LOGINPada saat itu juga, suasana aula berubah.Semua orang terdiam.Tidak ada yang menyangka bahwa wajah yang selama ini tersembunyi di balik topeng itu akan terlihat seperti demikian.Kulit Greyson bersih dan mulus, tanpa bekas luka menjijikan yang selama ini dibayangkan orang-orang. Wajahnya memiliki garis yang tegas, tetapi tetap terlihat begitu sempurna dan seimbang.Matanya berwarna biru es.Tatapan itu tampak jernih sekaligus dingin, membuat siapa pun yang melihatnya sulit mengalihkan pandangan.Rambutnya tertata rapi, sementara perawakannya yang tinggi dan tegap semakin menonjolkan penampilannya.Ia berdiri dengan tenang, tanpa berusaha menarik perhatian.Namun, justru sikapnya yang tenang itu membuatnya terlihat semakin menawan.Seorang bangsawan wanita tanpa sadar menutup mulutnya.“Astaga...”Bangsawan lain yang berdiri di sampingnya ikut terdiam. “Apakah itu benar-benar Pangeran Kesembilan?”“Dia... sangat tampan.”“Selama ini, mengapa dia selalu mengenakan topeng?”“Ini pertama
Keesokan harinya, istana kembali mengadakan acara lanjutan dari pesta tradisi kerajaan. Para bangsawan dan anggota keluarga kerajaan berkumpul di aula utama, mengenakan pakaian terbaik mereka. Suasana dipenuhi percakapan ringan, musik tradisional, serta para pelayan yang sibuk mengatur hidangan dan minuman untuk para tamu. Amera sebenarnya telah tiba lebih awal. Namun, berbeda dari hari sebelumnya, kali ini ia sengaja tidak datang bersama Greyson dan Suran. Ia ingin memberikan ruang kepada putra dan menantunya untuk menikmati acara tersebut sebagai pasangan pengantin baru. Bagaimanapun, mereka baru saja menikah. Amera merasa tidak perlu terus-menerus berada di dekat mereka. Ia juga ingin Suran memiliki kesempatan untuk mengenal para bangsawan dan keluarga kerajaan tanpa harus selalu ditemani ibu mertuanya. Ketika memasuki aula, beberapa orang langsung memperhatikan kedatangannya. Amera mengenakan pakaian sederhana dengan potongan yang tidak berlebihan. Tidak ada hiasan mencolo
Pangeran ke-6 gelagapan. “Ke–kenapa tiba-tiba bahas hal seperti itu? Aku tidak ada hubungannya, aku tidak tahu apapun!”Suran tersenyum tipis, tatapannya menyipit tapi itu sudah cukup membuat pangeran ke-6 sadar bahwa sebenarnya Suran sedang memperingatkan dirinya. Pangeran ke-6 diam-diam mengepalkan tangannya, Suran sukses membuatnya tutup mulut. Greyson dan Amera tersenyum menatap Suran. Mereka berdua lega karena sekarang sudah tidak perlu mendengar suara pengeran ke-6 yang menyebalkan itu. Raja pun menghela napas, ia paham apa yang sedang dipikirkan Greyson dan Amera saat ini. “Kita singkirkan lebih dulu pikiran dan pembicara yang tidak berhubungan dengan pernikahan Greyson serta Suran. Malam ini biarkan menjadi malam yang bermakna untuk kita semua.”Ratu menganggukkan kepalanya. “Benar. Pernikahan pangeran ke-9 dan Suran adalah berkah besar bagi istana, maka penting bagi kita untuk mensyukurinya.”Pangeran ke-6 berdecih lalu tersenyum seolah mengejek ucapan Ratu. Yah... Ratu a
Tiba-tiba saja Ratu mulai membuka pembicaraan untuk Amera. “Sudah bertahun-tahun kau pergi, apakah kau memutuskan tinggal di istana lagi mulai sekarang?” Mendengar pertanyaan itu, Amera pun tersenyum. “Istana ini bukan milikku, bagaimana bisa aku datang dan pergi sesuka hati, Yang mulia Ratu? Aku akan pergi ketika apa yang menjadi urusanku dan putraku selesai.” Mendengar itu, Ratu nampak diam, tapi Suran bisa melihat tatapan matanya yang berbeda. “Aku tahu Ratu memang cerdik, tapi aku tidak tahu kalau dia memang sangat licik,” pikir Suran. Greyson menggenggam tangan Suran, kini tangan mereka ada di bawah meja, saling bertautan dengan hangat. “Istriku, matamu yang cerdik itu pasti sudah melihat sesuatu, kan?” bisik Greyson pada Suran. Suran menghela napas, sejenak menatap Greyson dan membalas dengan suara yang pelan, “Sama sepertimu, di mataku kalian semua sama, bahkan aku juga memiliki kelicikan ku sendiri.” Ucapan Suran barusan membuat Greyson ingin tertawa. “Jan
Ibunya Greyson pun terlihat serius kali ini. “Ibu sudah kembali, sekarang tidak akan ada lagi penyiksaan untuk siapapun dari kita.” Suran mengerutkan keningnya, bingung. “Maksud anda apa, Ibu?”Ibunya Greyson yang bernama Amera itu menatap Suran lalu tersenyum dan menjawab, “Selama ini, aku dan Greyson hidup dengan penyamaran untuk menyelamatkan nyawa. Kami diam-diam membangun kekuatan untuk membalikkan keadaan. Ini sudah waktunya, kita harus mengakhiri semua ini.”Greyson tersenyum sambil merangkul Suran. “Ibuku juga sudah sembuh, aku pastikan wajahnya sangat cantik, terlihat jauh lebih muda dibandingkan usianya yang sekarang. Karena kami sudah punya kekuatan, maka kami tidak akan diam lagi.”Suran masih tidak mengerti. Ia menatap Greyson seolah ingin menuntut lebih banyak lagi informasi. “Apa maksudnya?”Amera meraih tangan Suran lalu berkata dengan pelan, “Membalas semua yang telah menyakiti aku dan Greyson selama ini dan mengambil apa yang sudah istana ini ambil dari kami.”Grey
Setelah kejadian mencurigakan saat sarapan, Suran dan Greyson memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan apa pun yang disiapkan oleh dapur istana untuk sementara waktu. Mereka hanya menikmati buah-buahan segar yang telah diperiksa oleh pengawal kepercayaan Greyson. Meski sarapan mereka jauh lebih sederhana daripada biasanya, keduanya tidak mempermasalahkannya. Setelah selesai makan, seorang pengawal datang menyampaikan kabar bahwa ibu Greyson telah tiba di balai utama istana. “Ibumu sudah datang?” Suran menoleh kepada Greyson. Greyson mengangguk. “Benar. Sepertinya beliau tiba lebih cepat daripada yang diperkirakan.” Suran spontan merapikan pakaian yang dikenakannya. Ia memeriksa rambutnya sekilas, kemudian kembali duduk sejenak seolah-olah baru teringat sesuatu. Greyson memperhatikannya dengan heran. “Sayang, kau kenapa?” “Tidak, tidak ada.” “Tapi kau terlihat gugup.” Suran meliriknya. “Aku... aku sama sekali tidak gugup.” “Benarkah?” Greyson menahan senyumnya. “







