Share

bab 13

Penulis: SingoRanu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-19 22:44:18

Russel membawa mobilnya memasuki mansion utama. Dengan bersiul riang, pria itu menapaki lantai marmer berwarna gelap itu. Langkah Russel terhenti melihat Lily hanya makan malam seorang diri.

Russel tidak bergabung, hanya menatap Lily yang tengah menikmati makan malamnya. Russel menyenderkan tubuhnya menyamping dan melipat tangannya di dada. Meski sedang makan, Lily tampak sangat cantik. Gejolak di dalam diri Russel memberontak, lalu pria itu mengulas senyum penuh arti. Dan melangkah ke kamarnya begitu melihat Lily beranjak dari duduknya.

****

Malam itu, seusai makan malam yang sendiri. Karena anggota keluarga pergi entah kemana. Lily memutuskan untuk tidur lebih cepat. Matanya cepat terpejam karena memang dia mudah mengantuk.

Lily merasakan ada yang tidak nyaman di tubuhnya. Seperti sedang menahan beban yang berat, dan sesuatu yang menggelitik di bagian lehernya. Lily membuka matanya lebar-lebar seke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 45

    Waktu bergerak lebih cepat dari yang Lily sadari.Perutnya kini bulat penuh, berat, dan selalu bergerak—tiga kehidupan kecil yang tak pernah benar-benar diam. Kehamilan memasuki bulan kesembilan dengan segala campur aduknya: lelah, bahagia, dan cemas yang kadang datang diam-diam di malam hari.Axelo justru semakin gelisah.“Lily, kamu yakin enggak kontraksi?”“Lily, kamu pusing?”“Lily, tadi bayinya gerak semua, kan?”Lily hanya bisa tersenyum sambil mengelus perutnya.“Axelo… kalau kamu terus tegang begini, yang mau melahirkan kamu atau aku?”Axelo mengusap wajahnya kasar, napasnya berat.“Aku cuma takut. Kamu bawa tiga nyawa sekaligus.”Dan ketakutan itu terbukti ketika suatu malam, Lily meringis sambil memegang perutnya.“Ax… kayaknya… ini bukan cuma kram biasa.”Axelo langsung berdiri. Wajahnya pucat.“Kita ke rumah sakit. Sekarang.”Dokter memutuskan induksi.“Kondisi ibu stabil, tapi kehamilan kembar tiga terlalu lama

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 44

    Malam itu, ruang rawat Lily terasa berbeda. Lampu-lampu tampak lebih hangat, bau obat tak lagi menyengat, dan detak jantung Lily seolah berdetak seirama dengan senyum Axelo yang tak kunjung luntur.“Axelo…” panggil Lily pelan, suaranya manja, seperti ketika ia ingin dimanjakan tanpa harus meminta banyak.Axelo yang sejak tadi duduk di sisi ranjang, langsung menoleh. “Kenapa, Sayang? Kamu kenapa? Sakit? Pusing?”Lily tertawa kecil. “Kamu kenapa panik begitu? Aku cuma mau bilang… aku lapar.”Axelo terdiam sepersekian detik, lalu wajahnya berubah cerah. “Lapar? Kamu mau makan apa? Aku panggil perawat sekarang!”“Jangan perawat,” Lily menggeleng lemah. “Aku pengin… sup bening. Tapi yang kamu buat.”Axelo mengerjap. “Aku?”“Iya. Aku mau buatan ayah dari anak-anakku,” ucap Lily sambil tersenyum nakal.Axelo tertawa kecil, lalu berdiri dan mencium kening istrinya penuh cinta. “Baik, Nyonya Whites. Aku akan membuat sup terbaik di dunia.”Beberapa hari kemudian, Lily sudah diizinkan pulang. Ru

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 43

    "Keluarga Nyonya Lilyana whites." Axelo segera berlari mendekat, dengan tatapan penuh harap untuk istrinya baik-baik saja. "Saya suaminya." "Pasien tidak mengalami luka dalam, Tuan. Beberapa luka luar pasien juga sudah ditangani. Kami juga melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada pasien dan semua organ normal tanpa gangguan," terang dokter. "Syukurlah! Itu artinya, Istriku baik-baik saja, kan, dok?" Dokter mengangguk sembari mengulas senyum. "Benar, Tuan. Dan dari hasil pemeriksaan ... kami menemukan sesuatu," ungkap sang dokter. "M-menemukan apa?" "Ada janin di rahim pasien, Tuan. Pasien tengah mengandung," ujar dokter membuat Axelo terdiam seketika. "A-apa?" "Pasien hamil, Tuan!" axelo diam seribu bahasa. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan kabar mengejutkan ini setelah dibuat geger ole

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 42

    "Apa mau mu, Russell?" Russell menyeringai, "Mau ku? Tembak kepalamu sendiri, Axelo!" Hening, Axelo masih menggeretakkan giginya saling beradu. Ia sangat tau Russell memang membencinya, sejak dulu Russell memang selalu berusaha mengambil apapun yang menjadi haknya. Bahkan, Angelica pun tak luput dari Russell. Sayangnya, Angelica memang wanita jallang yang mudah tergoda. Axelo tidak mempermasalahkan karena memang ia tak segila itu mempertahankan wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada pria lain. Tapi, Lily berbeda, wanita yang satu ini berperan besar dalam mengumpulkan bukti kejahatan Camelia dan Elvan. Dia juga menjaga diri dari bujuk rayu Russell sampai mendapatkan pelecehan dari sepupunya. "Ayo! Kenapa ragu? Atau kau lebih suka melihat kepala wanitamu menyentuh aspal dengan keras?" Russell sedikit mengangkat kakinya yang berpijak pada tali yang menggantung tubuh Lily. Karena berat badan Lily, otomatis tubuh Lily yang meng

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 41

    Lily membuka matanya, ruang remang dan berbau pengap. Kepalanya terasa sangat pusing, Lily terus mencoba mengumpulkan kesadarannya. Melihat lebih jelas meski sulit untuk melihat dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Lily menyadari gerak tubuhnya terbatas, merasakan ikatan yang kuat di tangan dan tubuhnya. Rasa cemas dan gelisah menghinggapi nya seketika, saat ingatan akan pertemuan dengan Russel. Masih lekat dalam ingatannya, tentang pelecehan yang Russell lakukan padanya. Tubuh Lily menggigil seketika, matanya berkeliaran mencari pria yang sudah menculiknya kali ini. Lily takut, tapi, meski berteriak meminta tolong, tak akan ada yang datang karena ia yakin, Russel bukan pria bodoh yang menyekap tawanannya di tengah kota. Saat ini Lily hanya berharap, Axelo akan datang menolongnya. Segaris cahaya terlihat menyinari ruangan yang perlahan melebar sebesar pintu. Pertanda, seseorang memasuki ruang remang itu. Lily menajamkan penglihatan, sosok yang tamp

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 40

    "Apa kamu bilang? Russell kabur?" Suara kakek Douglas menggema di seluruh ruangan. Ada gelisah yang tersisip amarah. Amarah untuk para penjaga yang teledor hingga Russell sampai lolos dari pulau pengasingan, dan rasa gelisah jika sampai Axelo tau, sudah pasti dia tak akan melepaskan Russell. Mengingat Axelo seorang pendendam. "Russell, jangan sampai kau mendkati Lily lagi. Kakek tak bisa melindungi mu jika kau sampai nekat." Gumam tuan Douglas. Mau semarah apapun tuan Douglas, dan seburuk apapun Russell, tetaplah cucu. Darah daging tuan Douglas juga. Ia tak akan Setega itu jika sampai Russel membuat ulah dan Axelo sampai melewati batasnya. Tuan Douglas memijit pelipisnya, sangat mudah menangani orang lain. Tinggal buang dan hancurkan, tapi Russell keluarga nya. Tak mungkin juga ia akan berlaku sama. "Temukan Russel sebelum Axelo mendengar kabar tentang bocah yang kabur itu." Perintah kakek Douglas tegas dengan sorot mata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status