共有

Bab 5

作者: Shiskaco
last update 公開日: 2026-05-07 12:13:49

Seth, tangan kanan Cavero memberikan laporan apa yang dilakukan oleh Lunaria hari ini.

Cavero mendengarkannya dalam diam seraya fokus mengerjakan pekerjaannya.

"Sepertinya nyonya benar-benar sangat depresi tuan. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater kembali? Nyonya sepertinya salah membedakan tuan muda Cashelion menjadi Cendric." ucap Seth khawatir.

Cavero hanya diam saja.

"Nyonya sebelumnya tidak mau menyentuh tuan muda, tapi sekarang nyonya bahkan menggandeng tangannya dan mengajaknya makan bersama." lanjutnya memberikannya laporan.

Seth sangat kasihan dengan Cashelion yang diabaikan di keluarganya ini. Anak itu hanya dijadikan perantara yang menghubungkan harta kekayaan Lunaria ke Cavero agar bisa dimanfaatkan. Bagaimanapun Cashelion hanyalah anak kecil tak berdaya.

Cavero masih diam saja.

"Tuan, tolong respon ini. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater yang meresepkan obat nyonya? Dokter kemarin bilang alasan nyonya amnesia karena beliau sangat depresi. Nyonya membedakan ingatan yang membuatnya bahagia dan menderita. Karena itu, nyonya hanya mengingat kenangan yang membuatnya bahagia." jelas Seth panjang.

"Nyonya bisa saja gila tuan kalau kita diam begini."

"Dia memang sudah gila,"

Seth menelan salivanya kasar ketika mendengar respon Cavero.

Memangnya orang mana yang tidak gila jika harus dihadapkan Cavero? Ia saja hampir gila apalagi Lunaria yang mendapat tekanan mental dan batin itu.

Sudah dipisahkan dengan kekasihnya, diancam, ayahnya dibunuh, dan di perkosa berulang kali hingga mengandung. Siapa yang tidak akan gila?

Seth mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.

Lunaria berusaha mengugurkan anak yang dikandungnya karena merasa jijik dengan nyawa lain yang ada di tubuhnya. Cavero, memerintahkannya untuk mengawasi perempuan itu agar tidak berbuat hal yang gila. Cavero membutuhkan anak yang dikandung Lunaria untuk mengikat wanita itu agar bisa mendapat hak eksklusif pemilik saham di Oliver's Grup yang tengah perang suksesi.

Cavero menemui Lunaria yang mengalami pendarahan ketika berniat mengeluarkan janinnya. Laki-laki itu menahan amarahnya setelah puas melampiaskannya ke para bawahannya.

"Bagus jika anak Elard mati. Dengan begitu kamu bisa mengandung anakku."

Lunaria yang mendengarnya sangat syok. Ia kemudian memohon pada Cavero dan Seth agar menyelamatkannya dan kandungannya.

Cavero setuju jika Lunaria mau menikah dengannya dan memberikan hak manajemen kekayaan keluarganya.

Lunaria yang tengah kesakitan dan panik langsung menandatangani itu tanpa banyak bicara. Dan Cavero menyuruh Seth membawa Lunaria masuk ke ambulan. Laki-laki tanpa perasaan itu pergi begitu saja meninggalkan Lunaria untuk berbisnis.

Seth tentunya bertanya kepada bosnya itu setelah melaporkan jika kandungan Luna berhasil diselamatkan. Bagaimana Cavero tau jika anak yang dikandung wanita itu anak Elard bukan anaknya. Padahal selama ini Cavero selalu menggaulinya.

Tanpa perasaan laki-laki itu bilang bahwa ia hanya menebaknya. Ketika ia menyekap Lunaria lagi dan menggaulinya ia merasakan perut Luna yang mengencang dan menemukan beberapa kissmark dibadannya. Wanita itu pun jujur menjawab bahwa ia berhubungan badan dengan Elard. Selain itu, usia kandungannya pun lebih tua dari hubungannya menyekap wanita itu terakhir kali. Jadi, dapat dipastikan jika anak itu adalah anak Elard dan bukan anaknya.

Cavero juga tidak peduli. Anak itu anak siapa, tapi yang pasti ia harus menggunakan anak itu untuk mendapat kekayaan Lunaria.

Sejak saat itu, sikap Lunaria mulai membaik. Meski ia dilanda kecemasan karena tidak tau siapa ayah dari bayinya. Tapi wanita itu mempercayai jika Elard adalah ayah bayinya.

"Bagaimana jika itu anak anda? Bagaimanapun anda juga menggaulinya sebelumnya." tanya Seth pada Cavero.

Ia adalah orang yang memasukan obat di minuman Lunaria dan memastikan wanita itu meminumnya. Ia juga adalah orang yang mensetting kamar hotel yang digunakan Cavero agar dapat merekam hubungan itu dan mengancam Lunaria.

"Aku akan memotong lidahmu jika kamu masih melanjutkan omong kosong ini." balas Cavero dingin dan penuh ancaman.

Seth gemetar ketakutan di buatnya.

Dan ketika anak itu lahir, Seth, Lunaria, dan juga Cavero dibuat terkejut ketika keluarga besar Oliver mengatakan jika anak itu mewarisi wajah tampan Cavero.

Cavero dan Lunaria menyangkalnya. Namun semakin besar Cashelion, wajahnya semakin mirip ayahnya. Cavero dan Lunaria tidak perlu melakukan tes paternitas lagi, karena dari wajahnya saja sudah dapat dipastikan jika Cashelion anak kandung mereka berdua.

"Apalagi? Kenapa kamu tidak keluar?" tanya Cavero sinis.

Seth tersadar dari lamunannya.

"Maaf tuan. Ada lagi yang mau saya laporkan. Kali ini tuan muda Ivander berulah kembali."

Cavero mendecak dan menyuruh Seth mengurusnya.

Seth menganguk dan pamit keluar.

Sementara itu Chaselion tengah termenung bingung didalam kamarnya. Sikap ibunya sangat berbeda dibanding biasanya seolah dirasuki oleh orang lain. Dan tadi ibunya pun seolah tidak mengenali Cendric, anak yang sangat disayangi ibunya entah karena alasan apa.

Apa jangan-jangan ibunya sepertinya? Memiliki orang lain dalam tubuhnya? Mungkin saja yang tadi itu adalah ibu kandungnya bukan orang lain.

"Itu tidak mungkin,"

"Itu mungkin Lion. Kamu saja ada dalam diriku, jadi bisa jadi mama juga-"

"Mamamu tidak seperti kita!"

"Mama sepertiku. Aku anak mama jadi ... jadi bisa jadi," racau Chaselion.

"Dasar orang bodoh. Mamamu pasti tengah berpura-pura baik dengan kita. Mama membenci kita. Dia tidak menyayangi kita. Lihat ini...," ucap Lion dengan memperlihatkan keningnya yang memiliki bekas luka di depan cermin.

"Lihat ini, mama sering melukai kita. Dia sering memukulimu Chaselion. Dia juga sering berharap kita mati. Sudah pasti ... pasti ... mama membenci kita. Dia pasti memainkan trik kotor. Lihat saja, jangan mudah percaya dengan Penyihir itu!" bentak Lion.

Chasel menangis dibentak oleh Lion.

"Bohong, mama itu pasti mamaku." isaknya. "Lion nakal. Jangan nakal. Mama ... mama... menyukaiku!"

"Dasar bodoh! Mama tidak menyayangimu. Dia cuma menyayangi Cendric. Dia itu sangat membencimu! Berapa kali aku harus berkata begini padamu hah," teriak Lion. "Tidak lama lagi dia pasti tidak akan memperdulikanmu dan menyiksamu lagi. Lagipula mama selalu berpendapat jika kita menjijikan,"

Chasel menutup telinga dengan air mata yang masih mengalir.

"Tidak. Jangan bicara begitu ke mama," isak Chasel.

Chasel sangat berharap jika mamanya sangat menyayanginya dan mencintainya. Ia sangat haus kasih sayang dan perhatiannya. Namun kenyataannya, mamanya sangat membencinya dan papanya mengabaikannya.

"Itu kenyataan Chasel. Mama membencimu karena wajah ini!" ucap Lion dengan menggaruk wajahnya kasar.

"Sakit Lion, berhenti!" tangis Chasel.

"Kalau kamu mau mamamu menyayangimu kamu harus merusak wajah ini." ucapnya dengan menggaruk wajahnya dengan kedua tangannya.

Disisi lain, Seth yang tengah berjalan pergi memilih menghampiri Chaselion yang berada di kamarnya. Ia ingin memastikan apa yang di bicarakan oleh anak itu dengan ibunya.

Namun ketika ia mengetuk pintu itu dan masuk kedalam kamarnya, ia mendapati Chaselion yang tengah menangis dengan memegangi wajahnya.

Seth segera menghampirinya dan bertanya kenapa wajahnya memerah seolah habis dicakar seperti ini.

"Tuan muda, kenapa dengan wajah anda, apa nyonya yang melakukannya?"

Chaselion menangis seraya menggeleng. "Ini ulah Lion. Lion nakal."

Seth bingung mendengarnya.

"Lion? Lion siapa? Apa itu teman anda?"

"Bukan ... dia bukan teman Chasel."

"Lantas, siapa itu Lion tuan muda?" tanya Seth seraya menghapus air mata Chaselion yang mengalir deras.

"Di-Dia ... Dia ada disini." jawab Chasel.

Seth kebingungan. Laki-laki itu segera memanggil pelayan agar menenangkan Chasel. Setelah itu, ia pergi ke ruang cctv dan memperhatikan cctv di kamar Chasel.

Seth melihatnya aneh. Tak ada siapapun disana. Chasel terlihat berbicara sendiri kemudian berlari ke cermin seraya mengangkat poninya kemudian anak itu terlihat berteriak marah kemudian menangis. Tak lama, ia menggaruk wajahnya sendiri kemudian menangis.

Seth menyadari sesuatu ketika melihatnya. Ia bergegas menemui tuannya yang berada di ruang kerjanya.

"Tuan, saya harus melaporkan hal yang gawat."

Cavero menahan amarahnya kini. Ia meletakan pulpennya kasar dan menatap Seth tajam siap untuk membunuhnya jika berita itu tidak penting.

"Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda."

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 11

    Brakk...Cavero menatap tajam perilaku tidak sopan Seth. Sepertinya asistennya itu sudah bosan hidup. "Memangnya aku bodoh hingga tidak tau jika tes paternitas bisa diakali? Kalau memang benar anak itu keponakanmu, kenapa dia tidak tinggal di kediaman utama Oliver? Kenapa tinggal di panti asuhan? Aku tetap pada rencana awal. Cerai! Begitu kata nyonya. Nyonya menyuruh saya menyampaikan semuanya sama persis seperti tadi." jelas Seth agar Cavero tidak murka padanya. Namun, sayang sekali Cavero sudah murka. Laki-laki itu mengambil pulpennya dan melemparnya tepat di alis Seth. Pulpen tajam itu menggores alisnya hingga berdarah. Seth hanya bisa diam saja. Ia takut jika Cavero akan melakukan hal berbahaya.Untuk sejenak ia lupa jika Cavero sangatlah kejam. Ia pikir Cavero sedikit berubah karena sekarang Laki-laki itu mau menurut terhadap Lunaria. Sekali lagi, untuk sejenak Seth lupa bahwa Cavero lah yang membuat Lunaria diambang batas kewarasannya. "Sekali lagi kau bersikap begitu, ku po

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 10

    Cavero pulang lebih awal dikarenakan Seth memberitahunya berita yang cukup merepotkan. Bukannya Cavero menurut dengan Lunaria atau bagaimana. Namun selama hampir sepuluh tahun pernikahan mereka, wanita itu tidak pernah mau berbicara padanya. Jika pun perempuan itu membuka mulutnya, hanya ada kata makian yang membuat Cavero yakin jika perempuan itu sudah sepenuhnya gila. Karena Lunaria istri yang ia nikahi hampir sepuluh tahun ini menyuruhnya untuk pulang lebih awal untuk pertama kalinya, ia akan menurut meski tidak tau hal gila apa yang akan disampaikan istrinya itu. "Chasel suka? kalau Chasel suka mama bisa kasih ini ke Chasel," Langkah Cavero terhenti ketika mendengar perkataan itu. Ia bukannya menguping namun hanya ingin memastikan pendengarannya tidak salah. Sayup-sayup Cavero mampu mendengar suara Lunaria yang begitu tenang dan lembut. Suara itu tidak keras atau kasar seperti biasanya. Apa benar kata Seth jika kondisi psikis Lunaria sudah kembali? "Chasel suka?" "Mama maka

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 9

    Seth menemui Lunaria dan membicarakan tugas yang diberikan Cavero untuk mendekatkan hubungannya dengan Cashelion. Luna sedikit kaget mendengarnya, ternyata Cavero tidak seburuk dugaannya. Tapi hal itu percuma juga. Ia ingin bercerai dari laki-laki itu secepatnya. "Berkas apa itu yang kamu bawa?" "Akh ini, bukan apa-apa nyonya." "Sini aku lihat," "Tapi ini milik tuan Cavero, nyonya." "Lantas kenapa? Berikan." ucap Luna yang langsung merebut berkas itu. Seth tidak bisa melakukan apapun. Sebenarnya ia bisa saja bersikap kasar namun mengingat kondisi psikologis majikannya, Seth membiarkannya. "Itu panti asuhan yang menerima dukungan dari tuan," Luna mendengarnya curiga. Ketika membaca berkas itu, ia akhirnya mengingat jika Ivander juga berasal dati panti asuhan itu. Luna membaca semuanya dengan teliti. Dan ketika melihat foto anak-anak yang ada disana, ia akhirnya mendapatkan ide. "Hmm ... kamu yakin kalau ini hanya sponsor?" "Tentu saja nyonya," jawab Seth bingung.

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 8

    "Sebenarnya apa yang terjadi hari itu Nyonya, hingga anda memutuskan untuk tidak makan selama empat hari?" Aku tau maksud pertanyaan itu. Kenapa aku tiba-tiba berubah. "Aku bertanya padanya, apa sekarang dia bahagia? Dan Elard bilang iya. Aku ingin memaksa masuk bahkan mengancam akan bunuh diri didepannya namun Elard tidak peduli dan terlihat sangat mencintai istri dan anaknya." ucapku penuh kesedihan. Tentu saja kesedihan ini bukan aku. Tapi milik Lunaria yang asli. Emosi wanita itu masih tersimpan jelas. Apalagi jika menyangkut Cavero. Aku dapat merasakan kebencian yang besar pada laki-laki itu hanya dengan mengingatnya. "Aku hanya sadar jika aku harus menyerah sekarang. Sepertinya, Elard benar-benar sudah melupakanku dan bahagia dengan hidupnya. Sementara aku jalan di tempat. Dan entah kenapa ketika aku memilih melepaskannya, perasaanku jauh lebih tenang sekarang." jawabku dengan tersenyum. "Saya dengar dari Chasel, anda melupakan Cendric." "Aku tidak lupa. Aku ma

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 7

    Sore ini, Aku berniat menemui Chasel lagi. Meski diabaikan, aku tetap harus berusaha memberikan kesan jika aku sudah berubah dan menyayanginya. Ditengah perjalanan aku melihat seorang pria bersama Perempuan yang terlihat tidak asing, aku memperhatikannya. Melihat tujuan orang itu sama denganku yakni menemui Chasel, aku menegurnya. "Apa yang kalian lakukan disini?" "Nyonya Oliver, lama tidak bertemu." sapa perempuan itu hangat. Aku menatapnya heran. "Bagaimana kabar anda selama ini? Apa anda baik-baik saja?" Mendengar orang itu bertanya padaku, aku langsung mengingatnya. Perempuan itu adalah Psikiater pribadiku yang disiapkan oleh ibuku. Dia sering meresepkanku obat anti-depresan dan obat tidur untuk gangguan bipolarku. Eh salah, Bipolar Lunaria. Sejak pemerkosaan itu, kejiwaan Lunaria terganggu. Dia sering mengalami mood swing yang cukup parah. Aku tersenyum. "Saya baik-baik saja sekarang. Apa yang kalian lakukan?" Kedua orang itu melihatku menelisik curiga. Aku bingu

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 6

    "Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda." Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan muda menangis dengan wajah yang penuh cakaran. Untungnya kuku tuan muda tumpul hingga wajahnya tidak berdarah. Tuan muda bilang yang melakukannya adalah Lion. Ketika saya bertanya apa itu temannya, dia bilang tidak. Ketika saya cek cctv, tuan muda melakukan sesuatu yang aneh." ucapnya yang kemudian memberikan handphonenya. Seth menunjukan video itu ke Cavero. Cavero menontonnya tanpa ekspresi. Ketika video itu selesai, Cavero menyuruh Seth membawa psikiater yang biasa meresepkan obat penenang istrinya untuk datang ke rumah. Seth menganguk patuh. Dan esok harinya Seth melakukan perintah bosnya dengan memanggil Psikiater untuk Chaselion dan Lunaria. Disisi lain, Lunaria bingung bag

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status