/ Romansa / Tawanan Tiga Tuan Muda / Hukuman Di Mobil

공유

Hukuman Di Mobil

작가: CitraAurora
last update 게시일: 2026-03-03 08:27:38

"Panggil aku Sayang."

Rosella membeku di tempat, dia menatap Leon tidak percaya, bagaimana mungkin Leon memintanya memanggil dengan panggilan itu.

"Tapi Tuan..."

Dia nampak keberatan, bukan enggan tapi karena malu.

"Ini perintah!" ucap Leon tegas.

"Baik Tu-Tuan Leon." Masih memanggil Tuan.

"Bukan Tuan Leon." Leon mengoreksi dengan sabar.

Rosella menunduk dalam-dalam, tidak sanggup menatap wajah Leon saat mengucapkannya. Jantungnya berdegup terlalu kencang, bibirnya terbuka lalu menutup lag
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kk ada lo komen ku
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gagal Semua

    ​Di dalam tenda komando yang hangat, Adrian sedang memeluk Rosella. Udara di luar sangat dingin namun di dalam tenda justru memanas."Apa sudah lebih hangat?" tanya Adrian. "Sudah Tuan." Jawab Rosella yang semakin menenggelamkan wajahnya ke bidang datar Adrian. Entah dia harus senang apa tidak dengan semua ini, meski magangnya bisa dibilang sedikit hancur tapi dia tidak harus takut menghadapi senior-senior yang memiliki rencana busuk terhadapnya. "Rose." Panggil Adrian. Rosella mendongak, dan bibir manis gadis itu membuat Adrian tak tahan. Tangannya tergerak menyentuh bibir mungil yang menjadi candu buatnya. Tanpa basa basi, Adrian langsung menjatuhkan ciuman ke bibir Rosella, dia melumat habis bibir itu, dan memaksa lidah Rosella bertarung dengan lidahnya di dalam.Dia terus menciumi Rosella, dan tangannya mulai bergerak nakal, membuat Rosella tak berdaya melawan sentuhannya.​"Tuan, jangan... nanti ada yang masuk," bisik Rosella sambil menahan tangan Adrian. ​Adrian hanya ter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Menyusul

    Belum sempat Sarah melancarkan kecurigaannya lebih jauh, tiba-tiba angin kencang berembus menyapu membawa hawa dingin yang luar biasa pekat. Dalam hitungan detik, kabut putih tebal turun dari puncak gunung, bergulung-gulung menutup jarak pandang hingga tersisa kurang dari tiga meter.​Suasana santai di tempat peristirahatan itu seketika berubah menjadi kepanikan. Suara gemuruh guntur mulai terdengar bersahut-bersahutan di langit yang mendadak menggelap.​Pak Jason yang beberapa waktu lalu baru sampai, berlari ke tengah area landai menggunakan pengeras suara darurat. "Semuanya perhatian! Cuaca memburuk secara ekstrem di atas! kita batalkan penelitian, karena rawan longsor! Kita terpaksa bermalam di tempat ini! Segera dirikan tenda darurat sekarang juga!"​Kekacauan tidak dapat dihindarkan, semua orang mulai sibuk membongkar logistik dan mendirikan tenda di tengah terpaan angin yang semakin kencang.​Di tengah situasi darurat itu, Sarah yang masih menyimpan dendam atas kegagalannya tad

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kenapa Terlihat Sangat Bugar?

    Adrian tidak lagi berbicara, desahan pasrah dan permintaan eksplisit dari Rosella melenyapkan sisa-sisa kendali diri yang ia miliki. “Buka kakimu lebar-lebar Sayang.” Pinta Adrian dengan suara seraknya. Miliknya sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam lubang kenikmatan yang selama beberapa hari ini tidak dia rasakan. Dengan gerakan yang terencana namun sarat akan urgensi, ia menurunkan resletingnya, keadaan seperti ini cukup mengeluarkan yang perlu saja. Tak lupa Adrian memastikan hamparan mantel bulu tebal di bawah mereka menjadi alas yang cukup melindungi kulit sensitif Rosella dari permukaan batu tebing yang kasar. ​"Tatap aku, Sayang," bisik Adrian rendah, suaranya parau menahan desakan gairah yang masif. ​Begitu Rosella membuka matanya yang sayu dan berkabut, Adrian menuntaskan penyatuan mereka dalam satu hentakan dalam yang mantap. ​"Aaahh... Tuan...!" Rosella memekik pelan, tangannya refleks mencengkeram kuat pundak kokoh Adrian yang terbalut kaos hitam. Sensasi penuh,

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ayo Masukkan Tuan

    Mendengar ucapan Rosella yang menggantung, Adrian seketika menghentikan gerakannya yang hendak meraih kamera. Ia menoleh perlahan, menatap lekat-lekat gadis yang saat ini sedang tenggelam di balik jaket gunung besarnya.​"Jadi apa, Rose?" tanya Adrian rendah, sepasang matanya mengunci pandangan Rosella.​Bukannya menjawab, Rosella justru menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Kedua pipinya sudah semerah tomat, dan secara refleks, gadis itu menggigit bibir bawahnya, sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap kali merasa gugup atau terdesak oleh pesona Adrian.​Melihat belahan bibir ranum yang digigit kecil itu, pertahanan Adrian yang semula sekokoh dinding batu tebing runtuh dalam satu kedipan mata. Akal sehat akademisnya menguap begitu saja. Hasrat posesif dan gairah yang sempat ia tekan sejak tadi mendadak meledak hebat di dalam dadanya.​Tanpa babibu lagi, Adrian mencengkeram lembut rahang Rosella, mengangkat wajah gadis itu, dan langsung menyambar bibir manisnya.​Cup.​Ciuman it

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Meneliti Varietas Langka

    Mendengar ucapan yang keluar dari bibir pria bermasker itu, senyum licik di wajah Sarah seketika membeku. Ia melongo kaku, menatap Adrian dengan tatapan tidak percaya.​"T-Tuan Pengawas mau ikut mendampinginya?" tanya Sarah terbata-bata, merutuki kebodohannya sendiri di dalam hati. Rencana awalnya adalah mengasingkan Rosella agar gadis itu menderita sendirian di tebing yang curam, bukan malah memberikan kesempatan emas dikawal secara eksklusif oleh pejabat pusat.​"Benar," jawab Adrian pendek, suaranya terdengar mutlak tanpa bantahan. "Sebagai perwakilan pusat, saya bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh peserta magang. Mengirim anak magang ke medan berbahaya sendirian adalah pelanggaran prosedur keselamatan yang fatal. Jadi, saya sendiri yang akan turun ke lapangan untuk mengawasinya."​Tanpa menunggu balasan dari Sarah yang masih mematung menahan dongkol, Adrian langsung berbalik menatap Rosella. "Ayo jalan. Jangan membuang waktu."​Rosella mengangguk patuh sembari menyemb

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Hukuman

    Adrian kembali membetulkan letak kupluk dan kacamata hitamnya, memastikan penyamarannya kembali sempurna sebelum mereka keluar dari jalur pintas. Begitu vegetasi hutan mulai agak terbuka, sayup-sayup terdengar suara tawa dan denting alat makan dari kejauhan. Mereka telah tiba di tempat peristirahatan..​Rombongan anak magang dan para senior sedang duduk beristirahat di sebuah area landai sembari menikmati makan siang mereka. Kehadiran Rosella yang tiba-tiba dan tidak sendirian seketika menghentikan aktivitas di sana. Semua mata langsung tertuju pada mereka.​Sarah, yang sedang memegang botol air minum, langsung berdiri dengan mata menyipit tajam. Wajahnya yang semula puas karena mengira Rosella tertinggal jauh di bawah, kini berubah menjadi masam dan penuh rasa tidak suka.​"Wah, wah. Lihat siapa yang baru sampai," sindir Sarah dengan suara yang sengaja dikeraskan agar didengar semua orang. Ia melangkah mendekati Rosella dengan dagu terangkat angkuh.​"Hebat sekali ya kamu, Rosella. A

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Aku Sudah Gila!

    Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekal

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Uuuhhh Rosella...

    Di kamar mandi, Adrian berdiri di bawah shower dengan air dingin mengalir membasahi tubuhnya.Pikirannya tidak pada air dingin ini tapi melayang pada Rosella.Di tengah kesulitan menjadi budak tapi Rosella masih ingin belajar, dan matanya sangat berbinar melihat buku dan Adrian tersenyum tipis meli

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status