แชร์

Menikmatinya Perlahan

ผู้เขียน: DityaR
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-24 11:00:29

Ia mengusap pipi Yesica dengan lembut. Gadis itu menyandarkan wajahnya pada telapak tangan Andree. Usapan itu bergerak turun ke leher, dilakukan hati-hati agar tidak menyentuh bagian yang masih memar dan sakit.

“Malam ini, aku izinin kamu puas kapan aja. Gak usah minta izin dulu ke aku,” ujar Andree.

Ujung jarinya menyentuh sisi payudara Yesica. Gadis itu langsung menarik napas panjang dan kedua putingnya menegang keras. Andree meremas perlahan, dan erangan lembut ke
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Launch dengan Hayes

    Pintu berbunyi saat seseorang memasukkan kartu akses. Mereka semua langsung menegakkan tubuh dan menunggu. Andree masuk ke kamar lalu meletakkan kantong belanja di atas meja."Kenapa kalian masih bangun?" Andree melintasi kamar menuju Yessica."Kami menunggumu." Yessica mengulurkan bourbon yang nyaris belum tersentuh kepadanya, dan Andree mengambilnya lalu menenggak isinya sampai habis.Setelah meletakkan gelas di meja kecil, Andree membungkuk dan mengangkat Yessica ke dalam pelukannya seperti menggendong pengantin. Yessica melingkarkan tangan di lehernya dan memberinya tatapan lembut penuh kerinduan. Andree mengangkat satu alis ke arah Stefan."Sebelah mana, Bos?"Tatapan Yessica beralih kepada Stefan, membuat jantungnya berdebar. Stefan berdiri dan mengangguk ke arah kamar utama. Andree berjalan ke sana. Kairo dan Giancha mengikuti mereka. Mereka punya empat kamar, tetapi mereka akan mencari cara untuk berbagi satu tempat tidur.

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Menanti Andree

    Seorang wanita berjalan menghampiri Yessica sambil membawa selimut. Mereka berbicara sebentar sebelum Kairo mengambil selimut itu dan membantu Yessica membungkus tubuhnya.Alarm tadi memaksa mereka keluar melalui pintu belakang yang hanya diketahui sedikit orang. Akses menuju tangga itu juga terbatas.Apakah semua ini adalah upaya untuk mendekati Yessica lagi? Atau hanya untuk membuatnya panik?"Aku akan menyelidikinya. Aku harus kembali."Petugas Zulfikar kembali untuk membantu mengoordinasikan para polisi. Bisa saja seseorang mencoba masuk ke sistem mereka. Gedung itu dikunci selama akhir pekan untuk membatasi akses. Mereka perlu memeriksa ulang catatan siapa saja yang masuk atau mencoba masuk.Giancha bergabung dengan Stefan. Tatapannya mengikuti Petugas Zulfikar."Apa itu tadi?""Yessica melihat seseorang pergi ke sisi gedung."Giancha menatap ke arah tersebut dan menyipitkan mata. "Penguntitnya atau ma

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Jebakan

    "Kalian mengira ini alarm palsu?"Yessica tidak mencium bau asap. Beberapa saat lalu mereka masih berada di dapur. Semuanya dalam keadaan mati."Kita tidak akan tahu sampai kita keluar dan memastikan semua orang aman." Giancha kembali menuruni tangga. "Aku akan memeriksa sistem setelah kita tahu situasinya aman."Ketika tiba di lantai dasar, Yessica sudah kehabisan napas dan membutuhkan waktu sejenak. Giancha membuka pintu yang mengarah ke bagian belakang gedung."Ayo."Yessica menghirup udara segar saat keluar dan melihat sekeliling. Hampir tengah malam. Lampu-lampu di belakang gedung saling bertumpuk, tetapi cahayanya masih berusaha melawan kegelapan yang terasa menekan mereka.Kairo menarik Yessica ke sisinya, sementara tangan Andree melepaskan genggamannya. Tatapan mata gelap Andree memberinya rasa aman, tetapi pria itu menjauh darinya.Yessica merinding ketika Kairo membungkuk mendekati telinganya.

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Kebakaran

    "Kecuali kamu mau melakukan sesuatu yang lain." Kairo melirik ke belakang sesaat sebelum mendekat. "Apa pun yang kamu mau, Sayang. Aku selalu senang melayaninya."Yessica tersenyum kepadanya, tetapi Stefan benar. Bagian bawah tubuhnya terasa sakit, sensitif, dan berantakan. Mereka bisa beristirahat satu malam."Mungkin di malam kita.""Hmm."Jari-jari Kairo menggoda pinggul Yessica, memainkan ujung celana dalamnya dan menariknya sedikit hingga menekan tubuh Yessica. Tatapan Kairo terkunci pada mata Yessica. Ia menundukkan kepala hingga bibirnya berada di dekat telinga Yessica saat berbicara."Apa pun yang kamu mau. Mau jadi pelacur nakalku? Atau mungkin kamu mau aku jadi bad boy-mu?"Rasa merinding menjalar di sepanjang tulang belakang Yessica. Ia bersandar pada Kairo, mendambakan kehangatan dan sentuhannya."Kita putuskan nanti."Kairo memutar kepala dan bibirnya menyentuh pergelangan tangan Yessica, mengirimka

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Tidak untuk Malam Ini

    Ada rasa senang yang langsung muncul dalam diri Yessica, mengetahui Stefan akan memerintah dan mengendalikannya. Ia sangat menginginkan hal itu. Yessica mencintai kemandiriannya, tetapi menyerahkan kendali kepada Stefan memberinya sesuatu yang tidak pernah ia tahu ternyata ia butuhkan. Dengan senang hati, ia berdiri. "Angkat tangan." Stefan berhenti tepat di depannya. Yessica mengangkat kedua tangan dan Stefan menarik kausnya melewati kepala. Saat ia mulai menurunkan tangan, Stefan memberinya tatapan peringatan. Yessica segera meluruskannya kembali sambil tersenyum kecil. "Bagaimana kram perutmu?" Jari-jari Stefan menelusuri perut Yessica di atas celana jeans yang dipakainya sejak tadi. Sentuhan ringan itu membuat tubuh Yessica bergetar. "Obat pereda nyeri dan rasa hangatnya bekerja." Napas Yessica tercekat ketika jari-jari Stefan menggelitik sisi tubuhnya se

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Me Time

    "Saudara laki-laki Marry tidak sadarkan diri. Dia harus membawanya ke rumah sakit." Giancha berdeham. "Bagus Yessica ada di sana untuk menemaninya." Tatapan Yessica terangkat ke arah Giancha, tetapi Giancha tetap memusatkan perhatian pada Andree. Jari-jari Yessica menggenggam tangan Giancha lebih erat. "Bagus." Andree mengangguk, lalu menunjuk ke arah ruang rapat. "Kalau begitu, ayo bekerja." "Ayo," kata Giancha dengan suara serak sambil berjalan bersama Yessica menuju ruang rapat. Stefan mengangkat pandangan saat mereka masuk. Ketegangan di bahunya langsung mereda begitu melihat Yessica. "Yessica, kamu bisa mengerjakan berkas-berkas ini." Stefan menegakkan tubuh dan menunjuk kursi yang di depannya sudah ada setumpuk berkas. "Kami sedang mencari pola di antara proyek-proyek ini. Jadi, kami memeriksa berkas lama dan mencoba mengeliminasi anggota tim yang bisa

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Kabar Baik

    Bagaimana caranya agar tetap tenang kalau ternyata ia benar-benar mendapatkan pekerjaan ini? "Kami ingin menawarkan posisi ini untuk masa percobaan, mulai hari Senin. Apa kamu masih bersedia?" Suaranya lembut namun berwibawa, bergetar di pendengaran Yesica dengan cara yang sangat menggoda. "Tent

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Sebuah Awal Baru

    Saat Yesica menaiki tangga menuju apartemennya di lantai tiga, ia terus bertanya-tanya dalam hati. Apakah semua ini benar benar nyata? Ke 4 big boss itu sudah menjelaskan soal pekerjaan dan paket gajinya. Apakah itu tandanya ia diterima? Memang mereka tidak menanyakan pertanyaan standar di wawan

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Kesepakatan Gaji & Tunjangan Kerja

    "Senang bertemu denganmu," ucapnya sekuat tenaga. Aura kekuatan yang terpancar dari pria ini sangat kuat. Stefan tersenyum tipis lalu mundur memberi jalan pada yang lain. Pria berikutnya lebih kekar, berambut hitam. Matanya yang berwarna hijau menelusuri tubuh Yesica, berhenti sebentar di kaki, pi

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Wawancara Kerja

    “Bagian mana yang kamu mau, sayang? Jariku? Lidahku? Atau yang lain?” Kairo kembali mengusap paha Yesica menggunakan ujung jarinya. Wanita itu pun mengembuskan napas panjang. “Ahhhh ... Lidahmu.” Kairo pun tersenyum. Ia menghirup aroma yang keluar dari tubuh Yesica. Begitu lidah Kairo menyentuh ku

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status