Home / Zaman Kuno / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 166 Tidak Akan Ada Lagi

Share

Bab 166 Tidak Akan Ada Lagi

Author: Nadira Dewy
last update publish date: 2026-10-26 19:23:57

Setelah kejadian mencurigakan saat sarapan, Suran dan Greyson memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan apa pun yang disiapkan oleh dapur istana untuk sementara waktu. Mereka hanya menikmati buah-buahan segar yang telah diperiksa oleh pengawal kepercayaan Greyson.

Meski sarapan mereka jauh lebih sederhana daripada biasanya, keduanya tidak mempermasalahkannya.

Setelah selesai makan, seorang pengawal datang menyampaikan kabar bahwa ibu Greyson telah tiba di balai utama istana.

“Ibumu sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 166 Tidak Akan Ada Lagi

    Setelah kejadian mencurigakan saat sarapan, Suran dan Greyson memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan apa pun yang disiapkan oleh dapur istana untuk sementara waktu. Mereka hanya menikmati buah-buahan segar yang telah diperiksa oleh pengawal kepercayaan Greyson. Meski sarapan mereka jauh lebih sederhana daripada biasanya, keduanya tidak mempermasalahkannya. Setelah selesai makan, seorang pengawal datang menyampaikan kabar bahwa ibu Greyson telah tiba di balai utama istana. “Ibumu sudah datang?” Suran menoleh kepada Greyson. Greyson mengangguk. “Benar. Sepertinya beliau tiba lebih cepat daripada yang diperkirakan.” Suran spontan merapikan pakaian yang dikenakannya. Ia memeriksa rambutnya sekilas, kemudian kembali duduk sejenak seolah-olah baru teringat sesuatu. Greyson memperhatikannya dengan heran. “Sayang, kau kenapa?” “Tidak, tidak ada.” “Tapi kau terlihat gugup.” Suran meliriknya. “Aku... aku sama sekali tidak gugup.” “Benarkah?” Greyson menahan senyumnya. “

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 165 Gagal Lagi

    Pagi hari setelah malam pengantin mereka, kediaman Greyson nampak sedikit berbeda, Suran yang terus merengut sebal karena pinggangnya yang terasa nyeri. Greyson hanya bisa membalasnya dengan senyuman, tapi dia juga sudah berusaha memberikan pijatan agar istrinya itu nyaman. Ibunya Greyson akan datang sebentar lagi, maka itu mereka juga harus segera bergegas. Suran duduk di salah satu kursi, sementara Greyson baru saja memasuki ruang makan setelah menyelesaikan urusannya dengan para pengawal.“Sudah selesai?” Greyson menganggukkan kepalanya sambil menarik kursi di sampingnya. “Selamat pagi, istriku. Bagaimana tidurmu semalam? Maaf aku sudah pergi sebelum kau bangun.” “Tidak masalah, kau pergi cepat juga membuatku tidur nyenyak.” Greyson terkekeh pelan. “Kalau begitu, malam nanti aku akan lebih bekerja keras. Istriku nampak kurang puas sepertinya.”Suran melotot kaget dan marah. “Dasar mesum gila!” “Hahaha....!” tawa Greyson. Seorang pelayan mendekat dan mulai menyajikan

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 164 Kebencian Semakin Menjadi

    Belum sempat Suran bicara setelah membuka mulut, Greyson sudah lebih dulu bergerak untuk mencium bibirnya. “Emmm...” Suran melenguh. Terlalu buru-buru, tidak ada persiapan untuk Suran menghadapi semua itu. Ciuman yang semula hangat dan penuh perasaan pun makin lama makin membara. Malam pertama pernikahan ini terlalu spesial walaupun melakukan hubungan intim bukanlah hanya pertama untuk mereka. Namun, pertama kali untuk mereka terlalu rancu, semuanya terjadi bukan karena mereka sendiri yang benar-benar mau. Tidak, tidak akan Greyson lewatkan malam ini meskipun dia tahu masih banyak malam berikutnya. Tangan Greyson bergerak lincah, menyentuh bagian-bagian terlarang pada tubuh Suran. Tidak bisa menolak perasaan itu, Suran hanya bisa pasrah menikmatinya hingga lupa apa itu rasa malu. Beberapa saat kemudian, hanya suara desahan yang saling bersahutan dari bibir keduanya. Wulien yang sempat ingin masuk membawa handuk dan lainnya terpaksa mundur, menjauh agar tid

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 163 Sudah Terencana

    Malam itu, ketika sebagian besar penghuni istana telah terlelap, beberapa sosok berpakaian hitam bergerak diam-diam melewati lorong-lorong gelap menuju kediaman Pangeran Kesembilan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Pangeran Keenam. Perintah yang mereka terima sangat jelas, melenyapkan Greyson dan Suran sebelum fajar menyingsing. Tidak boleh ada seorang pun yang selamat untuk menceritakan apa yang terjadi, dan tidak boleh ada bukti yang mengarah kepada sang pangeran. Bagi Pangeran Keenam, malam pengantin itu merupakan kesempatan terbaik. Ia mengira Greyson dan Suran akan terlena dalam kebahagiaan pernikahan mereka, tidak menyadari bahwa bahaya sedang mendekat. Namun, ia telah membuat kesalahan besar. Jauh sebelum para penyusup meninggalkan tempat persembunyian mereka, Greyson sudah mengetahui rencana tersebut. Di salah satu ruangan tersembunyi di kediamannya, seorang pria berpakaian gelap berlutut di hadapan Greyson. “Pangeran, orang-orang itu sudah bergerak. M

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 162 Tidak Boleh Jadi Milik Siapapun

    “Ngomong-ngomong, apakah Nona Suran akan ikut serta dalam urusan istana kedepannya?” Greyson sudah benar-benar muak. Kakinya bersiap untuk melangkah, menyembunyikan Suran di balik punggungnya agar tidak ada lagi orang yang akan sembarangan mengajukan pertanyaan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu. Namun, sebelum Greyson melakukan itu, Suran menahan tangannya dan memilih ingin mengahadapi itu sendiri. Senyumnya nampak lembut, tapi tatapan matanya seolah menjelaskan bagaimana dia tidak menyukai ucapan pangeran ke-6. “Kenapa anda begitu mendesak, pengeran ke-6? Bukankah aku punya pilihan sendiri? Aku tidak gila kekuasaan meskipun aku tahu sampai di mana kemampuan ku. Hanya saja... bagiamana dengan anda?” Pangeran ke-6 sempat menunjukkan rasa marahnya lagi, tapi dia tutupi dengan senyuman yang justru terlihat aneh. “Aku adalah pangeran, tentu saja aku paling paham tentang visi misi ku. Aku akan memenuhi tanggung jawabku di istana dengan baik.” Suran tersenyum, ia

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 161 Ucapan Selamat

    Greyson yang berdiri di sampingnya diam-diam tersenyum di balik topengnya. Pangeran Keenam telah kehilangan kata-kata. Dia tidak pernah menyangka Suran akan menolaknya sekali lagi di hadapan begitu banyak orang, bahkan setelah dia berusaha membungkus tindakannya dengan alasan kepedulian. Raja akhirnya berdiri karena rasa tidak tahan lagi. “Sudah cukup!” Suaranya membuat seluruh aula kembali sunyi. “Ini adalah upacara pernikahan yang telah mendapatkan persetujuanku. Suran telah memberikan persetujuannya secara resmi, dan Greyson juga telah menyatakan keinginannya untuk menikahinya.” Raja menatap putranya dengan sorot mata tajam. “Jika kau memiliki bukti bahwa pernikahan ini melanggar hukum kerajaan, katakan sekarang. Namun, jika kau hanya datang untuk mempermalukan adikmu karena tidak menyukai keputusannya, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu upacara ini.” Pangeran Keenam membuka mulut, tetapi tidak ada jawaban yang keluar. Dia tidak memiliki bukti pelanggaran apa pun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status