共有

Bab 161 Season 2

作者: Yuri
last update 公開日: 2025-10-27 16:44:30

11 September 2060

4 Hari Sebelum Sidang Perceraian

"Nyonya, ada yang ingin bertemu dengan Anda. Tapi, beliau tidak membuat janji temu terlebih dulu," ucap pengawal pria bertubuh kekar di depan pintu masuk ruangan Jennifer.

Jennifer yang sedang memilah dokumen di mejanya hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap berkas di tangannya.

"Aku sibuk mempersiapkan dokumen ini. Bilang padanya bahwa aku tidak akan menerima tamu untuk sementara waktu..."

Ia berhenti sejenak, senyum tipis terlukis di w
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 179 Season 3

    ​Suara ketukan high heels Verlyn bergemung pelan di atas lantai marmer ruang kerjanya. Setelah sekian lama dibayangi rasa lelah dan kecewa, ada sedikit kehangatan yang terselip di dadanya saat mendengar nama Steven diucapkan oleh Fayyara.​"Fayyara," panggil Verlyn seraya merapikan letak dokumen di mejanya. "Siapkan ruang rapat utama. Pastikan semua berkas kerja sama proyek ekspansi dengan Florest Group sudah lengkap."​"Baik, Nona Verlyn. Semuanya sudah siap," jawab Fayyara sigap dengan senyuman profesional, lalu membungkuk sopan dan keluar dari ruangan.​Verlyn berjalan menuju jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan pencakar langit New York. Ia menyentuh lembut untaian mutiara di lehernya. Penampilan barunya hari ini bukan sekadar pergantian gaya, melainkan sebuah pernyataan tegas: Verlyn Carlveria Alreo yang baru tidak akan lagi membiarkan perasaannya dimanfaatkan atau diabaikan.​Tepat satu jam kemudian, pintu kaca ganda di area lobi e

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 178 Season 3

    ​Dengan langkah tegap dan dagu terangkat, Verlyn membalikkan badannya. Ia keluar dari ruangan pribadi Kayn tanpa menoleh lagi sedikit pun. Setiap langkah kakinya terasa begitu dingin, meninggalkan pria yang kini telah menjadi asing dalam kehidupannya.​Begitu keluar dari gedung Vyntie Group dan melangkah masuk ke dalam kabin mobil, Sofia dan Pak Rian seketika terperanjat melihat deretan bekas air mata di pipi Verlyn serta matanya yang sedikit memerah.​"Nona Verlyn? Anda tidak apa-apa?" tanya Sofia panik, siap menyiapkan tisu.​Verlyn menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu memasang senyuman tipis, sebuah topeng ketenangan yang amat sempurna. Ia menyapu halus sisa kebasahan di pipinya.​"Aku baik-baik saja, Sofia," jawab Verlyn tenang, suaranya sangat stabil tanpa getaran. "Pak Rian, kita jangan pulang ke rumah dulu. Antar aku ke pusat perbelanjaan paling eksklusif di kota ini, ya."​Pak Rian dan Sofia saling pandang bingung, namun Pak Rian segera mengangguk dan meng

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 177 Season 2 [End]

    ​Penerbangan malam dari Chicago mendarat di New York tepat saat fajar menyingsing. Tanpa buang waktu untuk pulang atau sekadar ganti baju, Verlyn langsung meminta supirnya meluncur ke kantor pusat Vyntie Group. ​Setibanya di sana, mobil berhenti mulus di pelataran gedung. ​"Pak Rian, Sofia, kalian berdua tunggu di mobil saja. Aku tidak akan lama," tegas Verlyn. ​Verlyn melangkah keluar dengan penampilan yang jauh dari kata rapi. Ia hanya mengenakan piyama sutra krem berdetail ruffle, dilapisi jaket winter parka cokelat berkerah bulu, serta sandal rumahan biasa. ​Mengabaikan pandangan heran para staf, Verlyn melewati resepsionis tanpa membuat janji dan langsung naik lift VIP menuju lantai 15, ruangan pribadi Kayn. ​Brak! ​Pintu ganda itu terdorong lebar. Di dalam, Kayn yang sedang mendiskusikan dokumen bersama Sekretaris Rainon seketika terkejut. ​"Kayn..." panggil Verlyn terengah-engah, memegang lututnya untuk mengatur napas. ​Kayn membelalak, kaget melihat Verlyn berd

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 176 Season 2

    ​Mengabaikan rasa heran Sofia, Verlyn menyambar jaket tebal yang disodorkan asistennya, mengenakannya menutupi piyama sutranya, lalu langsung melangkah cepat keluar dari villa. Matanya terpaku pada sosok Sellina dan pria bermata ungu yang baru saja melangkah masuk ke dalam area lobby Hotel Pasangan tersebut. ​Tanpa membuang waktu, Verlyn menyusup masuk melewati pintu kaca otomatis hotel. Suasana lobby terasa agak remang dengan aroma parfum ruangan yang manis namun menyengat. Verlyn langsung berjalan mendekati meja resepsionis. ​"Selamat malam, Miss. Ada yang bisa saya bantu?" sapa wanita resepsionis di balik meja dengan senyum ramah profesional. ​"Saya ingin bertanya, bisakah Anda memberi tahu saya nomor kamar dan atas nama siapa pasangan yang baru saja check-in dua menit yang lalu?" tanya Verlyn langsung pada intinya. ​Resepsionis itu menunjukkan raut ragu, lalu menggeleng pelan. "Mohon maaf sekali, Nona. Identitas dan privasi seluruh tamu di hotel kami bersifat sangat rahasia. K

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 175 Season 2

    ​Setelah lima hari yang melelahkan di Chicago, Verlyn memutuskan untuk tidak langsung terbang kembali ke New York esok harinya. Ia memilih mengambil jeda satu hari penuh untuk beristirahat di villa tiga lantai tempatnya menginap, memberi waktu bagi dirinya, Sofia, serta para pengawalnya untuk menenangkan pikiran sebelum kembali ke rutinitas kerja yang padat. ​Menjelang malam, langit Chicago bergeser menjadi keunguan yang tenang. Verlyn melangkah naik ke area rooftop lantai tiga villa, menikmati terpaan angin malam seraya menyandarkan tangannya di pagar pembatas. Gadis itu mengenakan pakaian santai rumahannya, piyama bahan sutra berwarna pastel yang lembut dan nyaman. ​Ponsel di genggamannya berdering, memunculkan nama Kayn di layarnya. Verlyn menyunggingkan senyum tipis lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya. ​"Halo, Kayn!" sapa Verlyn lembut. ​"Verlyn... kamu masih di Chicago?" suara Kayn terdengar sedikit parau namun sarat akan kehangatan dan rasa rindu di seberang sana. "Bag

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 174 Season 2

    ​Verlyn menatap Steven sejenak sebelum akhirnya menyunggingkan senyum tipis yang anggun. Ajakan ramah dari tuan rumah kota Chicago itu terdengar cukup menarik untuk mengisi waktu luangnya. ​"Baiklah, Tuan Steven. Saya terima tawaran Anda," jawab Verlyn tenang. ​Sebelum melangkah pergi, Verlyn menoleh ke arah tim pengawalnya dan memberikan instruksi pelan. "Jaga jarak aman dan bersikaplah sewajarnya. Jangan membuat suasana terlalu tegang." ​Pengawal pribadinya mengangguk paham dan mengikuti dari jarak yang tidak mencolok. Verlyn dan Steven pun mulai berjalan santai membelah sudut-sudut eksotis kota Chicago. Sepanjang perjalanan, kecanggokan di antara mereka perlahan luntur. Mereka mengobrolkan banyak hal acak, mulai dari latar belakang industri bisnis, hobi, hingga pengalaman unik selama memimpin perusahaan masing-masing. Steven terbukti sebagai pemandu yang menyenangkan, cerdas, dan memiliki selera humor yang halus. ​Sore harinya, setelah mereka sempat bergabung sebentar dalam

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status