Share

Bab 4

Penulis: Shiskaco
last update Tanggal publikasi: 2026-05-07 12:13:25

"Cashel," panggilku ketika kita sudah ada didalam mobil.

Tadi sedikit ada drama Cashelion tidak mau masuk kedalam mobil. Dan sekarang, Anak itu diam tak meresponnya.

"Cashelion." panggilku dengan menyentuh bahunya.

Anak itu terkejut kemudian menatapku. Tak lama ia menunduk dan tak mau menunjukan wajahnya.

"Ma-maaf mama. Maaf."

"Cashel ... Kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?" tanyaku khawatir.

Sepertinya siksaan Lunaria sangat melekat di pikirannya. Cashelion sampai ketakutan mengangkat wajahnya melihatku.

"Ca- a-aku ba-baik-baik saja, maaf." ujarnya dengan badan yang gemetar.

"Cashel tidak perlu minta maaf." ucapku dengan mengusap rambutnya.

Anak itu diam. Badan bergetarnya pun ikut diam. Sepertinya, Cashelion sangat kebingungan.

"Kamu mau membawaku kemana?" tanya anak itu dengan nada suara yang dingin.

"Makan bersama. Kamu pasti lapar,"

"Aku tidak lapar." jawabnya singkat.

Aku menatap Cashelion heran. Kenapa sifatnya tiba-tiba berubah mendadak begini?

Jangan-jangan...

Cashelion sudah punya kepribadian ganda? Jangan-jangan yang sekarang itu adalah Lion.

Sampai di restoran yang kami tuju. Sopir membukakan pintu itu. Aku menyuruh Cashelion keluar kemudian mengikutinya.

Meski sedikit khawatir, aku kemudian mengajak Cashel masuk. Namun, anak itu menyembunyikan tangannya.

"Ayo masuk." ajakku.

Aku membawanya menuju restoran steak. Setelah memesan dua steak berikut dengan dessertnya aku duduk berhadapan dengan Cashelion.

Mata dinginnya seketika berubah antusias dan menatap kesekitarnya.

Apa aku cuma salah sangka saja?

"Ma- maaf mama. Cashel takjub melihatnya. Ini pertama kalinya Cashel pergi ke restoran." ucapnya lembut. Anak itu terlihat sangat menggemaskan.

"Sebelumnya kamu belum pernah kesini?" tanyaku terkejut.

Meski Cashel diabaikan oleh ayahnya. Tapi hubungannya dengan Cavero sedikit lebih baik daripada Lunaria yang selalu melecehkannya.

"Papamu tidak pernah membawamu ke restoran sebelumnya?" tanyaku memastikannya.

"Tidak. Papa sibuk bekerja."

Aku kaget mendengarnya.

Tak lama makanan siap di hidangkan. Cashel menatap antusias dessert didekatnya.

Aku kemudian mendekatkan dessert itu ke arahnya.

Cashel menatapku.

"Makan dulu steaknya baru habiskan dessertnya." ucapku yang kemudian membantunya memotong daging itu.

Cashel menatapku penasaranku. Aku tersenyum melihatnya dan dia termenung kembali.

"Selamat makan Cashel." ucapku seraya tersenyum.

"Te-terimakasih mama." ucapnya yang kemudian memakan potongan daging steak itu.

Aku diam menatapnya. Anak itu menghabiskan steaknya kemudian memakan dessert itu dengan senang. Aku tersenyum kemudian memberikan dessert milikku padanya.

"Makan juga punya mama," ujarku.

"Tapi ...,"

"Tidak apa-apa. Makan saja."

"Terimakasih ma," ucapnya dengan tersenyum lebar.

Aku menatapnya dengan senang. Sepertinya tidak akan ada masalah untuk memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Bagaimanapun Cashelion masih anak kecil yang membutuhkan perhatian ibunya.

"Cashel, mama mau tanya,"

"Apa itu?"

"Bagaimana hari kamu disekolah? Semuanya baik-baik saja?"

Senyum anak itu hilang kemudian menatapku waspada. Tatapannya kembali dingin dan membuat perasaanku tidak enak.

"Kenapa mama tanya gitu?" balasnya ketus.

"Gapapa, mama cuma tanya aja. Gimana sekolah kamu. Lancar apa tidak," jawabku bingung. Kenapa anak ini tiba-tiba begitu waspada?

"Maksud mama mungkin apa di sekolah Cendric baik-baik saja."

Cendric?

Kenapa nama Cendric muncul disini?

"Cendric? Maksudnya gimana?" tanyaku bingung.

Di novel dijelaskan jika keluarga Cendric bermusuhan dengan keluarga Cashelion.

Harusnya mereka tidak akrab dong. Tapi kenapa Cashelion ... Tunggu sebentar, aku ingat.

"Anak yang mama sayangi itu. Cendric,"

Cashelion sangat membenci Cendric karena merebut semua perhatian ibunya yang harusnya menjadi miliknya.

"Selamat ulang tahun tante, Cendric bawakan hadiah. Kata ayah ini namanya bunga Lunaria. Semoga tante bahagia selalu ya,"

"Terimakasih Cendric. Hadiahnya sangat indah. Terimakasih. Tante sangat bahagia." ucapnya seraya mengusap air matanya. "Andai saja ... Andai saja Cendric itu putra tante, tante pasti ...,"

"Kalau tante tidak masalah, aku bisa panggil tante mama."

"Be-benarkah?"

"Iya. Mama Luna,"

Ugh, kenangan apa itu.

"Menyedihkan. Kamu bahkan tidak bisa mempertahankan apa yang menjadi milikmu. Daripada dimiliki orang lain, lebih baik dia mati saja."

Ugh, kenangan itu?

"Mama .... Mama kenapa?"

Suara khawatir Cashelion semakin membuat kepalaku sakit. Aku menatapnya kemudian tersenyum.

"Tidak apa-apa Cashel. Kepala mama sedikit sakit."

"Mama yakin, mama baik-baik saja?"

"Tentu sayang, mama baik. Baik sekali. Belum pernah mama sebaik ini." jawabku berusaha membuat Cashelion tak khawatir.

Cashelion masih menatapku tak percaya.

"Ayo makan," ajakku kembali.

Cashel menganguk tanpa protes. Ia menuruti perintah mamanya untuk melanjutkan makannya.

"Mama... mama lebih sayang kamu daripada anak yang namanya Cendric tadi."

Cashel menghentikan mulutnya untuk mengunyah.

"Serius. mama lebiih sayang kamu."

"Hm, kalau begitu, kenapa mama ingin Cendric jadi anak mama? Mama nggak lupa kan pernah ngomong begitu?"

Pertanyaan itu membuatku mati kutu. aku berpikir untuk menghindarinya, namun tatapan tajam anak itu membuatku tidak bisa mengarang alasan untuk mengelak.

"Kamu salah faham,"

"aku rasa itu tidak mungkin ma."

"kenapa tidak mungkin. Itu faktanya, kamu salah faham. Mama hanya kasihan dan ingin menghiburnya,"

Cashelion tertawa mendengar itu.

"Mama kasihan sama anak lain tapi tidak denganku?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 11

    Brakk...Cavero menatap tajam perilaku tidak sopan Seth. Sepertinya asistennya itu sudah bosan hidup. "Memangnya aku bodoh hingga tidak tau jika tes paternitas bisa diakali? Kalau memang benar anak itu keponakanmu, kenapa dia tidak tinggal di kediaman utama Oliver? Kenapa tinggal di panti asuhan? Aku tetap pada rencana awal. Cerai! Begitu kata nyonya. Nyonya menyuruh saya menyampaikan semuanya sama persis seperti tadi." jelas Seth agar Cavero tidak murka padanya. Namun, sayang sekali Cavero sudah murka. Laki-laki itu mengambil pulpennya dan melemparnya tepat di alis Seth. Pulpen tajam itu menggores alisnya hingga berdarah. Seth hanya bisa diam saja. Ia takut jika Cavero akan melakukan hal berbahaya.Untuk sejenak ia lupa jika Cavero sangatlah kejam. Ia pikir Cavero sedikit berubah karena sekarang Laki-laki itu mau menurut terhadap Lunaria. Sekali lagi, untuk sejenak Seth lupa bahwa Cavero lah yang membuat Lunaria diambang batas kewarasannya. "Sekali lagi kau bersikap begitu, ku po

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 10

    Cavero pulang lebih awal dikarenakan Seth memberitahunya berita yang cukup merepotkan. Bukannya Cavero menurut dengan Lunaria atau bagaimana. Namun selama hampir sepuluh tahun pernikahan mereka, wanita itu tidak pernah mau berbicara padanya. Jika pun perempuan itu membuka mulutnya, hanya ada kata makian yang membuat Cavero yakin jika perempuan itu sudah sepenuhnya gila. Karena Lunaria istri yang ia nikahi hampir sepuluh tahun ini menyuruhnya untuk pulang lebih awal untuk pertama kalinya, ia akan menurut meski tidak tau hal gila apa yang akan disampaikan istrinya itu. "Chasel suka? kalau Chasel suka mama bisa kasih ini ke Chasel," Langkah Cavero terhenti ketika mendengar perkataan itu. Ia bukannya menguping namun hanya ingin memastikan pendengarannya tidak salah. Sayup-sayup Cavero mampu mendengar suara Lunaria yang begitu tenang dan lembut. Suara itu tidak keras atau kasar seperti biasanya. Apa benar kata Seth jika kondisi psikis Lunaria sudah kembali? "Chasel suka?" "Mama maka

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 9

    Seth menemui Lunaria dan membicarakan tugas yang diberikan Cavero untuk mendekatkan hubungannya dengan Cashelion. Luna sedikit kaget mendengarnya, ternyata Cavero tidak seburuk dugaannya. Tapi hal itu percuma juga. Ia ingin bercerai dari laki-laki itu secepatnya. "Berkas apa itu yang kamu bawa?" "Akh ini, bukan apa-apa nyonya." "Sini aku lihat," "Tapi ini milik tuan Cavero, nyonya." "Lantas kenapa? Berikan." ucap Luna yang langsung merebut berkas itu. Seth tidak bisa melakukan apapun. Sebenarnya ia bisa saja bersikap kasar namun mengingat kondisi psikologis majikannya, Seth membiarkannya. "Itu panti asuhan yang menerima dukungan dari tuan," Luna mendengarnya curiga. Ketika membaca berkas itu, ia akhirnya mengingat jika Ivander juga berasal dati panti asuhan itu. Luna membaca semuanya dengan teliti. Dan ketika melihat foto anak-anak yang ada disana, ia akhirnya mendapatkan ide. "Hmm ... kamu yakin kalau ini hanya sponsor?" "Tentu saja nyonya," jawab Seth bingung.

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 8

    "Sebenarnya apa yang terjadi hari itu Nyonya, hingga anda memutuskan untuk tidak makan selama empat hari?" Aku tau maksud pertanyaan itu. Kenapa aku tiba-tiba berubah. "Aku bertanya padanya, apa sekarang dia bahagia? Dan Elard bilang iya. Aku ingin memaksa masuk bahkan mengancam akan bunuh diri didepannya namun Elard tidak peduli dan terlihat sangat mencintai istri dan anaknya." ucapku penuh kesedihan. Tentu saja kesedihan ini bukan aku. Tapi milik Lunaria yang asli. Emosi wanita itu masih tersimpan jelas. Apalagi jika menyangkut Cavero. Aku dapat merasakan kebencian yang besar pada laki-laki itu hanya dengan mengingatnya. "Aku hanya sadar jika aku harus menyerah sekarang. Sepertinya, Elard benar-benar sudah melupakanku dan bahagia dengan hidupnya. Sementara aku jalan di tempat. Dan entah kenapa ketika aku memilih melepaskannya, perasaanku jauh lebih tenang sekarang." jawabku dengan tersenyum. "Saya dengar dari Chasel, anda melupakan Cendric." "Aku tidak lupa. Aku ma

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 7

    Sore ini, Aku berniat menemui Chasel lagi. Meski diabaikan, aku tetap harus berusaha memberikan kesan jika aku sudah berubah dan menyayanginya. Ditengah perjalanan aku melihat seorang pria bersama Perempuan yang terlihat tidak asing, aku memperhatikannya. Melihat tujuan orang itu sama denganku yakni menemui Chasel, aku menegurnya. "Apa yang kalian lakukan disini?" "Nyonya Oliver, lama tidak bertemu." sapa perempuan itu hangat. Aku menatapnya heran. "Bagaimana kabar anda selama ini? Apa anda baik-baik saja?" Mendengar orang itu bertanya padaku, aku langsung mengingatnya. Perempuan itu adalah Psikiater pribadiku yang disiapkan oleh ibuku. Dia sering meresepkanku obat anti-depresan dan obat tidur untuk gangguan bipolarku. Eh salah, Bipolar Lunaria. Sejak pemerkosaan itu, kejiwaan Lunaria terganggu. Dia sering mengalami mood swing yang cukup parah. Aku tersenyum. "Saya baik-baik saja sekarang. Apa yang kalian lakukan?" Kedua orang itu melihatku menelisik curiga. Aku bingu

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 6

    "Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda." Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan muda menangis dengan wajah yang penuh cakaran. Untungnya kuku tuan muda tumpul hingga wajahnya tidak berdarah. Tuan muda bilang yang melakukannya adalah Lion. Ketika saya bertanya apa itu temannya, dia bilang tidak. Ketika saya cek cctv, tuan muda melakukan sesuatu yang aneh." ucapnya yang kemudian memberikan handphonenya. Seth menunjukan video itu ke Cavero. Cavero menontonnya tanpa ekspresi. Ketika video itu selesai, Cavero menyuruh Seth membawa psikiater yang biasa meresepkan obat penenang istrinya untuk datang ke rumah. Seth menganguk patuh. Dan esok harinya Seth melakukan perintah bosnya dengan memanggil Psikiater untuk Chaselion dan Lunaria. Disisi lain, Lunaria bingung bag

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status