Share

BAB 47 - BAYANGAN ROSENTHAL

Penulis: KaoruTheLovers
last update Tanggal publikasi: 2026-11-06 08:20:25

Keheningan di ruang baca kediaman Sterling begitu tebal hingga derak halus kayu terbakar di tungku terdengar amat jelas. Damian von Rosenthal menatap wanita di hadapannya dengan manik abu-abu yang tak menyiratkan emosi apa pun.

"Darah Rosenthal mengalir dari silsilah yang penuh racun," bisik Damian tiba-tiba. Suaranya serak dan amat rendah. "Kakekku tewas di meja makan. Ayahku mati perlahan karena racun tak berbau yang disusupkan dalam sup selama tiga tahun. Dan sebagai sepupu dari Keluarga Ker
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 49 - JAMUAN UNTUK PUTRA MAHKOTA

    Kehebohan mendadak menyapu seluruh penjuru kediaman Sterling. Langkah kaki para pelayan terdengar berderap panik di sepanjang koridor, menyalakan lilin-lilin pualam dan merapikan aula utama yang sekejap lalu diliputi sepi."Yang Mulia Putra Mahkota datang?!" seru Marquess Jonathan Sterling dengan nada cemas bercampur panik saat bergegas menyusuri tangga utama bersama Lady Seraphina."Tenangkan diri Anda, Ayah," bisik Seraphina seraya membenarkan lipatan gaun mewahnya. Matanya berbinar terang. "Ini adalah kesempatan emas. Jika Putra Mahkota dan Duke Rosenthal berada di kediaman kita secara bersamaan, pengaruh keluarga Sterling di istana akan makin tak tergoyahkan.""Kau benar, Nak," desah Marquess Jonathan seraya merapikan jubah kebesarannya. "Sambut beliau dengan penghormatan tertinggi!"Di ambang pintu utama, sosok pria bertubuh jangkung melangkah masuk dengan jubah kebangsawanan berwarna putih bersulam benang emas. Pria berusia 22 tahun itu adalah Crown Prince Cassian Astra. Parasny

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 48 - RENCANA SANG DUKE

    Jadi... kau dijadikan sandera politik oleh Sterling?" tanya Damian pelan.Suara Duke Rosenthal menembus keheningan ruang makan bagaikan bilah es yang tajam. Olivia membasahi bibirnya yang kering, mengangguk perlahan."Benar, Yang Mulia," bisik Olivia. "Wilayah Vance cukup jauh dari Ibukota, selain bergantung pada jalur distribusi pangan dari keluarga Bane, sebagai wilayah terdekatnya, wilayah Vance juga tergantung kepada jalur perdagangan keluarga Sterling untuk menjual komoditi tanaman herbal dan daging buruan hasil dari wilayah tersebut. Jika saya membelot, rakyat Vance yang akan menanggung akibatnya."Damian menatap Olivia cukup lama. Manik abu-abunya menyipit tajam, memperhitungkan setiap kata yang baru saja diucapkan wanita di hadapannya."Kembalilah ke dapur," titah Damian singkat. "Jangan katakan apa pun pada siapa pun mengenai pembicaraan ini.""Baik, Yang Mulia," sahut Olivia seraya membungkuk hormat, lalu melangkah keluar dari ruangan dengan dada yang bergemuruh.Sepeninggal

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 47 - BAYANGAN ROSENTHAL

    Keheningan di ruang baca kediaman Sterling begitu tebal hingga derak halus kayu terbakar di tungku terdengar amat jelas. Damian von Rosenthal menatap wanita di hadapannya dengan manik abu-abu yang tak menyiratkan emosi apa pun."Darah Rosenthal mengalir dari silsilah yang penuh racun," bisik Damian tiba-tiba. Suaranya serak dan amat rendah. "Kakekku tewas di meja makan. Ayahku mati perlahan karena racun tak berbau yang disusupkan dalam sup selama tiga tahun. Dan sebagai sepupu dari Keluarga Kerajaan Astra, posisiku di utara hanyalah sasaran empuk bagi mereka yang haus takhta."Olivia mendengarkan tanpa memotong. Ia tetap berdiri tegak dengan jemari saling bertaut rapat di depan celemeknya."Satu-satunya keluarga Duke di kerajaan ini," lanjut Damian, melangkah satu piksel lebih dekat. "Dan kau... hanya dengan sekali pandang, bisa menebak ketakutanku?""Itu bukan ketakutan, Yang Mulia," sahut Olivia tenang. "Itu adalah naluri bertahan hidup seorang Jenderal Perang yang dikepung musuh di

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 46 - KEANEHAN SANG DUKE

    Pagi hari di kediaman Sterling terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Pesta perjamuan semalam telah usai, namun kehadiran Duke Damian von Rosenthal masih membayang kuat di setiap sudut kediaman."Apakah Yang Mulia Duke benar-benar memperpanjang masa tinggalnya?" tanya Marquess Jonathan saat melangkah masuk ke ruang makan keluarga.Lady Seraphina mengangguk cepat seraya membenarkan letak selendang sutranya. Pipi wanita muda itu merona merah."Benar, Ayah. Asisten beliau menyampaikan pesan tadi pagi," sahut Seraphina dengan senyum bahagia yang sulit disembunyikan. "Yang Mulia Duke ingin tinggal sehari lagi di sini.""Ini luar biasa, Seraphina!" Marquess Jonathan tampak sangat puas. "Penguasa Rosenthal yang terkenal dingin dan membenci keramaian bersedia menginap di kediaman kita. Apakah kau sempat berbincang dengannya semalam?""Tentu saja, Ayah," jawab Seraphina bangga. "Walaupun beliau sangat pendiam dan tidak banyak bicara, tatapannya selalu terarah pada area tempat dudukku. Saya ya

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 45 - TAMU TAK TERDUGA

    Lampu-lampu gantung kristal yang menggantung megah di langit-langit aula utama kediaman Sterling memancarkan cahaya keemasan yang berkilauan. Malam perjamuan besar ini digadang-gadang sebagai panggung kejayaan utama bagi keluarga Sterling. Gaun-gaun sutra mahal yang membalut tubuh para wanita bangsawan tampak berkilauan di bawah pendar lampu, berpadu erat dengan denting halus gelas-gelas porselen dan alunan musik gesek instrumen klasik yang mengalir lembut memenuhi setiap sudut ruangan. Semua tamu VIP dan jajaran aristokrat berkumpul untuk satu tujuan utama: menyambut kedatangan sang Putra Mahkota Kerajaan Astra.Di balik tirai tebal yang membatasi area pelayan dan dapur, Olivia berdiri tegak. Seragam kokinya putih bersih tanpa noda sedikit pun. Jemari tangannya yang halus sedikit menegang, menahan guncangan ketegangan yang membuncah hebat di dalam dadanya. Setelah melalui tujuh kali percobaan ekstrem yang menyiksa fisik dan mentalnya—bahkan membuat tubuhnya hampir remuk terpengaruh e

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 44 – EKSPERIMEN OLIVIA

    Pagi berikutnya, Olivia melangkah pasti menyusuri ruang kerja Marquess Jonathan Sterling. Di balik meja mahoninya, Marquess Jonathan mendongak, sementara di sampingnya Lady Seraphina memamerkan senyum anggun nan memesona."Bagaimana, Olivia?" tanya Seraphina lembut. "Kau sudah menentukan keputusanmu?""Saya perlu melakukan riset terhadap Bunga Malam Bulan Merah," tegas Olivia tanpa henti menatap mata sang Marquess. "Saya harus mempelajari literatur herbalnya di perpustakaan mansion ini. Saya harus tahu kegunaannya, fungsinya, serta efeknya secara mendalam sebelum memasaknya. Jika mengolah herba asing tanpa paham karakteristik dasarnya, makanan itu bisa menjadi racun mematikan."Seraphina terkekeh pelan, menyilangkan tangan di dada. "Alasan yang masuk akal. Baiklah, Paman Barnaby akan membukakan akses perpustakaan mansion untukmu."Selama beberapa jam pertama, Olivia menghabiskan waktunya di perpustakaan megah Mansion Sterling. Di antara ribuan buku bersampul kulit tua, ia mencari cata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status