共有

Bab 3

作者: doni revelton
last update 最終更新日: 2025-12-02 17:39:39

“Sialan lo! Itu tante gue!” sahut Andre tak terima, dia mendorong tubuh Robert dengan tenaga seadanya. Setelah itu, pandangannya beralih pada Mila. “Tante, jangan didengerin, dia gila.”

Mila terkekeh lagi, lalu mengangguk pelan. “Iya, tante paham kalian ini lagi bercanda, kan?”

Andre mengangguk lemah. “Udah, gue balik dulu ya, Bert.”

Akhirnya, Mila menuntun Andre yang masih belum bisa berjalan dengan baik. Setelah mendapatkan taksi online dan berhasil diantar ke rumah dengan selamat, Mila membiarkan Andre berbaring di kasur kamar.

Namun, saat Mila ingin pergi, Andre menahannya. “Tante, jangan dengerin omongan Robert ya. Aku … aku punya pengalaman kok! Aku udah pernah …” kata Andre cepat, seolah ingin memberi sebuah klarifikasi.

Mila terkekeh. “Oh ya? Pernah apa emangnya?”

Andre terdiam, lidahnya terasa kelu. Dia tidak ingin dianggap tidak ‘berpengalaman’, tapi merasa malu untuk menceritakannya di depan tantenya sendiri.

Sementara itu, Mila yang melihat penampilan Andre, terpaksa kembali mendekatinya. “Bajumu bau alkohol. Tante gantiin aja ya, daripada kamu makin pusing mual nanti,” kata Mila akhirnya. Dia mengambil satu kaos dari lemari pakaian di kamar Andre.

Namun, saat Mila ingin melepas baju Andre, tangannya ditahan. “Aku … aku bisa ganti baju sendiri, Tante,” kata Andre cepat, lalu langsung merebut kaos itu dari tangan Mila.

“Oke kalau gitu, tante mau mandi dulu ya,” jawab Mila akhirnya. “Nanti tante ke sini lagi buat cek ya.”

Setelah itu, Mila melangkah pergi meninggalkan kamar Andre. Tiap langkah yang diambil Mila, Andre bisa melihat bagaimana bongkahan bulat di bagian belakang tubuh Mila bergoyang berirama.

Begitu melihat pintu tertutup, Andre langsung merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya. Dia buru-buru menyeka hidungnya. “Mimisan lagi?” gumamnya sendiri, lalu mengusap asal hidungnya, melepas pakaiannya, dan berbaring di kasur. Kepalanya masih terasa berat karena minuman tadi.

Tanpa sadar, Andre justru terlelap dengan posisi seperti itu.

Hingga akhirnya, setelah cukup lama. Andre merasakan pipinya diusap dengan lembut. “Andre, tante udah buat sup. Kamu makan dulu biar gak sakit.”

Suara itu membuat Andre langsung terperanjat sadar. Begitu membuka mata, dia langsung melihat wajah Mila tepat di hadapannya. “T–tante.”

Andre menelan ludahnya saat melihat Mila hanya mengenakan pakaian tidur tipis dengan belahan dada yang sangat rendah. Seketika, yang ada di bawah sana mengeras. Jelas dia laki-laki normal!

Begitu melihat tatapan Mila yang berpindah ke arah bawah, Andre langsung sadar bahwa sejak tadi dia hanya mengenakan celana dalam. Wajahnya memerah panas. Dia buru-buru meraih selimut dan menutupi tubuh bawahnya. “I–iya tante, nanti aku makan,” kata Andre gugup.

“Maaf ya tante jadi ganggu tidurmu. Tante gak tahu kalau kamu udah tidur,” kata Mila perhatian, dia menunduk mengambil mangkuk sup yang tadi dia letakkan di meja dekat kasur.

Tapi, entah kenapa Andre seperti sama sekali tidak mendengar ucapan tantenya. Tatapannya justru fokus pada benda kenyal yang menyembul keluar, nyaris melompat dari tempat persembunyiannya.

“Andre … Andre kamu denger tante, kan?”

Andre masih tak mendengar, matanya masih fokus pada benda kenyal itu, dengan jakun yang naik turun, seakan sedang menikmati apa yang ada di dalam sana.

“Tante, itunya mau keluar,” ujar Andre spontan seraya menunjuk benda kenyal itu.

“Mau keluar?” ulang Mila, dia melirik sekilas ke arah yang Andre tunjuk, lalu tersenyum kecil. Tangannya bergerak ke arah dadanya, lalu menekannya pelan, membuatnya semakin terlihat menonjol. “Ini maksud kamu?”

Andre menelan ludahnya dengan sulit, lalu mengangguk pelan.

“Mungkin dia mau nyapa kamu, soalnya udah lama sembunyi,” balas Mila yang membuat Andre terkejut.

Mata bulat Andre terbuka lebar. Semua yang dikatakan Robert tadi pagi kembali terlintas di kepala Andre. Apa iya, janda itu lebih mantap dan nikmat?

“Kamu mau, Andre?”

“Uhuk! Uhuk!” Mendengar itu, Andre sontak tersedak ludahnya sendiri. Dia menggelengkan kepalanya cepat.

“Eh, kamu gak apa-apa?” tanya Mila sedikit panik, dia mendekat ke arah Andre dan sedikit menunduk, mengusap punggung pemuda itu.

Tanpa sadar, posisi itu justru membuat belahan kenyal nan lembut itu semakin terlihat jelas dari pandangan Andre. Wangi sabun mandi dari kulit Mila seketika menyeruak masuk ke hidung Andre.

“Minum dulu ya,” kata Mila lagi, tangannya meraih segelas air yang ada di meja dekat kasur, lalu menyerahkannya pada Andre.

Entah kenapa, Andre seperti terhipnotis. Dia ingin mengalihkan pandangannya, tapi sulit sekali melepas benda kenyal itu dari matanya. Bahkan, sambil meminum air itu, pandangannya tetap terpaku pada dada besar Mila.

“Kenapa kamu liatin terus, Andre? Kamu mau minum pakai susu?” tanya Mila sambil menunduk, memperlihatkan belahan sempurna itu.

“Uhuk!” Sontak Andre kembali tersedak. Namun, Mila justru tertawa kecil melihat itu.

“Ternyata yang dibilang temanmu tadi itu benar ya? Kamu memang belum ada pengalaman,” ucap Mila sambil terkekeh. “Buktinya, baru lihat begini aja udah gelagapan begitu.”

Andre sangat terkejut sampai tak bisa bereaksi, dia hanya menatap Mila dengan tatapan bingung. “A–aku …”

Padahal, di kampus Andre dikenal sebagai lelaki yang tegas dan cepat tanggap. Tapi, entah kenapa di saat seperti ini otaknya justru menjadi sangat lemot.

“Gimana? Mau coba gak?” tanya Mila lagi, senyum jahil muncul di wajahnya. Dia langsung mendekatkan diri kepada Andre, menyodorkan dada besarnya pada pemuda itu.

“Nggak tante, jangan …”

Mulut Andre berkata tidak, tapi kepalanya justru mengangguk ragu.

“Ih, mulut sama kepala kok gak sinkron gitu? Jadi, mau apa nggak nih?” Mila kembali menggoyangkan dadanya, membuat Andre semakin terpaku dan bingung, tak bisa berbuat apa-apa.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 5

    Andre terdiam, dia bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri, seketika pusakanya yang berdiri tegak langsung layu.Mengetahui tantenya yang belum keluar dari kamarnya, andre Rasa malu setengah mati.Andre yang panik di dalam kamar mandi saat mendengar suara tante Mila yang masih ada di dalam kamarnya, dia segera menyelesaikan aktifitasnya itu.andrepun keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang basah. serta memperlihatkan Tubuhnya yang atletis, dengan otot-otot kekar, membuat tubuh Andre yang basah semakin seksi untuk dilihat, apalagi kalau melihat roti sobek yang ada delapan kotak itu, itu benar-benar membuat sulit untuk bernafas."Maksud tante apa tadi?" Tanya andre yang pura-pura tidak faham akan kemana maksud itu."Tidak ada, hanya saja, tidak biasanya pria mandinya lama, yang ada mereka bukan hanya mandi tapi...."Tante Mila menggantung kalimatnya sambil tersenyum..Yasudah cepetan pakai baju sana, tante mau keluar sebentar hari ini," ujar tante Mila dengan tangan menyentuh dada

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 4

    Andre buru-buru menggelengkan kepalanya. “Maaf tante, aku nggak bermaksud.”Mila kembali terkekeh, lalu mundur satu langkah. “Udah, pakai bajumu yang bener terus makan ya. Nanti kamu masuk angin loh.”“I–iya, makasih tante,” kata Andre sambil masih menganggukkan kepala.“Sama-sama,” jawab Mila singkat sambil tersenyum. Dia masih berdiri di sana, di depan Andre.Andre menjadi semakin bingung. Dia ingin memakai baju, tapi Mila justru berdiri di sana menatapnya terus.“Tante gak keluar?” tanya Andre lirih setengah malu.“Nggak, tante mau pastiin kamu beneran pakai baju dan makan supnya. Nanti malah ketiduran lagi kayak tadi,” jawab Mila sambil terkekeh.“T–tapi, tante, aku mau pakai baju loh beneran ini,” kata Andre lagi, matanya berkedip cepat, bingung.“Ya terus kenapa? Cepet pakai,” desak Mila seolah tak peduli dengan rasa malu yang Andre rasakan. “Apa mau tante pakaikan?”Andre buru-buru menggelengkan kepalanya, lalu bangkit dari kasurnya. Tangannya menggenggam erat selimut yang menu

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 3

    “Sialan lo! Itu tante gue!” sahut Andre tak terima, dia mendorong tubuh Robert dengan tenaga seadanya. Setelah itu, pandangannya beralih pada Mila. “Tante, jangan didengerin, dia gila.”Mila terkekeh lagi, lalu mengangguk pelan. “Iya, tante paham kalian ini lagi bercanda, kan?”Andre mengangguk lemah. “Udah, gue balik dulu ya, Bert.”Akhirnya, Mila menuntun Andre yang masih belum bisa berjalan dengan baik. Setelah mendapatkan taksi online dan berhasil diantar ke rumah dengan selamat, Mila membiarkan Andre berbaring di kasur kamar.Namun, saat Mila ingin pergi, Andre menahannya. “Tante, jangan dengerin omongan Robert ya. Aku … aku punya pengalaman kok! Aku udah pernah …” kata Andre cepat, seolah ingin memberi sebuah klarifikasi.Mila terkekeh. “Oh ya? Pernah apa emangnya?”Andre terdiam, lidahnya terasa kelu. Dia tidak ingin dianggap tidak ‘berpengalaman’, tapi merasa malu untuk menceritakannya di depan tantenya sendiri.Sementara itu, Mila yang melihat penampilan Andre, terpaksa kemba

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   BAB 2

    “Yang apa?” potong Andre cepat, nada suaranya ketus seolah ingin langsung membantah pikiran Robert. “Gue gak kayak lo yang ganti pacar udah kayak ganti baju, ya!”“Itu semua kebutuhan, Ndre. Lo cuma belum merasakannya aja. Apalagi kalau sama wanita yang udah pernah menikah, itu rasa dan sensasinya jauh lebih enak daripada sama dengan perawan polos,” jelas Robert sambil menatap langit dan tersenyum, seakan sedang membayangkan apa yang dia katakan itu sedang terjadi.“Dasar gila. Emang lo gak takut ketahuan suami mereka?” cibir Andre.“Lah, kalau janda gak bersuami, ngapain takut,” jelas Robert, masih dengan mata terpejam membayangkan sedang bermain bersama janda.“Janda?”Andre merasa terkejut dan kembali teringat akan Tante Mila. Terutama pada benda kenyal Mila yang padat dan berisi itu. Yang lebih penting lagi, Mila adalah wanita yang sudah pernah menikah dan saat ini berstatus janda.“Benar, dibimbing janda rasanya jauh lebih syahdu,” jelas Robert lagi, ekspresi wajahnya benar-benar

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 1

    “Andre, besok pagi Ibu mau pergi keluar negeri selama beberapa bulan karena ada pekerjaan,” ujar Lina, ibu Andre dengan lembut. Bukannya fokus pada sang ibu, pandangan Andre justru terpaku pada sosok wanita seksi yang berdiri di belakang ibunya. Andre yang masih berada di dalam kamarnya langsung berjalan ke arah pintu, di mana ibunya berdiri. “Jadi, selama Ibu pergi, Tante Mila akan tinggal di sini untuk jaga kamu, biar kamu gak kesepian juga,” lanjut Lina sambil mengusap lengan Mila. “Kamu masih ingat kan sama Tante Mila? Sepupu Ibu yang dulu tinggal di kota sebelah itu.” Andre mengangguk pelan. Tentu saja dia masih ingat jelas! Satu-satunya sepupu jauh ibunya yang memiliki badan montok dan aduhai. Meskipun usianya sudah menginjak 30 tahun, 9 tahun di atas Andre, tapi kulitnya masih terlihat mulus kencang. Bahkan, dadanya yang padat itu masih terlihat kenyal dan sangat lembut untuk wanita seusianya. Andre menelan ludah dengan susah, lalu menatap ibunya. “Bu, tapi aku sudah besar

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status