Share

Bab 3

Author: Shiskaco
last update publish date: 2026-05-07 12:12:57

Setelah satu minggu merenung aku akhirnya menyadari bahwa tidak mungkin aku bisa kembali ke duniaku. Aku yang disana, sudah pasti mati.

Karena itu, aku punya tiga cara untuk menyelamatkan hidupku.

Pertama, aku harus memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Dan tidak membuat masalah dengan psikopat sinting itu.

Kedua, jika rencana pertama gagal aku akan menawarkan perceraian kepada Cavero dengan menawarkan berbagai keuntungan untuk laki-laki itu dan Cashelion. Setelah itu aku bisa meninggalkan keluarga psikopat itu.

Ketiga, jika rencana itu semua tetap saja gagal. Aku akan kabur dan mengganti identitasku.

Baiklah, untuk yang pertama. Aku harus bangun dari sini dan pergi melihat Cashelion.

"Lusi, dimana Cashelion?" tanyaku.

"Tuan muda pasti sedang ada di sekolah sekarang,"

"Kapan dia pulang sekolah?"

"Jam tiga sore ini Nyonya,"

"Baiklah, katakan pada sopir pribadinya kalau aku akan menjemputnya pulang sekolah nanti,"

"Nyo-nyonya ... Ma-maaf. Lebih baik nyonya istirahat saja. Keadaan nyonya baru saja membaik." ucap Lusi penuh ketakutan.

"Aku sudah membaik. Karena itu aku akan menjemput Cashelion nanti." putusku final.

Sepertinya Lusi khawatir aku akan memukul Cashelion.

"Lusi bawakan aku makanan. Aku lapar," ucapku lagi.

Setelah mengatakan itu aku pergi ke kamar mandi dan berfikir. Aku harus membuat kesan jika aku tidak akan memukuli Cashelion lagi.

Selesai mandi aku pun makan dan kemudian bersiap untuk menjemput Cashelion.

Meski hubunganku dan Cavero hanya sebatas laki-laki itu memanfaatkanku untuk mendapatkan keuntungan saja tapi, laki-laki itu masih memberikanku kebebasan. Cavero tidak pernah mempermasalahkan istrinya menggunakan uang atau pergi kelayapan kemana. Menurutku, jika Lunaria mati secara tiba-tiba pun Cavero juga tidak akan peduli.

Dari ingatan tubuh ini, Lunaria selalu histeris ketika melihat Cavero. Ia selalu berteriak menyuruh Cavero menyingkir dari pandangannya. Ia tidak ingin melihat ataupun bernafas ditempat yang sama dengan laki-laki itu.

Cavero sendiri selalu merespon dingin sikap Lunaria yang seperti orang gila.

Selesai bersiap, aku mengambil salah satu koleksi tas Lunaria dan pergi menuju sekolah Cashelion.

Meski aku sangat menyukai hidup Lunaria yang tenang, aman, damai dan banyak uang seperti ini. Aku harus selalu ingat jika Cavero itu mafia sinting dengan kedok pengusaha. Orang gila mana yang menyuruh putranya sendiri membunuh istrinya.

Aku melihat rumah ini takjub. Sangat besar dan mewah. Lihat saja banyaknya penjagaan ketat didepan pagar itu, sudah mirip keluarga bangsawan saja.

Sampai di sekolah Cashelion, aku menunggunya di cafe terdekat dengan menikmati berbagai makanan manis.

Ketika bel dari sekolah Cashelion berbunyi aku bergegas pergi ke sekolahannya.

Setelah menunggu sekitar lima menit, ada seorang anak yang berlari mendekatiku dan memanggilku.

"Tante Luna," teriaknya.

Aku menatap anak itu. Dia berlari mendekatiku. Anehnya, aku tidak bisa mengenalnya.

"Ah, halo." sapaku dengan tersenyum ramah.

Aku pikir, aku pasti dekat dengan anak itu makanya anak itu berlari mendekatiku dengan ramah.

"Tante jemput aku lagi?" tanya anak itu antusias.

Aku jemput anak itu lagi? Memangnya siapa anak itu.

"Aku pingin makan cake yang terakhir kali kita makan tante," ujarnya kembali.

Aku menatap anak itu bingung.

Kenapa ingatan tentang anak itu tidak muncul dihadapanku lagi? Biasanya, ingatan Lunaria akan muncul jika aku berhadapan dengan orang itu. Tapi kenapa sekarang tidak lagi?

Siapa sebenarnya anak ini, dan siapa pula nama anak itu? Kenapa tidak ada nametag di seragamnya?

"Nyonya ... maaf menggangu waktu anda. Tapi itu tuan muda,"

Aku langsung mendongak dan menatap Cashelion yang berdiri tak jauh dariku. Wajahnya benar-benar mirip seperti Cavero namun ini versi anak-anak.

Anak itu menatapku dengan tatapan kebencian.

"Cashel, mama datang jemput kamu." ucapku seraya tersenyum.

Kulihat anak itu terkejut. Mata dan juga ekspresinya menunjukkannya dengan jelas.

"Sebentar ya," ucapku pada anak didekatku.

Aku berjalan mendekati Cashelion dan meraih pergelangan tangannya dan membawanya ke mobil.

"Ayo pulang Cashel." ucapku.

Sampai di mobil aku bertanya pada anak yang tersenyum ramah padaku.

"Kamu pulang sama siapa?" tanyaku ke anak itu.

"Aku dijemput." jawab anak itu yang terlihat sangat bingung.

"Jadi, dimana jemputannya? Sudah datang belum?"

Anak itu melihat ke sekeliling kemudian menganguk padaku. Ia menunjukan mobil jemputannya.

"Itu dia tante. Kalau begitu, aku kesana dulu ya ... Lain kali ayo makan cake itu tante,"

"Iya. Tentu saja."

"Bye bye tante. Da dah Cashelion." ucapnya yang berlari menuju mobil itu.

Aku memperhatikannya hingga anak itu masuk kedalam mobil. Setelah itu aku fokus ke Cashelion.

Aku membukakan pintu mobil dan menyuruh Cashelion masuk. Anak itu menatapku penuh kebingungan, meski raut wajah takutnya terlihat jelas.

"Ma- mama, baik-baik saja?" tanya Cashelion ragu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 51

    Luna dan Wilhelm dikabarkan selamat dalam insiden penusukan yang dilakukan oleh Lion. Sayangnya, kedua orang tersebut terbaring dalam keadaan koma. Cavero yang mendengarnya sedikit lega meski sebenarnya masih khawatir. Cavero menyuruh agar Seth membawa Chaselion pulang. Namun, Chaselion menolaknya. Dia ingin disana dan menunggu mamanya hingga bangun. Cavero yang memang sedari tadi gregetan dengan putranya itu langsung menggendongnya. "Lion, jangan buat aku kesal lebih dari ini. Jika bukan gara-gara mamamu, aku pasti sudah membunuhmu. Sebaiknya, kau berdoa agar mamamu segera bangun," Lion yang berada dalam gendongan Cavero hanya diam saja. Dia tidak berani membantah. Sampai dirumah, Cavero menyuruh agar Lusi membantunya mengawasi Chaselion dan melaporkan segala tindakannya sekecil apapun sikap Chasel yang mencurigakan. Lusi yang tak melihat Lunaria pun menanyakan keberadaan majikannya. Cavero mengabaikan pertanyaan itu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu begitu saja. Set

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 50 - Sebelum Lunaria Terjebak 5

    Lusi Pov... Chaselion Daneswara Oliver, tuan muda dari keluarga Oliver. Aku mulai melayaninya sejak nyonya Lunaria tiada. Tidak ada yang menyangka bahwa nyonya akan tiada ditangan putranya sendiri. Sebuah ironi ketika aku tau bahwa dulu Nyonya juga ingin melakukan hal yang serupa, yaitu melenyapkan tuan Chaselion. Setiap melihat nyonya, aku selalu merasa kasihan pada beliau. Aku ingin sekali menolongnya atau menghiburnya, namun aku tau bahwa perasaannya tidak bisa dihibur oleh siapapun bahkan jika itu adalah keluarganya sendiri. Aku melihat langsung betapa hausnya tuan muda pada Nyonya. Namun Nyonya selalu bersikap jahat padanya. Ketika Nyonya tiada, hanya satu yang bisa aku tanyakan pada beliau, Nyonya apa anda sudah tenang sekarang? Apa anda sudah bahagia bisa terbebas dari kediaman ini? Tuan Cavero menugaskan ku untuk merawat tuan muda sejak hari itu. Aku melihat sendiri depresi yang di alami tuan muda. Tidak ada sosok dewasa disampingnya selain tuan Seth yang selalu b

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   bab 49 - Sebelum Lunaria Terjebak 4

    "Tuan, anda juga harus menghargai perasaan tuan muda. Bagaimana jika tuan muda tidak menyukai nona Selene?" tanya Seth hati-hati. "Dia pasti menyukainya,"Dalam hati Seth mencibirnya. Bagaimana bisa orang asing seperti Cavero pintar bicara begitu. "Saya rasa lebih baik kita membiarkan tuan muda memilih pasangannya sendiri nanti," "Seth, tutup mulutmu! Tuan Cavero pasti lebih tau apa yang terbaik untuk tuan muda Chaselion," tegur Wilhelm. "Tapi, perasaan tuan muda,""Seth!" bentak Wilhelm. "Kalian berdua diam. Seth, aku tau kekhawatiranmu. Tapi semua ini demi Chaselion. Sampai kapan kamu mau melindunginya? Suatu saat Chaselion harus berdiri sendiri. Dia tidak mungkin berlindung dibawah ketiakmu setiap saat. Aku tau kau menyayanginya seperti anakmu sendiri. Tapi Chaselion juga harus keluar dari sangkarnya!" Seth diam. Dia tidak bisa membantah ucapan Cavero. Apa yang diucapkan Cavero semuanya benar. Tuan muda yang selama ini dia lindungi suatu saat harus berdiri menghadapi kerasny

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 48 - Sebelum Lunaria Terjebak 3

    "Tuan muda, anda masih membaca buku cerita ini?" tanya Seth lembut. Cashelion yang merasa diajak bicara menganguk. "Tolong segera masuk ke kamar, kesehatan anda bisa saja menurun lagi." Cashelion menganguk dan menurut pada ucapan Seth. Usia Chaselion menginjak angka 17 tahun. Meski usianya sudah dewasa, Chaselion masih suka membaca buku cerita anak-anak. Cashelion tak banyak berbeda dari tujuh tahun yang lalu kecuali ketika dia belajar. Anak itu bisa berubah menjadi orang yang sangat berbeda. Sama seperti masa kecilnya, Chaselion masih sering sakit-sakitan. Namun, tubuhnya sudah jauh lebih sehat dibanding masa kecilnya yang mirip anak kekurangan gizi. Sayangnya, Mysophobia yang diderita sangat parah. Dan terkadang Misogininya juga kambuh jika berhadapan dengan perempuan. "Tuan Cavero mengajak anda makan malam nanti," kata Seth lagi. "Memangnya ada apa Paman Seth?" tanya Chaselion dengan ekspresi datar. "Saya tidak tau, tuan muda." Semakin dewasa, wajah Chaselion semakin mirip

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 47 - Sebelum Lunaria Terjebak 2

    Sejak mengetahui jika Chaselion adalah putranya, Cavero tidak begitu membenci anak itu. Rasa benci ingin membunuh anak itu hilang begitu saja. Terlebih ketika melihat Lunaria yang menggendong anak itu. Ada perasaan aneh. Cavero ingin menjadi bagian itu, tapi ketika melihat Lunaria yang akan histeris ketika melihatnya, Cavero mengurungkannya. Lebih baik dia diam saja untuk sekarang. Siapa tau Lunaria akan membaik nanti. Sayangnya, hal tersebut tak pernah terjadi. Rasa sukanya untuk Chaselion pun perlahan ikut menghilang ketika melihat sifat Lunaria tak kunjung melunak padanya. "ENYAH DARI SINI BAJINGAN!" teriak Lunaria histeris. Setiap melihat Cavero, Luna akan histeris dan membanting setiap barang yang ada didekatnya. "SINGKIRKAN ANAK ITU JUGA DARI HADAPANKU!" Lunaria selalu saja histeris. Tidak peduli itu ada di hadapan Cavero ataupun Chaselion. Meski Cavero cuek, namun laki-laki itu juga berharap seperti Asael agar pasangannya memberikannya perhatian meski itu hanya sedikit.

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 46 - Sebelum Lunaria Terjebak

    Cerita sebelum Lunaria terjebak...Cavero yang sekarat akibat ulah Asael mengumpat akan membalas perbuatan perempuan licik itu ketika dia kembali nanti. Dia akan membalas Asael sepuluh kali lipat lebih parah dari keadaannya sekarang. Sekali lagi, Cavero tak menyangka jika Asael berani menembak dan menusuknya hanya agar dia tidak membunuh Elard, laki-laki yang dicintainya. Cavero terlalu meremehkan perempuan penakut itu. Sekarang, dia menyesal. Harusnya dia lebih waspada dan tidak meremehkan variabel-variabel tak terduga. Asael kabur dan mengabaikan Cavero yang kesakitan. Cavero berusaha bangun dan mencari pertolongan. Ia menekan luka akibat belati yang ditusukkan Asael dan berjalan pincang. Ketika kesadarannya akan hilang, dia melihat seorang perempuan tengah mengayuh sepeda. Ketika dia jatuh, samar-samar Cavero mendengar suara panik perempuan itu. Perempuan itu berniat menelpon ambulan namun Cavero menghentikannya, karena ada luka te

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 44

    "Aku sudah tau semuanya! Aku bukan orang bodoh!" ucap Lion yang segera pergi mengambil pisau yang dilempar Cavero tadi. Luna bergegas bangun mengejarnya. Sementara Cavero diam memperhatikannya. Dia penasaran, hal nekat apalagi yang akan dilakukan putranya. "Semuanya salah papa

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 42

    Lion tidak pernah merasa segila ini sebelumnya. Semuanya gara-gara Lunaria mamanya. Beraninya mamanya berniat meninggalkannya setelah berjanji akan selalu bersamanya. Bahkan jika itu hanya janji palsu yang diberikan tetap tidak boleh. Mamanya tidak boleh meninggalkannya apapun yang terj

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 6

    "Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda." Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan mud

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 5

    Seth, tangan kanan Cavero memberikan laporan apa yang dilakukan oleh Lunaria hari ini. Cavero mendengarkannya dalam diam seraya fokus mengerjakan pekerjaannya. "Sepertinya nyonya benar-benar sangat depresi tuan. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater kembali? Nyonya sepertinya salah m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status