LOGIN"Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda."
Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan muda menangis dengan wajah yang penuh cakaran. Untungnya kuku tuan muda tumpul hingga wajahnya tidak berdarah. Tuan muda bilang yang melakukannya adalah Lion. Ketika saya bertanya apa itu temannya, dia bilang tidak. Ketika saya cek cctv, tuan muda melakukan sesuatu yang aneh." ucapnya yang kemudian memberikan handphonenya. Seth menunjukan video itu ke Cavero. Cavero menontonnya tanpa ekspresi. Ketika video itu selesai, Cavero menyuruh Seth membawa psikiater yang biasa meresepkan obat penenang istrinya untuk datang ke rumah. Seth menganguk patuh. Dan esok harinya Seth melakukan perintah bosnya dengan memanggil Psikiater untuk Chaselion dan Lunaria. Disisi lain, Lunaria bingung bagaimana caranya ia mendekati Chaselion. Putranya itu nampak seperti dua orang berbeda. Malam harinya, Luna menemui Chaselion di kamarnya. Ia terkejut melihat wajah Chaselion yang terluka. Luna bertanya namun Chaselion bersikap kasar padanya. "Minggir jangan ganggu aku!" "Chasel ... mama cuma mau tanya wajah kamu kenapa," "Tidak usah pedulikan aku! Sana pergi!" teriaknya. "Mama mau tanya, apa kamu mau makan malam bersama?" tanya Luna tak putus asa. Ia harus memberikan kesan pada putranya jika ia sudah berubah. "Tidak!" jawabnya kesal. "O-oke. Kalau begitu, selamat malam Chasel." ucap Luna yang berjalan pergi. Luna curiga jika tadi yang berbicara padanya adalah Lion, kepribadian Chaselion yang lain. Di novel dijelaskan jika Lion memiliki sifat yang kejam dan dingin berbanding terbalik dengan Chasel yang lembut dan manja. Lion selalu muncul jika pikiran Chasel kalut dan rentan. Kepribadian ganda itupun baru diketahui Cavero ketika putranya berusia 17 tahun yang dimana ia curiga karena putranya yang menderita Mysophobia dan Misogini itu tiba-tiba tidak masalah bersentuhan dengan Selene, perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Padahal selama ini, Chasel sering meyeringit tidak mau jika disuruh berdekatan dengan Selene. Namun, tiba-tiba saja putranya itu tersenyum tak ada masalah ketika berbicara dengan Selene. Kecurigaan itu semakin besar ketika ia tak sengaja melihat Chasel membunuh kucing peliharaan Selene. Chasel tersenyum seolah tak ada masalah dengan itu dan menatap Cavero yang memperhatikannya. Selang beberapa menit, Chasel berteriak histeris melihat banyaknya darah yang ada di tubuhnya. Gara-gara itu Cavero memanggil Psikiater kembali. Dan dari sana baru diketahui jika selama ini, kepribadian Chaselion yang asli tertidur dan sering digantikan oleh Lion. Chasel memiliki sifat lembut, pendiam, dan baik. Dia anak yang menderita Mysophobia dikarenakan mendiang ibunya yang selalu menyebutnya kotor dan jijik. Ia berfikiran jika ia tidak kotor dan menjijikan ibunya akan menyayanginya. Sementara Lion kepribadian lain Chasel, adalah orang yang lebih tegas dan tidak memiliki perasaan. Dia orang dingin dan menderita Misogini. Dan karena itulah, baru diketahui jika selama ini Lion sering menggantikannya karena Chasel yang sebenarnya terjebak di umurnya yang di sepuluh tahun. Anak itu memiliki rasa penyesalan yang besar karena sudah membunuh ibunya. Pada akhirnya, ketika Chasel menerima kenyataannya ia memilih menyerah dan menyerahkan akhir hidupnya ditangan Dayana. Luna menghela nafas. Jika memikirkan kejadian itu ia tidak bisa putus asa dan harus menyelamatkan Chasel. Ia tidak boleh membiarkan Lion mengendalikan Chasel sesuka hatinya. Esok paginya, Luna mendekati Chasel yang sudah duduk di meja makan. Ia menyiapkannya makanan yang telah di masak koki tersebut. "Silahkan dimakan Chasel," ucap Luna lembut. Ia tersenyum hangat berharap Chasel akan mempercayainya. "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Mana mungkin mama meracuni makanan itu Chasel." ucap Luna sabar. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Chaselion meraih tasnya dan berjalan pergi begitu saja. Luna hanya bisa menatapnya syok ketika melihat kekasaran putranya. Ia dapat menebak jika yang baru saja melakukannya adalah Lion. Jadi ... Apa itu artinya Chasel memiliki kepribadian gandanya dari sebelum Lunaria meninggal ditusuk pisau berkali-kali? Luna meremas rambutnya bingung, menggigit bibirnya panik. Sekarang, apa yang harus dilakukannya?Ia pikir semua masih bisa diperbaiki perlahan.
Tapi sekarang semuanya berbeda.
Lion sudah muncul.
Dan itu berarti... hitungan mundur menuju kematiannya mungkin sudah dimulai.
Luna dan Wilhelm dikabarkan selamat dalam insiden penusukan yang dilakukan oleh Lion. Sayangnya, kedua orang tersebut terbaring dalam keadaan koma. Cavero yang mendengarnya sedikit lega meski sebenarnya masih khawatir. Cavero menyuruh agar Seth membawa Chaselion pulang. Namun, Chaselion menolaknya. Dia ingin disana dan menunggu mamanya hingga bangun. Cavero yang memang sedari tadi gregetan dengan putranya itu langsung menggendongnya. "Lion, jangan buat aku kesal lebih dari ini. Jika bukan gara-gara mamamu, aku pasti sudah membunuhmu. Sebaiknya, kau berdoa agar mamamu segera bangun," Lion yang berada dalam gendongan Cavero hanya diam saja. Dia tidak berani membantah. Sampai dirumah, Cavero menyuruh agar Lusi membantunya mengawasi Chaselion dan melaporkan segala tindakannya sekecil apapun sikap Chasel yang mencurigakan. Lusi yang tak melihat Lunaria pun menanyakan keberadaan majikannya. Cavero mengabaikan pertanyaan itu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu begitu saja. Set
Lusi Pov... Chaselion Daneswara Oliver, tuan muda dari keluarga Oliver. Aku mulai melayaninya sejak nyonya Lunaria tiada. Tidak ada yang menyangka bahwa nyonya akan tiada ditangan putranya sendiri. Sebuah ironi ketika aku tau bahwa dulu Nyonya juga ingin melakukan hal yang serupa, yaitu melenyapkan tuan Chaselion. Setiap melihat nyonya, aku selalu merasa kasihan pada beliau. Aku ingin sekali menolongnya atau menghiburnya, namun aku tau bahwa perasaannya tidak bisa dihibur oleh siapapun bahkan jika itu adalah keluarganya sendiri. Aku melihat langsung betapa hausnya tuan muda pada Nyonya. Namun Nyonya selalu bersikap jahat padanya. Ketika Nyonya tiada, hanya satu yang bisa aku tanyakan pada beliau, Nyonya apa anda sudah tenang sekarang? Apa anda sudah bahagia bisa terbebas dari kediaman ini? Tuan Cavero menugaskan ku untuk merawat tuan muda sejak hari itu. Aku melihat sendiri depresi yang di alami tuan muda. Tidak ada sosok dewasa disampingnya selain tuan Seth yang selalu b
"Tuan, anda juga harus menghargai perasaan tuan muda. Bagaimana jika tuan muda tidak menyukai nona Selene?" tanya Seth hati-hati. "Dia pasti menyukainya,"Dalam hati Seth mencibirnya. Bagaimana bisa orang asing seperti Cavero pintar bicara begitu. "Saya rasa lebih baik kita membiarkan tuan muda memilih pasangannya sendiri nanti," "Seth, tutup mulutmu! Tuan Cavero pasti lebih tau apa yang terbaik untuk tuan muda Chaselion," tegur Wilhelm. "Tapi, perasaan tuan muda,""Seth!" bentak Wilhelm. "Kalian berdua diam. Seth, aku tau kekhawatiranmu. Tapi semua ini demi Chaselion. Sampai kapan kamu mau melindunginya? Suatu saat Chaselion harus berdiri sendiri. Dia tidak mungkin berlindung dibawah ketiakmu setiap saat. Aku tau kau menyayanginya seperti anakmu sendiri. Tapi Chaselion juga harus keluar dari sangkarnya!" Seth diam. Dia tidak bisa membantah ucapan Cavero. Apa yang diucapkan Cavero semuanya benar. Tuan muda yang selama ini dia lindungi suatu saat harus berdiri menghadapi kerasny
"Tuan muda, anda masih membaca buku cerita ini?" tanya Seth lembut. Cashelion yang merasa diajak bicara menganguk. "Tolong segera masuk ke kamar, kesehatan anda bisa saja menurun lagi." Cashelion menganguk dan menurut pada ucapan Seth. Usia Chaselion menginjak angka 17 tahun. Meski usianya sudah dewasa, Chaselion masih suka membaca buku cerita anak-anak. Cashelion tak banyak berbeda dari tujuh tahun yang lalu kecuali ketika dia belajar. Anak itu bisa berubah menjadi orang yang sangat berbeda. Sama seperti masa kecilnya, Chaselion masih sering sakit-sakitan. Namun, tubuhnya sudah jauh lebih sehat dibanding masa kecilnya yang mirip anak kekurangan gizi. Sayangnya, Mysophobia yang diderita sangat parah. Dan terkadang Misogininya juga kambuh jika berhadapan dengan perempuan. "Tuan Cavero mengajak anda makan malam nanti," kata Seth lagi. "Memangnya ada apa Paman Seth?" tanya Chaselion dengan ekspresi datar. "Saya tidak tau, tuan muda." Semakin dewasa, wajah Chaselion semakin mirip
Sejak mengetahui jika Chaselion adalah putranya, Cavero tidak begitu membenci anak itu. Rasa benci ingin membunuh anak itu hilang begitu saja. Terlebih ketika melihat Lunaria yang menggendong anak itu. Ada perasaan aneh. Cavero ingin menjadi bagian itu, tapi ketika melihat Lunaria yang akan histeris ketika melihatnya, Cavero mengurungkannya. Lebih baik dia diam saja untuk sekarang. Siapa tau Lunaria akan membaik nanti. Sayangnya, hal tersebut tak pernah terjadi. Rasa sukanya untuk Chaselion pun perlahan ikut menghilang ketika melihat sifat Lunaria tak kunjung melunak padanya. "ENYAH DARI SINI BAJINGAN!" teriak Lunaria histeris. Setiap melihat Cavero, Luna akan histeris dan membanting setiap barang yang ada didekatnya. "SINGKIRKAN ANAK ITU JUGA DARI HADAPANKU!" Lunaria selalu saja histeris. Tidak peduli itu ada di hadapan Cavero ataupun Chaselion. Meski Cavero cuek, namun laki-laki itu juga berharap seperti Asael agar pasangannya memberikannya perhatian meski itu hanya sedikit.
Cerita sebelum Lunaria terjebak...Cavero yang sekarat akibat ulah Asael mengumpat akan membalas perbuatan perempuan licik itu ketika dia kembali nanti. Dia akan membalas Asael sepuluh kali lipat lebih parah dari keadaannya sekarang. Sekali lagi, Cavero tak menyangka jika Asael berani menembak dan menusuknya hanya agar dia tidak membunuh Elard, laki-laki yang dicintainya. Cavero terlalu meremehkan perempuan penakut itu. Sekarang, dia menyesal. Harusnya dia lebih waspada dan tidak meremehkan variabel-variabel tak terduga. Asael kabur dan mengabaikan Cavero yang kesakitan. Cavero berusaha bangun dan mencari pertolongan. Ia menekan luka akibat belati yang ditusukkan Asael dan berjalan pincang. Ketika kesadarannya akan hilang, dia melihat seorang perempuan tengah mengayuh sepeda. Ketika dia jatuh, samar-samar Cavero mendengar suara panik perempuan itu. Perempuan itu berniat menelpon ambulan namun Cavero menghentikannya, karena ada luka te
Seth, tangan kanan Cavero memberikan laporan apa yang dilakukan oleh Lunaria hari ini. Cavero mendengarkannya dalam diam seraya fokus mengerjakan pekerjaannya. "Sepertinya nyonya benar-benar sangat depresi tuan. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater kembali? Nyonya sepertinya salah m
"Cashel," panggilku ketika kita sudah ada didalam mobil. Tadi sedikit ada drama Cashelion tidak mau masuk kedalam mobil. Dan sekarang, Anak itu diam tak meresponnya. "Cashelion." panggilku dengan menyentuh bahunya. Anak itu terkejut kemudian menatapku. Tak lama ia menunduk dan tak mau menun
Setelah satu minggu merenung aku akhirnya menyadari bahwa tidak mungkin aku bisa kembali ke duniaku. Aku yang disana, sudah pasti mati. Karena itu, aku punya tiga cara untuk menyelamatkan hidupku. Pertama, aku harus memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Dan tidak membuat masalah dengan psi
Aku hanya bisa tercengang ketika sadar bahwa aku telah masuk ke salah satu novel yang aku baca beberapa minggu lalu. Dari banyaknya novel, kenapa harus yang itu. Novel penuh karakter psikopat gila! Dulu, aku membelinya karena tertarik dengan judulnya. Ditengah Hujan Deras. Menarik bukan? Tak ada







