공유

Bab 21 Season 1

작가: Yuri
last update 게시일: 2024-05-06 21:13:24
"Kita pergi sekarang, Kayn?" tanya Verlyn sambil tersenyum.

Kayn terdiam dan menoleh ke arah Sellina. "Sellina, aku..."

Sellina menyentuh pipi Kayn. "Tidak apa-apa, Kayn. Aku bisa pulang sendiri, kok!"

Kayn menggenggam tangan Sellina. "Tidak, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku akan mengantarmu dulu." Kayn menarik tangan Sellina dan melangkah keluar dari ruangan bersamanya.

"Tunggu aku, Kayn!" teriak Verlyn, segera mengikuti Kayn dari belakang.

Kayn dan Sellina melangkah
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 214 Season 3

    ​Keesokan harinya, suasana meja kerja Verlyn di Kizen Group terasa jauh lebih cerah dari biasanya. Buket bunga peony merah muda segar yang dikirim Kayn tergeletak cantik di sudut meja, bersandingan dengan memo kecil yang sukses membuat senyum Verlyn bertahan sejak pagi.​Fayyara berdiri di tepi meja seraya membawa beberapa dokumen. Pandangannya berulang kali melirik buket bunga itu dengan raut menggoda.​"Ekhem... harum banget ruangan Nona pagi ini," goda Fayyara seraya tersenyum jahil. "Bunga dari CEO Vyntie Group memang beda ya."​Pipi Verlyn memerah panas. "Fayyara, diamlah. Bantu aku merapikan jadwal rapat hari ini."​"Baik, Nona. Tapi dari tadi bibir Nona senyum-senyum sendiri, lho!" kekeh Fayyara.​Namun, ketenangan dan atmosfer manis di ruangan itu tidak bertahan lama.​Pintu kerja Verlyn mendadak terdorong tanpa ketukan. Rainon masuk dengan napas terengah-engah, peluh dingin membasahi pelipisnya, dan raut wajahnya tampak

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 213 Season 3

    ​Di saat Kayn dan Verlyn mulai menemukan kembali kehangatan di antara mereka, hal sebaliknya justru menimpa Sellina.​Di dalam kamar apartemennya yang berantakan, Sellina berdiri gemetaran di depan cermin kamar mandi. Wajahnya yang biasa dipoles sempurna kini pucat pasi dengan kantung mata menghitam. Gaun sutra yang ia kenakan tampak kusut, sejalan dengan kekacauan yang menghantam pikirannya.​Rasa mual hebat kembali mengocok perutnya sejak pagi, berpadu dengan kepanikan luar biasa. Sudah hampir dua bulan ia terlambat datang bulan. Ditambah lagi, sokongan dana dari Kayn sudah sepenuhnya terputus sejak pria itu mengakhiri hubungan mereka dan mendepaknya dari lingkar elit.​Sellina benar-benar stres berat. Kehidupan mewahnya perlahan goyah, tagihan apartemen menumpuk, dan Rensra—pria yang menjadi tempatnya berpaling mulai menunjukkan tabiat aslinya yang cuek, dingin, dan lepas tangan.​Dengan tangan gemetar hingga mengetuk tepi wastafel, Sellina men

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 212 Season 3

    ​Perjalanan pulang dari hotel menuju gedung Kizen Group diliputi keheningan yang terasa berbeda. Verlyn duduk di kursi penumpang, melemparkan pandangannya lurus ke luar jendela. Ia berusaha keras menata raut wajahnya agar tetap tenang, meski dadanya bergemuruh heboh tiap kali mengingat insiden muntah dan bisikan Kayn semalam. ​Di sampingnya, Kayn yang menyetir sendiri justru tampak amat tenang. Pria itu sesekali melirik wanita di sebelahnya, tidak lagi menyembunyikan binar hangat di matanya. ​"Minumlah dulu. Ini kopi latte favoritmu," ujar Kayn lembut, menyodorkan cangkir kopi yang sempat ia pesan di lobi hotel tadi. ​Verlyn tersentak tipis, menerima cangkir itu tanpa berani menatap langsung mata Kayn. "T-terima kasih, Tuan Kayn." ​Bibir Kayn terangkat sedikit, membentuk senyum samar. "Kurangi panggil formal begitu saat kita sedang berdua, Verlyn." ​Pipi Verlyn mendadak memerah panas. Ia buru-buru menyesap ko

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 211 Season 3

    ​Mendengar nama Sellina keluar dari bibir Verlyn, raut Kayn seketika meredup. Tak ada rasa marah atau nada membela diri di wajahnya, yang tersisa hanyalah bayang penyesalan dan kejujuran mutlak.​Kayn mempererat genggaman tangannya di atas meja, mengusap lembut punggung tangan Verlyn dengan ibu jarinya.​"Hubunganku dengan Sellina sudah berakhir sepenuhnya, Verlyn. Sudah sejak lama," ujar Kayn dengan nada rendah dan tenang.​Verlyn tersentak tipis. Matanya menatap Kayn dengan binar tak percaya. "B-berakhir? Tapi dulu kamu..."​"Dulu aku bodoh," potong Kayn cepat tanpa berusaha mencari alasan. Ia menghela napas panjang, menatap lurus ke mata Verlyn. "Aku begitu buta sampai tidak bisa membedakan mana ketulusan dan mana pengkhianatan. Aku memergoki Sellina berselingkuh dengan pria lain di belakangku dengan mata kepalaku sendiri."​Dada Verlyn berdesir hebat. Kata-kata itu menghantam logikanya bagai petir di siang bolong. Kejadian yang selama

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 210 Season 3

    ​Verlyn berdiri terpaku beberapa saat di depan cermin, merapikan napasnya yang masih tak beraturan. Setelah berusaha menetralkan rona hangat di pipinya, ia mengambil pakaian baru yang dibelikan Kayn—sebuah gaun kasual berwarna krem berbahan lembut yang terpasang pas di tubuhnya, lalu mengganti kimono handuk tersebut.​Dengan langkah pelan dan penuh keraguan, Verlyn memutar gagang pintu kamar tidur dan melangkah menuju area ruang tamu suite.​"Sudah bangun?" suara Kayn menyapa lembut sebelum Verlyn sempat mengedarkan pandangan.​Aroma sup hangat dan teh herbal menyengat lembut indra penciumannya. Di dekat jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota pascabadai hujan semalam, Kayn berdiri seraya menuangkan teh ke dalam cangkir porselen. Pria itu sudah berganti pakaian dengan kemeja kasual abu-abu gelap yang lengannya digulung rapi hingga ke siku.​"E-eh... iya," sahut Verlyn gugup, meremas ujung gaunnya.​"Kemarilah. Bersiaplah untuk

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 209 Season 3

    ​Napas hangat mereka beradu hebat di tengah keheningan kamar suite. Kayn menatap manik mata Verlyn yang basah dengan raut penuh kejujuran mutlak dan rasa cinta yang tak lagi tertahan. ​"Tatap mataku, Verlyn. Tidak ada wanita lain!" bisik Kayn serak, suaranya sarat akan rasa frustrasi dan cinta yang meluap. "Di dunia ini... jangankan menikah, memikirkan wanita lain selain kamu saja tidak pernah terlintas di kepalaku!" ​Sebelum Verlyn sempat mencerna kata-kata itu, Kayn menangkup kedua pipinya dengan lembut. Pria itu menunduk, membungkam bibir Verlyn dengan ciuman yang dalam dan penuh kerinduan. Ciuman itu sarat akan emosi yang selama ini terpendam—rasa bersalah, keputusasaan, dan kasih sayang yang mendesak dadanya. ​Verlyn terpaku. Matanya perlahan terpejam saat rasa hangat melingkupi seluruh tubuhnya, meruntuhkan benteng jarak yang ia bangun selama ini. Kayn mengusap rahang Verlyn dengan protektif, menyalurkan seluruh penyesalan yang memb

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status