เข้าสู่ระบบDavien menatap pintu batu itu dengan kening berkerut sebelum akhirnya bertanya, "Apakah itu masih bisa disebut makhluk hidup?""Pertanyaan itu tidak penting. Yang perlu kau ketahui adalah bahwa menghancurkannya secara sembarangan dapat membebaskan seluruh energi jiwa yang tersimpan di dalamnya."Davien menyampaikan peringatan itu kepada Clara dan Mo Yuan.Mo Yuan segera mengeluarkan sebuah jimat pelindung jiwa dari Cincin Ruangnya. Clara mempererat genggaman pada pedangnya."Kalau begitu, kita harus menemukan cara untuk mengendalikannya sebelum menghancurkannya," kata Mo Yuan.Davien mengangguk. Dia mulai memeriksa pola di sekitar pintu, mencari mekanisme yang dapat membukanya tanpa mengaktifkan seluruh formasi.Namun, sebelum Davien sempat menemukan jawabannya, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari balik pintu batu. Langkah itu semakin mendekat, disusul suara seorang laki-laki yang terdengar tenang dan jelas dari sisi seberang."Karena kalian sudah sampai sejauh ini, tidak ada
Keduanya segera bergerak!Davien menekan telapak tangannya ke tanah. Cahaya keemasan menyebar membentuk lingkaran selebar beberapa meter. Makhluk-makhluk hitam yang memasuki lingkaran itu langsung melambat, seolah-olah tubuh mereka kehilangan tenaga.Davien memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menarik kembali energi spiritualnya."Jangan keluar dari lingkaran ini," perintahnya. "Aku akan mencari sumber kendalinya."Mo Yuan menatapnya dengan terkejut. "Kau ingin memeriksa tanah di tengah serangan seperti ini?""Kalau kau punya cara yang lebih baik, silakan."Mo Yuan tidak menjawab.Davien memejamkan mata dan memusatkan indera spiritualnya ke bawah tanah. Dia tidak mencari aliran energi terbesar, melainkan mencari bagian yang terasa berbeda dari aliran lainnya.Awalnya, yang dia temukan hanyalah jaringan energi yang saling bersilangan. Namun, semakin dalam dia menyelidiki, semakin jelas terlihat bahwa sebagian besar aliran itu berkumpul di sebuah ruang bawah tanah yang cukup luas.Di
Dia meletakkan wadah berisi parasit di dekat cakram itu."Jika kita menggunakan energi parasit sebagai acuan, cakram ini seharusnya bisa menemukan jejak serupa di sekitar kita."Setelah berkata seperti itu, Mo Yuan mengalirkan energi spiritual ke dalam cakram.Ketujuh titik putih menyala bergantian. Pada awalnya, cahaya itu berputar tanpa arah yang jelas. Namun, setelah beberapa saat, salah satu garis di permukaan giok berubah menjadi merah dan memanjang ke arah timur laut.Mo Yuan menghela napas lega."Berhasil. Sumber energinya berada di balik punggung gunung ini."Davien memperhatikan cakram tersebut. "Seberapa jauh?""Sulit dipastikan. Jejaknya terlalu kuat. Namun, sepertinya tidak lebih dari dua jam perjalanan.""Dan apakah alat itu bisa membedakan sumber utama dengan parasit yang tersebar di sekitarnya?"Mo Yuan menggeleng. "Tidak sepenuhnya. Cakram ini hanya menunjukkan arah konsentrasi energi yang paling kuat.""Kalau begitu, jangan terlalu mengandalkannya. Kita bisa saja diar
Di dalam lingkaran, Davien menarik napas dalam-dalam. Dia tidak mencoba menghancurkan seluruh formasi. Sebaliknya, dia mengalirkan energi melalui ujung jarinya, menelusuri pola di tanah sampai mencapai batu ketiga.Dia menjentikkan sebuah jarum perak.Jarum itu menembus celah batu dan menghantam sesuatu di bawahnya.Krak!Satu garis merah padam.Tekanan yang mengikat tubuh Davien melemah seketika. Dia bergerak maju, menghantam batu tersebut dengan telapak tangan, lalu menyalurkan energi pemurni ke dalamnya.Batu itu pecah.Seluruh formasi bergetar. Garis-garis merah di tanah berkedip sebelum padam satu demi satu.Pria berjubah abu-abu terperanjat. "Mustahil! Kau hanya melihat formasi itu beberapa saat!"Davien melangkah keluar dari lingkaran."Formasimu memiliki terlalu banyak titik aliran yang terbuka. Sulit untuk tidak melihatnya."Dia mengangkat tangan. Tekanan spiritual menyebar, membuat dua praktisi yang sedang menyerang Clara terhempas ke tanah. Clara memanfaatkan kesempatan it
Davien sudah bergerak sebelum kalimat itu selesai. Tiga jarum perak melesat dari sela jarinya dan menancap di titik-titik tertentu pada leher serta dada pria tersebut."Clara, tahan bahunya. Jangan biarkan dia menghantam kepalanya ke tanah!"Clara segera berlutut dan menahan tubuh pria itu.Davien menekan dua jari ke pergelangan tangannya, kemudian mengalirkan energi spiritual tipis ke dalam meridian. Dia dapat merasakan sesuatu bergerak di balik aliran energi pria tersebut, seperti akar kecil yang menancap pada kesadarannya."Benihnya sudah berkembang," gumam Davien. "Tetapi belum sepenuhnya menyatu dengan lautan kesadaran.""Bisakah kau menyelamatkannya?" tanya Mo Yuan."Bisa, kalau kalian berhenti mengajukan pertanyaan dan membantuku."Mo Yuan menelan kekesalannya. Dia segera mengeluarkan sebuah tungku kecil dan meletakkannya di tanah."Ini tungku pemurnian portabel. Aku bisa menstabilkan energi spiritual di sekitarnya.""Lakukan."Mo Yuan membentuk segel dengan kedua tangannya. C
Fajar baru saja menyingsing ketika Davien, Clara, dan Mo Yuan meninggalkan Kota Qingyuan melalui gerbang utara. Jalan berbatu membentang di antara hutan lebat, mengarah ke gugusan pegunungan yang tertutup kabut hitam. Semakin jauh mereka berjalan, semakin dingin udara di sekitar mereka.Mo Yuan melirik Davien yang berjalan santai dengan kedua tangan di saku jaketnya."Pakaianmu itu benar-benar tidak cocok untuk perjalanan seperti ini," komentarnya. "Di Gunung Kabut Hitam, bahkan jubah pelindung bisa terkoyak oleh kabut beracun. Kau hanya mengenakan pakaian biasa."Davien meliriknya sekilas. "Kalau pakaianmu bisa melindungimu dari semua bahaya, kau tidak perlu membawa senjata."Clara menahan tawa.Wajah Mo Yuan sedikit mengeras. "Aku hanya mengingatkan. Jangan sampai kau merepotkan kami ketika sesuatu terjadi.""Kalau begitu, pastikan dirimu sendiri tidak merepotkan kami," jawab Davien datar.Mo Yuan mendengus, tetapi tidak melanjutkan perdebatan.Setelah beberapa jam perjalanan, mere
Sinar matahari sore menembus celah gorden sutra di paviliun kediaman Pratama, menciptakan garis-garis emas yang menari di atas lantai kayu. Davien duduk bersila di atas ranjangnya, mencoba memfokuskan aliran Qi melalui teknik Napas Kehidupan Tanpa Batas. Namun, untuk pertama kalinya dalam sepuluh
Suasana di koridor menuju ruang rapat utama lantai 50 berubah drastis. Jika di balkon tadi udara terasa segar dan penuh getaran romantis yang halus, maka di depan pintu jati ganda yang menjulang tinggi ini, atmosfer terasa berat oleh bau kertas, kopi mahal, dan ambisi yang busuk.Maya Pratama mengh
"Bagus," lirih Maya, lalu begitu menyadari tatapan Davien, ia kembali berkata," Maksudku ... kau terlihat pantas. Hanya saja, aku tidak menyangka kau akan terlihat sangat berbeda."Maya segera membuang muka kembali ke jendela saat Davien menatapnya lebih lama. Ia tidak ingin Davien tahu bahwa dirin
“N-Nona Maya ...”Semua orang langsung kaku. Mereka tahu betul siapa wanita itu. Investor utama butik ini.Maya melangkah mendekat, tatapannya dingin menembus satpam yang masih memegang lengan Davien.“Apa yang sedang kalian lakukan pada pengawalku?”Kata itu menghantam lebih keras dari tamparan. P







