Share

Bab 3

Author: Ayudia
Kevin muncul di pintu kafe dengan setelan jas dan dasi. Dengan penampilannya yang elegan dan sosoknya yang tinggi serta tampan bak model, banyak pengunjung kafe yang diam-diam menatapnya, sorot mata mereka tak bisa menyembunyikan kekaguman padanya.

Di samping Kevin berdiri seorang pria tampan berusia tiga puluhan awal yang juga sangat berwibawa.

Raisa mengenalinya.

Fredi Rahadian adalah seorang profesor ilmu komputer di Universitas Arcadia. Raisa mengetahui tentang dirinya dari forum-forum ilmiah yang dia kunjungi, saat ini dia sedang meneliti stabilitas berbasis data Kecerdasan Buatan.

Di belakang mereka berdiri asisten Kevin yang bernama Mario Hamzah, dan sedang memegang sebuah dokumen.

Yuliardi Group adalah perusahaan terkemuka di bidang sains dan teknologi di Kota Haidon. Pertemuan dengan Prof Fredi kemungkinan besar berhubungan dengan pekerjaan.

Raisa sama sekali tidak ingin bertemu Kevin.

Tetapi jika dia berdiri dan pergi sekarang, pasti akan lebih mencolok, jadi dia hanya bisa berdoa agar Kevin tidak melihatnya.

Namun, Tuhan tidak mengabulkan keinginannya.

Detik berikutnya, tatapan Kevin tepat tertuju padanya.

Tatapan mereka saling bertemu.

Kevin tampak seperti melihat orang asing, tatapannya dingin, dan langsung mengalihkan pandangannya.

Dia tidak peduli dengan kehadirannya.

Mario mengikuti tatapan bosnya dan melihat sosok Raisa, ekspresinya juga datar. Dia lalu berbalik dan berkata, "Ruangannya ada di sini. Prof Fredi, Pak Kevin, silakan."

Raisa pun menghela napas lega.

Namun, mereka tiba-tiba berhenti.

Prof Fredi lalu bertanya, "Pak Kevin, apa kamu kenal wanita yang duduk di dekat jendela itu? Maaf kalau lancang, cuma tadi aku lihat kalau kamu dan Mario sama-sama menoleh ke arahnya."

Kevin mengira Raisa akan muncul di kantor, tetapi dia tidak menyangka kalau Raisa akan mengikutinya sampai ke sana.

Dia tidak terlalu terkejut.

Namun, bukan berarti dia senang melihatnya.

Suara Kevin terdengar dingin dan acuh tak acuh. "Dia pengasuh di rumah."

Prof Fredi agak tertegun.

Dia lalu mengajukan satu pertanyaan lagi, bukan karena Kevin memperhatikannya, melainkan karena dia ingat pernah melihatnya di laboratorium Universitas Arcadia...

Namun, Universitas Arcadia adalah universitas terbaik di negeri ini, dan mahasiswa lulusannya tidak mungkin hanya menjadi pengasuh anak, seburuk apa pun prestasi mereka.

Lagipula, mahasiswa Universitas Arcadia adalah jenius di antara para jenius. Laboratorium Prof Fredi saat ini sedang menghadapi kesulitan teknis. Jika orang bakat seperti itu bergabung dengan laboratoriumnya, kesulitan yang ada pasti dapat diatasi dalam waktu sesingkat mungkin.

Namun entah bagaimana, dia tiba-tiba menghilang beberapa tahun yang lalu.

Dia sengaja memeriksa semua berkas para alumni, tetapi semuanya biasa-biasa saja, dan tidak ada satu pun yang bisa menandingi kemampuan mahasiswa jenius itu...

Prof Fredi memperkirakan bahwa dengan bakat mahasiswa jenius itu, jika dia menerbitkan beberapa makalah akademis, pasti akan mampu membuat kehebohan di seluruh kalangan akademis. Dia bisa menjadi profesor termuda dalam sejarah Universitas Arcadia, dan bahkan diabadikan dalam Dinding Penghargaan Pusat Penelitian Ilmu Komputer.

Masa depannya benar-benar tak terbatas.

Prof Fredi memikirkan hal itu dengan perasaan kecewa. Dia sudah salah mengenali orang, jadi dia tak perlu memperpanjangnya lagi, lalu berkata, "Mari, Pak Kevin."

Kevin pun langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menoleh ke arahnya.

Kuku Raisa menggaruk cangkir kopi.

Bunyinya sangat tidak menyenangkan.

Rey dulu pernah datang berkunjung ke rumahnya. Setelah menyantap hidangan yang dimasaknya, dia sangat terpukau dan bercanda akan menikah dengan wanita yang memiliki kemampuan masak seperti dirinya.

Tapi saat itu Kevin hanya berkata dengan dingin, "Menikah dengan koki saja."

Mencintai seseorang mungkin benar-benar bisa membuatmu bodoh.

Raisa awalnya menganggap hal itu bukan masalah besar.

Sekarang, baru terasa konyolnya.

Setelah tiga tahun berusaha, apakah dia hanya mendapatkan status sebagai koki dan pengasuh anak?

Raisa tiba-tiba merasa gelisah karena terlambat menyadarinya. Rasa sakitnya terasa seperti ribuan jarum yang menusuk hatinya tanpa henti.

Saat ini terdengar suara ketukan meja: Tok..tok.

Ketika Kevin memasuki ruangan, Mario kembali menghampiri Raisa dan mengetuk mejanya.

Lamunan Raisa pun terhenti, lalu mengangkat kepalanya.

Mario bertanya dengan dingin dan kesal, "Apa yang kamu lakukan di sini? Bukannya Pak Kevin sudah memperingatkanmu untuk jangan mengikutinya lagi?"

Dulu saat Kakek Toni sakit, dan Raisa tidak bisa menghubungi Kevin, dia lalu menghubungi asistennya dan akhirnya menemukan dirinya di bar.

Kevin sedang mabuk. Ketika Raisa hendak membantunya, Kevin justru melemparkannya ke sofa dan menciumnya dengan liar.

Raisa tentu saja terkejut dan sekaligus senang.

Kevin selalu bersikap dingin padanya, itu adalah pertama kalinya dia berinisiatif untuk menciumnya...

Namun sedetik kemudian, dia mendengar nama "Siska" terucap dari mulutnya.

Raisa langsung merasa kedinginan dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu berusaha keras mendorong pria itu. Ketika sadar, Kevin menjadi sangat marah. Dia bahkan tidak pulang selama sebulan dan mengancam akan menceraikannya jika dia melakukannya lagi, walaupun Kakek Toni tidak menyetujuinya.

Raisa jelas tidak berani lagi.

Apa pun yang terjadi, sejak itu dia tidak pernah bertanya tentang keberadaannya lagi.

Sebagai asisten, Mario sangat tahu perasaan Raisa terhadap bosnya.

Setelah masalah itu, dia merasa Raisa sudah tidak akan berani lagi.

Lagipula, Raisa tidak akan rela kehilangan Kevin.

Tapi tiba-tiba dia malah berani sekali mengikuti sampai ke sini, apa mungkin karena dia tersulut emosi?

Mario langsung menyadarinya, "Kalau kamu begini karena Siska sudah kembali, maka kamu harus sadar pentingnya dia untuk Pak Kevin. Jadi, apa menurutmu masih ada gunanya melakukan semua ini?"

Siska kembali sebagai dokter, dan lulus wawancara untuk bergabung ke laboratorium Prof Fredi.

Prof Fredi adalah tokoh penting di industri ini. Semua penelitinya adalah para talenta-talenta terbaik di industri ini, dan mereka sedang mempelajari teknologi aplikasi kecerdasan buatan yang paling mutakhir.

Raisa bahkan tidak bisa menyentuh tingkatan Siska sama sekali.

Jika Mario berada di posisi Raisa, dia pasti akan lebih tahu diri. Jika tidak, saat bertemu langsung dengan Siska dan melihat perbedaan di antara mereka hanya akan membuatnya semakin tak berharga dan mempermalukan dirinya sendiri.

Tetapi jelas, Raisa tidak memiliki kesadaran seperti itu.

Raisa dan Mario selalu memiliki hubungan yang buruk.

Tidak ada alasan apa pun, hanya karena dia adalah asisten Kevin. Dia memiliki sikap yang sama dengan bosnya, jadi dia sering menerima kata-kata tajam dan dingin dari Kevin.

Dulu, pikiran Raisa hanya tertuju pada Kevin, jadi dia selalu sopan kepada Mario. Meskipun dia sering bersikap dingin dan berkata-kata tajam, tetapi dia tidak akan banyak bereaksi.

Tapi sekarang, dia tidak perlu menahan perlakuan kasar seperti itu lagi.

Raisa balik bertanya, "Jadi bagaimana harusnya? Menurutmu, aku pasti sudah mengganggunya sejak pagi, dan diam-diam mengikutinya ke mana-mana. Iya, kan? Di matamu, aku ini seperti penguntit yang gila karena cemburu ya?"

Mario menatapnya dengan heran.

Raisa selalu patuh selama ini, mengapa dia tiba-tiba menjadi agresif?

Tetapi dia langsung menyadarinya.

Raisa mengalami keguguran kemarin, dan Pak Kevin malah terus bersama Siska.

Demi anaknya, bahkan wanita yang paling lembut pun akan berubah, jadi ini pasti alasannya.

Namun meski begitu, Raisa pasti tidak akan bisa lama mempertahankan sikap ini.

Mario pun menanggapi tanpa ekspresi, "Aku nggak mau berdebat denganmu lagi. Pak Kevin nggak mau melihatmu, jadi silakan pergi."

Jika Raisa bersikap lebih keras, dirinya pasti akan tetap tinggal di sana untuk mengganggunya.

Tetapi itu tidak akan ada gunanya baginya.

Tidak perlu bersikap kekanak-kanakan.

"Aku sudah bercerai dengan Kevin. Apa pun yang kulakukan di masa depan sudah nggak ada hubungannya dengan kalian. Jadi, jangan ganggu aku lagi."

Setelah itu, Raisa langsung berbalik pergi.

Mario menatap punggungnya, terdiam dan ingin tertawa.

Raisa hanya sedang linglung.

Pak Kevin sudah berkali-kali meminta perceraian, tapi kapan dia benar-benar bersedia?

Apa gunanya bertengkar dengan wanita itu?

Lagipula, dia sok berpura-pura berkata kasar, tetapi cincin kawinnya saja masih ada di jari manis. Bukankah berbohong secara terbuka seperti itu semakin tampak konyol?

...

Setelah keluar dari sana, dia langsung menghubungi Reza, "Ayo kita bertemu di tempat lain saja."

Dia sudah berencana untuk pergi ke sana setelah pertemuan dengannya.

Namun, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Di toko perhiasan.

Pelayan toko menggunakan semacam pinset untuk memotong cincin kawin di jari manis Raisa.

Dia tidak bisa hamil selama bertahun-tahun, jadi ibu mertuanya memberinya berbagai macam ramuan. Berat badannya pun bertambah, dan tanpa disadari, dia tak bisa melepas cincinnya lagi.

Cincin yang rusak itu akhirnya menjadi barang bekas, dan dijual kembali sesuai harga pasaran.

Raisa tidak suka hal yang berlebihan. Berlian kecil yang bertatahkan pada cincin kawin itu tidak terlalu bernilai, jadi harga jualnya pun bahkan kurang dari empat juta.

Ketika Reza mendengar harganya, dia terdiam dan langsung tertawa, "Kamu rela menjual cincin kawinmu, sepertinya kamu sudah serius untuk bercerai kali ini."

Mengingat sikap Raisa dalam tiga tahun ini, Reza masih tidak percaya kalau Raisa akan benar-benar memutuskan untuk menceraikan Kevin.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Rania Humaira
wanita cerdas kebanyakan menjadi bodoh klu sdh mencakup dlm hal cinta.
goodnovel comment avatar
Suryat
makanya Raisa jangan bulol jadi cewek
goodnovel comment avatar
En Drawaty
bagus sekali
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 559

    Bravi menyangga tubuhnya, lalu menatap Raisa dan berkata, "Lebih baik tidur terpisah biar kau bisa tidur nyenyak."Bravi langsung bangun, menarik Raisa bersamanya, tetapi wajah Raisa benar-benar merah.Ekspresi Bravi tenang.Kontras dengan penampilan fisiknya terlalu besar.Hanya merasakan ukuran dan volumenya saja sudah menakutkan, Raisa pasti tidak akan mampu menanganinya.Gambaran dalam pikiran Raisa tak terlukiskan, tetapi dia segera menghentikannya."Aku ... aku beneran nggak mau ...."Bravi terkekeh, "Iya, aku tahu."Raisa sudah mengalami trauma, dan bayangan rasa sakit fisik hanya akan membuatnya semakin tidak nyaman. Dia lalu berkata, "Terus, kau gimana?"Bravi berkata, "Kau nggak perlu khawatir sama aku."Raisa benar-benar tidak mau memikirkannya sekarang, sama sekali tidak mau.Dia mungkin salah paham. Bravi adalah pria normal, momen awal pacaran pasti terasa antusias. Dia belum pernah berhubungan intim dengan wanita lain sebelumnya, jadi gairah fisiknya bisa dimengerti.Dia

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 558

    Hani buru-buru berkata, "Itu nggak mungkin..."Raisa menanggapi, "Aku nggak bilang kalau itu harus tercapai dalam setahun, tapi pada akhirnya, kita harus sampai ke level itu."Dia berkata dengan suara berat, "Kak Hani, aku punya ambisi. Kau tahu, kau juga harus punya ambisi. Ayo kita berjuang bersama, bantu aku mewujudkan semua itu, oke?"Hani tidak tahu apakah dia terpengaruh oleh tatapan teguh di sorot mata Raisa atau ketenangan dan kepercayaan diri dalam nada suaranya yang menginspirasi, tetapi itu memberi Hani kepercayaan diri dan dorongan yang luar biasa. Dia bahkan merasakan ambisi dan semangat yang dimilikinya saat pertama kali lulus kuliah. Dia langsung menjawab, "Bu Raisa, saya siap mengikutimu." Untuk melakukan sesuatu, kita harus berani bermimpi besar dan bertindak tegas. Raisa berani mengatakan itu, jadi Hani pun berani memikirkannya.Cahaya bintang Centara Entertainment pasti akan lebih gemerlap daripada cahaya milik Surya Gemilang Entertainment di masa depan. Dia memilik

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 557

    Sejak pertemuan terakhir mereka, perusahaan farmasi Yonan telah berkembang menjadi perusahaan raksasa bernilai triliunan. Dia telah naik kelas dan masuk ke dalam lingkaran elit pusat di Jerona. Seluruh kerajaan farmasinya merupakan konglomerat yang kuat dan berpengaruh, tidak kalah kuatnya dengan Keluarga Yuliardi yang telah mengumpulkan kekayaan selama dua generasi.Raisa membolak-balik dokumen, menggertakkan giginya saat mengklik halaman yang merinci tentang ibu dari Nadia.Sofia Hadinata adalah teman sekelas Yonan dari sekolah kedokteran.Sofia hanya pernah menikah sekali, dengan Yonan.Raisa sangat terpukul. Pikirannya langsung melayang ke ibunya, Mona. Berbagai spekulasi mulai bermunculan, pikirannya kacau balau. Dia mengklik tetikus untuk keluar, wajahnya pucat. Dia memegang kepala, ekspresinya tampak sedih.Emosi bergejolak dalam dirinya, campuran antara kebencian, dendam, dan amarah.Dia membenci kekejaman Yonan terhadap ibunya. Pantas saja, dia terus bolak-balik antara Jerona

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 556

    Mirna tersenyum kaku, dan berkata, "Karena pacarmu sudah datang, kenapa nggak sekalian kenalin ke Tante?" Raisa berkata, "Ini cuma pacaran, bukan nikah. Aku takut malah bikin dia tertekan."Mirna tertegun. Dia menggunakan beberapa kata manis untuk menangkis permintaan Mirna, tetapi sama sekali tidak memberikan rasa hormat padanya. Mirna juga tidak ada alasan untuk memaksa Raisa berubah pikiran.Rian, di satu sisi mengagumi kefasihan lidah Raisa, tetapi juga mulai kehilangan kesabaran. Wajahnya memerah saat mendesak, "Ayo pergi."Mirna tidak terlalu tertarik untuk bertemu pacar Raisa. Anak muda sekarang berkencan hanya untuk bersenang-senang, jika merasa cocok, mereka langsung bersama. Lagipula, mereka mungkin seumuran. Jadi, dia tidak tertarik, lalu berbalik untuk menemani nenek di kamar.Begitu tantenya pergi, Rian berkata, "Kalau mau pacaran, ya sudah pacaran saja. Nggak usah pakai muncul di depanku."Raisa berkata, "Ya sudah, kau duluan saja. Aku pulang bareng Bravi."Wajah Rian m

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 555

    Mendengar nama Keluarga Saloka, wajah Raisa berkedut.Mungkin karena teringat pada Yonan, kesamaan nama keluarga itu membuatnya waspada.Mengapa Nadia mencoba merebut artisnya?Banyak masalah datang bertubi-tubi, dan amarah di dalam diri Raisa perlahan membesar, tetapi ekspresinya tetap tenang. Dia lalu berkata, "Aku akan ke kantor, kita bicara lagi nanti."Hani mengiyakan dan menutup telepon.Mirna telah mengantar mereka ke pintu depan panti."Raisa, Rian, nggak ada yang serius. Aku akan menjaga nenekmu. Kalau sampai urusan mama kalian nggak bisa dirahasiakan lagi, ya sudah. Kalau nanti papa kalian datang, biar aku saja yang ketemu. Kalian nggak perlu khawatir, fokus saja sama pekerjaan kalian."Rian tampak jijik dan menjawab, "Mama baru kecelakaan saja, dia langsung cari orang lain. Apa dia pantas dipanggil papa?"Mirna menjawab, "Mulutmu itu tajam banget sih. Kenapa nggak balas dendam saja, pas dia datang?"Rian mengerutkan kening dan berkata, "Boleh, tapi aku takut nggak bisa tahan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 554

    Yonan Saloka, sang ayah, menemani mereka makan di sebuah restoran, lalu mengatakan bahwa keluarganya belum menyiapkan kamar tambahan dan perlengkapan mandi untuk mereka, jadi dia mengatur agar mereka menginap di hotel, memberi mereka banyak uang saku, dan menyuruh mereka menikmati beberapa hari untuk berjalan-jalan di Jerona.Perusahaan farmasi milik Yonan sangat sibuk. Raisa dan Rian menghabiskan waktu selama seminggu di Jerona, hanya tiga kali saja mereka makan bersama. Pada hari kepulangan, dia mengatakan akan mengantar mereka sendiri, tetapi pada akhirnya, hanya menyuruh supir.Meskipun obat-obatan perusahaannya sekarang sudah tersedia di apotek seluruh negeri, dan menjadikannya orang yang sangat sukses dalam arti konvensional, tetapi Raisa hanya mengenal sisi kejam, dingin, dan tidak bertanggung jawabnya saja.Raisa berkata, "Aku nggak mau ketemu dia."Mirna bertanya, "Sudah berapa lama kau nggak hubungi papamu?"Raisa menjawab, "Tiga sampai empat tahun."Mirna mencibir, "Dia berh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status