Share

TAS 295

last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-20 23:58:51

Pelukan itu berlangsung cukup lama. Begitu lama sampai aku hampir lupa telah menahan napas cukup lama.

Aku bisa mendengar detak jantung Sam dari balik stelannya. Teratur. Tenang. Sangat berbeda dengan jantungku yang sejak tadi seperti ingin meloncat keluar dari dada.

Tangannya melingkar erat di pinggangku, sementara pipiku menempel di dadanya. Aroma parfum dan tubuh pria itu memenuhi indra penciumanku, membuat pikiranku perlahan kosong.

Aneh sekali.

Padahal beberapa minggu lalu kami masih sama
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 301

    Suara hak sepatu tinggi berdetak nyaring memasuki ruang makan.Semua kepala spontan menoleh ke arah pintu masuk. Ekspresi-ekspresi hangat tadi seketika berubah jadi raut keterkejutan.Cindy muncul tepat ketika suasana makan malam memasuki waktu puncak. Wanita itu berdiri anggun dalam gaun biru turqouis gelap yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Rambut panjangnya ditata rapi. Bibirnya tersenyum tipis, meski matanya menyiratkan sesuatu yang tajam.“Wah,” ucapnya sambil melepas sarung tangan perlahan. “Makan malam keluarga sebesar ini ternyata benar-benar meriah.”Nada suaranya terdengar ringan, namun sindiran di dalamnya terlalu jelas untuk diabaikan.“Aku minta maaf terlambat datang,” lanjutnya sambil melangkah mendekat ke meja makan. “Ada banyak urusan yang harus kuselesaikan. Tapi yang penting sekarang aku sudah ada di sini.”Aku refleks menoleh ke arah Nyonya Miranda. Namun wanita tua itu justru menggeleng kecil padaku. Seolah memberi tahu bahwa kedatangan Cindy di luar rencan

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 300

    “Ternyata...” katanya pelan sambil menyandarkan tubuh ke kursi, “kau cukup mahir untuk hal seperti ini.”Aku langsung berkedip bingung.“Itu pujian?”Max mengendikkan bahu. “Anggap saja begitu,”Aku mendengus pelan. Menahan senyum lega.Max kembali melihat foto-foto itu beberapa detik sebelum akhirnya mengembalikan ponselku.“Kirim semua itu ke nomorku. Tugasmu sudah selesai." Nada suaranya kini kembali santai. “Selanjutnya serahkan saja padaku. Akan kuberitahu kalau ada hal penting. Tapi untuk sekarang, fokus saja pada urusanmu.”"Itu saja?" tanyaku bingung. Kupikir dia akan memberitahuku rencana selanjutnya, karena itu aku buru-buru menemuinya langsung. Tapi pria ini tampaknya sengaja tak mau melibatkanku lebih jauh. "Ya, kenapa?""Aku belum membuktikan padamu kalau Sam tidak terlibat dengan urusan Cindy.""Kau sangat yakin.""Aku percaya padanya. Dia tak akan melakukan sesuatu yang salah."Max tersenyum kecut."Kalau dia punya prinsip seperti itu, dia tak akan mengkhianati pernika

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 299

    Aku menoleh panik ke arah pintu kamar. Masih tertutup rapat. Sementara bunyi tadi terus meraung. Dengan cepat kukeluarkan ponselku dari saku blazer dan mematikannya. Kembali hening. Aku menghembuskan napas dengan keras. Rasanya jantungku hampir copot. Kupikir sudah ketahuan. Aku kembali mengecek di belakang lukisan tadi. Kosong. Hanya dinding rata. Mataku beralih pada layar ponsel."Untuk apa Max menghubungiku sekarang?" gumamku cemas. Aku tak memberitahunya rencanaku ke sini. Atau mungkin, sopir memberitahunya sesuatu?Aku kelabakan menuju pintu keluar saat ekor mataku menangkap lorong lain. Ruangan di belakang kamar mandi.Langkahku kembali berubah arah. Penasaran. Aku masuk ke sana dan menemukan ruang ganti yang cukup luas. Ada banyak pakaian hingga sepatu. Beberapa tas branded bergeser rapi dalam etalase seperti di toko.Aku berdecih tak suka. "Dia pasti sangat menikmati kemewahan ini sampai tak mau bercerai." Selanjutnya, langkahku beralih ke meja bagian tengah ruangan yan

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 298

    "Ada apa, Nyonya?" tanyaku pura-pura bingung dengan reaksinya. Nyonya Miranda langsung mencondongkan tubuh ke arahku. “Audrey,” bisiknya pelan. “Bisakah kita tidak membahas itu?”Aku sedikit tertegun melihat perubahan ekspresinya. Tatapan Nyonya Miranda tampak berbeda sekarang. Tidak nyaman. Bahkan seperti menyimpan ketakutan kecil yang sengaja ditekan.“Itu salah satu aib keluarga yang sebaiknya dikubur saja,” lanjutnya lirih.Aku menatapnya beberapa detik. Lalu akhirnya mengangguk patuh.“Oh, iya, Nyonya. Maaf.”Aku memang penasaran. Namun dari reaksinya saja aku sudah mendapatkan jawaban yang cukup jelas. Ada sesuatu yang disembunyikan keluarga Arsen soal Cindy.Aku tidak mendesaknya lagi. Sebaliknya, aku langsung mengganti topik pembicaraan.“Jadi... makan malam besok akan seperti apa?”Wajah Nyonya Miranda langsung berubah cerah lagi. Seolah lega karena aku tak terus mengejarnya dengan pertanyaan tadi.“Aku mengundang seluruh keluarga inti.”Aku mengangkat alis kecil.“Seluruh k

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 297

    Mulai saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk membalas semua kekejaman Cindy.Aku makin masif menarik perhatian keluarga Arsen. Hingga Max beberapa kali memperingatkanku untuk bergerak lebih pelan dan hati-hati. Namun semakin lama berada di tengah keluarga itu, semakin aku sadar bahwa kedekatan mereka bisa menjadi senjata terkuatku melawan Cindy.Dan mungkin...sedikit tempat aman bagi hatiku sendiri.Hari itu aku sedang membantu Nyonya Miranda memilih beberapa contoh material interior untuk gallery ketika wanita itu tiba-tiba berkata santai,“Besok malam kita akan mengadakan makan malam spesial.”Aku mengangkat wajah dari tablet di tanganku.“Makan malam?”Nyonya Miranda mengangguk antusias.“Karena pembangunan gallery akan mulai minggu depan.” Senyumnya melebar bangga. “Akhirnya itu betul-betul akan terwujud. Terima kasih, Audrey."Wanita tua itu menepuk ringan tanganku. Aku ikut tersenyum kecil melihat semangatnya.Selama beberapa minggu terakhir, dia memang terlihat jauh

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 296

    “Biar aku yang mengurusnya,” ucapku mantap.Sopir menatapku tak percaya lewat kaca spion tengah. Wajah pria itu jelas menunjukkan penolakan. Mungkin dia takut sesuatu terjadi padaku. Mungkin juga dia takut dimarahi Max kalau sampai gagal menjagaku.Namun saat ini aku terlalu kesal untuk bersembunyi di dalam mobil seperti pengecut.Sementara di luar sana, Cindy masih berdiri menunggu. Tatapannya seolah mengatakan bahwa dia tidak akan pergi sebelum mendapat apa yang diinginkannya.Dia mengetuk kaca lagi. Lebih keras kali ini.Tok! Tok! Tok!“Nona...” bisik sopir dengan suara semakin cemas.Tapi aku sudah terlanjur membuka pintu mobil dengan gerakan cepat lalu membantingnya cukup keras, hingga mengejutkan Cindy.Angin sore langsung menerpa wajahku. Jalanan di sekitar kami tidak terlalu ramai, tetapi beberapa kendaraan tetap melintas sesekali. Tatapan orang-orang mulai mengarah pada kami karena posisi mobil Cindy memang sengaja melintang menghalangi jalan.“Ada apa?” tanyaku lebih dulu de

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 155

    Kesadaran tentang rumitnya hubungan kami bertiga membuat pria itu bungkam. “Aku tidak sanggup, Sam...,” lanjutku lirih. “Aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya. Kau benar, Kita tak bisa melukainya lagi.” Tidak saat aku tahu betapa malang hidupnya sejak dari awal. Keheningan jatuh di antara kami

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 154

    Ekspresi terkejutku perlahan berganti menjadi senyum sumringah.Yang kunanti-nanti akhirnya pulang juga. Dia muncul seperti adegan klise dalam drama romantis, lengkap dengan buket bunga yang pastinya dia pilih dengan penuh pertimbangan.“Jangan terlalu cepat selesai, aku belum siap ditinggalkan.” W

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 153

    Sam sempat meletakkan ponselnya kembali ke meja. Jelas dia berniat mengabaikan panggilan tersebut. Aku menatapnya, ragu, lalu menarik napas pelan.“Kenapa tidak kau angkat?” tanyaku hati-hati.Sam menoleh. Sorot matanya lembut, tapi ada beban di sana. “Nanti saja. Aku akan menghubunginya setelah in

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 152

    Aku menggigit bibir, masih bimbang di ambang pintu kamar mandi.Uap panas yang kian menebal, membuat pikiranku makin keruh. Kurapatkan jubah mandi yang masih kukenakan sejak semalam. Bayangan bahu lebar itu bergerak, lalu tiba-tiba Sam berbalik setengah badan. Suaranya terdengar jelas di balik geme

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status