Share

Tante, Berhentilah Mengejarku
Tante, Berhentilah Mengejarku
Penulis: doni revelton

Bab 1

Penulis: doni revelton
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-01 18:12:36

“Andre, besok pagi Ibu mau pergi keluar negeri selama beberapa bulan karena ada pekerjaan,” ujar Lina, ibu Andre dengan lembut.

Bukannya fokus pada sang ibu, pandangan Andre justru terpaku pada sosok wanita seksi yang berdiri di belakang ibunya. Andre yang masih berada di dalam kamarnya langsung berjalan ke arah pintu, di mana ibunya berdiri.

“Jadi, selama Ibu pergi, Tante Mila akan tinggal di sini untuk jaga kamu, biar kamu gak kesepian juga,” lanjut Lina sambil mengusap lengan Mila. “Kamu masih ingat kan sama Tante Mila? Sepupu Ibu yang dulu tinggal di kota sebelah itu.”

Andre mengangguk pelan. Tentu saja dia masih ingat jelas! Satu-satunya sepupu jauh ibunya yang memiliki badan montok dan aduhai. Meskipun usianya sudah menginjak 30 tahun, 9 tahun di atas Andre, tapi kulitnya masih terlihat mulus kencang. Bahkan, dadanya yang padat itu masih terlihat kenyal dan sangat lembut untuk wanita seusianya.

Andre menelan ludah dengan susah, lalu menatap ibunya. “Bu, tapi aku sudah besar, Bu. Aku bisa sendiri kok.”

“Iya, Ibu tahu kok. Tapi kan tetep aja harus ada orang dewasa yang jaga kamu dan rumah ini. Ibu tahu bagaimana kamu kalau gak ada Ibu,” sahut Lina cepat dengan kekehan kecil. “Lagipula, Tante Mila juga lagi ada kerjaan di sini kok, jadi biar sekalian juga.”

Andre terdiam, pandangannya jelas masih terpaku pada sosok Mila. Blazer hitam yang wanita itu pakai rasanya tidak bisa menutup dada besarnya. Mungkin, jika dia bergerak sedikit kuat, kancing blazer itu akan terbang dan membuat dadanya bebas bergerak.

“Mila, tolong maklum ya. Andre ini kan udah mulai besar, jadi ya biasa lah nakal-nakal remaja,” ujar Lina sambil menatap Mila.

“Nggak apa-apa, Kak. Namanya juga anak muda, pasti ada masanya begitu. Dulu, kita juga begitu, kan?” Mila tersenyum kecil. Dengan senyum manis yang memperlihatkan lesung pipi, Mila menatap Andre, lalu berkata, “Kamu mau kan tinggal bersama tante selama ini kamu tidak ada? Tapi kalau kamu masih keberatan, tante akan tinggal di kos dan akan datang sesekali… untuk melihat kamu. Tante tahu kalau remaja kayak kamu pasti butuh ketenangan.”

Mila meraih tangan Andre, menggenggamnya dengan lembut, membuat Andre terkejut bukan main.

“Iya, tante, aku gak masalah kok,” jawab Andre, terdengar seperti refleks karena rasa gugup.

“Baiklah, karena kamu sudah setuju. Ibu jadi lebih tenang perginya,” ujar Lina dengan senyum bahagia. Sejak suaminya meninggal, Lina memang tidak pernah meninggalkan Andre sendirian.

Pagi berikutnya, Andre sudah berada di atas motor besarnya, siap untuk pergi ke kampus. Di garasi mobil, ibunya juga sudah siap untuk pergi dengan satu koper besar.

“Andre, kamu sekalian anter Tante Mila ke kantornya ya. Kalian searah kok,” pinta Lina pada Andre.

Andre menatap Mila bingung. Wanita itu memakai rok span yang hanya satu jengkal dari bokongnya. Jadi, bagaimana dia akan duduk di atas motor besar Andre?

“Tapi, Bu—”

“Sudahlah, penerbangan ibu gak lama lagi. Bandara dengan kantor Tante Mila juga berlawanan, dan mobil Tante Mila juga masih di bengkel. Jadi, kamu saja yang antar ya,” potong Lina langsung, lalu masuk ke mobil membiarkan Mila di luar bersama Andre yang masih kebingungan.

“Nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa, Andre. Tante bisa pesan taksi online aja,” kata Mila lalu berjalan melewati Andre.

Melihat itu, Andre merasa tidak tega, akhirnya dia berkata, “Tunggu, Tante boleh ikut sama aku kok.”

Mila langsung berbalik badan, senyum manisnya terpancar di wajahnya. Dia langsung naik ke motor Andre. “Terima kasih ya, Andre.”

Andre mengangguk pelan. “Kebetulan aku nggak buru-buru.”

Andre memperhatikan wanita cantik itu melalui spion, dan matanya tanpa sengaja melihat ke arah paha yang hanya tertutup sedikit itu, membuat napas Andre naik turun dengan cepat. Biar bagaimanapun, Andre adalah pria normal yang akan mimisan saat melihat pemandangan yang indah seperti itu.

“Pakai ini, Tante.” Andre memberikan jaketnya untuk Mila menutupi pahanya yang terlihat.

“Terima kasih,” ucap Mila lagi, yang langsung memeluk Andre saat mesin motor mulai dihidupkan. “Tante peluk sedikit tidak apa-apa, kan? Tante tidak pernah naik motor sebelumnya, jadi takut kalau jatuh ke belakang.”

“I–iya, nggak apa-apa,” jawab Andre dengan nafas memburu, apalagi saat benda kenyal nan lembut itu menempel dengan sempurna di punggungnya.

“Andre, apa tante membuat kamu terkejut?”

“Maksudnya gimana tante?” tanya Andre pura-pura polos.

“Maksudnya kedatangan tante yang tiba-tiba apa itu membuat kamu tidak nyaman?” tanya Mila tapi benda kenyal itu terus menggosok punggung Andre yang membuatnya semakin panas dingin.

“Nggak kok tante, aku baik-baik saja,” jawab Andre dengan rasa gugupnya.

“Baguslah. Terima kasih ya, kamu sudah mengijinkan tante tinggal di rumah kalian. Sejujurnya tante juga tidak nyaman kalau harus tinggal di kosan, kamu tahu sendiri pandangan orang terhadap janda seperti tante ini.”

Andre hampir saja melepaskan gas saat mendengar itu, entah mengapa dia merasa kalau Mila sedang menjelaskan sesuatu yang tabu padanya.

“Tante dimana kantor tante?” tanya Andre yang ingin mengalihkan pembicaraan, dia tidak tahu harus menjawab apa, jadi dia hanya bisa mengalihkan pembicaraan.

“Di depan ada belok kiri, disitu kantor tante.”

Andre dengan cepat menekan gas dan akhirnya sampai juga di kantor yang Mila maksud.

“Terima kasih Andre, kamu hati-hati ya,” ucap Mila seraya mengembalikan jaket Andre.

“Sama-sama tante, kalau begitu, aku pergi dulu,” pamit Andre yang tak tahan berada di sana lebih lama, entah mengapa dia tak sanggup melihat bagian depan Mila yang bergoyang saat wanita itu berbicara.

Andre akhirnya tiba di kampusnya. Dia baru saja memarkirkan motornya, tapi entah mengapa kenyal dan lembutnya benda itu masih membuat napas Andre naik turun dengan cepat, padahal dia sudah sampai di kampus.

“Ada apa denganku? Kenapa aku terus saja memikirkan benda kenyal itu?”

Andre menghela nafas gusar, berusaha mengusir pikiran itu.

“Andre, lo kenapa?”

Tiba-tiba, Andre dikejutkan dengan pertanyaan dari sahabatnya, Robert.

“Apa apa? Nggak apa-apa kok,” jawab Andre ketus, seraya memukul pelan pundak Robert yang ada di depannya.

“Lo mimisan? Sakit ya lo?” tanya Robert lagi.

Mendengar itu, Andre segera melihat wajahnya dari balik kaca spion dan ternyata dia benar-benar mimisan, hanya karena memikirkan benda kenyal tante Mila-nya.

“Cuaca, cuacanya terlalu panas,” jawab Andre lalu mengeluarkan sapu tangan dan langsung membersihkan darah di hidungnya.

“Cuaca panas?” ulang Robert bingung. Robert melihat ke arah langit, sama sekali tak merasakan kalau cuaca sedang panas, apalagi akhir-akhir ini sering sekali hujan, jadi cuacanya sangat adem.

“Ndre, lo nggak mungkin lagi mikirin sesuatu yang...?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 5

    Andre terdiam, dia bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri, seketika pusakanya yang berdiri tegak langsung layu.Mengetahui tantenya yang belum keluar dari kamarnya, andre Rasa malu setengah mati.Andre yang panik di dalam kamar mandi saat mendengar suara tante Mila yang masih ada di dalam kamarnya, dia segera menyelesaikan aktifitasnya itu.andrepun keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang basah. serta memperlihatkan Tubuhnya yang atletis, dengan otot-otot kekar, membuat tubuh Andre yang basah semakin seksi untuk dilihat, apalagi kalau melihat roti sobek yang ada delapan kotak itu, itu benar-benar membuat sulit untuk bernafas."Maksud tante apa tadi?" Tanya andre yang pura-pura tidak faham akan kemana maksud itu."Tidak ada, hanya saja, tidak biasanya pria mandinya lama, yang ada mereka bukan hanya mandi tapi...."Tante Mila menggantung kalimatnya sambil tersenyum..Yasudah cepetan pakai baju sana, tante mau keluar sebentar hari ini," ujar tante Mila dengan tangan menyentuh dada

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 4

    Andre buru-buru menggelengkan kepalanya. “Maaf tante, aku nggak bermaksud.”Mila kembali terkekeh, lalu mundur satu langkah. “Udah, pakai bajumu yang bener terus makan ya. Nanti kamu masuk angin loh.”“I–iya, makasih tante,” kata Andre sambil masih menganggukkan kepala.“Sama-sama,” jawab Mila singkat sambil tersenyum. Dia masih berdiri di sana, di depan Andre.Andre menjadi semakin bingung. Dia ingin memakai baju, tapi Mila justru berdiri di sana menatapnya terus.“Tante gak keluar?” tanya Andre lirih setengah malu.“Nggak, tante mau pastiin kamu beneran pakai baju dan makan supnya. Nanti malah ketiduran lagi kayak tadi,” jawab Mila sambil terkekeh.“T–tapi, tante, aku mau pakai baju loh beneran ini,” kata Andre lagi, matanya berkedip cepat, bingung.“Ya terus kenapa? Cepet pakai,” desak Mila seolah tak peduli dengan rasa malu yang Andre rasakan. “Apa mau tante pakaikan?”Andre buru-buru menggelengkan kepalanya, lalu bangkit dari kasurnya. Tangannya menggenggam erat selimut yang menu

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 3

    “Sialan lo! Itu tante gue!” sahut Andre tak terima, dia mendorong tubuh Robert dengan tenaga seadanya. Setelah itu, pandangannya beralih pada Mila. “Tante, jangan didengerin, dia gila.”Mila terkekeh lagi, lalu mengangguk pelan. “Iya, tante paham kalian ini lagi bercanda, kan?”Andre mengangguk lemah. “Udah, gue balik dulu ya, Bert.”Akhirnya, Mila menuntun Andre yang masih belum bisa berjalan dengan baik. Setelah mendapatkan taksi online dan berhasil diantar ke rumah dengan selamat, Mila membiarkan Andre berbaring di kasur kamar.Namun, saat Mila ingin pergi, Andre menahannya. “Tante, jangan dengerin omongan Robert ya. Aku … aku punya pengalaman kok! Aku udah pernah …” kata Andre cepat, seolah ingin memberi sebuah klarifikasi.Mila terkekeh. “Oh ya? Pernah apa emangnya?”Andre terdiam, lidahnya terasa kelu. Dia tidak ingin dianggap tidak ‘berpengalaman’, tapi merasa malu untuk menceritakannya di depan tantenya sendiri.Sementara itu, Mila yang melihat penampilan Andre, terpaksa kemba

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   BAB 2

    “Yang apa?” potong Andre cepat, nada suaranya ketus seolah ingin langsung membantah pikiran Robert. “Gue gak kayak lo yang ganti pacar udah kayak ganti baju, ya!”“Itu semua kebutuhan, Ndre. Lo cuma belum merasakannya aja. Apalagi kalau sama wanita yang udah pernah menikah, itu rasa dan sensasinya jauh lebih enak daripada sama dengan perawan polos,” jelas Robert sambil menatap langit dan tersenyum, seakan sedang membayangkan apa yang dia katakan itu sedang terjadi.“Dasar gila. Emang lo gak takut ketahuan suami mereka?” cibir Andre.“Lah, kalau janda gak bersuami, ngapain takut,” jelas Robert, masih dengan mata terpejam membayangkan sedang bermain bersama janda.“Janda?”Andre merasa terkejut dan kembali teringat akan Tante Mila. Terutama pada benda kenyal Mila yang padat dan berisi itu. Yang lebih penting lagi, Mila adalah wanita yang sudah pernah menikah dan saat ini berstatus janda.“Benar, dibimbing janda rasanya jauh lebih syahdu,” jelas Robert lagi, ekspresi wajahnya benar-benar

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 1

    “Andre, besok pagi Ibu mau pergi keluar negeri selama beberapa bulan karena ada pekerjaan,” ujar Lina, ibu Andre dengan lembut. Bukannya fokus pada sang ibu, pandangan Andre justru terpaku pada sosok wanita seksi yang berdiri di belakang ibunya. Andre yang masih berada di dalam kamarnya langsung berjalan ke arah pintu, di mana ibunya berdiri. “Jadi, selama Ibu pergi, Tante Mila akan tinggal di sini untuk jaga kamu, biar kamu gak kesepian juga,” lanjut Lina sambil mengusap lengan Mila. “Kamu masih ingat kan sama Tante Mila? Sepupu Ibu yang dulu tinggal di kota sebelah itu.” Andre mengangguk pelan. Tentu saja dia masih ingat jelas! Satu-satunya sepupu jauh ibunya yang memiliki badan montok dan aduhai. Meskipun usianya sudah menginjak 30 tahun, 9 tahun di atas Andre, tapi kulitnya masih terlihat mulus kencang. Bahkan, dadanya yang padat itu masih terlihat kenyal dan sangat lembut untuk wanita seusianya. Andre menelan ludah dengan susah, lalu menatap ibunya. “Bu, tapi aku sudah besar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status