Share

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku
Author: Cocojam

Bab 1

Author: Cocojam
Setiap tarikan napas terasa seperti pecahan kaca yang menggores tenggorokanku. Tulang rusukku patah. Darah keluar dari bibirku, menodai lantai marmer putih menjadi merah.

"Kamu nggak bisa diam, ya? Mau buat dia jadi gila?" teriak ayahku dengan begitu keras hingga seluruh rumah itu seolah bergetar.

Aku ingin mengatakan bahwa itu hanya kecelakaan, tetapi tenggorokanku dipenuhi darah. Aku tidak bisa mengeluarkan suara.

Di dekat meja kaca yang hancur, adikku, Chloe, meringkukkan badanya. Kedua tangannya menutupi telinga sambil menjerit melengking. "Dia sengaja! Dia mau membunuhku! Jauhkan dia dariku! Jauhkan dia!"

Ibuku, Elena, berlutut di hadapannya. Dia merawat luka gores kecil di lengan Chloe sambil membujuknya.

"Nggak apa apa, Sayang. Nggak apa apa. Ibu di sini. Dia nggak akan mengganggumu lagi."

Aku berusaha mengangkat tangan, meminta pertolongan.

Namun, yang keluar dari bibirku hanya buih bercampur darah. Kegelapan perlahan menyelimutiku.

"Ayah ... Ibu ...." Suaraku nyaris tak terdengar.

Tidak seorang pun menoleh.

Pandanganku mulai kabur. Dunia mereka telah menyusut hingga hanya menyisakan adikku yang gemetar di samping meja yang pecah.

Pikiranku kembali pada sore yang mengubah segalanya. Aku berlari pulang sambil menggenggam surat penerimaan dari program penari utama.

"Ibu, aku diterima di Perusahaan Royal Ballet!" seruku sambil menerobos masuk.

Elena merampas surat itu dari tanganku. Di depan mataku, dia merobeknya menjadi serpihan kecil.

"Kamu sudah gila, Sera?" desisnya sambil melirik ke lantai atas dengan cemas. "Suara sepatu balet akan membuat Chloe sakit!"

Aku hanya berdiri terpaku, senyum di wajahku perlahan menghilang.

"Tapi, Bu, itu Royal Ballet! Hanya ada tiga kursi untuk seluruh New York!" seruku dengan suara bergetar. "Pelatihku bilang aku seorang genius ...."

"Kamu anak yang baik." Elena mengusap rambutku dengan sorot mata penuh rasa iba. "Seluruh keluarga harus melindungi adikmu. Kamu sehat. Kamu bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?"

Aku mengangguk. Di dalam kamarku, aku mengubur mimpiku dalam-dalam.

Genangan darah di lantai semakin melebar. Napasku menjadi pendek dan cepat. Pandanganku mulai dipenuhi bintik-bintik hitam.

"Ibu, sakit ...." Aku berusaha mengulurkan tangan.

Elena melirik sekilas ke arahku dengan wajah penuh kejengkelan. "Sera, nggak usah lebay. Apa kamu nggak lihat Chloe sedang nggak baik-baik saja? Nanti kami urus kamu."

Jeritan adikku semakin histeris.

"Keluarkan dia! Usir dia dari rumah ini!"

Dia meraih vas marmer besar di atas sebuah penyangga di dekatnya, lalu membantingnya ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Victor buru- buru menghampirinya dan memeluknya dengan erat.

"Nggak apa-apa, Chloe. Ayah di sini. Kamu aman," ujar Victor dengan suara lembut. "Ayah sudah menghukum kakakmu yang ceroboh itu. Nggak akan ada lagi yang menyakitimu, bidadari kecil Ayah."

Jari-jariku menggesek pagar besi. Salah satu kukuku patah, meninggalkan noda darah tipis di permukaan logam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 10

    Jeritan Chloe menggema di seluruh aula. Topengnya sudah hancur. Monster yang sesungguhnya akhirnya terlihat."Sampah?" Tubuh Victor gemetar. Dia merasa seolah-olah inilah pertama kalinya dia benar-benar melihat putrinya. "Kamu menyebut kakakmu sendiri sampah?""Memangnya aku salah?" Chloe benar-benar melepaskan "topengnya", sorot matanya dipenuhi kegilaan. "Dia dari awal cuma figuran! Kalau dia nggak ada, semua kasih sayang kalian pasti jadi milikku!"Mendengar itu, Elena akhirnya kehilangan kesabaran. Dia berdiri dengan tubuh gemetar lalu menampar Chloe dengan keras."Dasar monster!" teriak Elena sekuat tenaga. "Sera itu kakakmu sendiri! Dia menyerahkan semuanya demi kamu!"Chloe memegangi pipinya yang panas. Tak ada penyesalan sedikit pun di matanya. Yang ada hanya kebencian murni."Menyerahkan segalanya?" Dia mencibir. "Dia memang nggak pantas punya semua itu sejak awal! Lagi pula, bukan aku yang mendorongnya hingga jatuh dari tangga. Ayah sendiri yang menjatuhkannya!"Kata-kata itu

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 9

    Cassio berbalik tajam, lalu mengarahkan pistol itu tepat ke arah jantung Chloe."Halusinogen?" Dia tertawa penuh sindiran. "Kamu yakin masih mau terus memainkan sandiwara ini?"Chloe mundur selangkah, wajahnya sepucat mayat."A ... aku nggak bohong! Ada bukti laporan lab!""Kalau begitu, jelaskan ini." Cassio mengeluarkan sebuah kuitansi dari saku jasnya lalu melemparkannya dengan keras ke wajah Chloe."Ini kuitansi dari pasar gelap," ucapnya. "Aku sendiri yang meretas jaringan mereka."Itu adalah slip transaksi dari seorang penjual pasar gelap. Nama pembelinya tercetak sangat jelas. Chloe Chaniago.Barang yang dibeli, halusinogen kelas industri. Jumlahnya cukup untuk membuat seseorang kehilangan kewarasan selamanya.Tanggal transaksinya adalah sehari sebelum kecelakaan. Artinya, sejak awal Chloe sudah merencanakan semua ini untuk menjebakku. Vas mawar putih yang jatuh hanya memberinya alasan sempurna untuk memulai pertunjukan lebih cepat.Napas terkejut terdengar serempak di seluruh r

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 8

    Arwahku akhirnya melihat kebenaran yang sebenarnya begitu buruk.Adikku tidak pernah mengalami overstimulasi. Dia hanya menikmati peran sebagai korban untuk mengendalikan keluarga.Ternyata yang dia tunjukkan hanyalah sandiwara yang telah diperhitungkan matang-matang setiap penyakitnya "kambuh". Setiap jeritan adalah alat untuk memanipulasi semua orang di sekitarnya.Pemakamanku diadakan tiga hari kemudian.Aula rumah besar bergaya gotik itu ditata muram dan khidmat, dengan lampu kristal raksasa di langit-langit yang memancarkan cahaya kuning redup.Setiap keluarga mafia besar mengirim perwakilan untuk memberikan penghormatan, termasuk para gadis yang dulu suka merundungku.Bella Sudarsa yang mengenakan gaun hitam bermerek, berbisik-bisik dengan beberapa sosialita lain."Katanya sebelum mati dia sempat mencoba meracuni adiknya. Memang dia pantas dapat balasannya.""Syukurlah dia sudah pergi. Dunia jauh lebih baik tanpa psikopat seperti dia.""Kasihan Chloe. Kalau dari awal dia tahu kak

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 7

    Para bos memeriksa botol kecil itu, wajah mereka perlahan berubah muram.Chloe terus memeluk Victor, air matanya mengalir deras."Ayah, sebenarnya aku benar-benar nggak mau membahas ini ...." Suaranya bergetar. "Tapi Sera selalu bersikap seolah-olah dia yang paling hebat. Jauh di dalam hatinya, dia berharap aku mati."Victor menatap putrinya yang tampak rapuh. Rasa bersalah yang tadi tumbuh karena buku harian dan catatan medis perlahan mulai memudar.Rasa bersalah karena telah membunuh putrinya sendiri terlalu berat untuk ditanggung. Karena itu, pikirannya mati-matian mencari penjahat untuk disalahkan.Percaya bahwa Sera adalah monster jauh lebih mudah daripada menghadapi kenyataan. Itu satu-satunya jalan keluar baginya.Di sampingnya, Elena seolah berpegang pada harapan yang sama. Dia dengan sengaja menyingkirkan foto-foto mengerikan yang tadi dibanting dokter tua itu ke atas meja dari pikirannya. Tatapannya kembali jatuh pada putri bungsunya dengan penuh rasa iba.Beberapa hari berik

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 6

    "Depresinya baru mulai membaik setelah menjalani pengobatan." Dokter Geri membalik ke halaman terakhir berkas itu. "Terapi mingguan memberinya sedikit harapan untuk tetap bertahan hidup."Victor menatapnya dengan linglung. "Tunggu. Bukannya Chloe yang punya masalah psikologis? Sejak kecil dia yang harus rutin menjalani perawatan ...."Dokter Geri langsung memotongnya dengan dingin. "Kamu salah, Victor. Chloe menolak setiap pemeriksaan neurologis yang pernah kami jadwalkan."Dia membuka berkas lain. Nama Sera tercetak jelas di sana."Orang yang diam-diam datang untuk terapi setiap minggu adalah putri sulungmu."Dunia Victor seakan runtuh seketika."Nggak .... Itu nggak mungkin ...," gumamnya. "Chloe itu autis. Dia yang butuh pengobatan ....""Putri bungsumu nggak pernah mau bekerja sama dalam pemeriksaan medis apa pun," ujar dokter itu datar. "Justru Bu Sera yang memohon bantuanku saat dia benar-benar putus asa. Dia memohon padaku untuk membantunya keluar dari kegelapan."Wajah Elena pu

  • Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku   Bab 5

    Kata-kata itu begitu menusuk di hati Victor. Dia jatuh berlutut dan mengeluarkan raungan penuh penderitaan.Saat itu, terdengar langkah kaki yang mendekat. Suara langkah kaki itu adalah Dokter Geri, dokter yang paling dipercaya oleh keluarga mereka. Dia memasuki ruang kerja dengan wajah serius sambil membawa sebuah map dokumen tebal berwarna cokelat."Victor. Ada beberapa hal yang harus kamu lihat."Dokter tua itu langsung membanting map tersebut ke atas meja. Setumpuk foto dan hasil rontgen meluncur."Apa semua ini?" tanya Victor dengan mata merah."Penderitaan Sera nggak dimulai hari ini," kata Dokter Geri dengan suara sedingin es. "Ini adalah catatan medis yang diam-diam kubuat untuknya."Victor tersentak saat melihat foto pertama.Foto itu memperlihatkan jari kaki Sera yang hancur. Semua kukunya tercabut hingga habis, sementara dagingnya membengkak sampai nyaris tidak bisa dikenali."Patah remuk parah pada jari kaki." Dokter Geri menunjuk hasil rontgen itu. "Ini terjadi tiga bulan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status