswa kebanyakan. "Saya nggak apa-apa, Om. Lain kali, tolong lebih hati-hati," Sasha berusaha terdengar tegas, "Saya permisi dulu." Ia melangkah, buru-buru ingin menjauh dari situasi canggung ini. Namun, baru dua langkah, sebuah sentuhan lembut namun tak terduga menghentikan pergerakannya. Pergelangan tangannya digenggam. Sasha menoleh, matanya langsung terpaku pada jemari yang melingkar di kulitnya.
"Setelah lulus kuliah nanti, aku pengen jadi rektor dan kamu jadi dosennya, gimana?" tanyanya begitu bahagia. Senyum yang menghiasi wajah Mira terlihat begitu indah, membuatnya tanpa sadar ikut tersenyum bahagia. Bahkan, angin seolah tahu ada sosok bidadari di hadapannya hingga membuat rambutnya
"Prof, sakit, kah?" ulang Sasha yang tak diberi jawaban.Aditya langsung terkejut mendengarnya. Tubuhnya langsung bergetar dengan kaki yang seperti ingin roboh. Aneh, hari ini dirinya begitu aneh.Atmosfer ruangan mendadak menjadi hening karena Aditya tak bisa menjawab sama sekali. Tubuhnya terliha
Tubuhnya membeku, setiap ototnya menegang. Aditya kehilangan kata-kata, matanya hanya mampu menyampaikan permohonan. Raut wajahnya yang putus asa, menggantikan wajah dinginnya yang dulu."Setelah membunuh Mira, kau di sini tertawa, menikah seolah tak terjadi apa-apa? Di mana hatimu?!" desis Arkan.
"Pria itu? Raffi maksudnya?"Pertanyaan itu tergambar jelas di benak Sasha. Ia sudah menjawabnya, pria itu yang mana maksudnya? Namun, tak ada balasan apapun hingga jadwal kampus sudah usai begitu saja. "Apa sih, maksud dia itu?" gumam Sasha kembali. Tangannya terangkat, menyentuh Coffee late yang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.