Share

Bab 307 Kritis

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-06-04 22:32:22

Tora menodongkan senjata api di tangannya ke arah wanita cantik itu.”Siapa kau?! Jangan ikut campur dan segera pergi dari tempat ini!

Wanita cantik itu terkekeh seraya melangkah ke arah Tora tanpa rasa takut. Tora reflek mundur beberapa langkah, namun langkahnya terhenti saat punggungnya menabrak dinding beton yang ada di belakangnya.

“Aku bilang jangan bergerak!! Atau aku tidak akan segan menembak kepalamu!!” ancam Tora bersiap akan menarik pelatuk senjata apinya.

“Tembak saja jika kamu ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (16)
goodnovel comment avatar
Viva Oke
hadeh, situasi lagi darurat malah Mayang kritis. Baskoro dan Angel teman sejati
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ini Bimo udh inget ya. dia bisa panggil angel
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ya ampun mayang kritis. semoga dgn hadir ny Bimo nanti, mayang kembali sembuh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 633

    Prof. Malik gemetar ketakutan di dalam cengkeraman Bimo. Wajahnya yang semula penuh keangkuhan kini pucat pasi, tak berkutik menghadapi aura gaib yang begitu menekan dari tubuh Bimo.”A-ampun, Bimo... Tolong jangan bunuh aku!" ucap Prof. Malik dengan suara bergetar. “Aku berjanji akan menyerahkan semua riset dan memusnahkan sisa serum Vigor-X itu!”Bimo bersiap akan membunuh Prof.Malik, namun pria itu langsung berteriak meminta tolong agar Bimo mengampuninya.“Tolong!! Jangan bunuh aku! Aku bukanlah dalang utama dalam penelitian ini!!” Mata Bimo terbelalak saat mendengarnya. “Apa maksudmu?” “Dia saat ini ada Singapore. Kamu bisa menemuinya secara langsung. Tapi tolong jangan bunuh aku,” jawab Prof.Malik dengan nada gemetar.Di waktu yang bersamaan pihak Kepolisian segera datang. Sirine kapal patroli meraung di tengah lautan. Cahaya sorotan lampu helikopter dan kapal petugas mulai membelah kegelapan malam, mengarah tepat ke geladak kapal besar tempat mereka berada.Bimo menatap Prof.

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 632

    Anak buah Prof. Malik yang mendadak panik langsung memberondong tembakan ke arah Bimo. Namun sayang, tembakan mereka malah mengenai permukaan air laut.Dengan gerakan lincah, Bimo memanjat sisi kapal dan melompat mendarat di atas geladak. Cahaya keemasan memancar dari tubuhnya, menciptakan tekanan angin bergemuruh yang membuat para anak buah Prof. Malik terdorong mundur dan goyah.Sebelum Prof. Malik sempat bereaksi, Bimo menghentakkan kakinya ke atas geladak. Gelombang energi gaib memotong tali penjerat yang mengikat Mayang dan Baskoro.Sret!! Bimo melesat cepat dan menyambut tubuh Mayang serta Baskoro sebelum jatuh menghantam lautan. Setelah itu dia ikut melepaskan ikatan serta kain penyumpal mulut mereka berdua.“Bimo!” panggil Baskoro sambil terbatuk-batuk.“Kalian baik-baik saja?” tanya Bimo memastikan kondisi mereka.Mayang langsung memeluk Bimo dengan mata berkaca-kaca. “Bimo, hiks hiks terima kasih sudah menolong kami.” Prof. Malik mundur beberapa langkah dengan wajah memer

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 631

    Bimo hanya bisa mendengar suara deburan ombak dan beberapa kali ledakan kapal beruntun di tengah lautan luas. Dia memutar tubuhnya seraya menyapu pandangannya ke sekeliling permukaan laut yang dipenuhi puing-puing kayu yang terbakar oleh api.”MAYANG!! BASKORO!! KALIAN DI MANA?!” panggil Bimo sekali lagi dengan wajah panik dan ketakutan.Cahaya keemasan cakra jantungnya tiba-tiba bergetar di dalam dada. Bimo memejamkan mata sejenak, memusatkan batinnya untuk merasakan keberadaan energi Mayang dan Baskoro. Bisikan lembut Datuk Maringgi kembali menggema di dalam pikirannya, memberikan petunjuk arah.“Di arah sebelah barat daya cucuku.” Bimo mendadak membuka matanya. Sekitar lima puluh meter di sebelah barat daya, terlihat Baskoro dan Mayang digantung dengan posisi terbalik di atas kapal yang lain dan jauh lebih besar. Tangan dan kaki mereka berdua terikat sedangkan mulut mereka disumpal dengan kain yang terlihat lusuh.Di atas geladak kapal besar itu, terlihat Prof Malik berdiri dengan

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 630

    Bimo berusaha menusuk pisau belati itu ke arah Nathan. Namun, Nathan dengan cepat memutar tubuhnya dan berguling ke samping, berhasil menepis serangan belati itu hingga terjatuh ke bawah geladak.Bimo langsung melayangkan pukulan ke arah Nathan, namun Nathan segera melompat dan menerjang kaki Bimo hingga keduanya jatuh berguling di lantai geladak.BIP! BIP! BIP!Sirine peringatan peledak otomatis berbunyi semakin keras, menunjukkan waktu yang tersisa kurang dari satu menit. Hawa panas mulai melingkupi koridor dan asap tebal mulai membumbung tinggi dari arah ruang mesin.“Aku tidak akan membiarkanmu lolos, Bimo!” teriak Nathan seraya mengunci kedua tangannya dengan sangat erat melingkari tubuh Bimo dari belakang, menahan Bimo agar tidak bisa bangkit.“LEPASKAN AKU KEPARAT!!” teriak Bimo berusaha melepaskan cengkraman pria dari tubuhnya. Namun, tenaga Nathan sangat kuat sebanding dengan kekuatannya.Waktu yang mereka miliki kini hanya tinggal 10 detik lagi. Jika dia tidak keluar seka

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 629

    “Lihat saja Bimo, hari ini akan menjadi hari kematianmu!! Bersiaplah!!” teriak Nathan menggema hingga seluruh ruangan.“AHKKKK!!!” Nathan berteriak saat energi dari serum Vigor-X di dalam tubuhnya mulai bereaksi. Urat-urat kehitaman di leher dan lengannya pria itu menegang dan menonjol, menjalar cepat sampai memenuhi ke seluruh tubuhnya.Mayang dan Baskoro melangkah mundur ke belakang saat melihat perubahan Nathan menjadi monster.GRAHHHH!!Tanpa membuang waktu, Nathan melesat maju dan melompat, bersiap untuk menyerang dan mencabik-cabik Bimo dengan kuku hitamnya yang tajam.SET!! Namun, Bimo dengan cepat menghindar dan memberikan pukulan keras ke punggung pria itu hingga terjatuh menghantam tembok besi kapal.BUG!! “AHKKK!!” Nathan terbelalak menatap Bimo dengan tatapan tak percaya. "A-apa-apaan ini?! Bagaimana bisa kamu menghindar dan memukulku?!” Bimo terkekeh mengejek Nathan yang tampak bodoh. “Kamu pikir aku lemah? Kamu salah Nathan. Aku jauh lebih kuat sekarang walaupun rac

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 628

    Sekelebat cahaya berwarna putih tiba-tiba muncul di hadapan Bimo dan berubah wujud menjadi Datuk Maringgi, kakek leluhurnya Bimo. Dua cahaya lain menyusul dan berubah menjadi sepasang khodam harimau putih dan khodam hitamnya Bimo.“Cucuku…bertahanlah. Kakek akan membantumu untuk menghidupkan kembali cakra jantungmu!” Datuk Maringgi Datuk Maringgi melakukan gerakan menyilangkan kedua tangannya di atas dada, lalu mendorong telapak tangannya ke depan mengarah ke tubuh Bimo yang terbaring tidak sadarkan diri. Hawa dingin mengalir dari tangannya dan perlahan menjalar menembus dada Bimo.Di sisi lain, sepasang khodam harimau itu mengaum keras secara bersamaan. Mereka melompat mengelilingi tubuh Bimo, membentuk benteng pelindung gaib yang memancarkan cahaya putih menyilaukan hingga membuat semua orang yang ada disana reflek menutup mata mereka.“Apa-apaan ini?!” pekik Nathan sambil memalingkan wajahnya.Sementara Mayang dan Baskoro hanya terpaku dengan wajah terkejut saat melihatnya.”Pusatk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status