Home / Romansa / TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU / BAB 1. Kepasrahan Diandra

Share

TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU
TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU
Author: Alfisha Wulandari

BAB 1. Kepasrahan Diandra

last update Last Updated: 2025-11-26 12:00:44

'PLAKK...'

Sebuah tamparan keras, mendarat di pipi mulus diandra.

”Papa tampar aku?” Diandra memegangi pipinya, bekas tamparan Terlihat jelas, karena pipinya yang putih. hati diandra sesak, karena sikap dari papanya.

”Iya! karena kamu, sangat sulit untuk di atur!” bentak Wily.

”Lihat jam berapa ini haa? pantaskah seorang gadis pulang larut?”

”Pah.. udah ya,cukup” Ranti menengahi.

”Tidak Mah! sekali-kali anak ini, harus di kasih pelajaran.”

diandra terduduk lesu di Sebuah sofa. merasakan sakitnya di perlakukan kasar oleh ayah kandungnya sendiri.

”Lihat kakak kamu Ervan! dia laki-laki, tapi tidak senakal kamu,Diandra!” Wily semakin meninggikan suaranya. ”Kamu sama saja, seperti ibumu!”

”Jangan bawa-bawa ibuku!” Diandra yang tidak mau kalah,dia bangkit dari duduknya, segera menghadap wily sang papa.

”Nah, sudah berani kan kamu menentang papamu sendiri.”

”Aku begini,karena papa!”

”Aku bercermin,dari kelakuan papa!” teriak Diandra penuh emosional. tangan wily mengepal, seakan bersiap meledak kan amarah di dadanya.

”Diandra, udah cukup nak. ayo mama antar ke kamar” Ranti kembali Menengahi, dia merangkul diandra yang sedang terisak, perlahan langkah ranti dan diandra menjauh dari wily, membawa diandra masuk kedalam kamar.

Ceklek...

Ranti membantu membuka kenop pintu kamar diandra, lalu membawanya masuk.

”Di, kamu yang sabar ya sayang. jangan masukan ke hati, kata-kata dari papa” Dengan penuh kelembutan, sebisa mungkin Ranti Membuat Diandra tenang.

Hening..

tidak terdengar balasan dari diandra.

Ranti menghela napasnya perlahan, dia duduk di sisi ranjang,di sebelah diandra. Ranti Mengusap-usap lembut rambut panjang diandra.

”Di, mama tahu kamu tidak suka mama. Kamu belum bisa terima mama. tapi asal kamu tahu, mama sayang sama kamu di.. begitu juga dengan Ervan” Diandra menoleh, saat mendengar kata ervan dari bibir ibu tirinya.

”Mama mau,kita hidup rukun seperti keluarga yang lainnya,”

”Walaupun kamu merebut papa dari ibuku?” potong Diandra.

Diam..

Ranti terdiam. namun beberapa saat dia kembali berbicara. Ranti tersenyum, dan mengusap pipi Diandra.

”Nanti kamu pasti akan mengetahui, kebenarannya. sudah istirahat ya, sayang. besok kamu harus kuliah” Ranti bangkit dari posisinya, dia mengecup kening diandra, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar diandra.

”Selamat malam,putri mama” Diandra tidak menjawab. sampai akhirnya keberadaan rianti sudah tidak lagi terlihat.

Diandra merebahkan tubuhnya, dia memandangi langit-langit kamarnya, tetesan air mata jatuh, Diandra ingat betul, jika papanya wily yang sudah mengkhianati ibunya.

Enam bulan yang lalu, Diandra merasa hidupnya begitu sangat bahagia.

dia memiliki keluarga yang utuh, orang tuanya yang begitu harmonis, membuat diandra ingin menjadikannya motivasi jika memiliki suami nanti.

Namun.. pada suatu malam, Diandra mendengar sebuah pertengkaran hebat, dari papa dan mamanya.

saat diandra keluar dari kamar, semua perabot rumah sudah berserakan di lantai.

”Dasar lelaki bajingan kamu!” Mendengar kata-kata itu yang keluar dari mulut ibunya, membuat diandra yakin, jika papanya sudah berkhianat. namun, Diandra tidak berani ikut campur.

Satu hari setelah kejadian pertengkaran itu, wily sang ayah datang menemui Diandra di dalam kamar.

”Di, kamu ikut papa ya?”katanya saat itu.

Diandra berpikir, terdiam sesaat mencerna ucapan arti dari kata ikut. karena tidak ada jawaban dari diandra, wily kembali bicara.

”Papa dan Mama akan bercerai” Diandra yang begitu terkejut, dengan pengakuan dari papanya, segera bangkit dari duduknya.

”Apa! ta—tapi kenapa pah?” Suara diandra terdengar parau, seakan ada yang tercekat di kerongkongannya.

”Kami, sudah tidak sejalan lagi. tidak ada kecocokan juga. jadi memutuskan untuk mengakhiri saja” Sebuah alasan yang menurut diandra ambigu. namun, pada malam itu diandra tidak lagi mempertanyakannya.

tiga bulan, setelah resmi bercerai, tiba-tiba dada diandra kembali sesak, seakan ada batu yang menghimpitnya, saat wily membawa seorang wanita sebaya dengan ibunya masuk kedalam rumahnya.

”Sayang, kenalin ini mama Ranti istri papa” Pengakuan dari sang ayah, membuat diandra merasa jika dia tidak lagi di anggap sebagai seorang anak. bagaimana bisa, wily memperkenalkan seorang wanita yang sudah resmi menjadi istrinya. sementara, diandra tidak di beri tahu sebelumnya.

kali ini, Diandra menyimpulkan jika memang benar, wily lah yang sudah berkhianat dan membuat pernikahannya dengan ibunya diandra hancur.

Perkenalan diri dari seorang wanita paruh baya,yang terlihat begitu anggun dan lembut. tutur katanya begitu sopan. seakan Diandra tidak bisa mencari celah keburukan dari gelarnya yang seorang ibu tiri.

Diandra juga menoleh pada seorang pria muda, yang di sebelah ibu tirinya.

”Dia ervan, anak mama Ranti. yang artinya adalah kakak tiri kamu” Seakan paham dengan isi pikiran diandra, wily langsung memperkenalkannya.

”Hai.. Ervan” dengan suara yang parau,dan Dingin lelaki itu menyapa diandra.

”Diandra” balasnya, kembali menjabat tangan ervan.

”Semoga kalian COCOK”

”Mm.. maksud papa, bisa akur sebagai pasangan saudara” ralatnya.

Makan malam pertama, masih terasa canggung, mereka makan dengan suasana yang hening. namun tiba-tiba ucapan dari wily membuat diandra terkejut.

”Mulai besok, Ervan akan kuliah di tempat yang sama, dan kalian pulang dan pergi, bisa sama-sama”

Uhuk..uhuk..

”Sayang.. hati-hati” Rianti mengusap tengkuk Diandra, lalu mengambilkan segelas air putih untuk diandra.

”Terimakasih,”ucap diandra.

Diandra tidak habis pikir, kenapa bisa kemana-mana harus dengan kakak tirinya, namun tidak bisa diandra pungkiri jika paras Ervan memanglah tampan.

meskipun dingin dan kaku, pesona ervan membuat diandra tidak bisa mengalihkan perhatiannya.

”Ini, tidak mungkin”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 5. Hukuman Untuk Diandra

    Pukul 23:00 Ervan dan diandra sampai di rumah. keadaan rumah sudah begitu sepi, Ervan menggandeng tangan diandra membawanya masuk kedalam. dengan jantung yang berdebar, diandra mencoba setenang mungkin. dia berharap,jika Wily sudah terlelap. saat pintu utama di buka, dengan duplikat yang selalu Ervan bawa kemana pun, diandra bernapas lega, karena ruangan sudah mulai gelap. itu memang menandakan jika wily dan Ranti sudah tidur. dengan helaan napas yang cukup panjang, akhirnya diandra melepaskan genggaman tangannya dari ervan. ”Syukurlah, papa udah tidur.” ”Ya udah, sekarang kamu tidur juga gih. istirahat ya..” kata ervan, dengan penuh kelembutan. diandra menganggukkan kepalanya, karena memang merasa tubuhnya begitu sangat lelah. ”Ya udah kak,aku masuk ya” Namun,saat diandra akan melangkahkan kakinya, Tiba-tiba, sebelum Diandra sempat melangkah, sebuah suara yang sangat familiar memecah keheningan. ​“Tunggu dulu.” ​Jantung Diandra langsung mencelos. Saraf-sarafny

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 4. KHAWATIR

    di Dalam perjalanannya, ​Ervan menginjak pedal gas hingga menyentuh lantai mobil. Jarum speedometer melonjak tak terkendali, melampaui batas yang wajar, membiarkan mesin mobilnya meraung protes di tengah jalanan kota yang sudah mulai lengang. ​Kota itu hanya tampak sebagai bayangan buram yang berkelebatan di jendela samping. Lampu jalanan, papan reklame, dan garis-garis marka jalan menyatu menjadi garis cahaya putih yang panjang, ditarik paksa oleh kecepatan tinggi yang dia ciptakan. Kecepatan itu adalah satu-satunya pelarian dari kengerian yang berputar di benak Ervan. ​Namun, kecepatan tak mampu mengusir bayangan itu. ​Wajah Diandra, yang biasanya penuh senyum atau kerutan konyol saat cemberut, kini memenuhi setiap inci konsentrasinya. Ada sesuatu yang salah. Diandra belum pulang.nomornya pun tidak aktif. semuanya menjeritkan bahaya yang tak terucapkan. ​"Diandra," gumamnya, suaranya tercekat. Ervan mencoba memfokuskan pandangan ke depan, memaksa tangannya untuk mencengkeram kem

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 3. CEMBURU?

    ​Pagi itu, seperti biasa, kampus ramai dengan hiruk-pikuk mahasiswa. Namun, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian, Ervan, si idola kampus dengan ketampanan yang memikat. Langkahnya selalu diikuti tatapan kagum dari para mahasiswi yang tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka. ​Diandra, yang di samping Ervan, berusaha keras untuk tetap tenang. dia sudah terbiasa dengan fenomena "Ervan Effect" ini. Namun, pagi itu terasa berbeda. Semakin banyak mahasiswi yang terang-terangan memanggil nama Ervan, bahkan ada yang mencoba mendekat. ​”Ervan! Ervan! Lihat sini!” ​”Astaga, Ervan ganteng banget hari ini!” ​Wajah Diandra yang tadinya berusaha santai, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kekesalan. Bibirnya mengerucut, matanya melirik tajam ke arah para mahasiswi yang terus-menerus memanggil nama kakaknya. Ervan yang merasakan perubahan mood Diandra, hanya tersenyum tipis sambil

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 2. Interaksi Diandra dan Ervan

    Saat Ranti, sudah keluar dari kamar diandra, terdengar ketukan pintu di luar sana. diandra yang sedang malas untuk bangkit, dia hanya mempersilahkannya untuk masuk. ”Masuk” Ceklek... Diandra yang masih betah, rebahan dan memandang langit kamarnya, nampak tidak perduli, dengan seseorang yang kini langkahnya semakin dekat. EHM... Diandra terperanjat, saat mendengar deheman yang begitu asing di telinganya. ”ka—ka Ervan?” Diandra langsung bangkit dari tidurnya,dan merubah posisinya menjadi duduk. ”Maaf, Di, aku ganggu malam-malam. ini.. aku mau pinjam buku, buat tugas besok” ”E—eh.. iya, kak. boleh” Diandra yang merasa begitu gugup, langsung beranjak dari tempat tidur,dan mengarahkan langkahnya ke meja belajar. ”Ini kak, pilih aja. butuh buku apa?” Ervan mendekat ke arah Diandra, namun entah kenapa rasanya jantung diandra berdebar kencang. ekspresi wajahnya pun terlihat begitu salah tingkah. langkah ervan yang semakin maju, membuat diandra memundurkan langkahnya,

  • TERJERAT CINTA KAKAK TIRIKU    BAB 1. Kepasrahan Diandra

    'PLAKK...' Sebuah tamparan keras, mendarat di pipi mulus diandra. ”Papa tampar aku?” Diandra memegangi pipinya, bekas tamparan Terlihat jelas, karena pipinya yang putih. hati diandra sesak, karena sikap dari papanya. ”Iya! karena kamu, sangat sulit untuk di atur!” bentak Wily. ”Lihat jam berapa ini haa? pantaskah seorang gadis pulang larut?” ”Pah.. udah ya,cukup” Ranti menengahi. ”Tidak Mah! sekali-kali anak ini, harus di kasih pelajaran.” diandra terduduk lesu di Sebuah sofa. merasakan sakitnya di perlakukan kasar oleh ayah kandungnya sendiri. ”Lihat kakak kamu Ervan! dia laki-laki, tapi tidak senakal kamu,Diandra!” Wily semakin meninggikan suaranya. ”Kamu sama saja, seperti ibumu!” ”Jangan bawa-bawa ibuku!” Diandra yang tidak mau kalah,dia bangkit dari duduknya, segera menghadap wily sang papa. ”Nah, sudah berani kan kamu menentang papamu sendiri.” ”Aku begini,karena papa!” ”Aku bercermin,dari kelakuan papa!” teriak Diandra penuh emosional. tangan wily menge

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status