共有

Pertemuan Tak Terduga

作者: Erna Azura
last update 公開日: 2026-08-12 20:31:57

Ketika siang tiba, mereka turun kembali.

Sebuah restoran bergaya chalet yang menghadap danau menjadi tujuan berikutnya.

Begitu duduk, pelayan menyerahkan buku menu.

“Aku ke toilet dulu ya.”

Zyandru mengangguk. “Ayo aku temenin.”

“Enggak usah, aku tahu letak toiletnya.” Vimala menolak.

“Di mana memang?”

“Tuuuh … di sana tulisannya segede gaban.” Vimala menunjuk ke sudut ruangan.

“Aku anter saja deh, aku takut kamu tiba-tiba pingsan ….” Zyandru memaksa.

Vimala menggeleng sambil tersenyu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (10)
goodnovel comment avatar
Tyas Sayid
ya udh sih Vimala dibikin gak sembuh aja biar Zyan menyesal seumur hidup....suami kok gitu
goodnovel comment avatar
Ferinda Yanti
gak rela pokoknya klw sampai ratu disakitin si zyan...slah sendiri dari awal gak jelas...
goodnovel comment avatar
Adilah Ismail
kalini klau thor buat kelainan cerita, jodohkan zyandru ama neng ratu lepas vimala meninggal,biasanya penyakit autoimun kronik jarang yg selamat
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Pertemuan Tak Terduga

    Ketika siang tiba, mereka turun kembali.Sebuah restoran bergaya chalet yang menghadap danau menjadi tujuan berikutnya.Begitu duduk, pelayan menyerahkan buku menu.“Aku ke toilet dulu ya.”Zyandru mengangguk. “Ayo aku temenin.”“Enggak usah, aku tahu letak toiletnya.” Vimala menolak.“Di mana memang?” “Tuuuh … di sana tulisannya segede gaban.” Vimala menunjuk ke sudut ruangan.“Aku anter saja deh, aku takut kamu tiba-tiba pingsan ….” Zyandru memaksa.Vimala menggeleng sambil tersenyum.“Pak Suami….”“Iya istriku?”“Istrimu yang cantik ini cuma ke toilet.”“Sungguh … aku tahu, tapi aku ingin selalu memastikan istriku yang cantik ini aman ….”Vimala terkekeh.“Aku enggak kenapa-kenapa, di sini aman.”Zyandru akhirnya mengangguk. “Ya udah… kalau ada apa-apa kabarin ya?”“Memangnya apa yang akan terjadi? Aku Cuma ke toilet.” Vimala mengesah.“Misalnya kamu pup trus air di tangki toiletnya abis sementara yang mau ke toilet antri, bagaimana?” “Iya juga sih ….” Vimala t

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Pengantin Baru

    Pagi itu, Interlaken menyambut mereka dengan langit biru tanpa awan hitam.Udara pegunungan masih menyisakan kesejukan khas musim gugur. Embun tipis menyelimuti padang rumput yang luas, sementara sinar matahari perlahan merambat menuruni lereng Alpen, menciptakan warna keemasan yang memantul di permukaan Danau Brienz.Begitu membuka tirai kamar, Vimala langsung terpaku.“Ya Tuhan… indahnya ciptaanMu.”Matanya berbinar seperti anak kecil yang baru melihat dunia untuk pertama kali.Kabut tipis masih menari di atas danau. Burung-burung camar melintas rendah, sementara beberapa perahu kecil bergerak perlahan membelah air yang sebening kaca.Zyandru yang baru keluar dari kamar mandi mengikuti arah pandang istrinya.“Aku enggak salah ‘kan bawa kamu ke sini?”Vimala mengangguk berkali-kali.“Enggak….”Zyandru mengangkat sebelah alis.“Kamu tepat sekali bawa aku ke sini, pemandanganny cantik … kaya aku.” Vimala memang kadang narsis.Senyum kecil terbit di bibir pria itu. Zyandru t

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Berbagi Ruang Di Hati

    Restoran resort mulai lengang ketika mereka menyelesaikan makan malam.Sesuai janjinya, Zyandru tidak membiarkan Vimala makan sembarangan.Semangkuk Bircher Muesli menjadi menu pembuka. Campuran oat yang telah direndam semalaman, yoghurt segar, apel parut, irisan stroberi, blueberry, kacang almond, dan sedikit madu tersaji cantik dalam mangkuk keramik putih.Awalnya Vimala memandangnya dengan wajah skeptis.“Ini makanan orang sakit?”“Bukan.”“Terus?”“Makanan orang yang pengin panjang umur.”Vimala mendengkus.“Ternyata rasanya enak juga.”“Makanya.”“Hm… masih enakan nasi padang.”Zyandru terkekeh. “Ya enggak usah dibandingin.”Setelah itu, mereka menikmati ikan trout panggang khas danau Alpen dengan kentang rebus dan sayuran kukus.Tidak terlalu berbumbu.Tidak pedas.Namun justru terasa hangat di perut.Dan sebagai penutup, Zyandru benar-benar memenuhi janjinya.Empat buah Luxemburgerli mun

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Tempat Ternyaman

    Pelukan itu bertahan cukup lama.Tidak ada lagi desah yang memenuhi udara chalet.Yang terdengar hanyalah bunyi kayu dari perapian yang sesekali berderak pelan, berpadu dengan desir angin pegunungan yang menyentuh dinding kaca di hadapan mereka.Di balik selimut tebal itu, tubuh keduanya masih saling menempel.Vimala memejamkan mata. Napasnya kini jauh lebih teratur dibanding beberapa menit yang lalu. Pipinya masih menyisakan rona merah, sementara rambut panjangnya berantakan menutupi sebagian bahu.Zyandru tidak berkata apa-apa.Tangannya hanya mengusap pelan punggung istrinya dengan ritme yang menenangkan.Entah berapa lama mereka larut dalam keheningan itu.Sampai…“Grrruuukkk….”Suara yang cukup nyaring memecah suasana.Zyandru berkedip.Vimala ikut membuka mata.Dua detik mereka saling berpandangan.Lalu…“Grrruuukkk….”Kali ini lebih panjang.Zyandru menunduk perlahan ke arah perut Vimala.Sementara perempuan itu langsung menutup wajah menggunakan kedua telapak

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Dimiliki Zyandru Seutuhnya

    Zyandru melumat bibir Vimala lebih dalam, kepalanya miring kemudian maju mundur ketika mengulum dan melepaskan.Bibir telah menjadi candu baginya, entah sejak kapan.Zyandru jadi ingin terus menikmatinya.Sama halnya dengan Vimala, ketika bibir bawahnya dikulum Zyandru maka dia akan mengulum bibir atas pria itu, begitu juga sebaliknya.Sementara kedua tangannya melingkar di leher pria itu.Kedua tangan Zyandru sendiri memegang lekukan pinggang Vimala, perlahan masuk ke dalam bajunya langsung menyentuh kulit Vimala yang hangat dan lembut.Seketika sesuatu milik Zyandru di bawah sana menegang, Vimala merasakannya, begitu keras.Naluri Vimala menggerakan bokongnya lebih menekan, seakan miliknya juga menginginkan Zyandru.Zyandru nyaris tersenyum di antara pagutan, dia yakin kalau Vimala ketagihan.Sedangkan dia sendiri yang awalnya merasa menyesal seakan telah mengkhianati Ratu juga malah terus ingin menyentuh Vimala, ingin mencium bibir Vimala, ingin melumat bagian lembut di da

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Menikmati Sunset

    Setelah staf meninggalkan chalet, Zyandru membawa Vimala naik ke lantai dua.Kamar utama berada di ujung lorong.Pintunya terbuka langsung menuju ruangan luas dengan ranjang besar menghadap dinding kaca.Dari tempat tidur, mereka dapat melihat danau dan gunung tanpa perlu bangun.Di sebelahnya terdapat kamar mandi marmer dengan bathtub yang menghadap pemandangan serupa.Sementara pintu lain mengarah ke balkon pribadi.Vimala langsung berjalan keluar.Udara dingin menerpa wajahnya.Namun matahari yang masih tersisa membuat suhu terasa cukup nyaman.Di balkon terdapat sofa panjang dengan selimut bulu, meja kecil, dan perapian gas.Vimala duduk.Kemudian menyandarkan tubuhnya.“Kayaknya aku enggak mau pulang.”Zyandru yang berdiri di ambang pintu tertawa kecil.“Baru juga datang.”“Tempatnya enak.”“Ya udah, enggak usah pulang.”Vimala menoleh.“Serius?”“Kita pindah ke sini aja.”“Terus

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status