Share

Bab 6

Author: Shiskaco
last update publish date: 2026-05-07 12:14:17

"Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda."

Cavero terkejut.

"Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga."

Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!"

"Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan muda menangis dengan wajah yang penuh cakaran. Untungnya kuku tuan muda tumpul hingga wajahnya tidak berdarah. Tuan muda bilang yang melakukannya adalah Lion. Ketika saya bertanya apa itu temannya, dia bilang tidak. Ketika saya cek cctv, tuan muda melakukan sesuatu yang aneh." ucapnya yang kemudian memberikan handphonenya.

Seth menunjukan video itu ke Cavero.

Cavero menontonnya tanpa ekspresi. Ketika video itu selesai, Cavero menyuruh Seth membawa psikiater yang biasa meresepkan obat penenang istrinya untuk datang ke rumah.

Seth menganguk patuh.

Dan esok harinya Seth melakukan perintah bosnya dengan memanggil Psikiater untuk Chaselion dan Lunaria.

Disisi lain, Lunaria bingung bagaimana caranya ia mendekati Chaselion. Putranya itu nampak seperti dua orang berbeda.

Malam harinya, Luna menemui Chaselion di kamarnya. Ia terkejut melihat wajah Chaselion yang terluka. Luna bertanya namun Chaselion bersikap kasar padanya.

"Minggir jangan ganggu aku!"

"Chasel ... mama cuma mau tanya wajah kamu kenapa,"

"Tidak usah pedulikan aku! Sana pergi!" teriaknya.

"Mama mau tanya, apa kamu mau makan malam bersama?" tanya Luna tak putus asa.

Ia harus memberikan kesan pada putranya jika ia sudah berubah.

"Tidak!" jawabnya kesal.

"O-oke. Kalau begitu, selamat malam Chasel." ucap Luna yang berjalan pergi.

Luna curiga jika tadi yang berbicara padanya adalah Lion, kepribadian Chaselion yang lain. Di novel dijelaskan jika Lion memiliki sifat yang kejam dan dingin berbanding terbalik dengan Chasel yang lembut dan manja. Lion selalu muncul jika pikiran Chasel kalut dan rentan.

Kepribadian ganda itupun baru diketahui Cavero ketika putranya berusia 17 tahun yang dimana ia curiga karena putranya yang menderita Mysophobia dan Misogini itu tiba-tiba tidak masalah bersentuhan dengan Selene, perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Padahal selama ini, Chasel sering meyeringit tidak mau jika disuruh berdekatan dengan Selene. Namun, tiba-tiba saja putranya itu tersenyum tak ada masalah ketika berbicara dengan Selene.

Kecurigaan itu semakin besar ketika ia tak sengaja melihat Chasel membunuh kucing peliharaan Selene. Chasel tersenyum seolah tak ada masalah dengan itu dan menatap Cavero yang memperhatikannya. Selang beberapa menit, Chasel berteriak histeris melihat banyaknya darah yang ada di tubuhnya.

Gara-gara itu Cavero memanggil Psikiater kembali. Dan dari sana baru diketahui jika selama ini, kepribadian Chaselion yang asli tertidur dan sering digantikan oleh Lion. Chasel memiliki sifat lembut, pendiam, dan baik. Dia anak yang menderita Mysophobia dikarenakan mendiang ibunya yang selalu menyebutnya kotor dan jijik. Ia berfikiran jika ia tidak kotor dan menjijikan ibunya akan menyayanginya. Sementara Lion kepribadian lain Chasel, adalah orang yang lebih tegas dan tidak memiliki perasaan. Dia orang dingin dan menderita Misogini. Dan karena itulah, baru diketahui jika selama ini Lion sering menggantikannya karena Chasel yang sebenarnya terjebak di umurnya yang di sepuluh tahun. Anak itu memiliki rasa penyesalan yang besar karena sudah membunuh ibunya.

Pada akhirnya, ketika Chasel menerima kenyataannya ia memilih menyerah dan menyerahkan akhir hidupnya ditangan Dayana.

Luna menghela nafas. Jika memikirkan kejadian itu ia tidak bisa putus asa dan harus menyelamatkan Chasel. Ia tidak boleh membiarkan Lion mengendalikan Chasel sesuka hatinya.

Esok paginya, Luna mendekati Chasel yang sudah duduk di meja makan. Ia menyiapkannya makanan yang telah di masak koki tersebut.

"Silahkan dimakan Chasel," ucap Luna lembut. Ia tersenyum hangat berharap Chasel akan mempercayainya.

"Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan.

"Mana mungkin mama meracuni makanan itu Chasel." ucap Luna sabar.

"Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar.

Chaselion meraih tasnya dan berjalan pergi begitu saja.

Luna hanya bisa menatapnya syok ketika melihat kekasaran putranya. Ia dapat menebak jika yang baru saja melakukannya adalah Lion.

Jadi ... Apa itu artinya Chasel memiliki kepribadian gandanya dari sebelum Lunaria meninggal ditusuk pisau berkali-kali?

Luna meremas rambutnya bingung, menggigit bibirnya panik. Sekarang, apa yang harus dilakukannya?

Ia pikir semua masih bisa diperbaiki perlahan.

Tapi sekarang semuanya berbeda.

Lion sudah muncul.

Dan itu berarti... hitungan mundur menuju kematiannya mungkin sudah dimulai.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 85

    Luna menatap perutnya yang mulai membesar. Sejak tau dia hamil, ia dapat melihat perutnya membesar dan merasakan gejala kehamilan yang semakin jelas. Nyidam? Tentu. Luna sangat ingin mendengar suara Cavero. Namun jelas, hal tersebut tidak mungkin dia lakukan karena sekarang, posisinya dia sedang kabur dengan memalsukan kematiannya. Luna harus segera mengenyahkan perasaannya. Sejak hamil, perasaannnya untuk Cavero semakin jelas. Entah itu bawaan anak atau perasaan Luna sendiri. Luna tak dapat menilainya. Akhirnya setiap malam, Luna harus mengigit bibirnya menahan tangis agar putranya Cashelion tidak mengetahuinya. Semakin dia merindukan Cavero, semakin ingatan kebejatan dan kejahatan Cavero semakin muncul seolah mengingatkannya bahwa perasaan itu dilarang, perasaan itu tabu. Anggap saja ini adalah hukuman untuknya dan Cavero karena saling memiliki perasaan yang tak semestinya.Luna menghapus air matanya. Dan berjalan menuju kamar mandi. Tepat di depan kaca wastafel, Luna melihat pena

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 84

    Beberapa hari setelah peristiwa malam yang berdarah itu, suasana kota perlahan mulai berubah. Kehancuran tim penyerbu Black Cobra di kediaman Cavero hanya menjadi permulaan. Cavero kini berdiri di balkon lantai teratas gedung pusat Oliver Group, menatap lanskap kota yang berada di bawah kekuasaannya. Dia memegang segelas whiskey tua, mengamati garis cakrawala dengan tatapan penuh perhitungan."Gimana perkembangan serangan finansial kita?" Tanya Cavero tanpa menoleh.Wilhelm tersenyum tipis, "Saya sudah memutus jalur pendanaan mereka dari kasino-kasino di Makau dan Singapura. Pagi tadi, saham perusahaan cangkang mereka di bursa jatuh sejatuh-jatuhnya. Investor mereka mulai panik dan menarik modal secara masif. Bisa dibilang, secara ekonomi, sang kobra sudah kehilangan bisanya.""Bagus. Bagaimana dengan pemimpin Black Cobra? Dia masih sembunyi di pusat logistik di pelabuhan lama?" tanya Cavero."Benar, Tuan. Informan saya bilang mereka membawa sekitar tiga puluh warga sipil dari perumah

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 83

    Beberapa hari setelah peristiwa malam yang berdarah itu, suasana kota perlahan mulai berubah. Kehancuran tim penyerbu Black Cobra di kediaman Cavero hanya menjadi permulaan. Cavero kini berdiri di balkon lantai teratas gedung pusat Oliver Group, menatap lanskap kota yang berada di bawah kekuasaannya. Dia memegang segelas whiskey tua, mengamati garis cakrawala dengan tatapan penuh perhitungan."Gimana perkembangan serangan finansial kita?" Tanya Cavero tanpa menoleh.Wilhelm tersenyum tipis, "Saya sudah memutus jalur pendanaan mereka dari kasino-kasino di Makau dan Singapura. Pagi tadi, saham perusahaan cangkang mereka di bursa jatuh sejatuh-jatuhnya. Investor mereka mulai panik dan menarik modal secara masif. Bisa dibilang, secara ekonomi, sang kobra sudah kehilangan bisanya.""Bagus. Bagaimana dengan pemimpin Black Cobra? Dia masih sembunyi di pusat logistik di pelabuhan lama?" tanya Cavero."Benar, Tuan. Informan saya bilang mereka membawa sekitar tiga puluh warga sipil dari perumah

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 82

    Mobil mendadak mengerem tajam di pinggiran area industri yang terbengkalai. Asap hitam mengepul hebat dari salah satu gudang besar milik Blood Moon. Seth yang duduk di depan segera keluar lebih dulu, tangannya sudah memegang senjata otomatis yang ia tarik dari balik pintu mobil. Tak lama kemudian, dari arah tumpukan kontainer, Asael muncul dengan pakaian taktis lengkap. "Aku sudah mengepung titik koordinat utama! Dan para pasukan elit mereka juga sudah dikirim keluar untuk menangani Zeyan." lapor Asael ke Cavero. "Posisi sniper kita sudah di tempatnya masing-masing?" tanya Wilhelm pada Asael. "Semuanya siap," Cavero melangkah keluar dari mobil. Angin malam yang dingin menyapa wajahnya, membawa aroma menyengat dari bahan kimia yang terbakar dan debu mesiu. Ia menatap kobaran api di depannya dengan pandangan yang hampir terlihat penuh apresiasi. Baginya, kehancuran ini memiliki simetri tersendiri. Ia berjalan menuju bagasi mobil yang terbuka otomatis, mengeluarkan sebuah tas jinjing

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 81

    Suara tetesan air yang jatuh secara ritmis dari pipa bocor di langit-langit menjadi satu-satunya melodi di dalam ruangan kedap suara itu. Aris tersentak saat sebuah tamparan keras mendarat di pipinya, membuatnya hampir tersungkur bersama kursi kayu tempatnya terikat. Napasnya terengah, berbau darah dan keputusasaan. Di hadapannya, Seth berdiri dengan tenang sambil menyeka tangannya yang berlumuran darah dengan sapu tangan putih. Mata Seth dingin, seolah sedang menatap seonggok daging tak berharga, bukan seorang manusia.Aris hanya bisa mengerang. Dia mencoba menggerakkan lidahnya untuk mencari kapsul sianida yang seharusnya ada di gigi gerahamnya, tetapi dia hanya menemukan kekosongan yang perih. Dia mendongak dan melihat Wilhelm duduk di pojok ruangan dengan tablet di tangannya, menatapnya dengan raut wajah bosan."Kamu cari ini?" ucap Wilhelm tanpa menoleh, mengangkat sebuah wadah plastik kecil berisi dua gigi geraham yang sudah hancur. "Sudah ku cabut tiga jam yang lalu saat kamu p

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bba 80

    Tiga minggu telah berlalu sejak hari ia pingsan di dapur. Kondisi Luna tidak juga membaik. Nafsu makannya hilang total untuk nasi dan lauk berminyak, tapi dia terus merasa lapar di tengah malam secara tidak masuk akal. Berat badannya sedikit menurun di area wajah, membuat tulang pipinya terlihat menonjol tajam, mempertegas kecantikan yang penuh dengan kesedihan.Luna berdiri di depan cermin lemari plastik miliknya. Nafasnya mulai menderu tidak beraturan saat tangannya gemetar menyingkap kaos tipis yang ia kenakan.Matanya terbelalak melihat apa yang tampak di sana.Perutnya tidak lagi rata. Ada sebuah lengkungan kecil namun nyata di sana, tepat di bawah pusarnya. Luna meraba area itu dengan jemari yang terasa dingin. Ada sesuatu yang keras, sesuatu yang mulai menuntut ruang di dalam sana. "Nggak mungkin," bisik Luna dalam keheningan yang menyesakkan. "Ini beneran gak mungkin."Dia menghitung hari demi hari, mencoba mengingat-ngingat siklus bulanannya yang memang tidak pernah teratur.

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 5

    Seth, tangan kanan Cavero memberikan laporan apa yang dilakukan oleh Lunaria hari ini. Cavero mendengarkannya dalam diam seraya fokus mengerjakan pekerjaannya. "Sepertinya nyonya benar-benar sangat depresi tuan. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater kembali? Nyonya sepertinya salah m

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 4

    "Cashel," panggilku ketika kita sudah ada didalam mobil. Tadi sedikit ada drama Cashelion tidak mau masuk kedalam mobil. Dan sekarang, Anak itu diam tak meresponnya. "Cashelion." panggilku dengan menyentuh bahunya. Anak itu terkejut kemudian menatapku. Tak lama ia menunduk dan tak mau menun

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 3

    Setelah satu minggu merenung aku akhirnya menyadari bahwa tidak mungkin aku bisa kembali ke duniaku. Aku yang disana, sudah pasti mati. Karena itu, aku punya tiga cara untuk menyelamatkan hidupku. Pertama, aku harus memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Dan tidak membuat masalah dengan psi

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 1

    Aku meregangkan badanku sebelum akhirnya melenguh puas. Pekerjaan hari ini sudah usai dan aku bisa langsung pulang dan tidur. Hari ini, tenagaku sudah habis menerima omelan dari para customer. Namaku Lunaria Sirius, seorang pegawai biasa saja yang punya gaji diatas UMR sedikit. Setelah lulus kuli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status