Share

Bab 129. Seng

Author: weni3
last update publish date: 2026-05-04 21:46:55

Pandangan mata Mami dan Daddy terpusat pada celana Brilly yang basah. Terlihat jelas sekali apalagi Brilly mengenakan celana yang tak mudah kering. Naomi pun semakin menundukkan kepalanya melihat itu.

"Iya Brilly, kamu tuh kalau habis dari kamar mandi nggak dikeringkan dulu. Lihat! sampai basah begitu," kata Mami tetapi Daddy menatap penuh selidik bahkan Daddy sama sekali tidak mengalihkan pandangan beliau dari yang lain."

Brilly yang diselidiki tetapi Naomi yang dibuat ketar ketir. Pria
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 177. Tamat

    Dada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 176. SAH

    "Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 175. Mendadak

    Apa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 174. Melamar

    "Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 173. Lamar Aja!

    "Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 172. Sayang, ampun!

    "Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 155. Tiga Bulan Lagi

    Naomi terdiam di ambang pintu ruangannya melihat Gwen yang tengah tertidur dengan memeluk boneka. Entah boneka dari mana asalnya tetapi rasa hati saat ini amat sangat berantakan sekali. Padahal tadi sudah sangat lega saat putusan pengadilan keluar, tetapi setelah melihat Gwen, Naomi teringat aka

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 152. Gembel

    Lian sama sekali tidak mengeluarkan suara. Sekarang Lian bukan saja menjadi gelandangan tetapi berpura-pura tidak bisa bicara. Bukan hanya itu, terkadang Lian pun berpura-pura bodoh dan tuli. Itu semua dilakukan oleh Lian sebagai cara untuk menutupi identitas agar tidak mudah diketahui oleh polis

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 151. Bukan Mantan-mantanan

    "Ikh Gwen terlalu kecil untukmu jadikan Intel, Kak. Jangan begitu! Nggak ada yang nyaman sama laki-laki lain. Lagian aku nggak mudah jatuh cinta kok. Kalau mau mungkin sejak dulu kami jadian. Apalagi dari tampan dan baik sama aku tapi memang kamu nggak saling suka. Kami hanya berteman. Eh kebetulan

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 150. Mantan

    "Pak Ridwan, Om. Dia itu guru matematika yang ganteng sekali. Kalau di sekolah juga baik. Nggak pernah marah-marah sama Gwen dan teman-teman. Pak Ridwan juga baik sama Mami. Tadi membelikan Mami minum dan mengajak Mami ngobrol. Jadi Mami nggak bosan menunggu Gwen." "Oh gitu.... Mami mana, Nak?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status