Share

Black Card

Author: Luz Picillya
last update publish date: 2026-08-11 14:19:11

Enam Jam kemudian di Mall kota

Alsava selonjoran di depan H&M. Seharian menghabiskan uang yang ada di black card itu membuat Alsava kelelahan dan tak sanggup lagi. Barang belanjaannya sudah disimpan pak sopir di mobil, tapi dia masih harus meluruskan otot-otot kaki yang ikutan tegang. Kakinya misquennya masih belum terbiasa diajak shopping seharian.

"Aiihh... jadi sultan capek juga ternyata. Capek ngabisin duit," Gerutunya. "Ini gue dihukum apa dikasih THR sih?"

Bodyguard Albert, duduk di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Kerjasama Berjalan

    “Tuan..”Dory muncul dari sisi ruangan. Dia berjalan cepat seolah ada hal penting yang harus dia laporkan sekarang juga. Marveen menoleh. Menunggu Dory dengan tatapan datar.“Ada sesuatu yang perlu saya laporkan,” ujar Dory setelah dekatKen meliriknya, mata mereka bertemu. Ken menangkap ada hal urgent yang memang harus segera diketahui Mr X. Ken tidak menunjukkan sedikit pun perubahan ekspresi. Dia terlihat acuh dan tak ingin mengetahui apa yang akan disampaikan tangan kanan Marveen itu.“Katakan!” perintah MarveenDory mendekat. “Beberapa jalur lama mengalami pergerakan. Ada orang yang mulai mencari data operasi beberapa tahun lalu.”Marveen mengernyit. “Data apa?”“Data lama.” Dory menatap Ken sekilas. “Sekitar... sepuluh tahun.”DEG!Jantung Ken berdetak sekali lebih keras.‘Kematian Tuan Cavan!’Marveen belum menyadari apa pun. Ini kali pertamanya insting seorang Mr X tidak terlalu tajam. “Cari tahu siapa yang membuka data itu.”“Baik, Tuan.” Dory mengangguk lalu membungkukkan b

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Rencana Berjalan

    Pagi belum sepenuhnya terang ketika Ken sudah berada di ruang kerjanya. Jas hitam rapi melekat sempurna di tubuhnya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa pikirannya sedang bekerja keras. Ada banyak susunan rencana yang sedang dia rancang untuk langkah selanjutnya.Satu pesanDi atas meja terdapat satu ponsel dengan sebuah pesan yang baru saja masuk.MARVEEN MARQUES:Datang ke tempat biasa. Kita bicara langsung soal kerja sama.Ken membaca pesan itu sekali lag. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.“Umpanku benar-benar kau makan dengan lahap, Marveen.” Pintu kamar terbuka. Alsava muncul dengan rambut panjang yang masih sedikit berantakan. Dia berjalan mendekat sambil mengusap matanya.“Ken?” panggilnya membuat Ken mengalihkan mata dari layar ponsel. “Kamu mau pergi?”“Iya,” saut Ken datar. “Umpanku dimakan dengan baik oleh Marveen.”Seketika wajah Alsava berubah serius. Dia senang tapi juga khawatir. Jelas dia takut justru Ken yang masuk dalam perangkap. “Jangan g

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Sang Macan Masuk Perangkap

    Malam semakin larut. Alsava sudah tidur di sebelah Ken dengan paha Ken yang dijadikan bantalnya. Mansion Ken cukup tenang. Hanya sesekali penjaga berganti untuk memastikan mansion aman kondusif.KLING!Sebuah pesan masuk ke ponsel Ken. Ken melirik dan membacanya pelan. Senyumnya perlahan muncul. "Angin segar berhembus di setengah malam. Marveen, permainan menarik ini baru kita masuki babak final.."Alsava mendengarnya. Dia langsung duduk sambil menatap Ken. "Dia menyetujui ajakan kamu?"Ken mengangguk. "Iya. Dia menerima tawaran kerja sama kita."Alsava tersenyum, tapi kemudian mengerutkan kening. "Secepat itu?""Dia sepertinya yakin kalau aku kembali membutuhkan bisnisnya." Ken meletakkan ponsel di meja. "Padahal sebenarnya..." Dia menatap Alsava. "Akulah yang sedang menciptakan kelengahannya.""Tiga hari ini kamu hampir tidak tidur nyenyak gara-gara menunggu pesan itu," goda Alsava."Kamu memperhatikan?""Aku istrimu. Aku hafal cara kamu menghela napas kalau sedang menunggu sesuatu.

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Bukti Transaksi Pembayaran

    Di tempat lain. Ruang arsip bawah Tiger Dark masih sunyi. Raka duduk di depan pintu dengan pistol terselip di pinggang.Tugasnya sederhana. Menjaga arsip.Tidak boleh ada yang masuk, tidak boleh ada yang keluar. Tapi justru tugas itu membuat Raka semakin dekat dengan rahasia terbesar Tiger Dark.Raka menoleh ke kanan dan kiri, kosong.Dia berdiri lalu membuka pintu arsip menggunakan kartu akses yang diberikan Salvator.KLIK!Pintu terbuka. Raka masuk. Matanya langsung menyapu rak-rak dokumen.“Mallory Project...” gumam Raka pelan. Dia mencari dengan cepat. Beberapa menit kemudian, tangannya berhenti pada sebuah kotak besi kecil. Tidak ada tulisan, tidak ada kode. Tapi kotak itu memiliki tanda kecil berbentuk kepala macan.Raka langsung curiga. Dia membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat beberapa dokumen lama. Ada Satu foto, satu lembar laporan. Dan sebuah flashdisk.Raka mengambil laporan itu. Matanya langsung membesar.SUBJECT: CAVAN MALLORYSTATUS: TERMINATEDRaka membaca baris

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Menghilang Untuk Menyelamatkan Mandat

    “U-untuk... aku?” tanya Alsava terbata.“Tuan Cavan sudah menyiapkan semuannya Sejak instingnya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi padanya, Tuan ingin nemastikan kelayakan dan jaminan hidup untukmu Manis. Tuan pernah memberitahuku, hanya saja aku gagal bertemu Adrian, karena dia sudah keburu pergi dan menghilangkan jejaknya.”Semua diam, Alsava tak menyangka, bahkan Ayahnya masih memikirkannya disaat rasa takut mungkin sudah menghantuinya. Insting Ayah cukup kuat, pantas jika dia seorang pebisnis hebat dan ketua Klan Mafia besar.“Adrian adalah orang yang mengetahui semuanya,” lanjut Davin setelah beberapa saat hening.Ken akhirnya memahami sesuatu.“Jadi Adrian menghilang bukan karena diculik?”“Tidak.” Davin menggeleng.“Bukan karena otaknya dicuci?” tanya Alsava gantian.Davin hampir tertawa. “Tidak ada pencucian otak. Dia sengaja menghilang agar amanah rahasia Tuan Cavan tetap aman. Davin menatap mereka berdua serius.“Jika rahasia itu jatuh ke tangan Marveen, Alsava tidak

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Pemegang Rahasia

    “Alexander Vane.”Satu nama itu membuat suasana di ruangan Davin berubah. Davin yang sejak tadi terlihat santai, kini menatap Ken dan Alsava dengan sorot mata berbeda.“Dari mana kalian mendapatkan nama itu?” tanya Davin.Ken tidak langsung menjawab. Dia justru menyandarkan tubuhnya ke sofa, kedua tangannya bertaut di depan dada.“Jadi benar,” ucap Ken pelan. “Alexander Vane memang Adrian Velasquez.”Davin menghela napas panjang. Dia tak bisa mengelak lagi. Ken dan Alsava bukan bocah yang bisa diberi alasan lain. “Ya,” saut Davin akhirnya. Alsava langsung mencondongkan tubuhnya.“Jadi Om mengenalnya?”“Aku mengenalnya. Tapi tidak terlalu dekat. Aku hampir tidak bersinggungan dengannya karena dia tidak pernah datang ke markas.”“Dan dia ada hubungannya dengan Ayah?”Davin menatap Alsava cukup lama sebelum akhirnya mengangguk. “Adrian adalah orang terakhir yang bertemu Tuan Cavan sebelum beliau meninggal.”DEG!Alsava terdiam.Ken pun langsung menatap Davin tajam.“Berarti Adrian tahu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status