Share

Bab 9. Sah

Author: Moonlight
last update publish date: 2026-04-05 18:33:09

Kepala Raniya berdenyut membayangkan nanti hari-harinya usai menikah sibuk dengan kewajiban-kewajiban sebagai istri, walaupun mereka terikat kontrak diam-diam, tetapi poin-poin yang telah disepakati tentunya harus dipatuhi selama dirinya menjadi istri Abimana, jika tidak maka ancaman Abimana akan berlaku.

Satu bulan terasa sangat cepat, setiap hari Raniya sibuk mengurus segala persiapan untuk pernikahannya yang dibantu kerabat Abimana. Komunikasinya dengan Abimana pun hanya sekadarnya, ia terl
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 78. Datang

    Melihat perkembangan asmara putri mereka, Abimana dan Raniya seakan kembali menyelami kisah mereka di masa lalu yang mungkin akan berjalan semulus itu jika tak ada kisah kelam yang membuat Raniya benci juga salah paham tak berujung. “Kenapa tertawa, Sayang?” Abimana memicing, dia agak terganggu dengan sebutan tua yang sejak tadi Zayn katakan. Raniya menggelengkan kepalanya. “Kok bisa setipe sama mamanya sih, Mas! Hahaha … cuman selisih tiga tahun aja loh!” Wajah Abimana semakin mengerut, lagi dan lagi soal umur itu dibahas yang kini dia mempunyai saingannya. Si pria yang menjadi tambatan hati si putri tercinta. “Tapi, yang matang memang memuaskan,” kata Raniya dengan godaannya. Reflek senyum malu di wajah Abimana itu terbit, anggap saja itu keunggulannya sebagai pria matang yang dulu tidak segera menikah. “Memuaskan dalam hal apa?” Abimana masih membalas, belum puas rupanya. Raniya sedikit mencondongkan tubuhnya ke samping lengan sang suami. “Pemikiran, karakter, uang, t

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 77. Ternyata Sama

    Apa harus sekarang dan sudah waktunya? Ghana tampak mempertimbangkan berulang kali sebelum hanya untuk sekadar menyimpan nomor telepon Kia di ponselnya. Tak lupa sebelum dan sesudah nama perempuan itu diberikan gambar bunga_bunga sepatu. “Kia,” ucapnya lirih, itu kesekian kalinya. Teringat bagaimana setiap kali tatapan mereka bertemu meskipun singkat tanpa sepatah kata, lalu tadi sedikit berbeda dengan sorot agak tajam yang menunjukkan rasa kesal. “Tapi, dia kesal karena apa?” Ghana menggaruk dagunya, dia harus sepusing itu memikirkan perempuan yang lebih muda 10 tahun darinya, pun dia yang sudah pernah mempunyai beberapa mantan kekasih sekaligus mantan calon istri, rasanya lucu. “Ares atau adiknya mengatakan sesuatu?” Rasanya tidak mungkin karena membahas soal Kia saja masih baru dan selepas mereka bersitatap, Ghana juga percaya Ares tidak akan selancang itu, apalagi adik Ares yang tidak tahu apa-apa. Dia dengar soal ucapan Ares? Calon istri? Ghana menegakkan punggungnya, ke

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 76. Patah Hati?

    “Ghana!” panggilan itu menggema sekali sampai ke dalam dada Kia, seseorang datang menghampiri si pria yang dikaguminya. “Aku pikir nggak dateng, Bro! Belum selesai urusin calon istri?” Kali ini, bukan sekadar menggema, tetapi meledak dalam dada Kia. Calon istri, pria bernama Ghana itu yang kabarnya selama tiga tahun tak membawa pasangan sama sekali mendadak sudah merencanakan pernikahan. “Kakak oke?” Zayn menyesal, dia terlewat kabar itu. Kia melipat bibirnya seraya mengangguk, lalu menarik lengan Zayn agar berjalan mengikutinya, meninggalkan tempat awal mereka berdiri dan tidak berlama-lama. Namun, sekilas garis pandangan mereka bertemu, iris Kia bersama Ghana yang berjarak itu, hanya sebentar dengan kesan yang dalam kemudian terpaksa teralihkan karena keramaian. “Aku nggak cemburu ya, Zayn!” katanya. Zayn reflek melipat keningnya. “Siapa yang bilang begitu?” “Ya, ya, siapa tau kamu mikir ke sana.” “Astaga, Kak. Bukan! Justru, aku khawatir kamu kecewa karena fakta yang

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 75. Pembahasan Pria

    Cukup berat untuk mengungkapkannya, apalagi pria itu lebih tua dari mereka dan bisa disebut senior oleh Zayn. Akan tetapi, “Gimanapun juga aku yang papa dan Kakak amanahkan bertanggung jawab di sini, jadi posisiku dan dia bisa sama. Aku cari tau tentang dia dulu.” Itu keputusan Zayn yang tidak bisa Kia nego, berani mengungkapkan juga harus berani dengan segala risikonya, lagipula Zayn melakukan itu semua demi kebaikannya agar tidak berlarut kagum dan meletakkan perasaan pada tempat yang salah. Ghana Abizar Rutono, nama itu sudah Zayn kantongi. Pria yang usianya sepuluh tahun dari kakaknya dengan pengalaman dan rekam jejak bisnis baik tanpa kekalahan yang fatal, selalu mempunyai inovasi baru demi melegakan rekanan bisnis yang bekerja sama dengannya, pun yang terpenting adalah rekam jejak kehidupan percintaannya itu, kening Zayn sampai terlipat dalam untuk membacanya, termasuk hubungan kekeluargaan pria yang kerap disapa Bos Ghan itu. “Kamu nggak berlebihan ke kakakmu begitu?” Abi

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 74. Yang Kia Suka

    Banyak hal yang Kia khawatirkan sepanjang masa menunggu dan mempersiapkan semua sampai pada tahun kelulusannya yang kemudian disusul oleh sang adik, keduanya berhasil untuk meneruskan rencana bersekolah bersama di luar negeri. Rumah besar itu kembali sepi ditinggalkan dua penghuninya, lebih terasa kental pada Raniya yang sepanjang hari lebih banyak di rumah, apalagi ketika sang suami bekerja, dengan Abimana yang masih aktif bekerja itu kerinduannya pada suasana ramai semakin menjadi. “Kakak, adek … ternyata nyawanya rumah ini kalian,” katanya sambil membuatkan kopi untuk sang suami. Abimana menoleh, mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel yang terang di tangannya. “Kita ke sana yuk, Sayang!” ajaknya, soal kesibukan sudah bisa Abimana bagi bersama saudara yang lain, ia telah membaginya. “Mas juga kangen sama anak-anak, minggu depan mau?” Raniya mengerjap. “Beneran? Aku kangen berat ini, Mas. Waktu kamu kerja, kerasa banget gimana sepinya, udah kamu kasih bibik, tapi tetap aja

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 73. Kia dan Zayn

    Bait Kedua*** “Papa, Zayn tarik rambut Kakak!” adu Kia berlari menghampiri Abimana sambil menyentuh rambutnya yang tadi dimainkan oleh sang adik. Abimana yang kini tengah duduk di ruang tengah sembari menikmati bakmi buatan istrinya itu menoleh, melebarkan satu tangannya agar bisa menangkap tubuh putrinya yang berusia 16 tahun itu. Dua anak di rumah itu sudah ramai sekali, apalagi keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, bahkan kerja kelompok diajak ke rumah semua. “Zayn …!” tegur Abimana melihat pada putranya, si calon putra mahkota yang akan meneruskan tanggung jawabnya kelak. “Rambut Kakak baru dibawa ke salon loh, Dek. Kenapa? Gemas?” Lihat! Bagaimana Kia mencebik mengadu pada sang ayah, memeluk setengah tubuh besar cinta pertamanya itu begitu kuat. Tak lupa bagaimana dramanya itu, khas sekali anak perempuan. Dari arah belakang si putra mahkota itu berlari sambil tertawa, ketampanannya jangan diragukan, apalagi semakin bertambah usia pemuda itu lebih tinggi dar

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 15. Perayu Ulung

    “Kamu nantang aku, Raniya?” ucap Abimana. Apa? Abimana mau meledeknya? Atau pria itu ingin mengintimidasinya di tempat umum dengan status mereka sebagai pengantin baru masih hangat-hangatnya? Jantung Raniya berdetak menggila, terlebih ketika wajah Abimana condong ke depan mengikis jarak bersama

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 12. Loh, Masuk!

    Abimana mengadu masing-masing kening berkeringat mereka, sorot matanya mengunci pupil lemah Raniya menerima setiap hentakannya di bawah sana. Di atas tubuh Raniya yang patuh, Abimana bergerak serampangan, menggesekan miliknya pada kewanitaan Raniya sesukanya. Rintihan Raniya seakan menjadi pemacu

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 11. Mau Lagi

    “Cukup?” Abimana merendahkan tubuhnya. Raniya mendongak, menggigit bibir bawahnya sembari menatap wajah Abimana yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya. “Aku lanjut!” putus Abimana mengartikan sorot mata Raniya. Jari-jari panjang itu memberi tekanan tepat di depan kewanitaan Raniya, mem

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 7. Diam-Diam

    “Bodoh!” Raniya memukul kepalanya. Malam itu juga, Raniya pergi seorang diri untuk menemui Abimana di apartemennya. Raniya memakai setelan piyama pendek berbahan kaos dan rambutnya diikat tinggi sehingga leher putihnya terlihat menggoda, ditambah lagi perempuan itu tak sadar piyamanya cukup ketat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status