مشاركة

Bab 158 Season 2

مؤلف: Yuri
last update تاريخ النشر: 2024-10-30 10:03:30
Jersey City, Kediaman Kaze.

"Ace, apa kita benar-benar tidak bisa melakukan apa pun lagi untuk menghentikan Ibu?" Suara Selvania terdengar pelan, seperti gumaman yang takut terdengar oleh dinding.

Ace tak langsung menjawab. Ia tetap duduk di sofa, tatapannya kosong pada layar ponsel yang tak benar-benar ia baca. Helaan napas panjang akhirnya lolos dari bibirnya, diikuti gelengan kepala yang pelan namun berat.

"Aku juga berharap begitu, Nia. Kukira Ibu akan tetap tinggal di sini selama Verl
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 183 Season 3

    ​Setibanya di area parkir restoran seafood, udara sore New York yang segar langsung menyambut Verlyn dan Steven. Mereka melangkah santai menuju mobil sedan hitam. Steven dengan sigap membukakan pintu untuk Verlyn sebelum berjalan memutar ke sisi lainnya.​"Jadi, kita langsung berburu cenderamata terbaik New York untuk Kina, kan?" tanya Steven seraya tersenyum santai, bersiap masuk ke dalam mobil.​"Tentu saja! Aku sudah tahu beberapa toko—"​Kalimat Verlyn terhenti saat ponsel di dalam tas tangannya mendadak bergetar hebat. Ia merogoh tasnya dan melihat nama pemanggil yang tertera di layar.​[ Ayah ]​"Steven, sebentar ya. Ayahku menghubungiku," pamit Verlyn halus.​"Silakan, santai saja," sahut Steven ramah, memberi ruang pribadi seraya berdiri menyandar santai di kap mobil sambil memeriksa beberapa pesan di ponselnya.​Verlyn menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Halo, Ayah?"​"Verl

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 182 Season 3

    ​Mobil sedan hitam mewah milik Kizen Group berhenti mulus di depan sebuah restoran seafood bergaya fine dining yang terletak di tepi dermaga New York. Suasana restoran itu sangat tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan pemandangan muara laut yang membentang luas. ​Verlyn dan Steven melangkah masuk. Seorang pelayan menyambut mereka dan mengantar menuju meja privat di sudut area outdoor yang menghadap langsung ke arah perairan. ​"Pilihan yang sangat bagus, Verlyn," puji Steven seraya menarikkan kursi untuk Verlyn sebelum ia sendiri duduk di hadapannya. "Atmosfernya tenang sekali." ​"Aku sering ke sini kalau lagi butuh tempat untuk menjernihkan pikiran," jawab Verlyn lembut seraya tersenyum. "Semoga menunya sesuai dengan seleramu, ya." ​Seorang pelayan datang membawakan menu, dan tak butuh waktu lama bagi Steven untuk memesan hidangan laut segar terbaik, mulai dari grilled lobster

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 181 Season 3

    ​Verlyn memandang layar ponselnya yang terus bergetar. Nama Kayn tertera di sana, membawa kembali ingatan pahit yang baru kemarin mengikis hatinya.​Steven yang menyadari perubahan raut wajah Verlyn langsung memelankan langkahnya. "Verlyn? Apa ada masalah?"​Verlyn mengembuskan napas perlahan, lalu memoles kembali ketenangannya. "Sebentar ya, Steven. Aku mau angkat panggilan ini dulu."​Steven mengangguk paham dan memberi sedikit ruang pribadi. Verlyn menggeser tombol hijau di layarnya, menempelkan ponsel itu ke telinga tanpa mengucapkan sepatah kata pun.​"Verlyn! Apa-apaan semua ini?!" Suara Kayn terdengar begitu panik, campur aduk antara marah dan frustrasi di ujung telepon. "Kenapa kamu membatalkan pertunangan kita secara sepihak?! Ayahku marah besar kepadaku karena keputusan gila dari pihak keluargamu ini!"​Verlyn mendengarkan cecaran itu dengan wajah tanpa ekspresi. Tidak ada lagi rasa sakit atau linangan air mata seperti kemarin.

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 180 Season 3

    ​Verlyn tertawa kecil, sebuah tawa tipis yang ia gunakan untuk mengalihkan pembicaraan karena tertangkap basah. Ia memutar pulpen di jemarinya, mencoba menguasai keadaan.​"Kepekaanmu sebagai pengusaha memang tajam sekali ya, Steven," kekeh Verlyn dengan nada bercanda. "Tapi tenang saja, tidak ada hal yang aneh kok."​Steven tidak tertawa. Pria itu tetap menatap Verlyn dengan pandangan yang tenang namun penuh selidik. Walau baru saling kenal seminggu yang lalu sejak urusan proyek ekspansi ini dimulai, kepekaan Steven benar-benar di luar dugaan. Meskipun keduanya sama-sama pemegang kendali tertinggi di perusahaan besar yang biasanya punya tembok pertahanan kuat, entah bagaimana hubungan mereka justru cepat sekali akrab dan cair.​Dan kepekaan Steven itulah yang membuat Verlyn selalu gagal untuk berbohong atau sekadar bersikap defensif di depannya.​"Aku tidak bermaksud ikut campur dalam urusan pribadimu, Verlyn," kata Steven pelan, suaranya terdeng

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 179 Season 3

    ​Suara ketukan high heels Verlyn bergemung pelan di atas lantai marmer ruang kerjanya. Setelah sekian lama dibayangi rasa lelah dan kecewa, ada sedikit kehangatan yang terselip di dadanya saat mendengar nama Steven diucapkan oleh Fayyara.​"Fayyara," panggil Verlyn seraya merapikan letak dokumen di mejanya. "Siapkan ruang rapat utama. Pastikan semua berkas kerja sama proyek ekspansi dengan Florest Group sudah lengkap."​"Baik, Nona Verlyn. Semuanya sudah siap," jawab Fayyara sigap dengan senyuman profesional, lalu membungkuk sopan dan keluar dari ruangan.​Verlyn berjalan menuju jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan pencakar langit New York. Ia menyentuh lembut untaian mutiara di lehernya. Penampilan barunya hari ini bukan sekadar pergantian gaya, melainkan sebuah pernyataan tegas: Verlyn Carlveria Alreo yang baru tidak akan lagi membiarkan perasaannya dimanfaatkan atau diabaikan.​Tepat satu jam kemudian, pintu kaca ganda di area lobi e

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 178 Season 3

    ​Dengan langkah tegap dan dagu terangkat, Verlyn membalikkan badannya. Ia keluar dari ruangan pribadi Kayn tanpa menoleh lagi sedikit pun. Setiap langkah kakinya terasa begitu dingin, meninggalkan pria yang kini telah menjadi asing dalam kehidupannya. ​Begitu keluar dari gedung Vyntie Group dan melangkah masuk ke dalam kabin mobil, Sofia dan Pak Rian seketika terperanjat melihat deretan bekas air mata di pipi Verlyn serta matanya yang sedikit memerah. ​"Nona Verlyn? Anda tidak apa-apa?" tanya Sofia panik, siap menyiapkan tisu. ​Verlyn menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu memasang senyuman tipis, sebuah topeng ketenangan yang amat sempurna. Ia menyapu halus sisa kebasahan di pipinya. ​"Aku baik-baik saja, Sofia," jawab Verlyn tenang, suaranya sangat stabil tanpa getaran. "Pak Rian, kita jangan pulang ke rumah dulu. Antar aku ke pusat perbelanjaan paling eksklusif di kota ini, ya." ​Pak Rian dan Sofia saling pandang bingung, namun Pak Rian segera mengangguk

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status