Beranda / Romansa / TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU / BAB 2. Interaksi Diandra dan Ervan

Share

BAB 2. Interaksi Diandra dan Ervan

last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-26 14:07:12

Saat Ranti, sudah keluar dari kamar diandra, terdengar ketukan pintu di luar sana.

diandra yang sedang malas untuk bangkit, dia hanya mempersilahkannya untuk masuk.

”Masuk”

Ceklek...

Diandra yang masih betah, rebahan dan memandang langit kamarnya, nampak tidak perduli, dengan seseorang yang kini langkahnya semakin dekat.

EHM...

Diandra terperanjat, saat mendengar deheman yang begitu asing di telinganya.

”ka—ka Ervan?” Diandra langsung bangkit dari tidurnya,dan merubah posisinya menjadi duduk.

”Maaf, Di, aku ganggu malam-malam. ini.. aku mau pinjam buku, buat tugas besok”

”E—eh.. iya, kak. boleh” Diandra yang merasa begitu gugup, langsung beranjak dari tempat tidur,dan mengarahkan langkahnya ke meja belajar.

”Ini kak, pilih aja. butuh buku apa?”

Ervan mendekat ke arah Diandra, namun entah kenapa rasanya jantung diandra berdebar kencang. ekspresi wajahnya pun terlihat begitu salah tingkah.

langkah ervan yang semakin maju, membuat diandra memundurkan langkahnya,hingga tubuhnya terpentok dengan meja belajar, dan pergerakannya sudah sulit karena terhimpit oleh ervan.

tubuh Ervan dan diandra semakin dekat, hampir tidak ada jarak. keduanya saling memandang, dan tatapan keduanya terkunci.

kegugupan diandra terbaca oleh ervan, dia tersenyum melihat ekspresi wajah Diandra yang begitu menggemaskan.

”Diandra... aku butuh ...” Mata diandra terpejam saat jemari ervan menyentuh lembut bibirnya.

”Aku butuh ini,” Ervan langsung mengambil buku di sebelah diandra, kemudian langsung melangkah pergi keluar dari kamar diandra.

Diandra membuka mata, dan langsung menutupi kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya, karena merasa begitu sangat panas karena ulah ervan.

”Sial! bisa-bisanya dia baperin gue”umpat diandra.

dia kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya, kali ini, diandra begitu merasa jantungnya bermasalah. terasa begitu deg-degan jika di dekat Ervan.

”Perasaan apa sih ini? Aaa... enggak suka” Diandra menyembunyikan wajahnya di balik bantal. dia merasakan hal yang aneh, saat Ervan menyentuh bibirnya tadi.

”Kak Ervan...”

Pagi harinya, keluarga Wily seperti biasa, mereka selalu sarapan bersama. sesibuk apapun Wily di kantor, dia selalu sempatkan untuk sarapan terlebih dahulu, dengan keluarganya.

tidak ada obrolan hangat di antara mereka, hanya ada suara sendok dan garpu yang terdengar.

kejadian semalam, membuat hubungan Diandra dan wily jadi renggang. bahkan, hanya sekedar mengucapkan selamat pagi pun rasanya diandra begitu enggan.

”Diandra, ingat hari ini kamu papa hukum!” Suara dari wily memecah keheningan. Diandra menoleh ke arah Wily, tatapannya menandakan seakan menentang papanya. namun, Diandra tidak protes, dia kembali fokus dengan sarapannya.

”Diandra, kamu denger kan?” Wily yang merasa jengkel dengan putrinya, dia kembali bicara dengan nada yang cukup tegas.

”Terserah papa aja!” Diandra bangkit dari duduknya, meninggalkan sisa sarapannya yang belum habis. diandra langsung berjalan menuju kamar.

”Anak itu, benar-benar mengujiku” umpat Wily.

”Pah.. tolong, jangan terlalu keras sama diandra kasihan dia,” bela Ranti.

”Pah.. aku boleh bujuk diandra?” kata ervan tiba-tiba.

”Oh iya van, tolong ya.. papa Benar-benar sudah capek”

Ervan menganggukkan kepalanya, dia langsung pamit dan berjalan menuju kamar diandra.

TOK.. TOK..

Ceklek..

Ervan perlahan membuka pintu kamar, dia melihat diandra yang sedang duduk di lantai, memegangi kedua lututnya.

terdengar, suara Isak tangis dari diandra yang menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.

”Di?” panggil Ervan. dia mendekat, dan ikut duduk di samping diandra.

entah keberanian dari mana, ervan mengelus rambut diandra, sehingga sang empunya mendongak.

mata diandra merah, bahkan masih ada sisa tetesan air matanya yang masih mengalir.

jari-jari ervan, mengusap air mata diandra, kemudian Mambawa diandra kedalam dekapannya.

”Kak...” hanya kata itu, yang terucap dari bibir diandra.

”Sttt... udah, kamu yang tenang ya. kakak di sini”

Perlahan isakan tangis diandra,mulai berkurang. perasaan yang begitu lega hadir seketika,karena Dekapan dari ervan.

tubuhnya yang atletis, membuat diandra betah berlama-lama di sana. tidak ada obrolan, hanya ada deru napas diandra yang terdengar, bekas Isak tangisnya.

setelah beberapa menit berpelukan, dan diandra sudah mulai tenang, perlahan Ervan melepaskan pelukannya, dia menangkup kedua pipi diandra dengan kedua telapak tangannya.

”Mau ke kampus, atau istirahat hm?”tanya ervan dengan intonasi lembut.

”Sama kak Ervan?” tanya diandra memastikan.

”Iyalah. emang maunya sama siapa?”

”Enggak mau sama siapa-siapa, mau sama kakak aja.”

”Gadis pinter. ayo..” Ervan meraih tangan diandra dan keduanya bangkit dari posisinya, ervan merangkul pundak diandra, sementara diandra malah mematung, melihat tangan ervan di pundaknya.

”Kenapa?”

”Enggak papa, kak.”

Keduanya berjalan beriringan, keluar dari kamar diandra.

Ervan dan diandra pamit terlebih dahulu, pada wily dan Ranti.

”Kuliah yang bener di. Kamu udah dewasa”

Diandra hanya menganggukkan kepalanya saja, masih dengan ekspresi wajah yang malas.

”kami berangkat ya, pah,mah.” Setelah mencium punggung tangan keduanya, Ervan merangkul diandra dan keduanya melangkahkan kakinya secara bersama.

wily, setelah kedua putra putrinya pergi,dia kembali duduk. Ranti melihat kesedihan di mata suaminya, dia ingin bertanya,namun merasa begitu sungkan.

Ranti merasakan kelelahan di wajah suaminya. lelah menanggung beban semuanya.

”Apa aku salah mah, mendidik putriku?” Wily mengusap wajah dengan telapak tangannya, terlihat dia begitu frustasi dengan keadaannya.

”Tidak! hanya saja... cara papa yang terlalu keras” Timpal rianti.

”Aku hanya takut, dia menuruni sikap ibunya”

”Mas, berharap yang baik-baik, jangan berpikir seperti itu”

”Hanya kekhwatiranku mah..” sela wily.

Ranti terdiam. dia ingin kembali menimpali, namun rasanya tidak berhak untuk ikut campur tentang ibunya diandra.

Rianti hanyalah seorang ibu tiri, sebaik apapun ibu tiri, tetap dia akan di cap buruk oleh orang lain. jadi lebih baik rianti tidak terlalu jauh ikut campur tentang konflik suaminya dan mantan istrinya.

”Diandra, semoga kamu bisa menerima mama nak”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 5. Hukuman Untuk Diandra

    Pukul 23:00 Ervan dan diandra sampai di rumah. keadaan rumah sudah begitu sepi, Ervan menggandeng tangan diandra membawanya masuk kedalam. dengan jantung yang berdebar, diandra mencoba setenang mungkin. dia berharap,jika Wily sudah terlelap. saat pintu utama di buka, dengan duplikat yang selalu Ervan bawa kemana pun, diandra bernapas lega, karena ruangan sudah mulai gelap. itu memang menandakan jika wily dan Ranti sudah tidur. dengan helaan napas yang cukup panjang, akhirnya diandra melepaskan genggaman tangannya dari ervan. ”Syukurlah, papa udah tidur.” ”Ya udah, sekarang kamu tidur juga gih. istirahat ya..” kata ervan, dengan penuh kelembutan. diandra menganggukkan kepalanya, karena memang merasa tubuhnya begitu sangat lelah. ”Ya udah kak,aku masuk ya” Namun,saat diandra akan melangkahkan kakinya, Tiba-tiba, sebelum Diandra sempat melangkah, sebuah suara yang sangat familiar memecah keheningan. ​“Tunggu dulu.” ​Jantung Diandra langsung mencelos. Saraf-sarafny

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 4. KHAWATIR

    di Dalam perjalanannya, ​Ervan menginjak pedal gas hingga menyentuh lantai mobil. Jarum speedometer melonjak tak terkendali, melampaui batas yang wajar, membiarkan mesin mobilnya meraung protes di tengah jalanan kota yang sudah mulai lengang. ​Kota itu hanya tampak sebagai bayangan buram yang berkelebatan di jendela samping. Lampu jalanan, papan reklame, dan garis-garis marka jalan menyatu menjadi garis cahaya putih yang panjang, ditarik paksa oleh kecepatan tinggi yang dia ciptakan. Kecepatan itu adalah satu-satunya pelarian dari kengerian yang berputar di benak Ervan. ​Namun, kecepatan tak mampu mengusir bayangan itu. ​Wajah Diandra, yang biasanya penuh senyum atau kerutan konyol saat cemberut, kini memenuhi setiap inci konsentrasinya. Ada sesuatu yang salah. Diandra belum pulang.nomornya pun tidak aktif. semuanya menjeritkan bahaya yang tak terucapkan. ​"Diandra," gumamnya, suaranya tercekat. Ervan mencoba memfokuskan pandangan ke depan, memaksa tangannya untuk mencengkeram kem

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 3. CEMBURU?

    ​Pagi itu, seperti biasa, kampus ramai dengan hiruk-pikuk mahasiswa. Namun, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian, Ervan, si idola kampus dengan ketampanan yang memikat. Langkahnya selalu diikuti tatapan kagum dari para mahasiswi yang tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka. ​Diandra, yang di samping Ervan, berusaha keras untuk tetap tenang. dia sudah terbiasa dengan fenomena "Ervan Effect" ini. Namun, pagi itu terasa berbeda. Semakin banyak mahasiswi yang terang-terangan memanggil nama Ervan, bahkan ada yang mencoba mendekat. ​”Ervan! Ervan! Lihat sini!” ​”Astaga, Ervan ganteng banget hari ini!” ​Wajah Diandra yang tadinya berusaha santai, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kekesalan. Bibirnya mengerucut, matanya melirik tajam ke arah para mahasiswi yang terus-menerus memanggil nama kakaknya. Ervan yang merasakan perubahan mood Diandra, hanya tersenyum tipis sambil

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 2. Interaksi Diandra dan Ervan

    Saat Ranti, sudah keluar dari kamar diandra, terdengar ketukan pintu di luar sana. diandra yang sedang malas untuk bangkit, dia hanya mempersilahkannya untuk masuk. ”Masuk” Ceklek... Diandra yang masih betah, rebahan dan memandang langit kamarnya, nampak tidak perduli, dengan seseorang yang kini langkahnya semakin dekat. EHM... Diandra terperanjat, saat mendengar deheman yang begitu asing di telinganya. ”ka—ka Ervan?” Diandra langsung bangkit dari tidurnya,dan merubah posisinya menjadi duduk. ”Maaf, Di, aku ganggu malam-malam. ini.. aku mau pinjam buku, buat tugas besok” ”E—eh.. iya, kak. boleh” Diandra yang merasa begitu gugup, langsung beranjak dari tempat tidur,dan mengarahkan langkahnya ke meja belajar. ”Ini kak, pilih aja. butuh buku apa?” Ervan mendekat ke arah Diandra, namun entah kenapa rasanya jantung diandra berdebar kencang. ekspresi wajahnya pun terlihat begitu salah tingkah. langkah ervan yang semakin maju, membuat diandra memundurkan langkahnya,

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 1. Kepasrahan Diandra

    'PLAKK...' Sebuah tamparan keras, mendarat di pipi mulus diandra. ”Papa tampar aku?” Diandra memegangi pipinya, bekas tamparan Terlihat jelas, karena pipinya yang putih. hati diandra sesak, karena sikap dari papanya. ”Iya! karena kamu, sangat sulit untuk di atur!” bentak Wily. ”Lihat jam berapa ini haa? pantaskah seorang gadis pulang larut?” ”Pah.. udah ya,cukup” Ranti menengahi. ”Tidak Mah! sekali-kali anak ini, harus di kasih pelajaran.” diandra terduduk lesu di Sebuah sofa. merasakan sakitnya di perlakukan kasar oleh ayah kandungnya sendiri. ”Lihat kakak kamu Ervan! dia laki-laki, tapi tidak senakal kamu,Diandra!” Wily semakin meninggikan suaranya. ”Kamu sama saja, seperti ibumu!” ”Jangan bawa-bawa ibuku!” Diandra yang tidak mau kalah,dia bangkit dari duduknya, segera menghadap wily sang papa. ”Nah, sudah berani kan kamu menentang papamu sendiri.” ”Aku begini,karena papa!” ”Aku bercermin,dari kelakuan papa!” teriak Diandra penuh emosional. tangan wily menge

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status