Share

Bab 334 Insiden

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-06-13 22:48:22

Tadinya Bimo ingin mengabaikan panggilan telepon tersebut. Tapi karena teleponnya kembali berdering untuk kedua kalinya, dia tidak punya pilihan lain dan langsung menyambar ponselnya.

Edi sedang menelpon…

“Tumben Edi nelpon malam-malam begini. Ada apa ya?” Bimo memberikan isyarat pada Sella dan Tiara untuk diam sebelum dia mengangkat telepon dari Edi, pegawainya.

“Halo Edi, ada apa?” tanya Bimo saat panggilan telepon terhubung.

“Halo Bos, gawat!” jawab Edi di ujung sana terdengar panik.

En
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (14)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
Darsono kah buat ulah????
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ad aja musibah. emng nggk bisa lht Bimo sukses ya
goodnovel comment avatar
Wienovel
apa iya darsono lg yg bikin ulah? klo iya kebamgetan jg tuh si tua bangka...tp blm pasti jg sih siapanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 584

    Bimo akhirnya setuju diajak Baskoro untuk mampir ke rumahnya untuk ‘menghangatkan badan’. Tok…tok…tok…“Angel, buka pintunya…” panggil Baskoro sambil mengetuk pintu rumahnya.CeklekPintu rumah dibuka seseorang dari luar, menampakkan wajah Angel yang cantik jelita. Tubuh istri sahabatnya itu terlihat makin montok di balik gaun tidur tipis berwarna pink. Tonjolan puncak kecoklatan wanita itu mengacung tegak di balik gaunnya.“Sayang, ini siapa? Teman kamu?” tanya Angel saat melihat Bimo.“Iya Sayang, dia mau angetin badan di dalam. Tolong isapin dulu batangnya,” jawab Baskoro blak-blakan.“Baiklah, ayo masuk dulu ke dalam,” Angel membuka pintu rumahnya lebih lebar dan mempersilahkan Bimo untuk masuk ke dalam. Bimo tersenyum tipis pada wanita itu sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam. Semua posisi perabotan di rumah mereka tidak ada yang berubah. Hanya berganti warna hordeng,sarung bantal dan karpetnya saja.“Ayo duduk dulu, aku mau ke dapur untuk membuatkan kalian berdua kopi,” u

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 583 Ngangetin Badan Bareng Bini Orang

    Baskoro menghentikan laju mobilnya lalu menoleh ke arah Bimo dengan tatapan bertanya-tanya. Matanya memicing melihat Bimo dari atas sampai ke bawah.Bimo segera berlari mendekati pria itu. “Bas, apa kabar. Lama kita tidak berjumpa.” “Apa kita saling mengenal sebelumnya?” tanya Baskoro.“Astaga, kenapa aku bisa lupa kalau ingatan Baskoro juga dihapus oleh Prof. Malik,” batin Bimo seraya memejamkan matanya sejenak.“Maaf, mungkin kamu sudah melupakan aku. Tapi aku pernah satu kampus denganmu dulu di Airlangga. Kamu lumayan populer di kalangan cewek-cewek dulu, ” dusta Bimo agar Baskoro tidak menaruh kecurigaan padanya.Hidung Baskoro mendadak kembang kempis setelah mendengar pujian dari Bimo. “Jadi kamu kuliah di Universitas Airlangga juga? Sorry, aku gak terlalu banyak mengenal anak-anak di kampus. Tapi terima kasih loh sudah mengingatku. Kamu anak jurusan mana?” “Saya….” Bimo berpikir sejenak. “Saya jurusan Pendidikan Biologi.” “Wah saya kurang kenal sama anak-anak Biologi waktu

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 582 Uang Logam Gede

    Mayang tersentak kaget saat mendengar suara Hans dari balik pintu. “Duh, bagaimana ini Bimo?! Ada Hans di luar sana! Nanti dia curiga dan mendobrak pintu kamar saya.” “Tenang Nyonya, semua pasti baik-baik saja. Pintunya sudah saya kunci dari dalam,” jawab Bimo tanpa menghentikan laju pinggulnya.Tok! Tok ! Tok! Ceklek! Ceklek! “Mayang? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? Apa kamu benar-benar sakit? Buka pintunya Mayang!” seru Hans di luar sana seraya terus mengetuk pintu kamarnya Mayang.Bimo sengaja menghentakkan pinggulnya lebih dalam hingga membuat Mayang mau tak mau mengeluarkan suara desahannya.“OUHHH!! GEDE BANGET!! ENAKK!!” pekik Mayang seraya merem melek dan menggigit bibir bawahnya sendiri.“Mayang?! Apa yang gede dan membuatmu keenakan?!” tanya Hans makin khawatir dan tak berhenti mengetuk pintunya.“Ngghh! A-anu, Hans! A-aku lagi kerokan k-karena m-masuk angin! Bimo lagi ngerokin aku pakai uang logam yang gede!” sahut Mayang terbata-bata, berusaha sekuat mungkin unt

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 581 Pakek Jari Kurang Enak Maunya Pakek Batang Berurat

    “Baik Nyonya,” sahut Bimo seraya berjalan mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Tatapan matanya tak lepas menatap punggung mulus Mayang yang terlihat putih bersih tanpa cacat dan noda.Tanpa membuang banyak waktu, Bimo membalurkan minyak zaitun di atas punggung Mayang sebelum melakukan pijatannya disana.“Eugggh…enak…tekan lagi bagian itu Bimo,” ucap Mayang sembari memejamkan matanya saat Bimo memijat lurus bagian punggungnya.Sesekali tangan Bimo sengaja mengenai samping gundukan Mayang saat memijat punggungnya. Mayang hanya bergumam tidak jelas selama pijatan berlangsung. Pijatan itu semakin lama semakin turun ke bawah paha dalamnya Mayang. Jarinya tak sengaja menekan belahan dan biji kacang merah Mayang yang sudah mengeras.“Ughhh…eummm…geli…” desah Mayang saat Bimo menggesekkan jarinya beberapa kali disana. Bahkan dia berani menyusupkan jarinya ke dalam goa kenikmatan Mayang sudah basah.“Ouhh Bimo tusuk lebih dalam!! Tambah lagi jarinya!! Ouhhh!!” pekik Mayang sambil membenamka

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 580 Mayang Pegel Minta Dipijat

    Semua orang reflek menutup hidung mereka masing-masing.“Hans? Kamu sakit perut? Udah sana buruan ke kamar mandi! Nanti kalau keciprit gimana?” suruh Mayang sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahnya. “Maaf Baby. Setiap kali aku melihat kecantikan dan kemontokanmu, perutku terasa mulas dan ingin kentut,” jawab Hans menggoda Mayang.Bukannya tergoda, Mayang malah terlihat semakin ilfeel. “Sepertinya kamu habis kesambet jin penunggu jengkol di belakang rumah ya? Udah sana pergi! Nanti keciprit beneran disini!” “Duh, My Baby kalau lagi marah makin cantik dan imut deh. Gemesin pengen digenjot,” tawa Hans blak-blakan dan tanpa tahu malu. “Yaudah, kalau dek Mayang malu ngeliatin kegantenganku ini, aku akan pergi sekarang.” Hans bangkit dari duduknya lalu melangkah pergi menuju kamarnya sambil bersenandung riang dengan wajah berbinar-binar.Setelah Hans menghilang, Tiara dan putrinya Kesya langsung menyambar tas mereka masing-masing dari atas kursi yang ada di sebelah mereka.“Ad

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 579 Orang Atau Dakocan

    “Uhuk!! Uhuk!! Uhuk!!” Tiara sampai terbatuk-batuk saat melihatnya. Beruntung Sella cepat-cepat memberikan gelas berisi minuman ke Tiara. Tiara segera menyambar gelas itu dan meminumnya sampai tandas. “Itu orang apa dakocan sih, Ma?” celetuk Rosa. “Rosa jangan ngomong seperti itu,”tegur Mayang dengan cepat. Hans menuruni anak tangga dengan baju kaos hitam ala anak punk dan celana panjang ketat koyak-koyak serta sandal swallow yang terlihat kekecilan di kakinya. Rambutnya dipakaikan minyak rambut dan ditata seperti jambul khatulistiwa ala Syahroni. Jari-jarinya juga dipenuhi dengan batu akik. “Wah sedapnya masakan istriku,” puji Hans seraya berjalan mendekat dan duduk tepat di sebelah Sella. Sella spontan menggeser kursinya menjauh dengan ekspresi jijik. “Papa Hans! Ngapain sih dandanan kayak gitu?! Terus ngapain manggil Mama dengan sebutan istriku?! Kalian kan udah lama pisah!” Hans hanya tertawa cengengesan. “Gapapa. Mayang akan menjadi istri masa depannya Papa, Sel. Doakan sa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status