Share

Bab 5

Penulis: doni revelton
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-04 01:10:13

Andre terdiam, dia bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri, seketika pusakanya yang berdiri tegak langsung layu.

Mengetahui tantenya yang belum keluar dari kamarnya, andre Rasa malu setengah mati.

Andre yang panik di dalam kamar mandi saat mendengar suara tante Mila yang masih ada di dalam kamarnya, dia segera menyelesaikan aktifitasnya itu.

andrepun keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang basah. serta memperlihatkan Tubuhnya yang atletis, dengan otot-otot kekar, membuat tubuh Andre yang basah semakin seksi untuk dilihat, apalagi kalau melihat roti sobek yang ada delapan kotak itu, itu benar-benar membuat sulit untuk bernafas.

"Maksud tante apa tadi?" Tanya andre yang pura-pura tidak faham akan kemana maksud itu.

"Tidak ada, hanya saja, tidak biasanya pria mandinya lama, yang ada mereka bukan hanya mandi tapi...."

Tante Mila menggantung kalimatnya sambil tersenyum..

Yasudah cepetan pakai baju sana, tante mau keluar sebentar hari ini," ujar tante Mila dengan tangan menyentuh dada bidang Andre yang sexsi itu.

"Oh iya, lain kali kalau kamu mau, bisa bilang pada tante, tante akan bantu kamu dengan senang hati, ujarnya sambil berjalan keluar dari kamar andre.

ucapan itu seketika membuat Andre membeku di tempat.

"Haisss, ternyata benar tante Mila mendengar semuanya dengan jelas," gumam Andre, seraya menatap senjatanya yang kembali hidup lagi.

"Apa yang kamu inginkan, bukankah kamu baru saja membuatku malu? Mengapa sekarang kamu minta lagi?"

Andre kesal sendiri pada senjatanya yang tegang tanpa tahu tempat, padahal sebelumnya dia bahkan tidak mau berkedut ketika melihat wanita kekurangan kain yang dibawa Robert waktu itu.

"Kamu benar-benar mau, maka kamu pasti akan mendapatkannya," ujar Andre seraya memukul pelan tongkatnya itu.

&%#@^*

di pagi harinya andre berjalan ke arah lemari untuk memilih baju yang cocok, dan memakainya. Andre keluar dari kamar setelah siap dengan pakaian santai, celana pendek dan kaos putih.

dia brjalan menuruni anak tangga serta mengarah ke meja makan, Andre menatap ke arah tante Mila yang baru menuruni anak tangga dengan dress putih sepaha, dan di lapis dengan cardigan hitam yang juga tak kalah ketat.

"Wah, tante Mila terlihat cantik dan sangat seksi," gumam Andre pelan, bahkan sampai menelan salivanya sendiri. Andre bahkan melihat wanita itu dari kaki hingga kepala, dan kembali turun dan berhenti pada benda kenyal dan padat itu.

"Bahkan gumpalan lemak itu terlihat sangat montok," lanjut Andre yang kembali merasakan kalau tongkat ularnya kembali berkedut.

"Selamat pagi Andre," sapa tante Mila yang sudah berada di dekat andre seraya duduk di samping Andre yang membuat pria itu kembali kesulitan bernafas.

"Selamat pagi juga tante," balas Andre, dengan senyum canggung, dan terus menatap wajah cantik tante Mila.

sudah puas lihat nya?, andrepun salting dan memalingkan wajahnya ke sudut ruangan sambil menahan malu.

tante mila kembali bicara lagi....

"malam ini kamu ada acara tidak? Kalau tidak ada, kamu mau menemani tante ke sebuah pesta?" tanya tante Mila seraya mengambil roti yang sudah tersedia.

Pesta?.........

Andre memang sangat tidak asing dengan yang namanya pesta, karena dia sering menemani ibunya ke pesta pesta bisnis, sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Akan tetapi kali ini berbeda, dia akan pergi bersama dengan wanita yang baru beberapa hari dia kenal.

"Iya pesta, ada teman tante yang ulang tahun, dan mengundang tante untuk hadir, tapi semua harus membawa teman atau pasangan, tapi tante tidak punya, jadi apakah kamu mau?" tanya tante Mila

andre mengangguk setuju, dan mengambil beberapa roti tawar yang sudah ada di atas meja makan untuk dirinya dan tantenya itu.

saat meletakkan roti itu di piring tante mila ia tak sengaja melihat bibirnya tante mila yang mungil dan berwarna merah muda, seakan menggoda Andre, dan tanpa sadar mengatakan hal yang membuatnya malu sendiri.

"Bibir tante seksi, pasti rasanya sangat manis." ucapan itu lolos dari bibirnya dan terdengar oleh tantenya itu.

"Apa?" Tante Mila sedikit terkejut saat mendengar itu, tapi sebisa mungkin menahan tawanya, agar tidak membuat Andre malu. Namun, yang tak terduga, Andre sudah sadar dan segera menutup mulutnya dengan telapak tangan.

"Kamu bilang apa Andre?"

"Tidak ada tante, aku hanya asal bicara saja," jawab Andre, seraya kembali menutup mulutnya.

"Baiklah kalau tidak ada, tapi apakah kamu beneran bisa malam ini temani tante?"

Andre terdiam, lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya dari tante Mila.

"Baiklah aku bisa, asalkan tante tidak malu saat membawaku nanti."

"Baiklah, nanti akan tante jemput jam enam sore hari ini, sekarang tante masih ada urusan dulu."

Tante Mila lalu dengan cepat menghabiskan sarapannya, begitu juga dengan Andre yang langsung menghabiskan sarapannya juga.

keduanya pun beres sarapan dan tante mila pun pamit duluan kepada andre.

"Ya sudah tante pergi dulu ya, ingat nanti jam enam tante jemput kamu, harus isap ya."

Andre menatap punggung tante Mila yang semakin menjauh ke arah pintu dengan langkah kaki yang pelan dan juga tertata, betisnya yang putih dan mulus serat jenang membuat Andre tak bisa melepaskan pandangannya dari tante Mila sebelum wanita itu terhalang pintu.

andre mengambil hpnya yang berada di atas meja dan mencari kontak robert yg berada di wa.

"Siapkan aku seorang wanita cantik, dan seksi." Andre mengirim pesan pada Robert.

Dia hanya ingin memastikan kalau dia masih normal dan pusakanya juga masih merespon wanita lain selain tantenya, kalau cantik dan juga bohai.

"buat apa kau suruh cariin wanita cantik dan seksi?" tanya robert dan di jawab lagi oleh andre lewat pesan.

"jangan banyak tanya cariin aja gausa bawel kayak cewek!!"

"iya tunggu sebentar" jawab robert.

Andre dengan cepat menerima pesan balasan dari Robert, 10 menit berlalu robert pun mengirim pesan lagi kepada andre yang berisi alamat dan waktu untuk mereka bertemu.

Andre tersenyum, saat menerima alamat yang Robert kirimkan, apalagi saat melihat foto wanita yang akan dia temui itu. tanpa membalas pesan dari robert.

"Cukup canti, tapi mari kita lihat, apakah kamu juga bilang dia cantik?"

Andre menundukkan kepalanya melihat ke arah sang pusaka yang tertidur sejak kepergian tante Mila beberapa menit yang lalu.

andre berdiri dan berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan berangkat menuju lokasi yang di kirimkan oleh robert.

Sesampainy di tempat pertemuan, Andre menatap Robert yang sudah duduk dengan dua orang wanita yang satu di antaranya adalah wanita yang Robert perkenalkan untuknya.

"Mengapa kamu terlambat sekali?" ujar robert

"Ada macet di jalan," jawab Andre asal, padahal dia memang baru keluar rumah dan sama sekali tidak ada macet di jalan yang dia lewati.

"Ayo duduk." ujar robert lagi tanpa dengerin alesan dari andre.

andre pun segera duduk di dekat robert, belum sempat satu menit duduk.

Andre melihat ada wanita yang di kenalkan oleh robert berdiri dan berjalan mendekatinya.

tapi entah mengapa dia sama sekali tak berdebar, ataupun merasakan sesuatu yang berbeda dari wanita itu.

Padahal dari segi bodi dan penampilan, wanita itu juga tak kalah dari tante Mila, bahkan melon kembarnya juga terlihat padat dan berisi, bahkan ukurannya sedikit lebih besar dari milik tante Mila.

"Sayang, kamu sangat tampan," ujar wanita itu dengan tanpa malu-malu duduk di pangkuan Andre.

Andre tidak bereakai apapun lalu menatap ke arah melon kembar itu, tapi sama sekali tak ada tanda-tanda tongkatnya akan hidup ataupun berkedut.

"Cantik" Tapi bagiku kamu biasa saja dan juga tak bisa membuatku tertarik sama sekali," jawab Andre ketus dan tegas.

"Apa?......"

Bukan hanya wanita itu yang terkejut, tapi Robert juga ikut terkejut, bagaimana tidak? Wanita yang terlihat sangat cantik dan berbodi seksii itu hanya di anggap biasa saja oleh Andre.

"Ada apa? Apa aku salah?"

"Mengapa kalian terkejut? Kamu memang biasa saja di mataku, dan sama sekali tak membuatku tertarik," jelas Andre, lalu mendorong wanita itu untuk segera turun dari pangkuanya.

"Turun kamu, aku tidak tertarik denganmu." ujar andre

Dengan kecewa, wanita itu turun dari pangkuan Andre, dan ini sangat memalukan baginya.

Ini adalah pertama kalinya dia di tolak seorang pria.

"Andre, apa kamu yakin kamu tidak tertarik padanya? Dia adalah wanita cantik dan juga paling seksi."

Robert yang tak percaya mendekati dan berbisik pada telinga Andre, tapi pria itu malah dengan santai menjawab seperti tak ada beban sama sekali. "Dia cantik tapi dia tidak bisa membuatku tertarik padanya, jadi bagiku dia biasa saja," jawab Andre santai.

"Kamu masih normal kan?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 5

    Andre terdiam, dia bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri, seketika pusakanya yang berdiri tegak langsung layu.Mengetahui tantenya yang belum keluar dari kamarnya, andre Rasa malu setengah mati.Andre yang panik di dalam kamar mandi saat mendengar suara tante Mila yang masih ada di dalam kamarnya, dia segera menyelesaikan aktifitasnya itu.andrepun keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang basah. serta memperlihatkan Tubuhnya yang atletis, dengan otot-otot kekar, membuat tubuh Andre yang basah semakin seksi untuk dilihat, apalagi kalau melihat roti sobek yang ada delapan kotak itu, itu benar-benar membuat sulit untuk bernafas."Maksud tante apa tadi?" Tanya andre yang pura-pura tidak faham akan kemana maksud itu."Tidak ada, hanya saja, tidak biasanya pria mandinya lama, yang ada mereka bukan hanya mandi tapi...."Tante Mila menggantung kalimatnya sambil tersenyum..Yasudah cepetan pakai baju sana, tante mau keluar sebentar hari ini," ujar tante Mila dengan tangan menyentuh dada

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 4

    Andre buru-buru menggelengkan kepalanya. “Maaf tante, aku nggak bermaksud.”Mila kembali terkekeh, lalu mundur satu langkah. “Udah, pakai bajumu yang bener terus makan ya. Nanti kamu masuk angin loh.”“I–iya, makasih tante,” kata Andre sambil masih menganggukkan kepala.“Sama-sama,” jawab Mila singkat sambil tersenyum. Dia masih berdiri di sana, di depan Andre.Andre menjadi semakin bingung. Dia ingin memakai baju, tapi Mila justru berdiri di sana menatapnya terus.“Tante gak keluar?” tanya Andre lirih setengah malu.“Nggak, tante mau pastiin kamu beneran pakai baju dan makan supnya. Nanti malah ketiduran lagi kayak tadi,” jawab Mila sambil terkekeh.“T–tapi, tante, aku mau pakai baju loh beneran ini,” kata Andre lagi, matanya berkedip cepat, bingung.“Ya terus kenapa? Cepet pakai,” desak Mila seolah tak peduli dengan rasa malu yang Andre rasakan. “Apa mau tante pakaikan?”Andre buru-buru menggelengkan kepalanya, lalu bangkit dari kasurnya. Tangannya menggenggam erat selimut yang menu

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 3

    “Sialan lo! Itu tante gue!” sahut Andre tak terima, dia mendorong tubuh Robert dengan tenaga seadanya. Setelah itu, pandangannya beralih pada Mila. “Tante, jangan didengerin, dia gila.”Mila terkekeh lagi, lalu mengangguk pelan. “Iya, tante paham kalian ini lagi bercanda, kan?”Andre mengangguk lemah. “Udah, gue balik dulu ya, Bert.”Akhirnya, Mila menuntun Andre yang masih belum bisa berjalan dengan baik. Setelah mendapatkan taksi online dan berhasil diantar ke rumah dengan selamat, Mila membiarkan Andre berbaring di kasur kamar.Namun, saat Mila ingin pergi, Andre menahannya. “Tante, jangan dengerin omongan Robert ya. Aku … aku punya pengalaman kok! Aku udah pernah …” kata Andre cepat, seolah ingin memberi sebuah klarifikasi.Mila terkekeh. “Oh ya? Pernah apa emangnya?”Andre terdiam, lidahnya terasa kelu. Dia tidak ingin dianggap tidak ‘berpengalaman’, tapi merasa malu untuk menceritakannya di depan tantenya sendiri.Sementara itu, Mila yang melihat penampilan Andre, terpaksa kemba

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   BAB 2

    “Yang apa?” potong Andre cepat, nada suaranya ketus seolah ingin langsung membantah pikiran Robert. “Gue gak kayak lo yang ganti pacar udah kayak ganti baju, ya!”“Itu semua kebutuhan, Ndre. Lo cuma belum merasakannya aja. Apalagi kalau sama wanita yang udah pernah menikah, itu rasa dan sensasinya jauh lebih enak daripada sama dengan perawan polos,” jelas Robert sambil menatap langit dan tersenyum, seakan sedang membayangkan apa yang dia katakan itu sedang terjadi.“Dasar gila. Emang lo gak takut ketahuan suami mereka?” cibir Andre.“Lah, kalau janda gak bersuami, ngapain takut,” jelas Robert, masih dengan mata terpejam membayangkan sedang bermain bersama janda.“Janda?”Andre merasa terkejut dan kembali teringat akan Tante Mila. Terutama pada benda kenyal Mila yang padat dan berisi itu. Yang lebih penting lagi, Mila adalah wanita yang sudah pernah menikah dan saat ini berstatus janda.“Benar, dibimbing janda rasanya jauh lebih syahdu,” jelas Robert lagi, ekspresi wajahnya benar-benar

  • Tante, Berhentilah Mengejarku   Bab 1

    “Andre, besok pagi Ibu mau pergi keluar negeri selama beberapa bulan karena ada pekerjaan,” ujar Lina, ibu Andre dengan lembut. Bukannya fokus pada sang ibu, pandangan Andre justru terpaku pada sosok wanita seksi yang berdiri di belakang ibunya. Andre yang masih berada di dalam kamarnya langsung berjalan ke arah pintu, di mana ibunya berdiri. “Jadi, selama Ibu pergi, Tante Mila akan tinggal di sini untuk jaga kamu, biar kamu gak kesepian juga,” lanjut Lina sambil mengusap lengan Mila. “Kamu masih ingat kan sama Tante Mila? Sepupu Ibu yang dulu tinggal di kota sebelah itu.” Andre mengangguk pelan. Tentu saja dia masih ingat jelas! Satu-satunya sepupu jauh ibunya yang memiliki badan montok dan aduhai. Meskipun usianya sudah menginjak 30 tahun, 9 tahun di atas Andre, tapi kulitnya masih terlihat mulus kencang. Bahkan, dadanya yang padat itu masih terlihat kenyal dan sangat lembut untuk wanita seusianya. Andre menelan ludah dengan susah, lalu menatap ibunya. “Bu, tapi aku sudah besar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status