Share

Bab 100 Season 1

Author: Yuri
last update publish date: 2024-07-31 23:54:37
"Bicaralah dengan para tamu terlebih dahulu. Ayah akan pergi sebentar. Jika kau merasa tidak nyaman, tinggalkan saja mereka," ujar Kaze sebelum melangkah pergi bersama para tokoh penting lainnya.

"Dasar Ayah ini!" gumam Verlyn pelan.

Ia menoleh ke sekeliling dan melihat Kayn sedang berbincang dengan beberapa tamu tidak jauh darinya. Mata Verlyn berbinar, lalu ia segera menghampiri Kayn sambil mengangkat sedikit gaunnya.

"Kayn!" panggil Verlyn.

Kayn dan para tamu yang sedang bersamanya me
Yuri

Halo para Readers! Buat yang mau tahu visual karakter novel Taruhan Dengan CEO Muda, bisa di @yuriin.here, ya! Jangan lupa untuk follow juga agar bisa mengetahui perkembangan novel ini secara berkala, terima kasih! See you, ya!

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 194 Season 3

    ​Khalix masih tampak asyik berbincang hangat dengan beberapa relasi senior di tengah riuhnya ballroom. Namun, saat pandangannya menyapu ke sekeliling ruangan, dahinya berkerut pelan. Sosok Kayn yang seharusnya sedang membaur membangun relasi, sama sekali tak terlihat di mana pun. ​Memutuskan untuk memeriksa, Khalix memohon izin sebentar pada lawan bicaranya lalu melangkah keluar dari ballroom. Pria paruh baya itu merogoh ponsel di dalam saku jasnya, mencoba menghubungi nomor putranya. ​Satu panggilan dialihkan. Dua kali... tiga kali, tetap tidak ada jawaban. Panggilan teleponnya hanya dibiarkan berdering hingga mati begitu saja. ​Khalix menghela napas panjang, mendengus gusar. Ia berjalan menuju area parkir VIP di luar gedung hotel. Di sanalah ia melihat mobil sedan hitam milik Kayn terparkir. Lampu kabinnya redup, namun Khalix bisa melihat samar sosok putranya yang terduduk kaku di dalam. ​Dengan langkah lebar, Khalix menghampiri mobil itu da

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 193 Season 3

    ​Keheningan koridor VIP terasa begitu menghimpit bagi Kayn. Tubuhnya kaku membeku. Matanya menatap tajam dua sosok di depannya, berjuang keras memproses kenyataan pahit yang menghantam dadanya tanpa ampun. ​Sellina, wanita yang selama ini ia bela mati-matian dan ia beri segala kemewahan kini sedang bersandar mesra di dada Rensra. ​"Aduh, pelan-pelan dong, Rens... Nanti ada yang lihat," bisik Sellina manja sambil mengusap rahang Rensra. ​Rensra terkekeh pelan, ja mempererat pelukannya di pinggang Sellina. "Siapa yang bisa lihat kita di lorong sepi begini? Lagian, si Kayn itu tidak akan datang ke acara ini. Setahu aku yang diundang ke acara ini dan yang menjadi perwakilan Vyntie Group malam ini hanya Tuan Presdir Khalix, bukan dia." ​Sellina tertawa kecil, suara tawa yang dulu selalu terdengar manis di telinga Kayn, kini berubah menjadi bisikan beracun yang menyayat hatinya. ​"Iya

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 192 Season 3

    "Ingat kata-kata Papa, Kayn. Malam ini Papa ada urusan sendiri dengan komisaris senior," bisik Khalix dingin saat mereka baru saja melewati pintu utama ballroom hotel bintang lima tersebut. "Buktikan kalau kamu bisa bangun relasi sendiri. Amankan minimal satu kesepakatan malam ini. Jangan membuat Papa malu di depan rekan-rekan Papa." ​Kayn melirik ayahnya sekilas, menelan saliva yang terasa pahit di tenggorokannya. "Papa tidak mau mendampingiku dulu sebentar?" ​Khalix menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya dan menatap Kayn dengan pandangan menusuk. ​"Kamu adalah penerus Vyntie Group, bukan anak kecil yang harus digandeng ke mana-mana," sahut Khalix tanpa memberikan ruang untuk Kayn membantah. "Tunjukkan wibawamu di depan mereka." Khalix langsung berbalik dan melangkah pergi menyapa kerumunan pengusaha senior, meninggalkan Kayn sendirian di tengah riuhnya jamuan mewah itu. ​Kayn menghela napas panjang, ia merapikan jas hitam

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 191 Season 3

    ​"Mau sampai kapan Papa harus menanyakan alasan kinerja Vyntie Group makin merosot seperti ini, Kayn?!"​Seberkas dokumen dibanting keras ke atas meja. Khalix berdiri tegap di depan meja kerja putranya dengan napas memburu dan mata memerah menahan amarah.​"Papa sengaja datang ke kantormu malam-malam begini hanya untuk melihat kekacauan ini?!" cecar Khalix tajam. "Sejak kamu membiarkan hubunganmu dengan Verlyn berantakan dan rencana aliansi Kizen Group terlepas, para investor mulai menarik rasa percaya mereka kepada perusahaan kita!"​Kayn cuma bisa menunduk, meremas jemarinya sendiri di bawah meja. "Aku... aku lagi mengusahakan negosiasi ulang dengan beberapa vendor dan investor, Pa."​"Usahakan?!" Khalix mendengus kasar. "Usahamu tidak ada artinya jika tidak menghasilkan angka yang bagus! Harusnya dari awal kamu sadar, Verlyn itu benteng pertahanan terbaikmu. Sekarang setelah dia pergi dan makin sukses sama Florest Group, Vyntie Group hanya terlihat

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 190 Season 3

    ​Hening yang menyelimuti ruang kerja Kaze terasa begitu pekat dan menekan bagi Verlyn. Kaze menatap putri tunggalnya dalam-dalam. Ada rasa bangga yang besar, namun di saat bersamaan, kesedihan merayap di benak sang ayah saat melihat betapa kuatnya dinding pertahanan yang dibangun oleh Verlyn. ​Pertanyaan Kaze mengenai kemungkinan rujuk jika Kayn datang memohon maaf tadi seolah memanggil kembali bayang-bayang masa lalu yang sudah bersusah payah Verlyn kubur dalam-dalam. Tapi, tidak ada ekspresi terkejut, marah, atau ragu di raut wajah Verlyn. Tatapan matanya tetap tenang. ​"Ayah mungkin sudah tahu sendiri alasanku membatalkan rencana aliansi dan perjodohan itu sejak awal," ujar Verlyn dengan tegas. "Kizen Group berdiri kokoh karena profesionalitas dan integritas, Ayah. Bukan karena belas kasihan atas sebuah hubungan yang sudah mati." ​Kaze menghela napas panjang, menempelkan kedua tangannya di atas meja lalu mengamati raut wajah putrinya d

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 189 Season 3

    ​Berbeda jauh dengan atmosfer tegang yang mengepung ruang kerja Kayn, suasana di ruang rapat lantai atas Kizen Group justru dipenuhi tepuk tangan riuh dari para jajaran direksi.​Di ujung meja rapat oval, Verlyn berdiri tegap dengan postur sempurna. Blazer hitam yang pas di badan dipadukan dengan kemeja putih gading sederhana makin memperkuat aura kepemimpinannya yang tegas tapi elegan. Layar proyektor di belakangnya menampilkan grafik pertumbuhan saham dan ekspansi proyek Kizen Group di Amerika Utara yang melonjak tajam, hasil nyata dari kerja sama strategis dengan Florest Group.​Seorang direktur senior, Pak Trian, menatap Verlyn dengan binar kagum yang tak bisa disembunyikan.​"Keputusan Nona Verlyn untuk mengeksekusi negosiasi di New York secara langsung benar-benar langkah genius," puji Pak Trian seraya mengangguk-angguk puas. "Tidak hanya berhasil mengamankan nilai investasi bernilai fantastis, tapi reputasi Kizen Group di pasar internasional juga na

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status